Undarma Pendaftaran

Call Directions Website Contact the university

Undarma Pendaftaran Halaman Pendaftaran Undarma

16/08/2026

https://vt.tiktok.com/ZSVYfYK8J/

Di Balik Isu Rp700.000: Presiden Sedang Mengubah Pola Pikir Kita Agar Tidak Kalah Cerdas dari Mesin

Isu tentang upah buruh pengupas bawang merah sebesar Rp700.000 per kilogram ini bukan sekadar perdebatan angka atau salah ucap semata. Ini adalah pelajaran besar tentang perubahan pola pikir dan pembentukan karakter yang ingin disampaikan: di zaman sekarang informasi berdatangan begitu cepat, apalagi dengan hadirnya Kecerdasan Buatan (AI). Kalau kita tetap mencerna segala sesuatu secara harfiah dan langsung ditelan bulat‑bulat tanpa analisis, nanti yang terjadi justru kita yang jadi tumpul, malah kalah tajam dari mesin.

Tujuan sebenarnya adalah mengajak kita selalu waspada, jangan langsung percaya begitu saja, pakai logika dan akal sehat sebelum bereaksi, cek ulang konteks dan maksud sebenarnya, serta jangan sampai kita pasif dan mudah diarahkan begitu saja. Sebagai pemimpin yang berpengalaman strategi, beliau sengaja menyampaikan hal yang memancing pertanyaan, agar kita bangkit dan tetap menjadi manusia yang berpikir kritis, bukan sekadar penerima informasi yang pasif. Karena AI bisa membantu, tapi kemampuan kita menganalisis, membedah, dan memahami makna di balik hal itu adalah hal yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun.

13/08/2026

✨ TURUT BERDUKA CITA ✨

Keluarga Besar Universitas Karyadarma Kupang turut berduka cita sedalam‑dalamnya atas berpulangnya:

Mami, Eyang / Oma
RADEN AYU SRI MOERTI KRESMINI HEREWILA
(Ibu Mertua Ibu Kadis DPMPTSP NTT, Mitra Setia yang senantiasa memudahkan izin riset bagi seluruh dosen dan mahasiswa Undarma)

Semoga Almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan ditempatkan di tempat paling mulia. Diberikan ketabahan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.

Selamat jalan Mami, terima kasih atas segala jasa dan kebaikan.

🖤 Keluarga Besar Universitas Karyadarma Kupang

11/08/2026

Salam Presisi!!!

Saya merinding dan mencucurkan air mata melihat ini. Seorang Kapolres yang rohnya sudah terlatih, disiplin, dan keras, tiba‑tiba menyatu dengan Roh Kudus, lalu menyerahkan diri untuk didoakan. Sungguh luar biasa!

Kami yakin dan percaya, ke depan Bapak akan menjadi Kapolres terbaik di Indonesia. Karena Bapak akan bekerja dengan hati yang jujur, adil, selalu memihak dan melindungi masyarakat kecil. Karier Bapak pasti akan terus naik dan diberkati, karena dikuasai oleh Roh Kudus. Jika kelak Bapak melakukan hal yang tidak benar, itu sama saja menghujat Roh Kudus — dan itu sangat berbahaya.

Kita lihat hasilnya nanti: pekerjaan Roh Kudus tidak akan sia‑sia. Bapak akan menjadi teladan yang nyata. Mari seluruh masyarakat Kota Kupang, kita dukung, kita doakan, dan kita syukuri memiliki Kapolres yang takut akan Tuhan.

Luar biasa! Bravo untuk Bapak Kapolres Kota Kupang! 🇮🇩🙏

Kami dari Universitas Karyadarma Kupang mendoakan Bapak senantiasa sehat, kuat, semakin diberkati, beserta seluruh keluarga. Salam Presisi! ✨

04/08/2026

SATU JAM SEBELUM TERBANG: WAJIB TES URIN DAN DARAH TANPA KOMPROMI! Berdasarkan standar ICAO serta praktik di negara maju seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Singapura yang mewajibkan pengujian narkoba berkala, acak, dan saat ada kecurigaan, Pemerintah Indonesia harus segera melangkah lebih jauh: menetapkan regulasi tegas yang mewajibkan setiap pilot dan kopilot pesawat dalam maupun luar negeri menjalani pemeriksaan urin dan darah lengkap secara laboratorium tepat satu jam sebelum keberangkatan, karena fakta mengerikan pilot yang meninggal di udara, tertidur saat mengemudikan pesawat akibat kelelahan dan urusan pribadi yang tak bertanggung jawab, hingga dugaan keterlibatan narkoba dan penyelundupan yang berulang kali lolos pengawasan adalah bukti nyata sistem kita saat ini hanya mengandalkan pemeriksaan berkala dan acak yang celahnya sangat lebar, sehingga nyawa jutaan rakyat dipertaruhkan tanpa perlindungan nyata; rasa aman masyarakat sudah runtuh sepenuhnya, nyawa lebih mahal dari segala biaya atau kepentingan kelompok, dan langkah ini adalah terobosan yang sudah terbukti mendesak untuk mengubah sistem yang lemah menjadi perlindungan mutlak, yang patut didukung sepenuhnya oleh seluruh elemen bangsa.

03/01/2026
02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 15

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 13

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 12

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 11

02/01/2026

Jurusan Relevan Masa Depan: Menjawab Tantangan NTT dan Kebutuhan SDM Unggul Berbasis Inovasi Desa (Mengacu pada Berita Kompas.com 2026)

Seperti dikutip dari berita Kompas.com (2026), perkembangan teknologi, otomatisasi, dan AI serta pergeseran ekonomi membuat banyak program studi kehilangan relevansi—bukan karena ilmu usang, melainkan tumpang tindih kompetensi atau kurangnya sinkronisasi dengan kebutuhan lapangan. Sayangnya, selama ini para calon mahasiswa pasca lulus pendidikan dasar 12 tahun dan paket C selalu berfokus pada gengsi untuk masuk ke universitas papan atas atau universitas ternama, baik di NTT maupun di luar NTT, padahal dalam era teknologi dan AI yang tidak ada sekat untuk memperoleh ilmu, fokus seharusnya pada program studi, bukan pada institusi atau universitas itu sendiri. Di NTT, konteks ini diperparah oleh status sebagai provinsi termiskin ke-4, prevalensi stunting tertinggi, angka kematian ibu dan anak yang memprihatinkan, serta rendahnya SDM unggul berbasis inovasi desa di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi—sehingga program studi lama tidak lagi relevan. Kajian ini menunjukkan perlunya program studi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah, melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, untuk memberikan solusi berbasis kebutuhan lokal dan nasional.

Berdasarkan kajian tersebut, program studi yang relevan adalah:

- Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan): Sebagai penciri utama penanganan stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, memenuhi standar regulasi yang hanya mengakui lulusan sarjana dan profesi, serta memfasilitasi kerja sama pemerintah daerah berbasis asas manfaat untuk intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak di daerah terpencil.
- Perencanaan Wilayah Kota (S1): Mendukung pembangunan terstruktur untuk mengatasi kemiskinan dan penataan ruang.
- Teknik Informatika (S1): Memfasilitasi transformasi digital untuk akses layanan publik dan ekonomi.
- Agribisnis (S1) dan Agroteknologi (S1): Meningkatkan ketahanan pangan dan menurunkan stunting melalui inovasi pertanian.
- Pendidikan Guru SD (S1), Guru PAUD (S1): Meningkatkan kualitas pendidikan awal seiring rencana UU SISDIKNAS.
- Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1): Mendukung kesehatan masyarakat.
- Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1): Memperkuat identitas nasional dan komunikasi.
- Ilmu Pemerintahan (S1): Meningkatkan tata kelola pemerintahan daerah.
- Ilmu Hukum (S1): Menunjang penegakan hukum dan kebijakan adil.

Program studi ini diwujudkan di Universitas Karyadarma Kupang, yang memperoleh izin penerbitan program studi pada 2014—2 tahun setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Melalui fakultasnya, perguruan tinggi ini berperan sebagai mitra pemerintah:

- Fakultas Kesehatan, Sains & Teknologi: Menyelenggarakan Kebidanan (S1 dan Pendidikan Profesi Bidan), Perencanaan Wilayah Kota (S1), Teknik Informatika (S1), Agribisnis (S1), dan Agroteknologi (S1).
- Fakultas Keguruan & Humaniora: Menyelenggarakan Pendidikan Guru SD (S1), Pendidikan Guru PAUD (S1), Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi (S1), Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1), Ilmu Pemerintahan (S1), dan Ilmu Hukum (S1).

Program studi Universitas Karyadarma Kupang dirancang untuk meminimalkan risiko pengangguran, menghindari tumpang tindih kompetensi, dan memastikan keselarasan dengan kebijakan serta peluang menciptakan lapangan kerja—seperti negara maju yang mengandalkan kolaborasi objektif antara pemerintah dan program studi relevan sebagai solusi bagi tantangan lokal. Kontak untuk informasi lebih lanjut: HP/WA 0821-3000-1405 (Bakpsi), situs undarma-kupang.ac.id, atau email [email protected]. Bagian 10

Address

Jalan Soekarno No 22 Kel Fontein Kec Kota Raja
Kupang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Undarma Pendaftaran posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Undarma Pendaftaran:

Shortcuts

Share