BEM STIFI PERINTIS PADANG

BEM STIFI PERINTIS PADANG Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from BEM STIFI PERINTIS PADANG, College & University, Jalan Adinegoro, Padang.

09/12/2011

=TAU GAK sihh..GAUL bisa KURANGIN kemungkinan PENYAKIT JANTUNG lochh!! ==

Hidup sehat ternyata nggak sekadar makan, tidur, dan olahraga teratur. Penelitian terbaru membuktikan, kurang gaul bisa membuat seseorang terkena serangan jantung. Hati-hati!

Hasil penelitian ini diungkapkan pada konferensi tahunan American Heart Association's. Dilansir medicineonline, Senin (26/6/2006), para peneliti menemukan orang-orang yang tidak memiliki banyak teman alias kurang gaul memiliki tingkat interleukin-6 yang lebih tinggi.

Sekedar informasi, interleukin-6 (IL-6) adalah molekul yang menandakan adanya gangguan pada jantung. Jika terjadi gangguan, dinding pembuluh darah bisa menebal dan akan mengakibatkan penyumbatan.

Penelitian ini melibatkan 3267 responden yang terdiri dari pria dan wanita dengan rata-rata umur 62 tahun. Untuk mengukur tingkat 'kegaulan', responden diminta memberi informasi tentang status pernikahan, berapa banyak saudara, dan teman dekat yang mereka percaya. Selain itu mereka juga diminta menyebutkan apakah mereka mengikuti kelompok, pertemuan, dan aktivitas lainnya yang memerlukan interaksi intens dengan orang lain.

Setelah itu peneliti melakukan pemeriksaan untuk mengukur molekul-molekul yang menandakan adanya gangguan, termasuk IL 6 tadi. Nah, hasilnya..... pria dengan tingkat hubungan sosial yang rendah memiliki tingkat IL-6 yang cukup tinggi.

Ada beberapa hal yang diduga kuat memicu meningkatnya kadar IL-6 dalam darah. Pertama, orang yang jarang bergaul lebih sering menghabiskan waktunya di dalam rumah tanpa banyak beraktivitas. Kedua, kelompok ini lebih rentan terhadap depresi dan stress karena tak memiliki teman berbagi. Ketiga kelompok penyendiri cenderung memiliki kebiasaan merokok.

Namun hasil di atas terbukti hanya berpengaruh pada pria. Wanita yang kurang gaul dalam penelitian ini tidak terbukti mengalami peningkatan IL-6.

So, selain hidup sehat dan rajin olahraga... gaul d**g!

*ref:ogie urvil

22/11/2011

-JANGAN SAMPE DEEH BLACKBERRY & FACEBOOK JD PENGHANCUR PENDIDIKAN KITA-

Hari-hari ini masyarakat kelas menengah di tanah air – terutama di kota-kota besar – tengah menggandrungi dua digital medium yang amat populer : Blackberry dan Facebook. Dua medium ini tampaknya kian merasuk menjadi life style baru bagi para generasi digital kota metropolitan. Barangkali ia juga sekaligus menjadi simbol kemutakhiran masa kini.

Namun bagi para pecandu buku seperti saya, kehadiran gadget semacam Blackberry dan media semacam Facebook selalu merupakan sebuah distraction. Kehadiran medium digital semacam itu selalu “memaksa” kita untuk always on dan always connected, dan diam-diam itu artinya merampas waktu berharga kita untuk melakukan “permerenungan”, melakukan kontemplasi, melakukan proses membaca buku yang membutuhkan kedalaman dan keheningan.

Kehadiran gadget keren semacam Blackberry dan sejenisnya pada akhirnya mungkin tergelincir hanya menjadi sekedar simbol status. Ia menjadi penanda penting yang mencoba menjelaskan status sosial kita. Tak lebih tak kurang. Di negara yang peradaban pengetahuannya lebih maju, pendanda status sosial itu adalah buku. You ARE what you READ. Buku dan tradisi membaca yang kuat selalu menjadi elemen penting bagi hadirnya sebuah peradaban yang digdaya. Disini, kredibilitas orang dilihat dari seberapa luas pengetahuan mereka, sebapa banyak buku yang telah direngkuh, dan seberapa mendalam wawasan berpikir mereka.

Di tanah air yang terjadi adalah parodi : kredibilitas kita acap ditentukan oleh seberapa canggih gadget yang kita miliki, dan seberapa keren merek smartphone yang kita tenteng. Bagi saya ini adalah sebuah parodi yang penuh petaka. Sebab anak muda yang selalu menenteng Blackberry-nya kemana-mana sebagai simbol status, namun hampir tak pernah mau membaca buku, bagi saya sama primitifnya dengan orang udik di pedalaman nun jauh disana. Secara fisik mereka mungkin lebih keren (iya sih, pake Blackberry kan keren!), namun tanpa disertai dengan budaya membaca membaca yang kuat, level pengetahuan dan wawasan mereka mungkin sama dangkalnya dengan penjual kambing di pinggir jalananan…..

Facebook juga sama. Oke, mungkin disini kita bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman lama kita (atau mungkin juga dengan bekas pacar semasa kita sekolah SMA dulu). Tapi selebihnya, yang ada di Facebook adalah kedangkalan. Yang ada melulu celotehan-celotehan pendek nan dangkal dan bising. Disana kita jarang menemukan kedalaman yang bisa mendorong kita untuk melakukan proses berpikir secara kontemplatif (karena itu bagi Anda yang belum memiliki akun di FB, silakan untuk tidak mendaftarnya; kecuali jika Anda hanya ingin wasting your time).

Pada akhirnya, Facebook mungkin sama sekali tak berbeda dengan kerumunan di pasar Gunungkidul atau terminal bis Pulogadung : sebuah tempat dimana orang saling ngobrol ngalor ngidul tanpa jelas juntrungannya. Medianya saja kelihatannya keren (wah hari gini, di jaman digital begini, elo belum jadi member facebook, begitu kata seorang teman), namun esensi Facebook sebenarnya tak lebih beda dengan terminal bis Pulogadung : bising, penuh celoteh dangkal, dan disana kita kita tak menemukan keheningan yang mengajak kita berpikir secara mendalam.

Begitulah, kehadiran dua media digital ini – Blackberry dan Facebook – mungkin diam-diam telah merampas waktu berharga kita untuk membaca buku dengan penuh ketekunan. Tanpa terasa kita mungkin telah menjadi addicted dengan kedua medium itu. Kita rela menghabiskan berjam-jam waktu kita untuk ber-blackberry atau ber-facebook-ria. Kita mencurahkan begitu banyak waktu untuk mengulik gadget Blackberry kesayangan kita, atau juga berceloteh dengan friends kita di belantara Facebook. Dan diam-diam, kita kian lupa dengan buku-buku bermutu yang teronggok tak berdaya…..

Kebesaran sebuah bangsa selalu ditopang oleh peradaban membaca yang kuat dan tekun. Ikhtiar kita untuk membangun tradisi membaca yang kokoh seperti pecah berkeping-keping dihempas oleh kehadiran “blackberry and facebook culture” yang penuh kedangkalan. Kedua medium ini telah merenggut waktu dan gairah dari jutaan kaum muda di tanah air untuk tekun membaca deretan buku bermutu.

Dan dengan itu, Blackberry dan Facebook sejatinya telah melakukan apa yang saya sebut sebagai “digital colonization” : diam-diam mereka telah menjajah pikiran kita, dan secara perlahan mereka telah membunuh gairah masyarakat tanah air untuk membangun tradisi membaca yang tangguh dan penuh ketekunan.

Address

Jalan Adinegoro
Padang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BEM STIFI PERINTIS PADANG posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to BEM STIFI PERINTIS PADANG:

Share