Generasi 09 English Department STKIP PGRI Padang

Generasi 09 English Department STKIP PGRI Padang berbagi cerita melalui jejaringan sosia sedikit merasa berkumpul kembali bersama teman seangkatan di STKIP PGRI Padang Angkatan 2009 "Generasi 09"

30/05/2014

PESAN BAPAK UNTUK ANAKNYA DI FACEBOOK
(bahan renungan)

Seorang pemuda duduk di hadapan laptopnya. Login facebook. Pertama kali yang dicek adalah inbox.
Hari ini dia melihat sesuatu yang tidak pernah dia pedulikan selama ini. Ada 2 dua pesan yang selama ini ia abaikan. Pesan pertama, spam. Pesan kedua…..dia membukanya.
Ternyata ada sebuah pesan beberapa bulan yang lalu.

Diapun mulai membaca isinya:

“Assalamu’alaikum. Ini kali pertama Bapak mencoba menggunakan facebook. Bapak mencoba menambah kamu sebagai teman sekalipun Bapak tidak terlalu paham dengan itu. Lalu bapak mencoba mengirim pesan ini kepadamu. Maaf, Bapak tidak pandai mengetik. Ini pun kawan Bapak yang mengajarkan.

Bapak hanya sekedar ingin mengenang. Bacalah !

Saat kamu kecil dulu, Bapak masih ingat pertama kali kamu bisa ngomong. Kamu asyik memanggil : Bapak, Bapak, Bapak. Bapak Bahagia sekali rasanya anak lelaki Bapak sudah bisa me-manggil2 Bapak, sudah bisa me-manggil2 Ibunya”.

Bapak sangat senang bisa berbicara dengan kamu walaupun kamu mungkin tidak ingat dan tidak paham apa yang Bapak ucapkan ketika umurmu 4 atau 5 tahun. Tapi, percayalah. Bapak dan Ibumu bicara dengan kamu sangat banyak sekali. Kamulah penghibur kami setiap saat.walaupun hanya dengan mendengar gelak tawamu.

Saat kamu masuk SD, bapak masih ingat kamu selalu bercerita dengan Bapak ketika membonceng motor tentang apapun yang kamu lihat di kiri kananmu dalam perjalanan.

Ayah mana yang tidak gembira melihat anaknya telah mengetahui banyak hal di luar rumahnya.

Bapak jadi makin bersemangat bekerja keras mencari uang untuk biaya kamu ke sekolah. Sebab kamu lucu sekali. Menyenangkan. Bapak sangat mengiginkan kamu menjadi anak yang pandai dan taat beribadah.

Masih ingat jugakah kamu, saat pertama kali kamu punya HP? Diam2 waktu itu Bapak menabung karena kasihan melihatmu belum punya HP sementara kawan2mu sudah memiliki.

Ketika kamu masuk SMP kamu sudah mulai punya banyak kawan-kawan baru. Ketika p**ang dari sekolah kamu langsung masuk kamar. Mungkin kamu lelah setelah mengayuh sepeda, begitu pikir Bapak. Kamu keluar kamar hanya pada waktu makan saja setelah itu masuk lagi, dan keluarnya lagi ketika akan pergi bersama kawan-kawanmu.

Kamu sudah mulai jarang bercerita dengan Bapak. Tahu2 kamu sudah mulai melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi lagi. Kamu mencari kami saat perlu2 saja serta membiarkan kami saat kamu tidak perlu.

Ketika mulai kuliah di luar kotapun sikap kamu sama saja dengan sebelumnya. Jarang menghubungi kami kecuali disaat mendapatkan kesulitan. Sewaktu p**ang liburanpun kamu sibuk dengan HP kamu, dengan laptop kamu, dengan internet kamu, dengan dunia kamu.

Bapak bertanya-tanya sendiri dalam hati. Adakah kawan2mu itu lebih penting dari Bapak dan Ibumu? Adakah Bapak dan Ibumu ini cuma diperlukan saat nanti kamu mau nikah saja sebagai pemberi restu? Adakah kami ibarat tabungan kamu saja?

Kamu semakin jarang berbicara dengan Bapak lagi. Kalau pun bicara, dengan jari-jemari saja lewat sms. Berjumpa tapi tak berkata-kata. Berbicara tapi seperti tak bersuara. Bertegur cuma waktu hari raya. Tanya sepatah kata, dijawab sepatah kata. Ditegur, kamu buang muka. Dimarahi, malah menjadi-jadi.

Malam ini, Bapak sebenarnya rindu sekali pada kamu.

Bukan mau marah atau mengungkit-ungkit masa lalu. Cuma Bapak sudah merasa terlalu tua. Usia Bapak sudah diatas 60 an. Kekuatan Bapak tidak sekuat dulu lagi.

Bapak tidak minta banyak…

Kadang-kadang, Bapak cuma mau kamu berada di sisi bapak. Berbicara tentang hidup kamu. Meluapkan apa saja yang terpendam dalam hati kamu. Menangis pada Bapak. Mengadu pada Bapak.Bercerita pada Bapak seperti saat kamu kecil dulu.

Andaipun kamu sudah tidak punya waktu samasekali berbicara dengan Bapak, jangan sampai kamu tidak punya waktu berbicara dengan Alloh.
Jangan letakkan cintamu pada seseorang didalam hati melebihi cintamu kepada Alloh.
Mungkin kamu mengabaikan Bapak, namun jangan kamu sekali2 mengabaikan Allah.

Maafkan Bapak atas segalanya. Maafkan Bapak atas curhat Bapak ini. Jagalah solat. Jagalah hati. Jagalah iman. ”

Pemuda itu meneteskan air mata, terisak. Dalam hati terasa perih tidak terkira...................
Bagaimana tidak ?
Sebab tulisan ayahandanya itu dibaca setelah 3 bulan beliau pergi untuk selama-lamanya

20/05/2014

282 Siswa SLTA Sumbar tak Lulus
Selasa, 20-05-2014 | 10:36 WIB | 4533 klik
282 Siswa SLTA Sumbar tak Lulus

(UN) 2014 tingkat SMA dan sederajat

Padang, Padek—Hari ini (20/5), momen paling ditunggu-tunggu bagi peserta ujian nasional (UN) 2014 tingkat SMA dan sederajat, termasuk di Sumbar. Ya, hari inilah kelulusan UN tingkat SMA/sederajat diumumkan.

Berdasarkan data yang dihimpun Padang Ekspres dari Dinas Pendidikan Sumbar, tercatat sebanyak 282 dari 70.519 peserta ujian gagal. Artinya, persentase kelulusan UN tingkat SMA/sederajat tahun ini 99,60 persen.

Siswa SMA 10 Padang Rido Revalino tercatat sebagai siswa peraih nilai akhir (NA) jurusan IPA terbaik tahun ini, yakni 56,50. Sedangkan peringkat terbaik kedua jurusan IPA diraih Maulana Asyraf Gituri dari SMA 1 Padang (56,30), dan peringkat ketiga M Alkahfi dari SMA 1 Padangpanjang (55,60).

Untuk jurusan IPS, peringkat pertama diraih oleh Ihsan Smartdyanda dari SMA 1 Payakumbuh dengan NA 54,30. Peringkat kedua Dimas Mahendra dari SMA 1 Padang (53,70), dan H Surya Darma Lubis dari SMA 3 Painan (53,60) di peringkat ketiga.

Khusus Jurusan Bahasa, peraih NA tertinggi yaitu M Fajar dari SMA 3 Payakumbuh dengan nilai 48,90. Lalu, Ihsan Muhammad Zikra dari SMA 3 Payakumbuh dengan nilai 48,10.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Syamsurizal kepada Padang Ekspres di kantornya, Senin (19/5) mengatakan bahwa secara umum tingkat kelulusan SMA/sederajat Sumbar tahun ini cukup menggembirakan.

Syamsurizal didampingi Ketua Panitia UN Sumbar Bustavidia berharap lebih banyak lulusan SMA/sederajat ini diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternama di Indonesia. Tahun lalu, persentase siswa tamatan SMA yang diterima di PT mencapai 37 persen.

Ketua Panitia UN Sumbar Bustavidia menambahkan bahwa NA merupakan gabungan antara nilai UN sebesar 60 persen dan Nilai Sekolah (NS) 40 persen. Untuk jurusan IPA, tertinggi diraih Padang dengan total nilai 45,54. Peringkat II Bukittinggi (45,10), dan Payakumbuh (45,06).

Untuk jurusan IPS, tambahnya, NA tertinggi diraih Bukittinggi dengan total 49,91. Di posisi kedua Pesisir Selatan (42,35) dan Padang (42,00). Jurusan Bahasa, tertinggi Payakumbuh (42,01), Limapuluh Kota (39,33), Padang (37,72), dan Dharmasraya (35,31).

Untuk jurusan Agama, menurut Bustavidia, NA tertinggi Kota Padangpanjang dengan total 43,62, posisi kedua Kabupaten Agam (43,30) dan ketiga Kota Padang (43,09).

"Untuk tingkat kelulusan tingkat SMA, 10 kabupaten dan kota kelulusan siswanya mencapai 100 persen, di antaranya Padang dan Bukittinggi," terang Bustavidia.

Sedangkan kabupaten dan kota yang tingkat kelulusan siswanya di bawah 100 persen untuk jurusan IPA, yaitu Kota Padangpanjang dan Pariaman. Lalu, Kabupaten Solok, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Kep**auan Mentawai, Pasaman, Solok Selatan, dan Dharmasraya. "Untuk Jurusan IPA ini, sebanyak 28 dari 21.868 siswa tidak lulus," bebernya.

Jurusan IPS, lanjut Bustavidia, ada tiga kabupaten/kota yang siswanya lulus 100 persen, yaitu Kota Sawahlunto, Kota Payakumbuh dan Kota Pariaman. Sedangkan jumlah siswa jurusan IPS yang tidak lulus di Sumbar tahun ini, sebanyak 195 siswa dari 26.014 peserta.

Khusus jurusan Bahasa, hanya satu siswa yang tidak lulus dari 173 peserta. Sedangkan jurusan Agama, dari 1.831 siswa, tidak lulus empat orang siswa.

SMA 1 Padang Terbaik

Soal sekolah dengan nilai akhir (NA) terbaik, menurut Bustavidia, diraih SMA 1 Padang dengan 50,28. Disusul, SMA 4 Padang (49,27), SMA Agam Cendekia (49,24), SMA 3 Padang (49,13), SMA 10 Padang (49,12).

Untuk SMK, kabupaten dan kota yang memperoleh NA tertinggi adalah Padang dengan 28,89. Disusul Bukittinggi (28,26) dan Kota Padangpanjang (27,67). Di mana, sekolah terbaik diraih SMAK Padang (31,10), disusul SMK Citra Utama Padang (31,01) dan SMK 3 Padang (30,84). Bukittinggi dan Padangpariaman seluruh siswa SMK-nya lulus 100 persen.

"Jumlah siswa tidak lulus di SMK adalah 54 dari 20.633 siswa peserta UN. Siswa SMK terbanyak tidak lulus berasal dari Pesisir Selatan, sebanyak 21 siswa dari 1.575 peserta," terang Bustavidia.

Umumkan Sore Hari

Syamsurizal juga mengimbau dinas pendidikan kabupaten dan kota di Sumbar untuk mengumumkan hasil UN SMA/MA/SMK sederajat pada sore hari. Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi aksi coret-coretan baju oleh siswa yang dinyatakan lulus UN."Kalau diumumkan sore hari, maka kesempatan anak-anak menggelar aksi coret baju bisa diminimalisir. Begitu p**a aksi konvoi, juga bisa dikurangi. Kalau bisa diumumkan pukul 18.00 sore WIB," kata Syamsurizal.

Secara khusus Syamsurizal juga mengimbau pihak sekolah agar mengingatkan siswanya tidak melakukan aksi coret-coret baju saat merayakan kelulusan UN. Alangkah baiknya baju yang tidak terpakai itu dikumpulkan dandisumbangkan ke adik-adik kelas atau kepada pihak yang lebih membutuhkan.

"Kami berharap, para siswa bisa merayakan kelulusan dengan saling berbagi dengan sesama," imbaunya.

Sebelumnya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan bahwa keberhasilan pendidikan suatu daerah tidak saja ditentukan peringkat UN atau jumlah siswa lulus UN.

Namun lebih pada berapa banyak siswa dari daerah itu masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) terkemuka. "Percuma saja kita meraih peringkat UN tertinggi di Sumbar, jika siswa kita banyak tidak diterima di PTN. Alangkah sempurnanya, jika lulus UN diikuti lulus di PTN favorit," kata Irwan.

Serentak Pukul 17.00

Untuk Kota Padang, pengumuman akan dilakukan serentak pukul 17.00 WIB, hari ini. "Kita sudah menerima hasil UN dari Dinas Provinsi sore tadi (kemarin, red). Tapi belum bisa umumkan, karena akan dibawa dalam rapat sekolah. Pengumuman akan dimulai pukul 17.00 WIB," ujar Kabid Pendidikan Menengah, Syofrizal, kemarin.

Kadis Pendidikan Pasaman, Khairil Anwar mengimbau pihak sekolah mengingatkan siswanya agar tidak aksi coret-coret baju saat merayakan kelulusan UN.

Ketidaklulusan Naik Drastis

Secara nasional, pengumuman kelulusan UN 2014 jenjang SMA/sederajat kali ini, diwarnai meningkatnya secara drastis ketidaklulusan siswa.

Di antara provinsi yang mencatatakan peningkatan jumlah ketidaklulusan cukup signifikan adalah di provinsi Jawa Timur (Jatim).

Peningkatan angka ketidaklulusan lainnya juga terjadi di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta serta Kalimantan Barat. Secara keseluruhan jumlah siswa SMA/MA yang tidak lulus UN tahun ini ada 7.811 anak (tahun lalu 8.250 anak) dan siswa SMK yang tidak lulus ada 1.159 anak (tahun lalu 601 anak).

Mendikbud Mohammad Nuh mengakui adanya penurunan persentase kelulusan dalam UN 2014 ini. "Tidak apa-apa. Kalau semuanya dipastikan lulus, tidak perlu ada ujian," kata menteri asal Surabaya itu.

Pada UN 2014 tingkat kelulusan SMA/MA adalah 99,52 persen, turun dibandingkan UN 2013 sebesar 99,53 persen. Meski selisihnya hanya 0,01 persen, tetapi jumlahnya besar karena peserta UN secara keseluruhan mencapai 1,6 juta anak.

Sedangkan tingkat kelulusan kelompok SMK, tahun ini tercatat 99,90 persen, turun dari tahun lalu yang tercatat 99,94 persen (selisih 0,04 persen). Jika persentase ketidaklulusan kelompok SMK ini diangkakan, kondisinya sangat mencolok. Yakni tahun ini yang tidak lulus 1.159 anak, sedangkan tahun lalu hanya 601 anak. (zil/eri/eko/jpnn)

Address

STKIP PGRI Sumbar Padang
Padang
25000

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Generasi 09 English Department STKIP PGRI Padang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to Generasi 09 English Department STKIP PGRI Padang:

Share