PP Tadaarusul Qur'an Sampangan Bumirejo Kaliangkrik Magelang Jawa Tengah

PP Tadaarusul Qur'an Sampangan Bumirejo Kaliangkrik Magelang Jawa Tengah Pondok Salafiyah dan Tahfidz Qur'an

09/02/2022

Nabi Adam Tidak Salah Makan Buah Khuldi
(Keterangan Ngaji Gus Baha').
Pemahaman masyarakat awam tentang kisah Nabi Adam makan buah khuldi itu karena godaan syaitan.

Ternyata pemahamannya bukan seperti itu.

Nabi Adam diiming-imingi keabadian, sehingga Nabi Adam tertarik makan. Bersama Ibu Hawa, Nabi Adam akhirnya dinyatakan bersalah dan kemudian diturunkan ke bumi.

Pemahaman ini, bagi KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha’), perlu mendapatkan perhatian.

Karena dengan pemahaman ini, kita kemudian menjustifikasi Nabi Adam ternyata juga tergoda oleh bujuk rayu syaian.

Dalam ngajinya di Sidogiri Pasuruan, 2 Oktober 2019, Gus Baha’ menjelaskan bahwa Nabi Adam tidak salah ketika memakan buah khuldi. Terus bagaimana kok begitu?.
Gus Baha’ menjelaskan:
“Nabi Adam gak pernah salah. Ketika beliau ditanya Alloh kenapa memakan buah yang saya larang? Nabi Adam menjawab, Demi Alloh, saya tidak pernah menduga ada orang berani berbohong atas nama-Mu,” kata Gus Baha’. Bukankah syetan menasehati Nabi Adam dengan bersumpah atas nama Alloh? Jadi Nabi Adam sama sekali tidak tergoda dengan syetan untuk memakan buah tersebut kecuali setelah mendengar nama Alloh dijadikan sumpah syaitan.

Maka karena menganggap agungnya nama Alloh, Nabi Adam tidak pernah mengira ada yang berani berbohong atas nama Alloh,” lanjut Gus Baha’. Gus Baha’ juga menegaskan bahwa Nabi Adam adalah korban sumpah atas nama Alloh bukan korban godaan syaitan yang lemah.

Gus Baha’ juga mengingatkan kita semua agar tidak banyak ngomong tentang salahnya Nabi Adam, apalagi itu karena tidak paham sejatinya peristiwa itu.

Kyai bisa kurang barokah ilmunya karena kebanyakan ngomongin salah bapaknya yaitu Nabi Adam, tanpa menjelaskan kronologi kejadian sesungguhnya,” tegas Gus Baha’.
DAPATKAN NGAJI GUS BAHA TERBARU : https://youtu.be/MYnuDPdSmZ4

28/12/2021
12/12/2021

Beberapa dawuh guru kita Kh. Ahmad Shodiq AL-MAGHFURLAH, sempatkan sebentar damel beliau ampun supe hadiyah fatihah e njihh, Lahul fatihah..........

06/11/2021

Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama;
"Menuju Satu Abad NU; Membangun kemandirian warga NU, untuk perdamaian dunia".

Mari kita bersama mendoakan untuk kelancaran dan kesuksesan Muktamar NU.

06/11/2021

Gara-gara Jum'atan menjadi kaya raya.

Sudah berapa kali pada saat pengkajian kitab tadribun nujaba beliau (Pak Abu Malik) menerangkan kedahsyatan pahala Jum'atan apabila ditampilkan nyata di dunia ini.

"Bayangno umpomo pahala Jum'atan kae dikatonke nang dunia iki, bar Jum'atan awakmu bali nggowo unto siji. Sesok Jum'at meneh bali nunton unto siji. Lakui genep sepuloh wulan awakmu wes ra bakal mangkat meneh.
Tonggo-tonggomu mengeng mangkat : "ora usah Jum'atan meneh mengko untomu nambah dadi kakean, soale saiki suket angel". 😂😂😂😂😂😂

-
Bayangno umpomo pahala sholat kae dikatonke nang dunia iki, sak rokaat digajih 2 juta, sedino sewengi enek 17 rakaat dadine awakmu digajih 34 juta. Urong sholat sunahe.
La kui genep setengah wulan pasar do tutop, petani do males nandur, bakol pentol do mandek ora dagang meneh.
Tiap dino gor kerjanane ngumbahi sajadah karo rukoh wae 😂 la daripada usaha modale okeh, opo ra mendeng sholat gajine genah tanpo dipotong modal, gur modal rinso limangewuan 😂😂😂😂

ae 😂😂😂

Sumber : Pak Abu Malik dalam kajian kitab Tadribun Nujaba

Mohon maaf apabila kurang tepat dalam penulisan, hanya sesingkat itu yang bisa penulis ingat 😁
Musyafir Kelabu

Address

Kaliangkrik

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PP Tadaarusul Qur'an Sampangan Bumirejo Kaliangkrik Magelang Jawa Tengah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share