Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Directions Website Contact the university

Politeknik Pembangunan Pertanian Medan Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Program KRPLMEDAN...
25/09/2026

Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan, Polbangtan Kementan Gelar Pengabdian Masyarakat melalui Program KRPL

MEDAN - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), mengajak warga mengubah lahan pekarangan menjadi sumber pangan mandiri dan bernilai ekonomi. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat setempat, panitia pelaksana, tim lapangan, fasilitator serta mahasiswa Polbangtan Medan.

Kementerian Pertanian memberikan dukungan penuh pada program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang kini juga dikenal melalui optimalisasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk memperkuat kemandirian pangan dari tingkat keluarga. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyambut baik inisiatif ini.

"Ketahanan pangan tidak hanya dibangun di lahan luas, tetapi juga bermula dari rumah masing-masing. Pekarangan yang dirawat dengan baik adalah benteng pangan keluarga. Melalui KRPL, kita buktikan bahwa setiap jengkal tanah dapat memberi manfaat — memenuhi kebutuhan dapur sekaligus meningkatkan pendapatan warga," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya pemberdayaan Masyarakat. Pengabdian seperti KRPL menjadikan ilmu pertanian benar-benar turun ke lapangan dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat.

“Ini adalah wujud nyata penyuluhan yang memberdayakan — mengajarkan warga mandiri menyediakan pangan sendiri dari lingkungan tempat tinggalnya," kata Arsanti.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin menyatakan kegiatan ini selaras dengan visi pendidikan pertanian. Lulusan pertanian tidak hanya harus pintar di kelas, tetapi juga mampu turun ke tengah masyarakat.

“Program KRPL melatih mahasiswa sekaligus memberdayakan warga dalam mendaptkan dua manfaat sekaligus untuk ketahanan pangan yang kokoh dari tingkat keluarga," kata Amin.

Dalam sambutannya, Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menekankan bahwa pemanfaatan lahan tidak harus bergantung pada ketersediaan lahan yang luas.

“Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program KRPL tentunya kita harus hadir di tengah masyarakat untuk memberdayakan segala potensi yang ada, karena kegiatan pertanian bukan harus dengan lahan yang luas, tetapi dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dengan berbagai pengembangan tanaman hortikultura,” kata Nurliana.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Desa Lalang, Indrayani Nasution menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan dapat memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan pangan keluarga sekaligus berpotensi menambah pendapatan masyarakat.

“Dengan memanfaatkan pekarangannya masing-masing mempunyai hasil, minimal untuk ketersediaan dapurnya masing-masing dan jika bisa dapat menambah pendapatan,” ungkapnya.

Selanjutnya kegiatan penyerahan bibit secara simbolis kepada masyarakat dan sesi foto bersama. Pemberian bibit tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan dalam pelaksanaan Program KRPL untuk mendorong masyarakat mulai memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Wikka Sasvita, Dosen Polbangtan Medan menyampaikan materi mengenai budidaya tanaman sayuran. Materi tersebut memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai teknik budidaya sayuran serta cara memanfaatkan lahan pekarangan agar dapat menghasilkan pangan secara mandiri.

Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, masyarakat juga ikut dalam pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) yang dipandu oleh mahasiswa Polbangtan Medan. Melalui kegiatan ini, Masyarakat memperoleh pengalaman secara langsung mengenai proses pembuatan dan pemanfaatan MOL dalam mendukung kegiatan budidaya tanaman.

Beruntungnya masyarakat yang ikut dalam kegiatan ini mendapatkan gratis bibit cabai, bibit tomat, benih awi, benih bayam, benih kangkong, bibit seledri, bibit bawang merah, bibit pakchoy, polybag, NPK dan Urea. Semoga Masyarakat dapat memanfaatkan lingkungannya masing-masing dengan menanam bibit dari Polbangtan Medan. Bibit tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan serta mengembangkan pemanfaatan pekarangan secara berkelanjutan.

Program KRPL ini tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada masyarakat dalam budidaya tanaman dan pembuatan MOL. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk menjadikan pekarangan sebagai lahan produktif yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Polbangtan Medan terus mendorong pemanfaatan potensi pekarangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan keterampilan masyarakat, dan mendukung penerapan pertanian berkelanjutan.

Polbangtan Kementan dan Pemkot Tanjungbalai Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Tri Dharma Perguruan TinggiMEDAN – Politek...
25/09/2026

Polbangtan Kementan dan Pemkot Tanjungbalai Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi

MEDAN – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan dan Pemerintah Kota Tanjungbalai memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia pertanian melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama di bidang pendidikan.

Kerjasama tersebut mencakup berbagai aspek yang mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi vokasi pertanian dan pemerintah daerah.

Penandatanganan MoU ini dihadiri oleh Wali Kota Tanjungbalai, Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Sekretaris Daerah Kota Tanjungbalai, serta jajaran Pemerintah Kota Tanjungbalai dan Polbangtan Medan, Kamis (24/09/2026) di ruang rapat Polbangtan Medan.

Kerjasama tersebut juga sejalan dengan arah Kementerian Pertanian dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai bagian dari strategi menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, adaptif, berjiwa kewirausahaan, serta mampu menjawab kebutuhan pembangunan pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian harus memiliki kemampuan untuk bekerja sekaligus menciptakan lapangan kerja. Amran mendorong lahirnya agripreneur muda yang mampu mengembangkan usaha pertanian berbasis inovasi dan teknologi.

“Jangan hanya berpikir menjadi pencari kerja. Mulailah berpikir usaha apa yang dapat dibangun, berapa orang yang dapat dipekerjakan, dan berapa petani yang dapat diajak bermitra. Saya ingin lahir agripreneur-agripreneur muda dari Polbangtan dan PEPI,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, kepemimpinan, kewirausahaan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi pertanian.

“Lulusan Polbangtan dan PEPI dipersiapkan tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja yang mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional,” ujar Idha Widi Arsanti.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan kerjasama dengan pemerintah daerah dibutuhkan untuk sinergi pendidikan vokasi pertanian dengan pemerintah daerah.

Direktur Polbangtan Medan menyampaikan bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga membentuk lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja.

“Alumni Polbangtan Medan kami bentuk bukan hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator. Karena itu, kami terus membangun kerja sama dengan berbagai perusahaan dan dunia usaha yang siap menerima alumni untuk bekerja dan mengembangkan kompetensinya,” ujar Direktur Polbangtan Medan.

Ia menambahkan, sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis, melakukan penelitian, serta terlibat langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim Batubara menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan Polbangtan Medan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi peluang bagi Pemerintah Kota Tanjungbalai untuk mendorong generasi muda agar memiliki kompetensi dan pengetahuan di bidang pertanian.

“Kami berharap anak-anak kami dapat kami titipkan di Polbangtan untuk dididik menjadi insan pertanian yang memiliki ilmu, keterampilan, karakter, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan pertanian,” ujar Wali Kota Tanjungbalai.

Wali Kota berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Tanjungbalai, khususnya dalam peningkatan kapasitas generasi muda dan pengembangan sektor pertanian.

Melalui kolaborasi Polbangtan Medan dan Pemerintah Kota Tanjungbalai, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat dalam mencetak generasi muda pertanian yang kompeten, profesional, berjiwa kewirausahaan, serta mampu menjadi bagian dari solusi dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian dan regenerasi petani.

Polbangtan Kementan Gelar Kuliah Umum : Informasi Spasial Kunci Optimalisasi Pertanian DaerahMEDAN - Politeknik Pembangu...
25/09/2026

Polbangtan Kementan Gelar Kuliah Umum : Informasi Spasial Kunci Optimalisasi Pertanian Daerah

MEDAN - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar kegiatan kuliah umum di Aula Polbangtan Medan pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan ini mengusung tema: "Pemanfaatan Informasi Spasial Potensi Sumber Daya Lahan untuk Pengembangan Komoditas Pertanian".

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyambut baik sinergi ini. Pertanian modern tidak lagi mengandalkan perkiraan, melainkan data yang akurat. Informasi spasial memungkinkan kita mengetahui di mana lahan sesuai untuk komoditas apa, berapa luasnya, dan bagaimana mengelolanya secara berkelanjutan.

“Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah adalah jalan terbaik agar ilmu langsung bermanfaat bagi Masyarakat," kata Mentan Amran.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya kegiatan ini. Kemampuan membaca, mengolah, dan memanfaatkan data lahan melalui sistem informasi geospasial adalah nilai tambah yang sangat berharga.

“Kuliah umum Polbangtan Medan dengan menjadikan rekomendasi pertanian lebih berdasar, terukur, dan langsung dapat diterapkan di lapangan," kata Arsanti.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin menyatakan kegiatan ini selaras dengan visi pendidikan pertanian. Dunia pertanian kini bergerak menuju digitalisasi. Kementerian Pertanian ingin lulusan Polbangtan tidak hanya paham teori, tetapi juga mahir menggunakan teknologi pemetaan. Keterampilan inilah yang akan membuat mereka lebih unggul.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan bahwa mahasiswa Polbangtan Medan berasal dari berbagai daerah, yang tentunya memiliki kondisi dan potensi sumber daya lahan yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut menjadi peluang untuk mengenali potensi lahan di daerah masing-masing dan menentukan komoditas pertanian yang sesuai untuk dikembangkan.

“Melalui pemanfaatan informasi spasial, kita dapat mengetahui karakteristik dan potensi suatu lahan sehingga pengembangan komoditas pertanian dapat dilakukan dengan lebih tepat. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak hanya diterapkan di kampus, tetapi juga dapat dibawa dan dikembangkan di daerah asal masing-masing," kata Nurliana.

“Kehadiran Polbangtan Medan dan BRIN membawa harapan baru: data akurat akan menjadi dasar kami menetapkan komoditas unggulan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara ," tambahnya.

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Anny Mulyani, Peneliti Ahli Utama, Pusat Riset Tanaman Pangan, BRIN. Narasumber Anny Mulyani memaparkan materi lengkap mencakup tantangan Lahan Pertanian Nasional seperti alih fungsi lahan mencapai 96.500 hektar per tahun, perubahan iklim, serta fragmentasi lahan mengancam ketahanan pangan. Diperlukan peningkatan produksi melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi berbasis data.

Indonesia memiliki keragaman lahan kering masam, lahan kering iklim kering, rawa pasang surut, lebak, dan gambut, masing-masing dengan sifat, kendala, dan peluang pengembangan tersendiri. Tersedia sekitar 24,7 juta hektar lahan kering dan 3,7 juta hektar lahan rawa yang masih berpotensi dikembangkan.

Pada kuliah umum, Mahasiswa dilatih menggunakan aplikasi Avenza Maps di ponsel berfungsi tanpa internet tujuannya untuk menandai titik koordinat, menggambar batas lahan, mencatat data pemilik dan komoditas, hingga mengekspor hasil ke Google Earth.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa ilmu tidak berhenti di ruang kelas. Mahasiswa Polbangtan Medan kini memiliki bekal teknologi, data, dan jejaring kerja sama untuk mengaplikasikan kemampuan di daerah asal maupun di wilayah mitra. Dengan pemanfaatan informasi spasial yang tepat, setiap jengkal lahan dapat dikelola secara optimal mewujudkan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Polbangtan Kementan Gelar TOEFL bagi Dosen untuk Mendukung Pengembangan Kompetensi InternasionalMEDAN– Politeknik Pemban...
24/09/2026

Polbangtan Kementan Gelar TOEFL bagi Dosen untuk Mendukung Pengembangan Kompetensi Internasional

MEDAN– Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan terus memperkuat kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dosen, dalam rangka mendukung pengembangan karier akademik dan peningkatan jejaring internasional.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Test of English as a Foreign Language (TOEFL) Digital Based Test (DBT) – ITP yang diikuti oleh 19 orang dosen Polbangtan Medan pada tanggal , 24 September 2026. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Bahasa Universitas Negeri Medan (UNIMED) dan bertempat di Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polbangtan Medan.

Pelaksanaan TOEFL ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk mempersiapkan dosen dalam memenuhi persyaratan kompetensi bahasa Inggris, khususnya bagi dosen yang akan mengikuti pelatihan di luar negeri maupun melanjutkan studi ke perguruan tinggi di luar negeri.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyambut baik langkah strategis ini. Pertanian Indonesia kini tak lagi bergerak sendiri, melainkan berdialog dengan dunia. Kemampuan bahasa asing adalah pintu gerbang agar ilmu pertanian kita dapat dibagikan, dipelajari, dan dikolaborasikan dengan bangsa lain.

“Dosen yang berkompeten dalam bahasa Inggris akan melahirkan lulusan yang siap bersaing di panggung internasional," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya kualitas pengajar. Penguatan kemampuan bahasa Inggris bagi tenaga pendidik adalah investasi langsung bagi masa depan pendidikan pertanian. Dosen yang mampu mengakses referensi global, berjejaring secara internasional, dan bertukar pengalaman dengan pakar dunia akan membawa kemajuan nyata bagi mahasiswa dan lembaga.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Muhammad Amin menyatakan bahwa standar kompetensi kini harus ditingkatkan. Dunia pendidikan pertanian semakin terbuka dan saling terhubung.

“TOEFL bukan sekadar syarat administrasi, melainkan tolok ukur kesiapan kita berkomunikasi dan berkontribusi secara global. Kami mendorong seluruh Polbangtan untuk menjadikan peningkatan kemampuan bahasa Inggris sebagai agenda berkelanjutan," kata Amin.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahapmenjelaskan maksud dan tujuan kegiatan ini Adalah ingin memastikan setiap dosen di Polbangtan Medan tidak hanya menguasai materi keahlian, tetapi juga memiliki bekal komunikasi yang memadai untuk membuka peluang pelatihan, pertukaran akademik, dan studi lanjut ke luar negeri.
“Langkah ini kami rancang secara berkelanjutan agar kualitas pengajaran dan wawasan sivitas akademika terus meningkat," kata Nurliana.

Melalui pelaksanaan tes TOEFL ITP berbasis digital, para dosen memperoleh kesempatan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris secara terstandar, meliputi kemampuan listening comprehension, structure and written expression, serta reading comprehension.

Kerja sama dengan Pusat Bahasa UNIMED dalam pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antarperguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan tinggi.

Kegiatan yang dilaksanakan di Unit TIK Polbangtan Medan berlangsung dengan tertib dan didukung oleh fasilitas teknologi informasi yang memadai. Sebelum pelaksanaan tes, peserta mendapatkan arahan teknis terkait mekanisme dan tata tertib pelaksanaan TOEFL Digital Based Test.

Polbangtan Medan berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para dosen serta memperluas peluang untuk mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi, pelatihan internasional, seminar, pertukaran akademik, dan studi lanjut di luar negeri.

Peningkatan kompetensi bahasa Inggris tersebut sejalan dengan komitmen Polbangtan Medan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang profesional, berdaya saing global, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan pendidikan serta pembangunan pertanian Indonesia.

🌾 Keluarga Besar Polbangtan Medan Mengucapkan Selamat Hari Tani Nasional 🌾Mari kita hargai perjuangan para petani sebaga...
24/09/2026

🌾 Keluarga Besar Polbangtan Medan Mengucapkan Selamat Hari Tani Nasional 🌾

Mari kita hargai perjuangan para petani sebagai pilar ketahanan pangan bangsa. Terima kasih kepada seluruh petani Indonesia yang tak kenal lelah menanam, merawat, dan memanen untuk kesejahteraan negeri. Semoga pertanian Indonesia semakin maju, mandiri, dan sejahtera! 🇮🇩💚

✨ SELAMAT PURNA BAKTI ✨Keluarga besar Polbangtan Medan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan selamat menemp...
24/09/2026

✨ SELAMAT PURNA BAKTI ✨

Keluarga besar Polbangtan Medan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan selamat menempuh masa purna bakti kepada Bapak Wardani, S.S.T 🙏

Terima kasih atas dedikasi, pengabdian, dan keteladanan yang telah Bapak berikan selama 33 tahun 5 bulan mengabdi di Polbangtan Medan. Setiap langkah, kerja keras, dan ketulusan Bapak menjadi teladan berharga bagi kami semua.

Semoga Bapak senantiasa diberikan kesehatan yang baik, kebahagiaan yang melimpah, serta keberkahan yang menyertai setiap perjalanan kehidupan selanjutnya. Sehat selalu, bahagia selalu Pak Wardani! 🤍🌱

Polbangtan Kementan Bekali Mahasiswa Kemampuan Bicara, Lahirkan Pemimpin Pertanian Masa DepanMEDAN – Politeknik Pembangu...
22/09/2026

Polbangtan Kementan Bekali Mahasiswa Kemampuan Bicara, Lahirkan Pemimpin Pertanian Masa Depan

MEDAN – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan mengambil langkah strategis untuk melahirkan generasi petani muda yang tidak hanya cakap di ladang, tetapi juga lantang dan meyakinkan di hadapan publik. Melalui kerja sama dengan PT Total Integra Futura Solusi, pelatihan kemampuan berbicara di depan umum atau Public Speaking resmi digelar bagi seluruh mahasiswa tingkat II.

Kegiatan ini direncanakan berlangsung dalam tiga gelombang berturut-turut sepanjang September 2026 yaitu tanggal 12–13 September: Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, tanggal 19–20 September: Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi dan tanggal 26–27 September: Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyambut baik inisiatif ini. Beliau menegaskan bahwa pertanian bukan sekadar soal menanam dan memanen.

"Kita butuh pemuda yang mampu menyuarakan gagasan, mempromosikan hasil bumi, dan meyakinkan masyarakat bahwa pertanian adalah profesi masa depan. Jika tidak bisa berbicara dengan baik, sehebat apa pun ilmunya akan sulit disebarkan," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti turut menyoroti pentingnya keterampilan ini bagi calon tenaga penyuluh.

"Mahasiswa Polbangtan adalah garda terdepan penyuluhan pertanian. Kemampuan berkomunikasi yang efektif adalah senjata utama agar pesan teknologi dan inovasi dapat diterima dan dipraktikkan langsung oleh petani di lapangan. Ini adalah investasi karakter sekaligus kemampuan," kata Arsanti.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin menambahkan bahwa kompetensi komunikasi kini menjadi syarat mutlak lulusan.

"Kami tidak hanya mencetak lulusan yang pintar secara akademik, tetapi juga lulusan yang berani tampil, berpikir sistematis, dan menyampaikan ide dengan lugas. Pelatihan ini menjawab kebutuhan itu secara langsung," kata Amin.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, menjelaskan latar belakang penyelenggaraan kegiatan ini adalah
Didasari banyak mahasiswa memiliki ilmu yang sangat baik, namun masih ragu untuk mengungkapkannya di depan umum.

"Melalui pelatihan ini, kami ingin mencetak generasi pemimpin pertanian yang percaya diri, berwawasan luas, dan mampu menjadi jembatan ilmu antara kampus dan masyarakat. Kerja sama ini kami rancang agar setiap peserta benar-benar mendapatkan bekal yang berguna saat mereka terjun ke masyarakat," kata Nurliana.

"Setiap gelombang diikuti oleh satu program studi secara khusus, sehingga materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bidang ilmu. Rencananya, setelah pelatihan selesai, kemampuan berbicara peserta akan diuji langsung dalam sesi praktik," tambah Nurliana.

Diharapkan mahasiswa Polbangtan Medan siap tampil sebagai duta pertanian yang handal, mampu meyakinkan, menginspirasi, dan menggerakkan masyarakat menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Pertanian Modern dan Kesuburan Tanah Jadi Kunci Swasembada Pangan, Generasi Muda Diajak Berperan AktifMEDAN — Politeknik...
21/09/2026

Pertanian Modern dan Kesuburan Tanah Jadi Kunci Swasembada Pangan, Generasi Muda Diajak Berperan Aktif

MEDAN — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 38 secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (19/9/2026). Bertema "Implementasi PM‑AAS melalui Inovasi dan Teknologi Kesuburan Tanah untuk Optimalisasi Produktivitas Pangan Berkelanjutan", forum ini mengundang generasi muda milenial dan Zilenial untuk berperan aktif menjaga ketahanan pangan nasional.

Perhatian penuh diberikan oleh pimpinan tertinggi Kementerian Pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan kunci melalui arahan strategis yang disampaikan dalam forum ini.

"Kita tidak boleh mengorbankan tanah demi hasil panen yang tinggi hari ini. Pertanian modern harus berbasis pada kesuburan tanah yang berkelanjutan. PM‑AAS adalah jalan menuju swasembada pangan yang tidak hanya cukup hari ini, tetapi tetap lestari untuk anak cucu kita nanti," kata Mentan Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pertanian modern bukan soal hasil tinggi saja, tapi menyeimbangkan panen dengan kesehatan tanah. Generasi muda adalah kunci agar teknologi ini bisa berjalan di seluruh Indonesia.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin menegaskan bahwa penguatan SDM pertanian adalah fondasi utama swasembada pangan. Tanpa SDM pertanian yang kuat, inovasi dan teknologi tidak akan berjalan.

"Kita butuh petani muda yang tidak hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga memahami kesuburan tanah dan keberlanjutan ekosistem pertanian," kata Muhammad Amin.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur 3 Polbangtan Medan, Tience Pakpahan mewakili Direktur Polbangtan Medan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya modernisasi pertanian yang tidak hanya mengejar hasil tinggi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lahan.

"Pertanian Modern,Advanced Agricultural System (PM‑AAS) bukan sekadar menaikkan hasil panen, melainkan menyeimbangkan produktivitas dengan kesehatan tanah agar pangan Indonesia tetap terjaga untuk generasi mendatang. Generasi muda adalah kunci utama adopsi teknologi ini," kata Tience.

Pada kesempatan lain, Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap menyampaikan bahwa Polbangtan terus berkomitmen mencetak SDM pertanian yang inovatif dan adaptif.

"Polbangtan Medan hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, dan memimpin transformasi pertanian. Melalui MAF, kami ingin menjembatani ilmu pengetahuan dengan praktik lapangan demi pertanian yang maju, mandiri, dan modern " kata Nurliana Harahap.

Forum menghadirkan tiga narasumber kompeten yang membahas aspek teknis, kebijakan dan ilmiah Implementasi PM‑AAS untuk Meningkatkan Produktivitas Padi.

Narasumber pertama Khadijah El Ramija mewakili Mulyono, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Sumatera Utara menjelaskan prinsip utama PM‑AAS seperti Tanam benih langsung (Tabela) tanpa persemaian, hemat biaya dan tenaga, Populasi tanaman rapat dengan pola 4:1 maupun 6:1, mencapai 800.000–1.200.000 tanaman per hektare, Pengelolaan air AWD (Alternate Wetting Drying) genang kering bergantian, hemat air tanpa turunkan hasil, Pemupukan berbasis uji tanah dan penggunaan pupuk silika untuk memperkuat batang dan mencegah rebah dan Panen tepat waktu saat 80–85% bulir menguning, menggunakan mesin panen untuk efisiensi.

Hasil penerapan PM‑AAS di berbagai daerah menunjukkan produktivitas rata‑rata di atas 10 ton/ha, bahkan mencapai 11,8 ton/ha di Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Fariz Haholongan Hutagalung, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara memaparkan potensi besar Sumatera Utara dengan 319.560 hektare lahan sawah. Tantangan utama saat ini adalah penurunan kesuburan tanah akibat ketergantungan pupuk anorganik.

Pupuk hayati menjadi solusi strategis karena memperbaiki fungsi biologi tanah melalui mikroorganisme bermanfaat, menambat nitrogen, melarutkan fosfat, dan menekan patogen tanah, mengurangi biaya produksi dan menjaga keberlanjutan lahan dan peran Pupuk Hayati dalam Menjaga Kesuburan Tanah

Narasumber berijutnya, Mariani Sembiring,Dosen Pertanian Universitas Sumatera Utara menjelaskan bahwa kesuburan tanah mencakup aspek fisik, kimia, dan biologi. Pupuk hayati bekerja melalui mikroba yang mengubah hara organik menjadi mineral yang terserap tanaman. Penelitian menunjukkan kombinasi pupuk hayati dengan pupuk kimia dosis 50% dapat meningkatkan serapan hara dan hasil setara dengan dosis penuh, sekaligus menjaga kesehatan tanah jangka panjang.

Forum yang dimoderatori oleh Abrar Ashari Siregar, alumni Polbangtan Medan sekaligus Penyuluh Pertanian Provinsi Sumatera Utara — berjalan interaktif dan hangat.

Para narasumber sepakat bahwa PM‑AAS meningkatkan produktivitas padi secara signifikan, pupuk hayati melengkapi pemupukan kimia untuk menjaga kesuburan tanah, generasi muda harus menjadi pelopor adopsi teknologi pertanian modern dan berkelanjutan.

Acara diakhiri dengan harapan agar MAF terus menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan generasi muda untuk mewujudkan pertanian maju, pangan kuat, masa depan hebat.

Kegiatan berlangsung melalui Zoom Meeting dengan dihadiri ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rabu Posko Polbangtan Kementan: Perkuat Kelembagaan Petani dan Inovasi Teknologi demi Pertanian Berkelanjutan dan Swasem...
19/09/2026

Rabu Posko Polbangtan Kementan: Perkuat Kelembagaan Petani dan Inovasi Teknologi demi Pertanian Berkelanjutan dan Swasembada Pangan

MEDAN — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Model Kostratani Laboratorium Penyuluhan Pertanian kembali menggelar kegiatan rutin Rabu Posko edisi kedua pada Rabu, 16 September 2026 di Aula BPP Model Kostratani Polbangtan Medan. Mengusung tema “Memperkuat Kapasitas Kelembagaan Petani Mendukung Penerapan Pertanian Berkelanjutan dan Swasembada Pangan”, kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk diseminasi inovasi, koordinasi, serta evaluasi kemajuan di bidang pertanian.

Rabu Posko hadir sebagai forum rutin yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat penyebaran inovasi teknologi pertanian, tetapi juga menjadi model percontohan dalam memperkuat peran Kostratani sebagai pusat data, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, serta pusat jejaring kemitraan di bidang pertanian. Kegiatan ini dihadiri oleh civitas akademika Polbangtan Medan, dosen, pranata laboratorium pendidikan, tenaga harian lapangan, perwakilan mahasiswa, serta Penyuluh Pertanian Lapangan Kabupaten Deli Serdang dan kelompok tani di Kecamatan Sunggal, yang hadir secara luring maupun daring.

Kepala Laboratorium Penyuluhan Pertanian, Puji Wahyu Mulyani, menyampaikan bahwa agenda Rabu Posko mencakup pemaparan teknologi pertanian terbaru, strategi peningkatan produktivitas, serta penguatan kelembagaan petani. Kegiatan ini direncanakan akan menjadi forum rutin setiap bulan dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi maupun praktisi, guna mendorong sinergi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan nasional dan pertanian berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, hadir tiga narasumber yang memaparkan materi berharga bagi para peserta. Dwi Febrimeli memaparkan dinamika dan penguatan kelembagaan petani, Arie Hapsani Hasan Basri membahas pemanfaatan agens hayati dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman, sedangkan Mawar Indah Perangin-angin memperkenalkan pemanfaatan limbah kulit buah kakao dan sekam padi sebagai pupuk kompos tanaman pangan.

Para peserta yang terdiri dari penyuluh dan petani terlihat sangat antusias mengikuti paparan maupun sesi diskusi. Terdapat beberapa poin penting yang menjadi sorotan, antara lain pentingnya kepemimpinan dalam menggerakkan perubahan serta perlunya regenerasi dan kaderisasi pengurus agar kelompok tani dapat berkelanjutan. Selain itu, peserta juga mendapat wawasan berharga mengenai pengembangan agens hayati di lahan usaha tani guna mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, serta pemanfaatan pupuk kompos dari limbah organik yang terbukti dapat menekan biaya produksi pertanian. Mahasiswa yang hadir pun tampak bersemangat dapat berinteraksi langsung dengan penyuluh dan petani, terlebih bagi mereka yang akan menyusun tugas akhir maupun mahasiswa tingkat akhir yang akan mempersiapkan magang tahun depan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut beliau, pertanian berkelanjutan dan swasembada pangan tidak hanya bergantung pada teknologi canggih, tetapi juga pada kelembagaan petani yang kuat, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Pemetaan potensi dan penguatan kapasitas petani sejak dini adalah kunci utama untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penyuluhan pertanian merupakan ujung tombak penyebaran inovasi teknologi ke tingkat lapangan. Kegiatan seperti Rabu Posko menjadi sangat penting karena menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh para petani dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat tani.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin menyatakan bahwa sinergi antara institusi pendidikan dan pelaku usaha tani harus terus diperkuat. Mahasiswa perlu dibiasakan berinteraksi langsung dengan realitas di lapangan sejak awal, sehingga kelak setelah lulus tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga memahami permasalahan nyata di tingkat petani dan mampu memberikan solusi yang tepat guna.

Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap, mengungkapkan bahwa Rabu Posko merupakan salah satu wujud komitmen institusi untuk terus berperan aktif dalam pembangunan pertanian melalui penguatan kapasitas penyuluhan di tingkat akar rumput. Polbangtan Medan tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga berperan aktif dalam mendampingi petani melalui diseminasi teknologi dan inovasi, demi mewujudkan pertanian yang berkelanjutan, berdaya saing, dan mampu mencapai swasembada pangan yang mandiri.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara akademisi, penyuluh, dan petani semakin terjalin erat, sehingga setiap inovasi yang dihasilkan dapat segera diaplikasikan di lapangan, kelembagaan petani semakin kokoh, dan cita-cita mewujudkan pertanian berkelanjutan serta swasembada pangan nasional dapat tercapai bersama.

Address

Jalan Binjai Km. 10 Tromol Pos 18
Medan

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Politeknik Pembangunan Pertanian Medan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Politeknik Pembangunan Pertanian Medan:

Shortcuts

Share