Sastra Bugis Makassar

Sastra Bugis Makassar Jelajahi kekayaan sastra Bugis-Makassar bersama kami! Dari Lontara hingga Kelong, kami menghadirkan warisan budaya Sulawesi Selatan.

Pelajari, lestarikan, dan apresiasi sastra daerah kita. Mari berkarya dalam semangat Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge'! Halaman ini untuk berbagi pengetahuan lokal Bugis Makassar dalam berbagai perspektif

15/05/2026

Walau merasa rindu takkan pergi sebab … 🤔 Suardibone Najamudin Hamid Jumharia Djamereng Kurnia Makkawaru

22/11/2025

Cerita seorang kakek

21/11/2025

Metafora dalam Puisi Cinta:
"Sénge'ka simata jarung,
kugiling sénge' tokko sipuppureng lino"
(Kenanglah aku walau sesaat,
kubalas mengenangmu jua sepanjang masa)

🔍 INSIGHT:
• Jarum sebagai simbol waktu yang singkat
• Kontras antara 'simata jarung' (sesaat) dan 'sipuppureng lino' (selamanya)
• Penggunaan metafora jarum untuk menggambarkan sifat dan tindakan manusia

✨ WISDOM BUGIS:
• Kesetiaan melampaui batasan waktu
• Tanggung jawab dalam hubungan
• Peringatan terhadap ketamakan

"Dalam kearifan Bugis, bahkan benda sekecil jarum pun sarat dengan makna kehidupan"


-raga 🌺

21/11/2025

Assalamu Alaikum sahabats. Sehat dan bahagia semuanya 🌄

12/11/2025

"Lempu pa na ada tongeng sanréseng nawa-nawa tena pabelléang."

(Hanya kejujuran dan perkataan benar yang menjadi sandaran pikiran, maka tidak akan ada kekecewaan/penipuan).

ANALISIS LINGUISTIK (Semantik):
Pepatah ini adalah mahakarya linguistik yang sarat dengan filosofi:

"Lempu" (Kejujuran/Integritas): Kata ini lebih dari sekadar 'tidak bohong'. Lempu berarti lurus, tegak, dan konsisten. Dalam konteks modern, ini adalah integritas. Fondasi utama dari segala hal.

"Ada Tongeng" (Perkataan Benar): Ada berarti 'kata' atau 'tutur', dan tongeng berarti 'benar' atau 'nyata'. Ini adalah manifestasi dari lempu. Bukan hanya berpikir jujur, tapi juga berkomunikasi dengan jujur. Inilah pilar authentic personal branding.

"Sanréseng Nawa-nawa" (Sandaran Pikiran): Ini adalah jantung dari pepatah ini. Sanréseng berasal dari kata sanré, yang artinya bersandar. Ini bukan sekadar 'prinsip', tapi 'pilar penyangga' yang kokoh untuk nawa-nawa (pikiran, akal, nurani). Pikiran kita butuh tempat bersandar yang kuat agar tidak goyah.

"Tena Pabelléang" (Tidak Ada Kekecewaan/Penipuan): Pabelléang berasal dari kata bellé (bohong, tipu). Imbuhan pa- dan -ang menjadikannya "sesuatu yang menyebabkan kebohongan/kekecewaan". Kalimat ini adalah jaminan hasil: jika sandaranmu adalah lempu dan ada tongeng, maka hasil akhirnya dijamin 'tena pabelléang'—nol kekecewaan, nol drama, nol kebohongan yang terbongkar.

Secara linguistik, pepatah ini menegaskan bahwa integritas dan kebenaran bukanlah pilihan, melainkan satu-satunya struktur penyangga (sanréseng) bagi pikiran yang sehat dan kehidupan yang sukses.

09/11/2025

Aslkm sahabats, masih ingat hari ini hari apa??😁

Getteng, lempu, ada tongeng - itulah pahlawan masa kini! 💪
Siapa pahlawanmu?
Tag & ucapkan terima kasih! 🙏
⭐ fb.com/stars

Follow facebook.com/gusnawaty.anwar

Aslkm bestie … menghayal … tetiba 😅
08/11/2025

Aslkm bestie … menghayal … tetiba 😅

Address

Makassar

Opening Hours

Monday 09:00 - 15:00
Tuesday 09:00 - 15:00
Wednesday 09:00 - 15:00
Thursday 09:00 - 15:00
Friday 09:00 - 11:00
14:00 - 15:00

Telephone

+6282196749967

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sastra Bugis Makassar posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Sastra Bugis Makassar:

Share