16/06/2025
MANARUL QUR’AN,
REPEAT ORDER MONDOK LEBIH KUAT PADA JARINGAN KELUARGA
Sudah 13 tahun sekolah formal di Pesantren kami berdiri yaitu SMP dan SMA Manarul Qur’an, ada pasang surut jumlah santrinya, pernah belasan, pernah puluhan dan pernah ratusan. Ada yang puas dengan pola pendidikan yang kami berikan dan ada yang kurang puas karena tidak ada lembaga yang sempurna. Tapi corenya tetap pada hafalan dan pemahaman Al-Qur’an sebagai bekal utama mereka, karena kami yakin seyakin yakinnya bahwa Ia tak lekang oleh jaman, bolehlah teknologi berkembang pesat, boleh sistem pendidikan berinovasi dengan masif, tapi tetap Al-Qur’an adalah pusatnya pusat dan intinya inti Ilmu yang tidak ada habisnya untuk dikaji dan digali serta dikembangkan. Pagi dan sore untuk hafalan dan taklim kitab, Ditunjang pelajaran umum dan pelajaran Dirasah Islamiyah sebagai penguat visi misi pesanten sebagai pencetak generasi hafidz Qur’an yang menguasai Ilmu Agama dan Sains.
Saya ( Abdul Aziz Nasruddin) sebagai penanggung jawab secara umum, dari data yang kami peroleh bahwa para santri dan alumni yang mondok 85 persen adalah jaringan keluarga, sisanya 15 persen dari kunjungan ke sekolah - sekolah, teman, mendsos dll.
Ada 5 anak sebutlah putra – putrinya pak Arifin, semuanya mondok di Manarul Qur’an, ada juga yang 3 bersaudara, 2 bersaudara, 4 bersaudara, keponakan, sepupu dan lain – lain, ini menunjukkan bahwa trust mereka cukup tinggi sehingga repeat order untuk mondokkan putra – putri mereka cukup tinggi. Walaupun saya posting tulisan ini di FB, pendaftar yang melalui platform ini tidak sampai 5 persen., ada keluarga dari Malang, 3 anaknya semuanya pernah mondok di Paciran Lamongan, padahal Malang adalah kota pendidikan dan berita yang berkembang bahwa Lamongan itu cuacanya panas, ya memang benar, tapi tidak 100 persen benar. Kami di Manarul Qur’an karena posisinya di atas bukit jadi keberadaan nyamuk itu jarang, udaranya juga sejuk semriwing dari pantai utara, apalagi kalau duduk – duduk di gazebo belajar atau murojaah hafalan sambil menikmati indahnya pemandangan alam, Masya Allah luar biasa nikmatnya.
Inti dari yang saya sampaikan, ternyata pemasaran yang paling mengena adalah bukti nyata dari kualitas santri itu sendiri dan apa yang mereka rasakan, mereka secara otomatis sebagai penggaet dan magnet untuk saudara, keluarga dan teman – temannya untuk mengikuti jejak langkah mereka untuk mondok, kalau mereka merasakan something good and get more added value secara otomatis dan dengan kesadaran yang tinggi akan merekomendasikan lembaga kita. Pesantren kami sudah tidak ada kekerasan, adanya adalah penyadaran dan pembiasaan, ambak (apa manfaatnya bagiku) dari suatu kegiatan sering dijelaskan kepada mereka. Sehingga jelas bahwa memondokkan anak di pesantren adalah investasi yang tinggi nilainya bukan investasi bodong, apalagi belum apa –apa sudah scam dan bubar.