21/05/2026
Humas UGL- Universitas Gunung Leuser Kembali Ikut Andil dalam Kegiatan Berskala Internasional. Melalui kolaborasi akademik lintas negara, UGL resmi menjadi bagian dari pelaksanaan program International Service Learning (ISL) 2026 yang diselenggarakan di kawasan wisata Iboih, Kota Sabang, mulai Selasa (12/5/2026) sampai Minggu (17/5/2026).
Program pengabdian masyarakat bergengsi ini merupakan hasil inisiatif dan sinergi antara Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universitas Teuku Umar (UTU). Pada penyelenggaraan tahun kedua yang berskala lebih masif ini, UGL tampil sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) asal Aceh yang turut andil dalam barisan delegasi internasional.
Ketua Pelaksana ISL 2026 dari UTM, Bapak Dr. Lukman Hakim, menyampaikan bahwa program tahun ini mencatat lonjakan partisipasi yang signifikan, yakni melibatkan 89 mahasiswa dan 18 dosen pendamping. Delegasi Indonesia direpresentasikan oleh UGL, UTU, Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Malikussaleh (UNIMAL), dan Universitas Tadulako (UNTAD). Sementara dari negeri jiran, hadir delegasi penuh dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI).
UGL mengutus akademisi dan mahasiswa terbaiknya. Tim dosen pendamping dipimpin langsung oleh Bapak Khairul Anwar, S.T., M.T., dan Bapak Heri Wira Andesta, S.Pd., M.Hum. Mereka mengawal empat mahasiswa unggulan dari Program Studi Teknik Sipil UGL, yakni Haikal Halim, Wiranda Putra Jaya, Reza Ginting, dan Adzkar Abbadah.
Menanggapi keterlibatan aktif UGL dalam agenda ini, Dosen Pendamping Bapak Khairul Anwar, S.T., M.T., menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata hilirisasi riset dan keilmuan kampus.
"Keikutsertaan mahasiswa Teknik Sipil UGL dalam ISL 2026 merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di level global. Kami tidak hanya mentransfer ilmu akademis di ruang kuliah, tetapi langsung mengaplikasikan kompetensi keteknikan di lapangan. Sinergi lintas negara ini membuktikan bahwa mahasiswa UGL mampu berkontribusi merancang dan mengeksekusi teknologi tepat guna yang memberi solusi langsung bagi masyarakat Sabang," papar Bapak Khairul Anwar.
Senada dengan hal tersebut, Bapak Heri Wira Andesta, S.Pd., M.Hum., turut menyoroti signifikansi program ini terhadap pembentukan karakter dan wawasan global mahasiswa.
"Program ISL 2026 ini adalah laboratorium sosial yang sangat komprehensif. Di sini, mahasiswa kami tidak sekadar mengabdi, tetapi juga mengasah empati sosial, membangun networking internasional, dan belajar berkolaborasi di tengah keberagaman budaya. Ini adalah bekal soft-skill dan kepemimpinan yang tidak ternilai bagi masa depan mereka," tegas Bapak Wira.
Selama pelaksanaan ISL 2026, para mahasiswa menjalankan serangkaian program teknis terukur yang menyentuh berbagai sektor vital di masyarakat. Di bidang infrastruktur dan energi, tim gabungan sukses melakukan instalasi p***a air berbasis tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan operasional masjid setempat.
Pada aspek kelestarian lingkungan, mahasiswa menginisiasi edukasi pengelolaan sampah terpadu melalui metode Eco-Enzyme sekaligus mengaktivasi program bank sampah. Intervensi teknologi juga dihadirkan lewat pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) guna merekonstruksi dan memperkenalkan sejarah lokal Sabang. Tidak tertinggal, aspek pendidikan dan kesehatan diperkuat melalui pelatihan literasi komputer bagi siswa sekolah dasar serta pembentukan komunitas sadar gizi.
Inisiatif komprehensif ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kota Sabang. Staf Ahli Wali Kota Sabang Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Bapak Zunizar, S.H., M.Si., menyatakan bahwa kehadiran intelektual muda dari dua negara ini memberikan dampak riil yang beririsan langsung dengan cetak biru pembangunan di kawasan Iboih.
Di sela-sela padatnya agenda pengabdian, kepanitiaan yang dikoordinasikan secara apik oleh tim perjalanan di bawah arahan Lilis, turut memfasilitasi para peserta untuk mengeksplorasi potensi wisata bahari Iboih. Interaksi langsung dengan kekayaan alam bawah laut Sabang ini menjadi instrumen diplomasi budaya yang strategis untuk mempromosikan pesona pariwisata Aceh ke mata dunia melalui kacamata para sivitas akademika internasional. (R)
Tag :
LlDikti Wilayah Aceh
Credit : Humas UGL
____________________________________