Page Eska

Page Eska Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Page Eska, College & University, Jalan Pasir Kandang 46-48, Padang.

Shofwan Karim born Dec 12, 1952 Shofwan Bin Abdul Karim Shofwan Bin Abdul Karim Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau Shofwan Karim Majelis Pustaka Informasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah SumbarShofwan Karim III Harian Umum Singgalang

17/03/2026
03/02/2026

RM Padang Uda Gindo

28/01/2026

Family Lovers Aljabar Bandung 28/2/26.

28/01/2026

15/01/2026

ImEsKaFam’s

Berapa banyak peluang yang sebenarnya lewat di depan mata, tapi gagal kita ambil karena tidak tahu cara membangun koneks...
28/12/2025

Berapa banyak peluang yang sebenarnya lewat di depan mata, tapi gagal kita ambil karena tidak tahu cara membangun koneksi yang tepat?

Di dunia yang kian tanpa batas, international networking bukan lagi nilai tambah atau pilihan, melainkan kebutuhan.

Di kelas online International Networking oleh Basnur Academy, Anda akan belajar langsung dari Duta Besar Dr. (H.C.) Al Busyra Basnur, mantan diplomat dengan pengalaman hampir 40 tahun membangun hubungan lintas negara.

Apa bedanya kelas ini dengan kelas networking lainnya?
Di kelas ini, Anda akan membahas studi kasus nyata langsung bersama Duta Besar, sekaligus mendapat kesempatan untuk berkomunikasi dan berdiskusi langsung tentang strategi networking global dalam praktik sebenarnya. Bukan hanya teori, Anda akan mempelajari cara berpikir, bersikap, dan membangun koneksi internasional yang profesional, strategis, dan berkelanjutan berdasarkan realita dan pengalaman seorang Duta Besar.

Kalau Anda merasa:
– Sudah punya potensi, tapi belum punya akses
– Ingin Go Global, tapi bingung mulai dari mana
– Ingin membangun relasi yang berdampak, bukan sekadar kenalan
maka kelas ini dibuat untuk Anda.

Kelas ini relevan untuk anak muda, profesional muda, pengusaha, mahasiswa, hingga akademisi dan pejabat yang ingin melangkah maju dan sukses.

🎓 Daftar sekarang dan mulai bangun jaringan globalmu bersama Basnur Academy.
📌 Info pendaftaran:

Berapa banyak peluang yang sebenarnya lewat di depan mata, tapi gagal kita ambil karena tidak tahu cara membangun koneksi yang tepat? Di dunia yang kian tanpa ...

Prof. Dr. Edi Safri: Mumpuni, Lurus, Tegas dan EmpatiKeteladanan (uswah) dari Pak Edi merasuk ke dalam jiwa saya. Hubung...
26/12/2025

Prof. Dr. Edi Safri: Mumpuni, Lurus, Tegas dan Empati
Keteladanan (uswah) dari Pak Edi merasuk ke dalam jiwa saya. Hubungan pergaulan yang akrab. Tak pernah ada kata yang merendahkan, apalagi yang membuat hati tersinggung.

View Archive →

Oleh Shofwan Karim

Introduksi

Persentuhan relasi-pergaulan saya dengan Prof. Dr. H. Edi Safri, selanjutnya saya menyebutnya Pak Edi, menjadi ingatan abadi.Persentuhan itu terjadi di kala beliau menjadi senior saya di Pascarjana IAIN-UIN Jakarta.

Berlanjut setelah sama-sama mengabdi sebagai Dosen FakultasUshuluddin dan Kolej Islam Muhammadiyah/KIM atauMuhammadiyah Islamic College/MICSingapura. Istimewa ketika Pak Edi Ketua Jurusan Tafsir- Hadist, Pembantu dan Wakil Direktur Pascasarjana dan Wakil Rektor IV. Lebih-lebih lagi ketika beliau menjadi Dekan Fak Ushuluddin. Lalu semakin bergelintin di masa kami menjadi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar. Begitu p**a di MUI Sumbar. Kami selalu bersama. Beliau di eksekutif dan saya selalu bersamayang lain di MUI sejak tahun 2000 sampai sekarang di MajelisPertimbangan.

Dari batang usia biologis Pak Edi (1955) lebih muda dari saya(1952). Akan tetapi di pohon ilmu dan akademik Pak Edi lebihmumpuni. Oleh karena itu ketika Ibu Dr.Sri Chalida shareundangan menulis di buku peringatan usia 70 tahun Pak Edi,saya merasa terhormat untuk ikut berkontribusi. Meski beberapasaat setelah itu saya agak kaget membaca petunjuk penulisan. Sepertinya harus ada metodologi dan kerangka teori bakupenulisan buku yang diminta.

Oleh karena itu kalau tulisan ini tidak sesuai dengan kerangkapenulisan dimaksud, saya menyerahkan kepada editor untuk di edit atau ditolak. Dan tulisan ini akan saya tayang di puluhansitus pribadi dan web-page dan blog yang saya asuh sebagaihobby sejak adanya blog dan page berbayar dan gratis di awalmilenium ke-3 ini.

Di dalam halaman situs yang berbayar dan peremium juga adapetrunjuk penulisan. Akan tetapi selalu ada kata, “isi luartanggung jawab redaksi”. Selebihnya blog, web-page, situsaplikasi gratis itu tak ada metodologi dan kerangka teori alias “s**a-s**a saja”. Namun konsisten menggunakan akal sehatbukan akal imitasi.

Wacana atau diskursus berikut, Saya mulai dari pengalamansewaktu kuliah di Pascasarajana, kemudian persentuhan dunia akademik, dinamika relasi humanis kami dalam relasi individudan komunal dengan Pak Edi. Ujungnya ditutup dengandinamika inter-relasi aktif di Persyarikatan Muhammadiyah dan akhirnya apa yang saya petik dari semua pengalaman relasi yang dinamis dan konsif dengan Pak Edi.

Tutorial Ulumul Hadist

Pak Edi lebih duluan masuk Pascasarjana IAIN Jakarta ( 1984) dan saya 5 tahun setelah itu (1989). Akan tetapi Ketika beliauwisuda S.3 atas kelulusan Doktornya 1991, kami bersamaanwisuda (1992) tetapi saya dan Nasrun Haroen wisuda S.2 atas kelulusan kami 1991. Tentu saja untuk S.3 Pak Edi tepat waktuselesainya. Dan saya baru selesai kuliah Dokrtoral ini pada tahun 2008. Itupun setelah peringatan ke-3 oleh DirekturPascasarjana Prof. Dr. Azyumardi Azra.

Waktu kuliah S2 saya sering minta tolong Pak Edi memperdalam ulumul hadist. Beliau pada waktu itu sudah fokuske bidang studi ini. Terutama di dalam “takhrij hadist” sayasangat terbantu dengan bimbingan Pak Edi. Di masa itu dunia digital belum seperti sekarang yang serba canggih bahkanditambah dengan artificial inteligen (AI). Kala itu serba manualdan bahkan masih menggunakan mesin tik tradisional. Saya pribadi baru punya laptop tahun 2001.

Ingatan Saya melayang ke komplek IAIN-UIN Ciputat. Pada waktu kuliah S.2 mahasiswa belum dapat kamar di Asrama,Gedung dua lantai itu. Pak Edi karena sudah S.3 sudahmenempati Asrama dan baru belakangan saya pindah daritempat kos ke Asrama setelah Pak Edi p**ang menggondolDoktor. Namun semasa beliau di Asrama saya sering ikut shalatberjamaah di ruangan tengah Asrama dan Pak Edi yang paling sering menjadi Imam. Yang lain kalau ada Pak Edi, sepertinyalebih s**a menjadi ma’mum.

Pada hari-hari tertentu cukup ramai karena mereka yang kos di luar kampus dan mereka yang berulang datang kuliah dari luarCiputat, sekitar Jabodetabek dan kota lain seperti Bandung, Cirebon, Bogor dan lainnya, cukup banyak singgah dan berjamaah di situ.

Kembali ke Takhrij Hadist. Takhrij Hadis adalah bagian darimemahami sunnah, dalam kerangka ulumul hadis (ilmu hadist) yang merupakan proses menelusuri asal-usul dan sumber aslisuatu hadis, mencari hadis tersebut dalam kitab-kitab induknya, serta meneliti dan menyatakan kualitas sanad (rantaiperiwayatan) dan matan (teks) hadist untuk membuktikankeaslian dan tingkat keabsahannya.

Tujuannya adalah menemukan sumber asli Hadist; menemukanHadist pada kitab- kitab Hadist yang paling awal, sehingga dapatmengetahui sanad dan matan lengkapnya secara utuh; menentukan kualitas Hadist; menilai kualitas Hadist (apakahditerima/maqbul atau ditolak/mardud) dengan meneliti sanaddan matannya; meningkatkan pemahaman tentang keaslian dan kepercayaan terhadap suatu Hadist; menjaga kesahihan dan keaslian Hadist; mencegah kesalahan penukilan dan; meningkatkan kepercayaan umat terhadap Hadist sebagaisumber hukum.

Selanjutnya memperjelas makna Hadist. Melalui takhrij, seseorang dapat memastikan kebenaran sebuah Hadist, terutamajika maknanya terdengar asing atau menyimpang. Dan tentuberbagai hal yang bertalian dengan itu beserta metodanya. Selanjutnya banyak lagi kaitan pendalaman ulumul hadist yang dapat ditelusuri dari sumber dipercaya, valid dan absah.

Bagi saya pribadi hanya dulu mengenal ilmu musthalah hadist. Di Madrasah kami diajarkan oleh Buya Mawardi Muhammad di Padangpanjang. Perbedaan utamanya adalah Ilmu MusthalahHadis adalah ilmu tentang kaidah-kaidah dasar untuk menilaikualitas hadis dan perawinya, sedangkan Takhrij Hadis adalahpraktik atau aktivitas menelusuri dan menunjukkan sumber aslihadis, serta Ilmu Takhrij adalah metode yang digunakan dalampraktik tersebut. Singkatnya, musthalah adalah ilmunya, takhrijadalah metodenya dan aktivitasnya.

Tidak cukup rasanya mempelajari dan praktek takhrij hadist di seminar kelas Pascasarjana dengan Guru Besar PembimbingProf. Dr. Quraish Shihab. Maka Pak Edi bagi saya adalahtutorial dari kelas itu yang tidak bisa saya lupakan. Belakangantentang takhrij hadist ini ada karya Pak Edi. Begitu p**a jurnalyang ditulis sebagai author dan co-author.

Relasi Individu dan Komunal

Secara perorangan setelah beliau selesai dan wisuda Doktor di Pascasarjana hubungan kami tetap akrab. Bila menelepon, beliaujawab dan kadang bila waktu tak ada, belakangan disusulkan. Tidak semua teman saya yang seperti itu.

Menurut beberapa sumber berasarkan algoritma yang dirangkaiartifisial inteligen (AI) Filsafat komunikasi dalam hubunganpribadi berpusat pada komunikasi antarpribadi. Hal inimemungkinkan individu untuk membangun pemahaman, kepercayaan, dan keakraban dengan orang lain melaluipertukaran pesan, informasi, ide, dan perasaan.

Hal itu melibatkan proses dinamis di mana setiap individu tidakhanya menyampaikan pesan tetapi juga memahami pesan dan konteks sosial, sehingga membentuk makna bersama, mengembangkan empati, dan memperkuat hubungan yang sehatdan positif.

Pak Edi, di dalam hal komunikasi pribadi ini amatlah hati-hati. Beliau mungkin mengamalkan Hadist yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim,”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau lebih baik diam”.

Hadis ini menekankan pentingnya menjaga lisan dan memperingatkan umat untuk hanya berbicara jika kata itumengandung kebaikan. Jika tidak mampu berkata baik atau tidakyakin, maka lebih baik diam untuk mencegah dosa dan menjagahubungan baik dengan sesama. bicaralah yang baik atau diam saja. Pribahasa Melayu mengatakan,” diam itu emas dan bicaraitu perak”.

Ini bukan berarti Pak Edi pendiam dan tidak mau berbagipemikiran dan opini. Kesan saya, Pak Edi tak pelit dalam hal ini. Akan tetapi beliau hati-hati. Terutama ketika dalam relasikomunal. Pak Edi bicara apa adanya. Bahkan bagi kalangantertentu terdengar agak kaku. Namun pada relasi pribadi dan kalanghan terbatas, beliau ada juga “garah”-nya. Tentu tetapdengan narasi yang tegas dan jitu menandingi argumen yang lain.

Ketika Pak Edi menjabat Dekan, kadang saya agak terkesimapada testmoni dan komen beliau. Namun saya lihat beliau Ikhlas dan sangat jujur dengan fakta yang benar dan mana yang diselimuti.

Selanjutnya relasi komunal yang saya maksud adalah adalahjenis hubungan sosial yang ditandai dengan kepedulian, ketulusan terhadap kesejahteraan orang lain, di mana manfaatdan bantuan yang diberikan tanpa mengharapkanketidakseimbangan secara langsung, melainkan berdasarkankebutuhan dan keinginan untuk berempati bukan sekedarsimpati.

Saya setuju dengan sumber literasi yang layak dipercaya berikut. Perbedaan utama simpati dan empati adalah pada tingkatketerlibatan emosional. Simpati adalah perasaan belas kasih ataubelas kasihan terhadap seseorang. Sementara empati adalahkemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain seolah-olah Anda berada di posisi mereka. Hubungan ini seringditemukan dalam keluarga, persahabatan dekat, atau antaratetangga yang saling mengenal dengan baik. Semuanya itu tentuberlawanan dengan pertukaran rasa dan relasi yang berlatarbelakang “pamrih”, dan lebih dari itu terjauh dari aura transaksional.

Simpati lebih merupakan respon emosional eksternal, sedangkanempati adalah respon emosional internal yang lebih mendalamdan melibatkan pemahaman penuh serta merasakan apa yang dialami orang lain.

Di dalam daftar kepedulian social Pak Edi termasuk konrtibutiorpapan atas dan itu mungkin simpati beliau. Lebih dari itu, Pak Edi tokoh yang berempati. Saya selalu melihat Pak Edi hadir di dalam suasana gembira dan sebaliknya suasan duka yang terjadidi kalangan karip-kerabat dan handai tolan. Apalagi tentuterhadap orang yang bertalian darah dan sekampung dengannya.

Datuak Nan Sati dan Muhammadiyah

Pak Edi, kalau saya tak salah ingat adalah penghulu kaumnyaSuku Tanjung bergelar Datuak Panduko Sati. Dulu kami memangilnya Datuak kalau lagi berhadapan. Akan tetapi setelahjabatan Guru Besar Professor menjadi terkenal sejak “booming”sepuluh tahun terakhir, sebutan itu menjadi umum dan melekat kepada Pak Edi.

Beliau sejak SD sekolah di Muhammadiyah. Lalu di luar biodata resmi yang ada di buku dan internet, Pak Edi pernah menjadiWakil Dekan Fakultas Syari’ah UMSB-UM Sumbar di kala Dekan itu dijabat oleh Prof. Dr. M. Sanusi Latif. Kemudian Pak Edi Menggantikan Pak Sanusi Latief (1992-1996).

Beberapa kali Pak Edi duduk di Majelis Tarjih dan Tajdid(MTT) kemudian menjadi Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Miuhammadiyah Sumbar 2015-2022 membidangi MTT. Terus sampai sekarang menjadi Dosen Pascasarjana Muhammadiyah.

Perlu menjadi catatan p**a tentang Muhammadiyah Islamic College (MIC) atau Kolej Islam Muhammadiyah (KIM) Singapura. Kolej ini merupakan subsidi penuh dariMuhammadiyah Singapura yang lahir 1957.

Pak Edi menjadi Dosen Tamu KIM Singapura 2003-2012. Sa yaikut menjadi Dosen Tamu di KIM sejak mulai berdiri 2001 sampai-2012, bersama banyak yang lain dari IAIN Imam Bonjol Padang. KIM itu berdiri atas inisiatif Muhammadiyah Singapura, waktu itu Ketuanya adalah Syed H Hussein dan Wakil Ketua PWM Sumbar (2000-2005) Kemudian Ketua 2005-20010 Drs. H. RB Khatib Pahlawan Kayo.

Sebagai ulama dan pakar sunnah-ulumul hadist, Pak Edi berdiridi deretan garda terdepan Muhammadiyah dalam ketarjihan dan ketajdidan. Beliau secara inklusif dan partnership memimpinsatu halaqah produktif pemikiran Islam bersama Dr. H. Zulkarnaini ketua MTT PWM Sumbar 2015-2022, Dr. Firdaus, MHI, Dr. Bakhtiar, M.Ag (Ketua PWM Sumbar 2022-2027) dan lainnya. Mereka bertumpu sekuat ilmu dan kepakaran menajadan menjaja hal-hal yang berkaitan dengan fikih, hukum dan pemikiran Islam yang dinamis.

Beberapa masalah aktual-kontemporer mereka kaji, bermuzakarah dan putuskan kadang-kadang bertentangandengan apa yang disimpulkan di MTT Pimpinan Pusat. Misalnya soal penentuan kalender awal Ramadhan Idul Fitri dan Idul Adha berbasis Hisab Hakiki. Soal karangan bunga untukucapan duka pada kewafatan seseorang dan lain sebagainya.

Bayani, Burhani dan Irfani

Ada kredo berfikir yang sampai sekarang hidup di Muhammadiyah. Mereka menyebut Manhaj MTT yang berbasispemikiran Islam tentang epistemologi bayani, burhani, dan irfani. Trilogi dalam kesatuan itu sudah lama ada dan berasaldari para ulama, filsuf, dan sufi di masa lalu. Meskipun istilahini dipopulerkan dan dikembangkan oleh intelektualkontemporer seperti Muhammad Abid al-Jabiri dalam karya-karyanya, yang mengkritisi dan merekonstruksi nalar Arab.

Muhammad Abid al-Jabiri (1935-2010) mengkritik nalar Arab yang stagnan melalui karya-karyanya, terutama trilogi “Kritik Nalar Arab”, yang mengidentifikasi tiga epistemologitradisional: Bayani (teks suci), Irfani (pengalaman spiritual), dan Burhani (logika Aristoteles), serta menawarkan rekonstruksinalar Arab dengan pendekatan Burhani untuk meraih kemajuanperadaban Islam. Ia berpendapat bahwa tradisi (turats) Arab telah kehilangan pijakannya dari realitas karena terlalubersandar pada model masa lalu, sehingga perlu direkonstruksidengan prinsip-prinsip logika yang kuat.

Konsep-konsep dasar bayani (berbasis teks), burhani (berbasisakal/logika), dan irfani (berbasis pengalaman spiritual/intuisi) sebenarnya sudah ada dalam tradisi pemikiran Islam sejak lama, digunakan oleh para ulama, ahli fiqh, dan sufi. Akan tetapidengan kritik Nalar Arab al-Jabiri itu trilogi ini semakin pop**ar.

Intelektual asal Maroko ini mempopulerkan dan mengembangkan ketiga pendekatan epistemologi ini dalamkaryanya yang berpengaruh, seperti Takwin al-Aql al-Arabi dan Bunyah al-Aql al-Arabi, untuk menganalisis dan mengkritisistruktur nalar Arab.

Muhammadiyah sejak Muktamar 2000 mengambil trilogiepistemoligi ini sebagai manhaj tarjih dan takjdid. Pada bukuPHIWM (Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah) Tahun2000 hal itu menjadi pijakan awal. Setelah itu baru diuraikansecara lebih lengkap apa saja epistemologi trilogi bayani, burhani dan irfani itu dengan ayat Quran dan sunnah shahihah. Pada pokoknya ketiga trilogi epistemologi itu diaplikasikan secara sirkuler secara bersamaan bukan alternatif satu persatu.

Uswah dari Edi Safri

Keteladanan (uswah) dari Pak Edi merasuk ke dalam jiwa saya. Hubungan pergaulan yang akrab. Tak pernah ada kata yang merendahkan, apalagi yang membuat hati tersinggung. Bergauldengan orang baik seperti Pak Edi merasa batin sejuk.

Sebagai tokoh yang selalu memperhatikan dalam relasiindividual dan komunal, Pak Edi bukan membatasi diri kepadasimpati tetapi lebih dalam berempati kepada sesama tanpamembedakan satu dengan yang lain.

Hal itu terasa kepada saya sewaktu di kuliah di Pascasarjana. Lebih-labih lagi setelah kami sama mengabdi kembali di Kampus IAIN-UIN Imam Bonjol, di MUI dan di Muhammadiyah dalam berbagai interaksi dan relasi.

Pak Edi adalah pendidik yang ikhlas dalam memberikanilmunya dan membimbing orang yang ingin menggali dan belajar dari khazanah ilmu dan kemampuan akademiknya. Tidak kelihatan aura tinggi hati apalagi memandang orang lain beradadi bawahnya.

Pak Edi akademisi yang konsisten di bidangnya dan sangat mumpuni. Tidak banyak pakar dan ulama di bidang Sunnah dan Ulum al-Hadist yang ada di Ranah Minangkabau dewasa ini. Kita berharap meski sudah Professor Emiritus, Pak Edi selalumembimbing dan mencurahkan ilmu kepada generasi berikutbaik secara formal maupun imformal. Sekarang banyakProfessor dan Doktor yang selalu mengabdi di bidang ilmunyadi berbagai Perguruan Tinggi, Universitas Pascaarjana dan Lembaga lain, meski sudah pensiun sebagai ASN. Semoga Pak Edi sehat selalu. Aaamkiin ya Rabbal alamin.

Dari Buku yang baru terbit dan web

https://muhammadiyahsumbar.wordpress.com/2025/12/14/prof-dr-edi-safri-mumpuni-lurus-tegas-dan-empati/

Keteladanan (uswah) dari Pak Edi merasuk ke dalam jiwa saya. Hubungan pergaulan yang akrab. Tak pernah ada kata yang merendahkan, apalagi yang membuat hati tersinggung.

Masa lalu yang panjang  1982 August . CWY-PPIK POC Lake Diefenbaker.
21/12/2025

Masa lalu yang panjang 1982 August . CWY-PPIK POC Lake Diefenbaker.

Perth WA November 48yr Marriage Anniversary.
13/12/2025

Perth WA November 48yr Marriage Anniversary.

Address

Jalan Pasir Kandang 46-48
Padang
25000

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Page Eska posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share