Manusia mengambil susu dari hewan yang memiliki kelenjar susu, seperti sapi, kuda dan domba. Sapi dan domba mulai dijinakkan sejak 8000 SM untuk diambil daging, bulu dan susunya Di Timur Tengah, susu bahkan terfermentasi menjadi keju oleh para pengembara gurun di sana.Diperkirakan susu mulai masuk ke dataran Eropa pada abad 5000 SM melewati daerah Anatolia.Sementara, susu mulai masuk ke Inggris pa
da periode Neolitik. Penggunaan keju dan susu dari Timur Tengah lewat Turki mulai dikenal oleh bangsa Eropa pada zaman Pertengahan. Kemudian, pada abad ke-15, para pelaut mulai membawa sapi perah untuk dipelihara dan diternakkan di dataran Eropa untuk konsumsi susu. Susu sapi sendiri baru dikenal oleh bangsa Indonesia lewat penjajahan Hindia Belanda pada abad ke 18. Konsumsi susu masyarakat di negara maju saat ini berkisar 100 liter perkapita setiap tahunnya. Sedangkan di Indonesia masih sangat rendah, hanya 12 liter per kapita setiap tahun.
“Kekurangan konsumsi susu ini berdampak pada kurangnya perkembangan otak pada bangsa tersebut,” ujar Dekan Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) Prof Jafrinur dalam seminar peringatan hari susu se dunia yang digelar Fakultas Peternakan Unand, bertema “minum susu segar, tubuh bugar, otak pintar”. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), kata Jafrinur, seseorang harus mengkonsumsi protein hewani dan protein. Keduanya terkandung di dalam susu segar.