11/05/2026
Rektor UMI: Kehadiran Dirjen Pendis Adalah Kemewahan Spiritual bagi Perjalanan UMIβ
Kadang sebuah kampus tidak dikenang hanya karena gedungnya yang besar atau prestasinya yang tinggiβ¦
tetapi karena suasana hangat, doa-doa yang dilangitkan, nilai-nilai yang dijaga, dan rasa hormat yang hidup di dalamnya.
Itulah yang terasa dalam rangkaian Dzikir Bulanan UMI, Launching Milad ke-72 UMI, dan Launching Program Studi Pendidikan Profesi Guru Agama (PPGA). Tiga momentum besar yang bukan sekadar seremoni, tetapi hari syukur yang penuh haru, kebersamaan, dan kebanggaan bagi keluarga besar Universitas Muslim Indonesia.
Kehadiran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag di tengah keluarga besar UMI menghadirkan suasana yang berbeda. Hangat, tulus, dan sangat bermakna. Bahkan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib menyebutnya sebagai βkemewahan spiritual bagi perjalanan UMI.β Sebuah kalimat sederhana, tetapi begitu dalam maknanya. Karena penghormatan yang lahir dari hati selalu terasa lebih elegan daripada kata-kata yang dibuat-buat.
Tepat di usia ke-72 tahun, 23 Juni 2026 yang akan datang, UMI terus menunjukkan bahwa kampus bisa tetap modern tanpa kehilangan akhlak, bisa tetap unggul tanpa kehilangan nilai spiritual, dan bisa terus mendunia tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah.
Di tengah dunia pendidikan yang bergerak cepat karena digitalisasi, AI, dan persaingan global, UMI memilih tetap menjaga ruh pendidikan: ilmu yang melahirkan akhlak, prestasi yang menghadirkan kebermanfaatan, dan pendidikan yang tetap dekat dengan umat.
Karena di UMI, ilmu tidak hanya diajarkanβ¦
tetapi juga didoakan.