25/10/2017
*Reportase KUQIS
Allah swt. menciptakan manusia didunia ini ada laki-laki dan ada perempuan, saling berinteraksi satu sama lain. Masyarakat menyebut itu dengan nizhomul mujtama’ atau sistem sosial. Padahal ada hubungan-hubungan tertentu yang itu tidak bisa disebut dengan sistem sosial tetapi disebut dengan sistem pergaulan.
Sistem pergaulan islam itu dipertegas bahwa berbeda dengan sistem sosial. Sistem pergaulan khusus membahas interaksi antara laki-laki dan perempuan serta dampak dari adanya interaksi tersebut. Setelah interaksi itu banyak hukum-hukum yang berkaitan dengannya yaitu pernikahan, perceraian, pengasuhan dan lainnya. Semua ini dibahas dalam sistem pergaulan.
Melihat fakta yang terjadi ditengah-tengah masyarakat sekarang, karena ketidakpahaman mereka kepada sistem pergaulan Islam. Ada kelompok masyarakat yang terlalu bebas, tidak mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan itu dengan aturan yang benar. Untuk meluruskan pemahaman keliru sebagaimana fakta diatas, Komunitas Tangga Menuju Jannah (TAMAN) menggelar kegiatan rutin Kajian Umum Qur’an dan Islam (KUQIS) dengan mengangkat tema ‘Sistem Pergaulan Dalam Islam’.
Kegiatan ini diadakan pada Ahad, 15 Oktober 2017 dimulai sejak pukul 16.00 sampai 17.30. Awalnya kegiatan ini bertempat di Tugu Universitas Halu Oleo kemudian berpindah di Masjid La Ode Malim dikarenakan cuaca yang tidak memungkinkan (hujan).
Kak Ayu umm Hasan memaparkan berbagai fakta terkait ketidakpahaman masyarakat saat ini terhadap sistem pergaulan Islam. Bahkan tidak sedikit dari masyarakat yang terlalu bebas dalam mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan serta mengikuti gaya hidup barat.
Sementara dalam negeri-negeri muslim karena ketidakpahaman mereka terhadap sistem pergaulan Islam menjadikan sebagian kelompok masyarakat terlalu kaku, yang tidak memahami bagaimana sistem pergaulan Islam dengan benar sehingga menjadikan mereka terlalu ekstrim. Misalnya bagi perempuan tidak boleh keluar rumah, tidak boleh bertemu dengan laki-laki, tidak boleh keluar dari dalam rumah sama sekali, dilarang pergi di pasar, ada yang tidak sekolah karena benar- benar tidak dibolehkan berinteraksi dengan laki-laki.
“Harusnya sistem pergaulan itu didudukkan secara benar sehingga tidak menjadi seperti beberapa kelompok masyarakat tersebut. Yang satu kubu terlalu membebaskan tetapi dikubu yang lain seolah-olah tidak ada kesempatan bagi perempuan untuk melakukan aktivitasnya diluar rumah, yang tidak boleh bertemu sama sekali dengan laki-laki padahal hal tersebut adalah sesuatu yang sangat sulit yang tidak mudah dilakukan oleh seorang perempuan.” Ujar kak Ayu umm Hasan.
“Perlu kita ketahui bersama salah satu yang diserang oleh orang-orang kafir terhadap negeri-negeri kaum muslimin yaitu dari sisi pergaulan yang disodorkan dengan cara-cara bergaulnya orang-orang barat sehingga banyak kaum muslimin yang mengikuti pergaulan orang-orang kafir tersebut. Sehingga harus diluruskan bahwa pergaulan ala barat tersebut adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah swt.” Kak Ayu umm Hasan melanjutkan pemaparannya.
Diakhir penjelasannya Kak Ayu umm Hasan menutup materinya dengan mengutip pesan bahwa Allah swt menciptakan manusia ada laki-laki dan ada perempuan. Kedua-duanya ini sama-sama memiliki beban atau taklif yang akan dipertanggung jawabkan di hadapan Allah swt. []
*Report by Susi.
_________________________
Silahkan di like and Share, ukhtyfillah....
Semoga bermanfaat dan menjadi pahala di sisi Allah
JOIN US!
Dengan mengirimkan identitas anda ke [email protected]