11/08/2013
Juru DAKWAH itu ada 4 (empat) :
1. Juru Dakwah "AIR HUJAN" : dia menghujani siapapun dengan semangat air, teduh, damai, menyenangkan, membahagiakan, tidak pilih siapapun dan dia tidak merasa diri paling suci, dengan rendah hati dia mendatangi, menghampiri, menyapa siapapun dengan semangat dakwanya. Jika berpisah dengan juru dakwah ini, orang terkesan dan ingin kembali bertemu dengannya.
2. Juru Dakwah "MATA AIR" : dia didatangi orang, dikunjungi, dihadiri ratusan, ribuan orang berduyun-duyun untuk mendengar nasehatnya, orang ingin selalu bertemu dengannya.
3. Juru Dakwah "AIR PAM" : kalau tidak dibayar, tidak keluar airnya. Kalau tidak ada amplop atau tidak dibayar, tidak mau berdakwah bahkan di kampungnya sendiri tidak mau mengajar/berdakwah kecuali ada undangan. Juru dakwah tapi mencari dunia, dia jual dalil-dalil dengan harga yang murah (yastaruuna bi aayatillahi tsaman qoliilaa). Dia juga memilah-milih siapa yang mengundang.
4. Juru Dakwah "AIR COMBERAN" : kesannya dia ulama, dengan jubahnya, dengan penampilannya ternyata hanyalah sebuah retorika kepandaiannya memain-mainkan kata tetapi akhlaqnya jauh dari apa yang dia dakwahkan (kaburo ma'tan 'indallah anta quuluu maa laa taf'aluun), dia menyampaikan haq/kebenaran tetapi dia tidak pernah mau melaksanakannya, dia berdakwah tetapi berzina, dia berdakwah tetapi memakan uang masjid, dia berdakwah tetapi memakan harta anak yatim, dia berdakwah tetapi punya kepentingan duniawi yang sangat kuat.
Kesimp**an :
Kita telah dishaumkan oleh Allah, telah ditaatkan oleh Allah maksimal 30 hari, inilah tarbiyah rabbani agar terbentuk pribadi yang terbiasa taat siang-malam. Kekuatan di dalam pribadinya adalah pengendalian diri, bukan tidak keinginan maksiat tetapi RASA TAKUTNYA KEPADA ALLAH LEBIH KUAT DARIPADA KEINGINANNYA BERBUAT MAKSIAT (in 'ashoytu robbi innii akhoofu 'adzaab yaumin 'adhziim). Dan itulah kunci daripada "MUTTAQIIN".