Undarma Pendaftaran

Undarma Pendaftaran Halaman Pendaftaran Undarma

03/01/2026
02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 15

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 13

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 12

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 11

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 10

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 4

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 2

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 1

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected].

Address

Jalan Soekarno No 22 Kel Fontein Kec Kota Raja
Kupang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Undarma Pendaftaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Undarma Pendaftaran:

Share