Rahasia Ma'rifat & Akhir Zaman

Rahasia Ma'rifat & Akhir Zaman MA'RIFATULLOH adalah Ma'rifat sejati yg tidak keluar dari sumber hukum yakni AL-QUR'AN & ASSUNNAH..

INFO akhir zaman yg berhubungan dengan tanda" kiamat pun tetap wajib sejalur dengan AL-QUR'AN SUNNAH

03/03/2026
https://www.facebook.com/share/1DNgXVzv5V/
29/12/2025

https://www.facebook.com/share/1DNgXVzv5V/

BELAJAR MAKRIFATULLAH DARI IMAM AL-QUSYAIRI

Imam Al-Qusyairi menjelaskan: Abu Bakar al-Syibli pernah berkata demikian, “Allah adalah Zat Yang Esa yang telah dikenal sebelum ada batasan dan huruf. Maha Suci Allah yang tidak ada batasan bagi-Nya dan tidak ada huruf bagi kalam-Nya.”

Imam Ruwaim bin Ahmad pernah ditanya tentang kewajiban pertama yang diwajibkan Allah kepada hamba-Nya. Beliau menjawab, “Ma’rifat.” Hal itu didasarkan pada firman Allah:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ (الذاريات: 56)

"Tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku” (QS. Al-Dzariyat: 56)

Ibnu Abbas menafsirkan frasa “illa Liya’ buduun” (kecuali untuk menyembah-Ku) dengan “Illa Liya’rifun” (artinya, kecuali untuk berma’rifat).

Imam al-Junaid berkata, “Sesungguhnya, kalam hikmah pertama yang dibutuhkan seorang hamba adalah, ciptaan mengetahui siapa Penciptanya dan makhluk yang tercipta bagaimana proses penciptaannya. Kemudian mengetahui sifat Pencipta dan sifat ciptaan-Nya. Sifat yang membedakan Zat Yang Tak Bermula dari sifat makhluk yang memiliki permulaan. Menurut pada seruan-Nya dan mengakui kewajiban taat kepada-Nya. Orang yang tidak mengenal rajanya, tidak akan mengakui kerajaan itu harusnya dimiliki siapa.”

Abu Thayib al-Maraghi berkata, “Akal memiliki petunjuk, hikmah memiliki kekuatan isyarat, dan ma’rifat memiliki kesaksian. Akal menunjukkan (dengan kekuatan logika), hikmah memberikan isyarat (halus), sedangkan ma’rifat memberikan kesaksian bahwa kemurnian ibadah tidak dapat diperoleh kecuali dengan kejernihan tauhid.

Imam al-Junaid ditanya tentang tauhid. Beliau mengatakan, tauhid berarti meyakini keesaan Zat Yang Diesakan dengan berusaha mewujudkan keyakinan tauhid yang benar dengan kesempurnaan keesaan-Nya. Bahwa sesungguhnya Dia adalah Zat Yang Esa yang tidak beranak dan tidak diperanakkan. Pengesaan-Nya juga dengan cara meniadakan segala sesuatu yang berlawanan, menyamai dan menyerupai. Tanpa tasybih (penyerupaan), tanpa bertanya bagaimana, tanpa penggambaran, tanpa permisalan. Tak satu pun di semesta alam ini yang menyamai-Nya. Dia adalah Zat Yang Maha Mendengar dan Melihat.

Pendapat itu tak beda jauh dengan hasil renungan Abu Bakar al-Zahir Ubadi. Menurutnya, ma’rifat adalah nama. Artinya adalah adanya rasa pengagungan terhadap Tuhan dalam hati yang dapat mencegahmu bersikap ta’thil (mengingkari sifat-sifat Tuhan) dan tasybih (menggambarkan Tuhan sama dengan makhluk).

(Risalah Al-Qusyariyah, Imam Al-Qusyairi An-Naisaburi).


والله اعلم بالصواب

ﺑِﺴْــــــــــــــﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ِﺍﻟﺮَّﺣِﻴْـــــﻢ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ، الْفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ، وَالْهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيْمِ .

01/12/2025

Terima kasih banyak untuk penggemar berat baru saya! Azizah Paru

Assalamu'alaikum..SELESAIOrang yang derajatnya muhtadi itu, yaitu orang yang masih bergantung ia dengan pekerjaan ibadah...
03/06/2025

Assalamu'alaikum..

SELESAI

Orang yang derajatnya muhtadi itu, yaitu orang yang masih bergantung ia dengan pekerjaan ibadah yang di buatnya, karena ia masih menyangkakan kalau Allah itu akan kasih sayang kepadanya kalau dia melakukannya.

Sedangkan orang yang muntawasit itu, yaitu yang mana rasa perasaan merasakan kalau ia sudah dapat karunia Allah dalam melakukannya, sehingga terbit rasa syukur di hatinya kepada Allah karena dapat mengerjakannya, tapi masih juga ada dirinya dalam melakukannya. masih mengaku-ngaku, masih merasa punya daya upaya.

Sedangkan orang muntahi(SELESAI) itu yaitu tiada lagi ia merasakan kalau dirinya dalam pekerjaan itu, melainkan yang ada hanya ALLOH, af'al-Nya(perbuatan Allah) yg menjahir melalui dirinya, maka ia hanya menyaksikannya yang terjadi baginya. inilah hakekat Asyhadu 'ala ilahaillallah.

Address

Jalan Raya Geude Kab. Karawang
Karawang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rahasia Ma'rifat & Akhir Zaman posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share