TAMAN_Sultra

TAMAN_Sultra TAMAN Sultra adalah sebuah komunitas di Sultra dengan tujuan menghidupkan Sunnah Rasulullah SAW dengan ber Majelis Ilmu.

*Reportase KUQIS Allah swt. menciptakan manusia didunia ini ada laki-laki dan ada perempuan, saling berinteraksi satu sa...
25/10/2017

*Reportase KUQIS


Allah swt. menciptakan manusia didunia ini ada laki-laki dan ada perempuan, saling berinteraksi satu sama lain. Masyarakat menyebut itu dengan nizhomul mujtama’ atau sistem sosial. Padahal ada hubungan-hubungan tertentu yang itu tidak bisa disebut dengan sistem sosial tetapi disebut dengan sistem pergaulan.

Sistem pergaulan islam itu dipertegas bahwa berbeda dengan sistem sosial. Sistem pergaulan khusus membahas interaksi antara laki-laki dan perempuan serta dampak dari adanya interaksi tersebut. Setelah interaksi itu banyak hukum-hukum yang berkaitan dengannya yaitu pernikahan, perceraian, pengasuhan dan lainnya. Semua ini dibahas dalam sistem pergaulan.

Melihat fakta yang terjadi ditengah-tengah masyarakat sekarang, karena ketidakpahaman mereka kepada sistem pergaulan Islam. Ada kelompok masyarakat yang terlalu bebas, tidak mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan itu dengan aturan yang benar. Untuk meluruskan pemahaman keliru sebagaimana fakta diatas, Komunitas Tangga Menuju Jannah (TAMAN) menggelar kegiatan rutin Kajian Umum Qur’an dan Islam (KUQIS) dengan mengangkat tema ‘Sistem Pergaulan Dalam Islam’.

Kegiatan ini diadakan pada Ahad, 15 Oktober 2017 dimulai sejak pukul 16.00 sampai 17.30. Awalnya kegiatan ini bertempat di Tugu Universitas Halu Oleo kemudian berpindah di Masjid La Ode Malim dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan (hujan).

Kak Ayu umm Hasan memaparkan berbagai fakta terkait ketidakpahaman masyarakat saat ini terhadap sistem pergaulan Islam. Bahkan tidak sedikit dari masyarakat yang terlalu bebas dalam mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan serta mengikuti gaya hidup barat.

Sementara dalam negeri-negeri muslim karena ketidakpahaman mereka terhadap sistem pergaulan Islam menjadikan sebagian kelompok masyarakat terlalu kaku, yang tidak memahami bagaimana sistem pergaulan Islam dengan benar sehingga menjadikan mereka terlalu ekstrim. Misalnya bagi perempuan tidak boleh keluar rumah, tidak boleh bertemu dengan laki-laki, tidak boleh keluar dari dalam rumah sama sekali, dilarang pergi di pasar, ada yang tidak sekolah karena benar- benar tidak dibolehkan berinteraksi dengan laki-laki.

“Harusnya sistem pergaulan itu didudukkan secara benar sehingga tidak menjadi seperti beberapa kelompok masyarakat tersebut. Yang satu kubu terlalu membebaskan tetapi dikubu yang lain seolah-olah tidak ada kesempatan bagi perempuan untuk melakukan aktivitasnya diluar rumah, yang tidak boleh bertemu sama sekali dengan laki-laki padahal hal tersebut adalah sesuatu yang sangat sulit yang tidak mudah dilakukan oleh seorang perempuan.” Ujar kak Ayu umm Hasan.

“Perlu kita ketahui bersama salah satu yang diserang oleh orang-orang kafir terhadap negeri-negeri kaum muslimin yaitu dari sisi pergaulan yang disodorkan dengan cara-cara bergaulnya orang-orang barat sehingga banyak kaum muslimin yang mengikuti pergaulan orang-orang kafir tersebut. Sehingga harus diluruskan bahwa pergaulan ala barat tersebut adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah swt.” Kak Ayu umm Hasan melanjutkan pemaparannya.

Diakhir penjelasannya Kak Ayu umm Hasan menutup materinya dengan mengutip pesan bahwa Allah swt menciptakan manusia ada laki-laki dan ada perempuan. Kedua-duanya ini sama-sama memiliki beban atau taklif yang akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt. []

*Report by Susi.
_________________________

Silahkan di like and Share, ukhtyfillah....
Semoga bermanfaat dan menjadi pahala di sisi Allah

JOIN US!
Dengan mengirimkan identitas anda ke [email protected]



TAFSIR SURAH AN NUR : 55{وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي ال...
13/10/2017

TAFSIR SURAH AN NUR : 55

{وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (55) }

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia menukar (keadaan) mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

Ini merupakan janji dari Allah Swt. kepada Rasul-Nya Saw., bahwa Dia akan menjadikan umatnya sebagai orang-orang yang berkuasa di bumi, yakni menjadi para pemimpin manusia dan penguasa mereka. Dengan mereka negeri akan menjadi baik dan semua hamba Allah akan tunduk kepada mereka. Dan Allah akan menukar keadaan mereka sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa dan menjadi penguasa atas manusia. Janji itu telah diberikan oleh Allah Swt. kepada mereka; segala puji bagi Allah, begitu juga karunianya. Kerena sesungguhnya sebelum Nabi Saw. wafat, Allah telah menaklukkan baginya Mekah, Khaibar, Bahrain, dan semua kawasan Jazirah Arabia serta negeri Yaman seluruhnya. Beliau Saw. sempat memungut jizyah dari orang-orang Majusi Hajar dan juga dari para penduduk yang ada di pinggiran negeri Syam (yang berada di dekat negeri Arab).

Ar-Rabi' ibnu Anas telah meriwayatkan dari Abul Aliyah sehubungan dengan makna firman-Nya; Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. (An-Nur: 55), hingga akhir ayat.

قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَبِي الْعَالِيَةِ، عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بالسَّناء وَالرِّفْعَةِ، وَالدِّينِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْضِ، فَمِنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا، لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الْآخِرَةِ نَصِيبٌ"
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abu Salamah, dari Ar-Rabi' ibnu Anas, dari Abul Aliyah, dari Ubay ibnu Ka'b yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Umat ini akan mendapat berita gembira memperoleh ketenaran, kedudukan yang tinggi, agama, kemenangan, dan kekuasaan yang mapan di muka bumi. Maka barang siapa di antara mereka yang mengerjakan amal akhirat untuk dunia(nya), maka tiada bagian baginya kelak di akhirat.

Firman Allah Swt.:
{يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا}
Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. (An-Nur: 55 )
قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا عَفَّانُ، حَدَّثَنَا هُمَامٌ، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ حَدَّثَهُ
Imam Bukhari dan Imam Muslim telah mengetengahkan hadis ini di dalam kitab sahihnya masing-masing melalui hadis Qatadah.

Firman Allah Swt.:
{وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ}

Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (An-Nur: 55)
Yakni barang siapa yang keluar dari ketaatan terhadap-Ku sesudah itu, maka sesungguhnya dia telah keluar dari perintah Tuhannya, dan itu sudah cukup merupakan dosa yang besar baginya.

Para sahabat radiyallahu anhum adalah orang yang paling menegakkan perintah-perintah Allah dan paling taat kepada-Nya sesudah Nabi Saw. Maka pertolongan Allah kepada mereka sesuai dengan keikhlasan mereka. Mereka berhasil memenangkan kalimah Allah di belahan timur dan barat, dan Allah mendukung mereka dengan dukungan yang besar serta menjadikan mereka berkuasa atas semua hamba Allah dan semua negeri. Akan tetapi, setelah kaum muslim sesudah generasi mereka melalaikan sebagian dari perintah-perintah Allah, maka kemenangan mereka berkurang sesuai dengan keikhlasan mereka.

Akan tetapi, telah ditetapkan di dalam kitab Sahihain melalui berbagai jalur dari Rasulullah Saw., bahwa beliau Saw. pernah bersabda:

"لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ وَلَا مَنْ خالفهم إلى اليوم الْقِيَامَةِ"

Masih tetap akan ada segolongan umatku yang memperjuang¬kan perkara hak, tiada membahayakan mereka orang-orang yang menghina mereka dan tiada p**a orang-orang yang menentang mereka sampai hari kiamat.
Menurut riwayat yang lain disebutkan:
"حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ، وَهُمْ كَذَلِكَ"

sampai datang perintah Allah (hari kiamat), sedangkan mereka tetap dalam keadaan seperti itu (memperjuangkan perkara hak).

Di dalam riwayat lainnya disebutkan:
"حَتَّى يُقَاتِلُوا الدَّجَّالَ"
sampai mereka memerangi Dajjal.

Di dalam riwayat lainnya lagi disebutkan:
"حَتَّى يَنْزِلَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ وهم ظاهرون"
sampai Isa putra Maryam turun, sedangkan mereka masih tetap berjuang.

Semua riwayat ini berpredikat sahih, tiada pertentangan di antaranya.

-----------------------------------------
Silahkan di like and Share, ukhtyfillah....
Semoga bermanfaat dan menjadi pahala di sisi Allah

JOIN US!
Dengan mengirimkan identitas anda ke [email protected]



*Reportase_KUQIS*Part 3"SISTEM PERGAULAN DALAM ISLAM"Sistem pergaulan dalam Islam sangat perlu untuk kita ketahui dan ki...
01/10/2017

*Reportase_KUQIS*
Part 3

"SISTEM PERGAULAN DALAM ISLAM"

Sistem pergaulan dalam Islam sangat perlu untuk kita ketahui dan kita pahami karena melihat yang terjadi sekarang terdapat banyak sekali kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat saat ini, khususnya kaum muslimin terkait dengan sistem pergaualan yang ada didalam Islam.

Secara khusus, sistem pergaulan adalah aturan yang mengatur hubungan antara laki-laki dan perempuan. Dimana didalam Islam hubungan antara laki-laki dan perempuan ini diatur secara khusus karena pada kenyataannya akan ada banyak hal-hal yang berkaitan dengan hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan. Apabila tidak dipahami dengan baik maka akan timbul berbagai masalah yang berdampak buruk dan mendatangkan dosa.

Oleh karenanya, kali ini Komunitas mengangkat tema KUQIS "Sistem Pergaulan dalam Islam".

Yang termasuk dalam perkara pergaulan dalam islam diantaranya adalah berkhalwat (berdua-duaan), ikhtilat (campur baur), pernikahan, waris, cerai, atau berkaitan dengan pengasuhan anak, dimana kesemuanya adalah seputar pada hubungan laki-laki dan perempuan.

Mengapa hal ini sangat penting dibahas dalam Islam ? Karena memang, hubungan antara laki-laki dan perempuan pasti didalamnya terdapat interaksi antar keduanya. Ketika tidak sesuai dengan aturan Islam maka akan dapat menimbulkan kemudharatan besar.

Sebagaimana fakta yg tampak, Contohnya berkhalwat yakni berdua-duaan antara laki-laki asing dan perempuan asing dimana mereka bukanlah mahram, padahal di dalam islam telah jelas diberi pengaturan bahwa tidak diperbolehkannya berdua-duaan yg bukan mahramnya di tempat yang sepi. Maka ketika hal itu dilakukan akan menimblkan dosa. Namun faktanya saat ini justru hal itu dijadikan kebiasaan khususnya para remaja yg merupakan generasi penerus Bangsa. Nauzubillahmindzalik.

Maka dari itu sangat penting untuk kita pahami berkaitan dengan sistem pergaulan didalam Islam.

Kak Dilla sebagai pemateri Kajian Umum Qur'an Dan Islam ini memaparkan bahwa dalam masyarakat sekarang terdapat pemahaman yang keliru berkaitan dengan sistem pergaulan ini dimana terdapat yang namanya ekstrim kanan dan ekstrim kiri. Ekstrim kanan berkaitan dengan sistem pergaulan yang membebaskan pergaulan sebebas-bebasnya. Sedangkan ekstrim kiri adalah sebaliknya yaitu membatasi sebatas-batasnya dalam pergaulan dimana sifatnya ini mengekang.

Dalam ekstrim kanan mereka berusaha untuk mensejajarkan antara laki-laki dan perempuan yaitu membebaskan perempuan untuk melakukan apapun yang semestinya dilakukan laki-laki seperti mencari nafkah/bekerja. Dan pemikiran ini sangat berbahaya sebab mempengaruhi aktivitas kaum muslimin. Misalnya, sekarang banyak muncul tempat-tempat penitipan anak dimana para wanita yang bekerja dapat menitipkan anaknya di tempat penitipan tadi. Padahal anak seharusnya mendapatkan pendidikan pertama dari orangtuanya terutama ibunya. Karena faktanya ditempat penitipan itu para karyawannya, mereka tidak sepenuhnya menjalakan kewajibannya sebagai pengasuh dan ini berakibat tidak baik bagi perkembangan anak-anak yang dititipkan tadi.

Dan semua itu terjadi akibat ketidakjelasan pemahaman kaum muslimin berkaitan dengan bagaimana pengaturan antara laki-laki dan perempuan. Sementara dalam ekstrim kiri sifatnya sangat mengekang perempuan. Misalnya perempuan tidak boleh bermuamalah, tidak boleh berbisnis sampai perempuan tidak boleh keluar rumah. Sebagai kaum muslim dari sini kita bisa berpikir yang mana kemudian yang tepat untuk kita ikuti. Dan ternyata dari kedua kelompok tadi bertentangan dengan Islam. Islam memiliki aturan tersendiri, yang tentunya sesuai dengan fitrah manusia, yakni tidak membebaskan sebebas bebasnya, juga tidak bersifat mengekang.

Kak Dilla pun membacakan firman Allah yang
Artinya : “ Dan demikian p**a kami telah menjadikan kalian (umat Islam) ummatan wasathan (umat yang adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi atas perbuatan mereka...” (QS. Al-Baqarah : 143)

Sahabat semakin antusias dalam mendengarkan pemaparan pemateri, yg menjelaskan bahwa dalam ayat tersebut terdapat istilah ummatan wasathan. Kata wasath berarti tengah, pertengahan, jalan tengah. Tapi Islam tidak berarti menengahi antara ekstrim kanan dan ekstrim kiri atau dalam artian toleransi. Tetapi wasathan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah bahwa kaum muslim itu paling tinggi atau yang tertinggi. Dalam ayat yang lain juga disebutkan bahwa kalian adalah umat yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. Dalam ayat itu dikatakan bahwa kaum muslimin adalah umat yang terbaik dari semua sisi, yang disediakan oleh Allah untuk kaum muslimin, yang menjadikan kaum muslimin umat yang terbaik.

Kajian yg berlangsung pagi tadi, Minggu 01 Oktober 2017, sangat menarik sahabat untuk berdiskusi hangat, santai nan serius tentinya, maklum, masalah pergaulan kan sangat banyak pembahasannya. Hingga tak terasa waktu sudah meminta acara berakhir.

Di akhir kegiatan, Kak Dilla menyimpulkan bahwa sistem pergaulan dalam Islam adalah sistem yang mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan, serta mengatur hubungan yang timbul sebagai implikasi dari adanya interaksi yang terjadi dan segala sesuatu yang terkait dengan hubungan tersebut. Oleh sebab itu didalam Islam terdapat aturan khusus yang mengatur tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan dalam bergaul dan berinteraksi yang baik sesuai dengan syariat Islam dan hal tersebut perlu kita ketahui serta kita pahami agar kita terhidar dari hal-hal yang menjerumuskan kita dalam perbuatan dosa.
Wallahu a'lam bi ash-showab.

*Report by Mirzah & Lili.
_________________________

Silahkan di like and Share, ukhtyfillah....
Semoga bermanfaat dan menjadi pahala di sisi Allah

JOIN US!
Dengan mengirimkan identitas anda ke [email protected]



KUQIS  Kali ini   mengadakan kegiatan KUQIS, alias Kajian Umum Qur'an dan Islam. Tepat pada tanggal 17 September 2017, s...
20/09/2017

KUQIS

Kali ini mengadakan kegiatan KUQIS, alias Kajian Umum Qur'an dan Islam. Tepat pada tanggal 17 September 2017, sahabat menghadiri KUQIS ini di Taman Tugu UHO, dengan tema "Mengapa Dunia Diam saat Rohingya Menjerit?"

Melihat fakta yang terjadi pada saat ini, saudara kita yang berada di Rakhine Myanmar yang dikenal dengan etnis Rohingya. Dimana mereka disana mengalami pembantaian, pemerkosaan, dan pembunuhan secara keji yang lakukan oleh budha-budha dan rezim Myanmar. Dan parahnya lagi mereka disana tidak diberikan kewarganegaraan atau tidak diakui sebagai warga negara Myanmar. Padahal dalam sejarah, penduduk yang pertama kali muncul di daerah itu adalah orang-orang Rohingya yang merupakan kaum muslim.

Dan pada saat ini belum ada negeri-negeri muslim yang mengirimkan tentaranya untuk membantu di Myanmar, hal itu disebabkan karena pemerintah beranggapan bahwa masalah Rohingya bukanlah persoalan yang terkait dengan urusan agama. Padahal, jika kita melihat kalau masalah ini bukan urusan agama, maka mengapa orang-orang non muslim disana sangat ingin membumihanguskan orang-orang Rohingya yang merupakan kaum muslim?

Ini membuktikan karena adanya sifat nasionalisme pada negeri-negeri muslim saat ini. Sehingga hal ini lah yang membuat negeri-negeri muslim terpecah belah. Karena nasionalisme sangat bertentangan dalam islam. Sebagaimana firman Allah :
” Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara...” (QS. Al-Hujurat :10)

Sedangkan pada ikatan nasionalisme kita diajarkan untuk mencintai tanah air kita saja dan tidak mencampuri urusan negara lain. Padahal sesama muslim kita diperintahkan untuk bersatu, saling bahu-membahu dan tolong-menolong.

Dalam pemaparannya, kak Mimi sebagai pemateri mengatakan "Yang mampu mengikat antara manusia satu dengan manusia yang lain bukanlah ikatan nasionalisme melainkan ikatan aqidah/ikatan keimanan. Untuk itu kita harus mengambil agama Islam sebagai ikatan hidup kita dan sebagai pandangan hidup kita serta solusi dari berbagai persoalan kehidupan. Kita harus menunjukkan identitas kita bahwa kita adalah muslim dan kita harus terikat dengan setiap apa yang disyariatkan Allah SWT. Dan juga kita harus bersatu didalam satu wilayah Islam.”

Kak Mimi juga menggambarkan pada kita semua bahwa “ Kaum muslim saat ini diibaratkan seperti singa yang lagi tidur dan sedang dininabobokan oleh sistem saat ini. Dimana kaum muslim tidak sadar bahwa kita sedang dijajah. Juga seperti singa yang tidak bertaring, tak akan berpengaruh pada penampakannya. Semua itu akibat tidak adanya satuan keimanan. Dan jika kita sudah mempunyai satuan keimanan tadi maka kita akan bangkit untuk melawan kafir penjajah. Kita tidak takut lagi dengan ikatan-ikatan nasionalisme tadi, juga tidak takut lagi dengan tentara-tentara yang akan membumihanguskan kaum muslim tadi karena agama Allah akan tetap ada di muka bumi ini meskipun mereka melakukan pembantaian dimana-mana dan pasti akan ada terus-menerus. Karena agama ini jelas yaitu agama yang diridhai Allah".

Sahabat pun antusias mendengarkan penjelasan kak Mimi, pun terjadi diskusi hangat diantara merek. Hingga akhirnya disimpulkan bahwa penganiyayaan, pembantaian, pembunuhan yang melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan batas nilai-nilai agama yang terjadi pada kaum muslim saat ini disebabkan karena tidak adanya kesatuan antar umat muslim diakibatkan adanya ikatan nasionalisme yang membuat negeri-negeri muslim tidak perduli terhadap permasalahan yang terjadi pada negeri muslim lainnya. Jadi satu-satunya solusi terbaik dan paling tepat untuk semua permasalahan yang terjadi adalah menerapkan seluruh syariah Islam. Karena dengan sistem inilah yang akan menjaga darah, harta dan kehormatan manusia, apapun agamanya.

Wallahu A'lam Bi Ashowab
*Report by Mirza
_________________________

Silahkan di like and Share, ukhtyfillah....
Semoga bermanfaat dan menjadi pahala di sisi Allah

JOIN US!
Dengan mengirimkan identitas anda ke [email protected]



TAFSIR IBNU KATSIR SURAH AN-NUR[24]  AYAT 51{إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ...
15/09/2017

TAFSIR IBNU KATSIR SURAH AN-NUR[24] AYAT 51

{إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا}

Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan, "Kami mendengar dan kami patuh.” (An-Nur: 51)

Karena itulah dalam firman berikutnya Allah menyebutkan bahwa mereka adalah orang-orang beruntung karena berhasil memperoleh apa yang didambakannya dan selamat dari apa yang ditakutinya. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

{وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ}

Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (An-Nur: 51)

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini: ialah ucapan (mereka), "Kami mendengar dan kami patuh.” (An-Nur: 51) Telah diceritakan kepada kami bahwa Ubadah ibnus Samit —seorang yang ikut dalam baiat Aqabah dan dalam Perang Badar, salah seorang pemuka sahabat Ansar— saat menjelang kematiannya berkata kepada keponakannya yang bernama Junadah ibnu Abu Umayyah,

"Maukah aku ceritakan kepadamu tentang kewajiban yang harus kamu lakukan dan hak yang kamu peroleh?" Junadah menjawab, "Tentu saja mau."

Ubadah berkata, "Sesungguhnya kamu wajib tunduk dan patuh kepada pemerintah dalam keadaan sulit dan mudahmu, dan dalam keadaan s**a dukamu, serta janganlah kamu mementingkan dirimu sendiri. Kamu harus memberlakukan istri-istrimu dengan adil, dan janganlah kamu menentang pemerintah kecuali bila mereka memerintahkan kepadamu untuk berbuat durhaka kepada Allah secara terang-terangan. Apa saja yang diperintahkan kepadamu, tetapi bertentangan dengan Kitabullah maka ikutilah Kitabullah."

Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa Abu Darda pernah berkata, "Islam tidak akan dapat ditegakkan kecuali dengan menggalakkan ketaatan kepada Allah. Dan tiada kebaikan kecuali dalam jamaah dan berikhlas diri kepada Allah dan Rasul-Nya, serta bernasihat kepada khalifah dan kaum mukmin seluruhnya."

Qatadah mengatakan, telah diceritakan kepada kami bahwa Umar ibnul Khattab r.a. pernah mengatakan, "Tali Islam ialah menyatakan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan (yang wajib disembah) selain Allah, mengerjakan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada orang yang dipercaya oleh Allah untuk memerintah urusan kaum muslim."

Demikianlah menurut apa yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.

Hadis-hadis dan asar-asar yang menyatakan wajib taat kepada Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya, serta para Khulafaur Rasyidin dan para Imam bila mereka menganjurkan untuk taat kepada Allah, jumlahnya cukup banyak dan tidak dapat diketengahkan dalam pembahasan ini.

-----------------------------------------
Silahkan di like and Share, ukhtyfillah....
Semoga bermanfaat dan menjadi pahala di sisi Allah

JOIN US!
Dengan mengirimkan identitas anda ke [email protected]



BERITA SULTRA :Narkoba telah masuk di Daerah Kendari, bahkan tersebar dan memakan korban. Hati2 dalam berinteraksi denga...
13/09/2017

BERITA SULTRA :
Narkoba telah masuk di Daerah Kendari, bahkan tersebar dan memakan korban.
Hati2 dalam berinteraksi dengan orang yg tdk kita kenali,

Hati2 dalam bergaul, mencari teman yg baik adalah salah satu cara terhindar dari Narkoba.

Save Generasi kita dengan menjadi generasi pecinta ilmu.

ZonaSultra.com - Akses Tanpa Batas

*Kemuliaan Ilmu dan Ahlinya*Dalil-dalil yang menyinggung hal ini sangat banyak dan sudah banyak diketahui orang. Cukupla...
13/09/2017

*Kemuliaan Ilmu dan Ahlinya*

Dalil-dalil yang menyinggung hal ini sangat banyak dan sudah banyak diketahui orang. Cukuplah untuk menunjukkan kemuliaan ilmu dan ahlinya yaitu Allah ‘azza wa jalla telah menjadikan mereka sebagai salah satu saksi dalam hal keesaan-Nya, dan juga Allah mengabarkan bahwa mereka itulah orang-orang yang benar-benar memiliki rasa takut kepada Allah.

Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Allah mempersaksikan bahwasanya tidak ada sesembahan yang hak selain Dia, begitu juga para malaikat mempersaksikan yang demikian itu, begitu p**a ahli ilmu, demi menegakkan keadilan, tidak ada sesembahan yang hak selain Dia Yang Maha perkasa lagi Maha bijaksana.” (QS. Ali Imran [3]: 18)

Di dalam ayat ini Allah menjadikan persaksian malaikat dan ahli ilmu untuk turut mempersaksikan keesaan-Nya Yang Maha suci. Yang dimaksud dengan ahli ilmu ialah orang-orang yang memiliki ilmu tentang Allah, orang-orang yang memahami agama-Nya dan mempunyai rasa takut kepada-Nya Yang Maha suci dan berusaha untuk mendekatkan diri kepada-Nya, selalu mematuhi aturan dan batasan yang digariskan-Nya.

Sumber: https://muslim.or.id/438-keutamaan-ilmu-1.html

-----------------------------------------
Silahkan di like and Share, ukhtyfillah....
Semoga bermanfaat dan menjadi pahala di sisi Allah

JOIN US!
Dengan mengirimkan identitas anda ke [email protected]



ROHINGYA ; KEBEKUAN HAM DAN PERILAKU INTOLERAN YANG NYATAOleh : Titin Astina, S.Pd (Guru SMA Integral Hidayatullah Kenda...
10/09/2017

ROHINGYA ; KEBEKUAN HAM DAN PERILAKU INTOLERAN YANG NYATA
Oleh : Titin Astina, S.Pd (Guru SMA Integral Hidayatullah Kendari)

Rohingya

Apa yang terjadi di Rohingya telah mendorong terjadinya beberapa aksi protes besar-besaran di berbagai belahan negara di dunia. Yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar sangat tidak berprikemanusiaan bahkan lebih biadab dari binatang buas sekalipun. Tidak salah ketika ada yang mengatakan tragedi Rohingya adalah genosida terburuk sepanjang sejarah mengingat mereka yang dibantai adalah innocence alias tak memiliki salah apa-apa selain karena mereka adalah seorang muslim.

Media menuliskan bahwa Tentara Myanmar telah melakukan pembunuhan di luar hukum di wilayah Rakhine. Penduduk dan aktivis melaporkan bahwa tentara menembak tanpa pandang bulu pada pria Rohingya yang tidak bersenjata, wanita dan anak-anak hingga melakukan serangan pembakaran, lansir Aljazeera, Ahad (27/8/2017). Pihak berwenang di Myanmar mengatakan bahwa hampir 100 orang telah terbunuh sejak jumat.

Fakta yang cukup memiriskan hati justru datang dari kalangan muslim pendukung Rohingya yang melaporkan angka korban yang ternyata lebih tinggi, bahwa sedikitnya 800 minoritas Muslim, didalamnya puluhan perempuan dan anak-anak, telah terbunuh dalam pembantaian tersebut.

Ro Nay San Lwin, seorang aktivis Rohingya dan blogger yang berbasis di Eropa, mengatakan antara 5.000 hingga 10.000 orang terusir dari rumah mereka pada serangan baru-baru ini. Dengan menggunakan jaringan aktivis di lapangan untuk mendokumentasikan konflik tersebut, San Lwin mengatakan bahwa masjid dan madrasah telah dibakar habis, dengan ribuan Muslim terdampar tanpa makanan dan tempat berlindung.

Keamanan memburuk tajam di Rakhine sejak pemerintah Aung San Suu Kyi mengirim ribuan tentara ke desa dan dusun Rohingya Oktober lalu setelah sembilan polisi tewas akibat serangan balasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Rohingya terhadap pos-pos perbatasan. Pas**an Myanmar lalu melakukan serangan pembakaran, pembunuhan dan pemerkosaan; Dan memaksa lebih dari 87.000 warga Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

HAM & Intoleran yang nyata

Berhari-hari dada kaum muslimin sesak dengan berbagai jenis postingan berupa gambar dan video di Sosial Media tentang kondisi kaum muslim Rohingya. Berbagai kecaman dan protes telah digelar dimana-mana sebagai bentuk prihatin sekaligus marah terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar terhadap warga negaranya sendiri. Namun, inilah kondisi saudara-saudara muslim Rohingya yang penderitaannya seolah tak habis. Kaum muslim tentu terganggu, sedih bahkan marah dengan kondisi ini. Tetapi betapapun demikian, tangan mereka tak cukup panjang untuk memberikan uluran bantuan yang bisa menyelesaikan penderitaan muslim Rohingya.

Kaum muslim di negara lain yang tidak berdaya ini hanya bisa memberikan bantuan seadanya dengan diiringi doa agar Allah segera menghentikan dan menyembuhkan luka penduduk Rohingya. Sungguh kaum muslim tidak berdaya menyaksikan kebiadaban yang dialami oleh saudara-saudaranya sendiri.
Akan sangat menggelikan jika masih ada pihak yang menuduh umat islam sebagai umat yang intoleran alias tidak bertoleransi terhadap agama lain. Padahal toleran adalah suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya.

Sikap toleransi menghindarkan terjadinya diskriminasi, sekalipun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat (Wikipedia). Faktanya, kita dapat melihat bagaimana umat non muslim justru hidup tenang dan damai di Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. Jangankan pembantaian, tindakan fisik ringan pun tidak dilakukan oleh kaum muslim terhadap agama lain yang dikarenakan agama mereka yang berbeda. Bahkan di negeri-negeri muslim kaum mereka bebas melaksanakan agama mereka dengan tenang. Masihkan tepat label “intoleran” bagi kaum muslim?

Selain merupakan sikap paling intoleran, apa yang terjadi pada muslim Rohingya juga merupakan salah satu tragedi kemanusiaan yang muncul sebagai buah dari tatanan sistem saat ini. Dimana para penguasa muslim tidak berdaya menghadapi kediktatoran yang dialami oleh saudaranya sendiri. Bukankah persaudaraan sesama muslim tidak dibatasi oleh sekat-sekat kenegaraan dan bangsa? Ingat, sesungguhnya Allah Swt berfirman :

((وَإِنِ اسْتَنصَرُوكُمْ فِي الدِّينِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ))

“…jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka menjadi kewajibanmu untuk menolong mereka…” (TQS. Al-Anfal : 72).

Ini menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya seluruh kaum muslim khususnya para peguasa muslim memiliki kewajiban untuk turut terlibat dalam menolong warga muslim Rohingya. Mereka sangat perlu mengambil tindakan tegas demi menghentikan perbuatan biadab pemerintah Myanmar yang bahkan hewan pun tidak pernah berbuat demikian.

Kini Hak Asasi Manusia seolah menjadi omong kosong belaka di tanah Myanmar. HAM seolah membeku tak dapat digunakan bagi mereka yang dilanggar hak asasinya sebagai manusia. Padahal Muslim Rohingya berhak mendapatkan kembali rasa aman dan hak mereka untuk hidup sebagaimana warga negara lainnya.

Wallahu A’lam Bisshowab

-----------------------------------------
Silahkan di like and Share, ukhtyfillah....
Semoga bermanfaat dan menjadi pahala di sisi Allah

JOIN US!
Dengan mengirimkan identitas anda ke [email protected]



Tak ada satupun muslim yg tdk menginginkan Surga,Tahukah kita dengan menuntut ilmu Allah akan memudahkan jalan kita menu...
04/09/2017

Tak ada satupun muslim yg tdk menginginkan Surga,
Tahukah kita dengan menuntut ilmu Allah akan memudahkan jalan kita menuju Surga?

Yuk rajin ke 😉😉😍

Menuntut Ilmu”
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى
الْجَنَّةِ
Artinya : ”Barang siapa yang menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu. Niscaya Allah memudahkannya ke jalan menuju surga”. (HR. Tirmidzi)





__________________________________

Yuk join us, kirimkan data diri anda ke email kami [email protected]

Address

Kendari

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TAMAN_Sultra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share