Kelas Alfiyah Ibnu Malik

Kelas Alfiyah Ibnu Malik Berusaha untuk menyebarkan kebaikan melalui bahasa Arab,

karena bahasa Arab adalah bahasa Al Qur'a

Silahkan di share seluas-luasnya
01/01/2024

Silahkan di share seluas-luasnya

InsyaAllah akan dibuka grup wa bahasa Arab kelas *ALFIYAH IBNU MALIK* berbayar,Hanya 150 bait ( bait 151 sampai selesai ...
01/01/2021

InsyaAllah akan dibuka grup wa bahasa Arab kelas *ALFIYAH IBNU MALIK* berbayar,

Hanya 150 bait ( bait 151 sampai selesai insyaAllah dicicil pada pertemuan berikutnya )

Khusus Ikhwah ( laki-laki )

Biaya pendaftaran : sesuai kemampuan, tidak ada batasan tertentu,

( biaya pendaftaran akan digunakan untuk pembangunan rumah guru tahfidz, asrama santri, pembebasan perluasan lahan pondok, operasional pondok pesantren AT-TAUHID MAMUJU UTARA )

GRATIS bagi yang tidak mampu membayar biaya pendaftaran,

Angkatan ke 8

Alhamdulillah program SAHLAH telah diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, mulai dari Sumatra sampai Papua, bahkan dari luar negeri.

- Kuota 500 peserta

- Waktu belajar sepekan 2 kali,

- Hari Senin dan Kamis

- Materi dikirim setelah shalat ashar waktu Mamuju Sulawesi Barat

- Latihan setiap 3 kali pertemuan,

- Ujian 1 kali selama belajar,

- InsyaAllah dibuatkan sertifikat bagi yang mendapatkan nilai mumtaz, sertifikat dikirim berupa file dan di print sendiri.

- Mulai belajar InsyaAllah Senin 11 Januari 2021

Pendaftaran :

https://api.whatsapp.com/send?phone=6281281966407&text=Kelas_Alfiyah

Cara daftar :

Nama :
Alamat :
Usia :
Pekerjaan :
Kitab Nahwu yang sudah selesai dipelajari :
Kitab Sharaf yang sudah selesai di pelajari :

Contoh :

Nama : Abdullah
Alamat : Jakarta
Usia : 30 Tahun
Pekerjaan : Dokter
Kitab nahwu : ajurumiyyah
Kitab Sharaf : amtsilatut-tashrifiyyah

Pendaftaran ditutup apabila kuota terpenuhi,

Syarat : sudah lancar baca kitab gundul,

Program kami :

1. Kelas ajurumiyyah ( sudah angkatan 15 )

2. Kelas Tuhfatus-saniyyah ( sudah angkatan 5 )

3. Kelas Mutammimmah ( pertemuan ke 56 )

4. Kelas qatrun nada ( pertemuan ke 10 )

5. Kelas Alfiyah Ibnu Malik ( selesai 150 bait )

Pengajar : Zaini at-tubani al-jawi

- Pendiri Sekolah Bahasa Arab Metode SAHLAH (cara mudah belajar bahasa Arab)

- Pendiri SDIT IMAM BUKHARI KAROSSA MAMUJU TENGAH SULAWESI BARAT,

- Pendiri SDIT AL-HANIFIYYAH MAMUJU UTARA SULAWESI BARAT,

- Mudir PON-PES AT-TAUHID MAMUJU UTARA SULAWESI BARAT

Silahkan di share seluas-luasnya

Semoga bermanfaat.

21/10/2020

InsyaAllah akan dibuka grup wa bahasa Arab kelas *ALFIYAH IBNU MALIK* berbayar,

Hanya 150 bait ( bait 151 sampai selesai insyaAllah dicicil pada pertemuan berikutnya insyaAllah )

Khusus Ikhwah ( laki-laki )

Biaya pendaftaran : sesuai kemampuan, tidak ada batasan tertentu,

( biaya pendaftaran akan digunakan untuk pembangunan rumah guru tahfidz, asrama santri, operasional pondok pesantren AT-TAUHID MAMUJU UTARA,

GRATIS bagi yang tidak mampu membayar biaya pendaftaran,

Angkatan ke 7

Alhamdulillah program SAHLAH telah diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, mulai dari Sumatra sampai Papua, bahkan dari luar negeri.

- Kuota 500 peserta

- Waktu belajar setiap hari, target selesai sekitar 1 bulan InsyaAllah,

- Materi dikirim setelah shalat ashar waktu Mamuju Sulawesi Barat

- Latihan setiap 3 kali pertemuan,

- Ujian 1 kali selama belajar,

- InsyaAllah dibuatkan sertifikat bagi yang mendapatkan nilai mumtaz, sertifikat dikirim berupa file dan di print sendiri.

- Mulai belajar InsyaAllah Senin 9 November 2020 target selesai InsyaAllah Rabu 9 Desember 2020

Pendaftaran :

https://api.whatsapp.com/send?phone=6281281966407&text=Kelas_Alfiyah

Cara daftar :

Nama :
Alamat :
Usia :
Pekerjaan :
Kitab Nahwu yang sudah selesai dipelajari :
Kitab Sharaf yang sudah selesai di pelajari :

Contoh :

Nama : Abdullah
Alamat : Jakarta
Usia : 30 Tahun
Pekerjaan : Dokter
Kitab nahwu : ajurumiyyah
Kitab Sharaf : amtsilatut-tashrifiyyah

Pendaftaran ditutup apabila kuota terpenuhi,

Syarat : sudah lancar baca kitab gundul,

Program kami :

1. Kelas ajurumiyyah ( sudah angkatan 10 )

2. Kelas Tuhfatus-saniyyah ( sudah angkatan 3 )

3. Kelas Mutammimmah ( sementara berjalan )

4. Kelas qatrun nada ( pertemuan ke 10 )

5. Kelas Alfiyah Ibnu Malik ( selesai 100 bait )

Pengajar : Zaini at-tubani al-jawi

- Pendiri Sekolah Bahasa Arab Metode SAHLAH (cara mudah belajar bahasa Arab)

- Pendiri SDIT IMAM BUKHARI KAROSSA MAMUJU TENGAH SULAWESI BARAT,

- Pendiri SDIT AL-HANIFIYYAH MAMUJU UTARA SULAWESI BARAT,

- sementara merintis pendirian PON-PES AT-TAUHID MAMUJU UTARA SULAWESI BARAT

Silahkan di share seluas-luasnya

Semoga bermanfaat.

13/06/2020

( Silahkan di share )

Link fanspage FB

Belajar bahasa Arab :

1. Kelas ajurumiyyah

https://www.facebook.com/Kelas-Ajurumiyyah-1317074808424455/

2. Kelas Tuhfatus-saniyyah
https://www.facebook.com/Kelas-Tuhfatus-saniyyah-Syarah-Ajurumiyyah-287862338438081/

3. Kelas mutammimmah ajurumiyyah
https://www.facebook.com/Kelas-Matan-Mutammimah-Al-Ajurumiyyah-251386352308096/

4. Kelas Qatrun Nada
https://www.facebook.com/Kelas-Qatrun-nada-833250473552312/

5. Kelas Alfiyah Ibnu Malik
https://www.facebook.com/Kelas-Alfiyah-Ibnu-Malik-1871360026254385/

Link telegram bahasa Arab :

Kelas Nahwu :

1.Kelas alfiyah Ibnu Malik ( Nahwu dan Sharaf ) :
t.me/alfiyahibnmalik
2. Kelas Qatrun Nada :
t.me/qathr
3. Kelas mutammimmah ajurumiyyah
t.me/mutammimahajurumiyyah
4. Kelas Tuhfatus-saniyyah Syarah ajurumiyyah
: t.me/syarahajurrumiyah
5. Kelas ajurumiyyah :
t.me/ajurrumiyah

Kelas Sharaf :

1. t.me/kitabuttashrifjilid1
2. t.me/kitabuttashrifjilid2
3. t.me/kitabuttashrifjilid3

Pengajar :

Zaini At-tubani Al Jawi :

t.me/zainiattubanialjawi

Berusaha untuk menyebarkan bahasa arab ke tengah-tengah kaum muslimin, karena bahasa Arab adalah bahasa Al Qur'an, bahasa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bahasa para sahabat, bahasa para ulama kaum muslimin.

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan ke sebelas, 21 Sya'ban 1441 H/15 April 2020,_________________________________Berkata Ibn...
15/04/2020

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan ke sebelas, 21 Sya'ban 1441 H/15 April 2020,

_________________________________

Berkata Ibnu Malik rahimahullah :

[ Bacalah fathah pada Nun-nya jamak mudzakkar salim dan mulhaqnya, sedikit orang yang mengucapkan dengan kasrah,

Para ulama ahli nahwu menyebutkan Nun-nya isim mutsanna dan mulhaqnya dengan kebalikannya ( yaitu dibaca kasrah ) maka perhatikanlah,

Setiap kalimat yang dijamak dengan tambahan Alif dan ta' ( Jamak muannats salim )dibaca kasrah pada i'rab jar dan nashab ]

____________________________________

Penjelasan :

1. - Jamak Mudzakkar Salim -

Kebanyakan huruf nun Jamak Mudzakkar Salim dibaca fathah, seperti :

مسلمونَ
مؤمنونَ
صابرونَ

Tapi ada juga yang dibaca kasrah, hanya saja ini jarang atau sedikit, seperti ucapan seorang penyair :

و ماذا تبتغي الشعراء مني و قد جاوزت حد الأربعينِ

( Apa yang diinginkan oleh para penyair terhadapku,

Padahal aku sudah berumur 40 tahun )

Maksudnya : para penyair ingin menipunya tapi tidak bisa karena dia sudah berpengalaman.

Perhatikan kata الأربعينِ dikasrah huruf Nun-nya

2. - Isim Mutsanna -

Adapun nun isim mutsanna ini kebalikan dari jamak mudzakkar salim, yaitu di baca kasrah, contoh :

و قال رجلانِ
رأيت رجلينِ

- Bisa juga dibaca fathah, seperti ucapan penyair :

على أحوذيينَ استقلت عشية فما هي إلا لمحة و تغيب

( Dengan kedua sayapnya burung itu terbang di sore hari,

Tidaklah ia terlihat kecuali hanya sekejap kemudian hilang )

Syahidnya adalah َأحوذيين difathah huruf Nun-nya,

Lughah seperti ini masyhur dikalangan ulama ahli nahwu

- Bahkan huruf nun ini bisa dibaca fathah walaupun ia bersama dengan Alif tasniyah, seperti ucapan penyair :

أعرف منها الجيد و العيناناَ و منخرين أشبها ظبيانا

( Saya mengetahui tentang ciri-ciri perempuan itu, yaitu besar lehernya, unik kedua matanya,

Besar lubang hidungnya seperti rusa )

Perhatikan kata العيناناَ difathah huruf Nun-nya,

Hanya saja lughah seperti ini diperselisihkan oleh para ulama ahli nahwu,

3. - Jamak Muannats Salim -

Cara membuat jamak muannats salim adalah dengan menambah huruf Alif dan ta' pada isim mufradnya, contoh :

مسلمة menjadi مسلمات
مؤمنة menjadi مؤمنات

Jamak muannats salim ada 2 jenis :

A. Nama perempuan yang berakal, seperti :

هند، فاطمة

Jamaknya :

هندات
فاطمات

B. Sifat perempuan berakal, seperti :

مؤمنة، طيبة

Jamaknya :

مؤمنات
طيبات

Untuk jamak muannats salim dari sifat perempuan berakal ini dipersyaratkan oleh para ulama ahli nahwu, diantaranya :

A. Mufradnya bukan dari wazan فعلاء seperti حمراء,

Maka tidak boleh kita katakan حمروات, tapi kita katakan jamaknya حمر ( humrun ) yaitu jamak taksir,

B. Mufradnya bukan dari wazan فعلى contoh غضبى,

Tidak boleh kita katakan jamaknya غضبوات , tapi kita katakan jamaknya غضاب

C. Bukan sifat yang berserikat antara mudzakkar dan muannats, yaitu wazan فعول seperti : غيور ، صبور، شكور

Contoh kalimat :

هذا رجل صبور
هذه امراة صبور

Tidak boleh kita katakan jamaknya, غيرات
Tapi kita katakan غير ( ghuyur )

Contoh kalimat :

نسوة غير
و رجال غير

- I'rab jamak muannats salim - :

Rafa' dengan dhammah
Nashab dengan kasrah
Jar dengan kasrah

Contoh :

جاءني هندات
و رأيت هندات
و مررت بهندات

Semoga bermanfaat

Silahkan yang ingin memberikan kritik dan saran dikolom komentar,

Tammarunang desa terpencil di Sulawesi Barat.

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan kesepuluh, 4 sya'ban 1441 H / 29 Maret 2020Lanjutan mulhaq jamak mudzakkar salim._______...
28/03/2020

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan kesepuluh, 4 sya'ban 1441 H / 29 Maret 2020

Lanjutan mulhaq jamak mudzakkar salim.
_________________________________

Berkata Ibnu Malik رحمه الله :

Rafa'kanlah dengan wawu, jarkan dan nashabnya dengan ya', terhadap jamak mudzakkar salim dari lafadz " Amir " dan " " mudznib ",

Dan yang semisal dengan keduanya ini ( "Amir" dan "mudznib" ), dan lafadz "isyruuna dan babnya", dimulhaqkan kepadanya ( i'rab jamak mudzakkar salim ) juga "ahluuna",

Juga lafadz "uluu" "aalamuuna", "illiyuuna" dan lafadz "ardhuuuna" adalah contoh yang syadz ( tidak sama dengan jamak mudzakkar salim yang asli ) juga lafadz "sinuuna"

Dan babnya, terkadang bab ini ( bab sinuuna ) ditemukan dii'rab dengan semisal lafadz "hiina" ( dii'rab dengan harakat ) demikian ini ditemukan pada suatu kaum ( dari orang Arab )

______________________________________

Penjelasan :

1. Pada pelajaran sebelumnya kita bisa mengetahui bahwa jamak mudzakkar ada 2 :

A. Jaamid
B. Sifat

Syarat jamid :

- berupa nama,
- laki-laki yang berakal,
- kosong dari ta' ta'nits,
- kosong dari tarkib.

Syarat sifat :

- untuk mudzakkar yang berakal,
- kosong dari ta'ta'nits,
- bukan dari bab أفعل-فعلاء,
- bukan dari bab فعلان-فعلى,
- bukan sifat yang berserikat antara laki-laki dan perempuan.

2. Jika tidak memenuhi syarat diatas maka dia bukan termasuk jamak mudzakkar Salim, namun dimasukkan kedalam mulhaq Jamak mudzakkar Salim,

3. Beberapa mulhaq Jamak mudzakkar Salim:

A. - bab عشرون

Bab عشرون adalah :

عشرون
ثلاثون
أربعون
خمسون
ستون
سبعون
ثمانون
تسعون

Contoh kalimat :

عندي عشرون كتابا
اشتريت عشرين كتابا
وجدت في عشرين كتابا

Alasan bab عشرون dimasukkan kedalam mulhaq jamak mudzakkar Salim adalah dikarenakan tidak memiliki lafadz tunggal karena itu tidak boleh dikatakan عِشْرٌ,

B - أهلون

Kata أهلون adalah jamak dari أهل ia adalah isim jenis jamid,

Alasan dimasukkan ke dalam mulhaq jamak mudzakkar Salim adalah dikarenakan ia bukan nama untuk mudzakkar yang berakal,

C. - أولو

Kata أولو adalah jamak yang tidak ada mufradnya,

Maknanya أصحاب : para pemilik,

Ada mufradnya tapi tidak sama lafadznya, hanya sama maknanya yaitu ذو yang bermakna صاحب : pemilik,

Alasan dimasukkan ke dalam mulhaq jamak mudzakkar Salim adalah dikarenakan tidak ada mufradnya,

D. - عالمون

Kata عالمون adalah jamak dari عالم yang artinya alam semesta,

Kata Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam kitab Al Ushuluts-tsalatsah :

كل ما سوى الله عالم و إنا واحد من ذالك العالم

Semua selain Allah adalah alam, dan saya termasuk salah satu alam,

Contoh kalimat :

هذه عالمون
رأيت العالمين
الحمد لله رب العالمين

Alasan عالمون dimasukkan ke dalam mulhaq jamak mudzakkar Salim adalah dikarenakan ia isim jenis jamid yang bukan nama untuk mudzakkar yang berakal.

E. - عليون

Arti عليون adalah nama surga yang paling tinggi,

Alasan dimasukkan ke dalam mulhaq jamak mudzakkar Salim dikarenakan ia tidak berakal,

F. - أرضون

Kata أرضون adalah jamak dari أرض isim jenis jamid untuk perempuan,

Dibaca aradhuun ( أرَضون ) dengan ra' difathah, boleh dibaca ardhuun ( أرْضون ) dengan ra' disukun pada dharurat syi'ir

G. - سنون

Kata سنون adalah jamak dari سنة,

Asalnya adalah سنو ( sanawun ), dibuang huruf wawunya kemudian diganti dengan ta' marbuthah ( ة ) jadilah سنة,

Seperti kata كرة asalnya adalah كرو ( kurawun )

Kata سنة bisa juga dijamak dengan jamak muannats yaitu : سنوات atau سنهات

Ia termasuk isim jenis untuk perempuan,

4. Kadang bab سنون di 'irab dengan harakat dengan ditetapkannya huruf ya' seperti kata حين,

Contoh :

هذه سنينٌ
رأيت سنيناً
مررت بسنينٍ

Sebagaimana disebutkan dalam hadits :

Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :

(( اللهم اجعلها عليهم سنينًا كسنينِ يوسفَ )) رواه البخاري عن أبي هريرة رضي الله عنه

______________________________________

Tammarunang, desa terpencil di Sulawesi Barat,

Musim wabah penyakit,

Tinggal dirumah, ikuti nasehat para ulama Ahlus-sunnah diberbagai negeri, taat kepada pemerintah, jagalah jiwa kita, keluarga dan jiwa orang lain,

Silahkan keluar rumah jika ada kebutuhan mendesak, setelah itu segera tinggal dirumah.

Semoga Allah سبحانه وتعالى memberikan kesabaran kepada kita semua, serta memberikan jalan keluar.

__________________________________

Semoga bermanfaat,

Silahkan yang ingin bertanya, memberikan kritik dan saran di komentar,

Link channel telegram Kelas Alfiyah Ibnu Malikt.me/alfiyahibnmalik
23/07/2019

Link channel telegram Kelas Alfiyah Ibnu Malik

t.me/alfiyahibnmalik

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan kesembilan, 13 jumadats-tsani 1430 H_________________________________Berkata Ibnu Malik ...
18/02/2019

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan kesembilan, 13 jumadats-tsani 1430 H

_________________________________

Berkata Ibnu Malik رحمه الله :

Rafa'kanlah dengan wawu, jarkan dan nashabnya dengan ya', terhadap jamak mudzakkar salim dari lafadz " Amir " dan " " mudznib ",

Dan yang semisal dengan keduanya ini ( "Amir" dan "mudznib" ), dan lafadz "isyruuna dan babnya", dimulhaqkan kepadanya ( i'rab jamak mudzakkar salim ) juga "ahluuna",

Juga lafadz "uluu" "aalamuuna", "illiyuuna" dan lafadz "ardhuuuna" adalah contoh yang syadz ( tidak sama dengan jamak mudzakkar salim yang asli ) juga lafadz "sinuuna"

Dan babnya, terkadang bab ini ( bab sinuuna ) ditemukan dii'rab dengan semisal lafadz "hiina" ( dii'rab dengan harakat ) demikian ini ditemukan pada suatu kaum ( dari orang Arab )

______________________________________

Penjelasan :

1. I'rab jamak mudzakkar salim rafa' dengan wawu, nashab dan jar dengan ya'

2. Jamak mudzakkar salim terbagi menjadi 2 :

A. Nama orang,

contohnya : عامر (Amir) jamaknya عامرون

B. Sifat,

contohnya : مذنب (orang yang berdosa) jamaknya مذنبون

3. Untuk nama orang, disyaratkan :

- yang tidak ada ta' ta'nits nya, seperti :

حذيفة،حمزة،طلحة،عبيدة،معاوية

- Tidak boleh kita katakan jamaknya :

حذيفيون،حمزون،معاويون

4. Untuk sifat, disyaratkan beberapa syarat :

A. Bukan dari yang mudzakkarnya أفعل dan muannatsnya فعلاء

contohnya :

Kata أحمر muannatsnya حمراء, maka tidak boleh kita katakan jamaknya أحمرون

Kecuali kalau ada orang yang namanya أحمر maka boleh dijamak dengan jamak mudzakkar salim,

Boleh kita katakan jamaknya : أحمرون , dengan alasan sudah bukan sifat lagi tapi berubah menjadi nama seseorang,

B. Bukan yang mudzakkarnya فعلان dan muannatsnya فعلى,

Contohnya :

سكران،عطشان،غضبان

Muannatsnya : سكرى،عطشى،غضبى

Tidak boleh kita katakan jamaknya : سكرانون،عطشانون،غضبانون

Tapi kita katakan jamaknya :

سكار،عِطاش/عُطَّاش،غِضاب

C. Bukan sifat yang berserikat antara laki-laki dan perempuan,

Seperti :

صبور،غيور

Tidak boleh kita katakan jamaknya :

صبورون،غيورون

Tapi kita katakan jamaknya :

صُبُر،غُيُر

_____________________________

Untuk penjelasan mulhaq jamak mudzakkar salim, InsyaAllah di pertemuan berikutnya.

Semoga bermanfaat,

Silahkan yang ingin bertanya, memberikan kritik dan saran di komentar,

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan kedelapan, 1 jumadats-tsani 1430 H___________________________________Berkata Ibnu Malik ...
06/02/2019

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan kedelapan, 1 jumadats-tsani 1430 H

___________________________________

Berkata Ibnu Malik رحمه الله :

Syarat i'rab ini ( rafa' dengan wawu, nashab dengan alif, dan jar dengan ya' pada asma'us-sittah ) harus mudhaf kepada selain ya' mutakallim, seperti JA'A AKHUU ABIIKA DZA'TILAA,

Rafa'kanlah dengan Alif terhadap isim mutsanna, juga lafadz KILAA apabila tersambung langsung dengan dhamir, dengan menjadi mudhaf,

Juga ( rafa' dengan Alif ) lafadz KILTA, begitupun lafadz ITSNAANI dan ISTNATAANI sama ( i'rabnya ) dengan lafadz IBNAINI dan IBNATAINI keduanya contoh yang di jarkan,

Ya' menggantikan Alif ( tanda rafa' ) pada semua lafadz tersebut ( mutsanna dan mulhaq-mulhaqnya ) ketika jar dan nashabnya, terletak setelah harakat fathah yang tetap dipertahankan,

_____________________________________

Penjelasan :

( ASAMA'US-SITTAH )

1. Asma'us-sittah di i'rab rafa' dengan wawu, nashab dengan Alif, dan jar dengan ya' dengan 4 syarat sebagaimana yang disebutkan oleh ulama nahwu :

A. Harus mudhaf

B. Mudhafnya kepada selain ya' mutakallim

C. Harus mukabbarah tidak boleh mushaggarah ( pengecilan )

D. Harus mufrad tidak boleh mutsanna atau jamak.

( ISIM MUTSANNA DAN MULHAQ-MULHAQNYA)

1. Isim mutsanna di i'rab dengan rafa' dengan Alif, nashab dan jar dengan ya'

2. KILAA DAN KILTAA ( mulhaq mutsanna ) di i'rab dengan i'rab mutsanna dengan syarat disandarkan kepada dhamir, contoh :

جاء رجلان كلاهما

ورأيت رجلين كليهما

و مررت برجلين كليهما

Namun apabila keduanya disandarkan kepada isim dhamir maka keduanya dii'rab dengan i'rab muqaddarah, contoh :

جاء كلا رجلين

Dan Contoh yang semisal dengan ini firman Allah سبحانه وتعالى :

{ كلتا الجتين ءاتت أكلها }

( Kedua kebun itu menghasilkan buahnya )

Al-kahfi : 33

KILTAA disini di i'rab dengan rafa' dengan dhammah muqaddarah diatas Alif yang menghalangi untuk tampak adalah ta'adzdzur ( udzur )

3. Adapun ISTNAANI dan ISTNATAINI di i'rab dengan i'rab mutsanna dengan tanpa syarat berbeda dengan KILAA dan KILTAA di i'rab dengan syarat,

Kedua kata ini tidak memiliki lafadz mufrad,

4. Ada beberapa pendapat ulama nahwu tentang i'rab mutsanna :

A. Rafa' dengan wawu, nashab dengan Alif, dan jar dengan ya' ini yang masyhur,

B. Yang shahih ( menurut Ibnu 'Aqil rahimahullah ) di i'rab dengan i'rab muqaddarah di atas Alif ketika rafa', muqaddarah di atas ya' ketika nashab atau jar,

C. Ada pendapat yang lainnya yaitu, di i'rab dengan Alif secara muthlaq, ketika rafa', nashab atau jar.

___________________________________

Semoga bermanfaat

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan ketujuh, 4 rabiul akhir 1440 H_____________________________________Berkata Ibnu Malik رح...
12/12/2018

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan ketujuh, 4 rabiul akhir 1440 H

_____________________________________

Berkata Ibnu Malik رحمه الله :

Jadikanlah rafa' dan nashab sebagai i'rab bagi isim dan fi'il, seperti lafadz "lan ahaaba".

Dan isim di khususkan dengan jar, sebagaimana fi'il dikhususkan dengan jazm.

Rafa'kanlah dengan tanda dhammah, nashabkanlah dengan tanda fathah, jarkanlah dengan tanda kasrah, seperti lafadz "dzikrullaahi abdahu yasur".

Dan jazmkanlah dengan tanda sukun, selain tanda-tanda yang telah disebut adalah "tanda-tanda pengganti" seperti lafadz "jaa akhu Bani namir".

Rafa'kanlah dengan wawu, nashabkanlah dengan Alif, dan jarkanlah dengan ya', untuk isim-isim yang aku sifati sebagai berikut ( asma'us-sittah ).

Diantara isim-isim itu ( asma'us-sittah ) adalah "dzu" jika bermakna shaahib ( yang memiliki ), dan "famu" ketika huruf "mim" dihilangkan darinya.

Juga abun, akhun, hamun, demikian juga hanu, tapi di i'rab naqsh untuk yang terakhir ini ( hanu ) adalah lebih baik.

Dan untuk abun berikut yang mengiringinya ( akhun dan hamun ) jarang di i'rab naqsh, sedangkan di i'rab qashr malah lebih masyhur dari pada naqshnya.

____________________________________

Penjelasan :

Dari uraian penulis diatas kita bisa mengambil beberapa faidah :

1. ~ Isim dan fi'il berserikat dalam rafa' dan nashab,

Contoh isim dan fi'il rafa' :

محمد يجلس : muhammad sedang duduk

Contoh isim dan fi'il nashab :

إن زيدا لن يقوم : sesungguhnya Zaid tidak berdiri

~ Adapun jar ini merupakan kekhususan isim, ~ Demikian p**a dengan jazm merupakan kekhususan fi'il.

2. Tanda asli dalam i'rab :

~ rafa' dengan dhammah
~ nashab dengan fathah
~ jar dengan kasrah
~ jazm dengan sukun

Selain diatas disebut tanda cabang atau pengganti, seperti tanda wawu, alif dan ya.

Contohnya :

جاء أخو بني نمر : telah datang saudara Bani namir

Kata أخو rafa' nya dengan wawu pengganti dari dhammah,

Kata بني jar nya dengan ya pengganti dari kasrah,

3.Asma'us-sittah yaitu : abuuka, akhuuka, hamuuka, fuuka, hanuuka, dan dzumaalin,

tanda rafa'nya dengan wawu, nashabnya dengan Alif, jarnya dengan ya'.

4.kata "dzu" di i'rab dengan i'rab asma'us-sittah dengan syarat bermakna shaahib ( pemilik )

Contoh :

جاء ذو أدب : telah datang pemilik adab

رأيت ذا أدب : saya melihat pemilik adab

مررت بذي أدب : saya melewati pemilik adab

5.kata "famu" di i'rab dengan i'rab asma'us-sittah dengan syarat terpisah dari mim.

Contoh :

هذا فوك : ini adalah mulutmu

نظف فاك : bersihkanlah mulutmu

وضعت في فيك : saya meletakkan di mulutmu

6. Kata abuuka, akhuuka dan hamuuka,

Ada 3 lughah :

A. Di rafa' dengan wawu, di nashab dengan Alif,dan di jar dengan ya', ini lughah yang paling masyhur,

Contoh :

هذا أبوه و أخوه و حموها :

ini bapaknya, saudaranya dan iparnya

رأيت أباه و أخاه و حماها :

Saya melihat bapaknya,saudaranya, dan iparnya

مررت بأبيه، و أخيه و حميها

Saya melewati bapaknya, saudaranya dan iparnya

B. Lughah naqsh yaitu dibuang wawunya,alifnya dan ya' nya, dan lughah ini jarang sebagaimana yang disebutkan oleh penulis.

Contoh :

هذا أبُه و أخه و حمها

رأيت أبٙه و أخه و حمها

مررت بأبِه و أخه و حمها

C. Di rafa' ,di nashab dan di jar dengan Alif

Contoh :

هذا أباه و أخاه و حماها

رأيت أباه و أخاه و حماها

مررت بأباه و أخاه و حماها

Ini lughah shahih walaupun sangat jarang penggunaannya.

Lughah ini lebih masyhur daripada lughah naqsh.

Alamat rafa' nashab dan jar nya dengan harakat muqaddarah diatas Alif sebagaimana isim maqshur.

Dan dengan sebab ini imam abu Hanifah Nu'man bin Tsabit rahimahullah ( salah satu imam 4 ) beliau dianggap tidak faham tentang bahasa Arab karena beliau mengatakan :

و لو صلى بأبا قبيس

Mereka mengatakan : mengapa dia mengatakan بأبا قبيس bukan mengatakan بأبي قبيس,

Al imam Muhammad bin Ibrahim Al waziir Al Yamani di dalam kitab beliau :

الروض الباسم في الذب عن سنة أبي القاسم

beliau membenarkan ucapan imam abu Hanifah رحمه الله,

7. Adapun hanuuka, yang fasih di i'rab dengan harakat yang nampak diatas huruf nun, ini disebut naqsh.

Ini sebagaimana ucapan penulis :

و النقص في هذا الأخير أحسن

Contoh :

هذا هنُه

رأيت هنٙه

مررت بهنِه

Lughah seperti ini di ucapkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan beliau adalah yang paling fasih lisannya dikalangan orang-orang arab, sebagaimana dalam hadits riwayat imam al-Bukhari beliau bersabda :

من تعز بعزاء الجاهلية فأعضوا بهن أبيه

Dan boleh di baca itmaam dengan wawu,Alif dan ya' walaupun ini sedikit sekali penggunaannya,

Contoh :

هذا هنوه

(Ini anu-nya)

رأيت هناه
(Saya melihat anu-nya)

نظرت إلى هنيه

(Saya melihat kepada anu-nya)

Al farraa dan az-zujaaji tidak menganggap هن, mereka hanya menganggap Asmaul khamsah saja,

Adapun jumhur ulama ahli nahwu menganggap nya.

________________________________________

Semoga bermanfaat,

Silahkan yang ingin bertanya memberikan kritik dan saran di komentar.

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan keenam, 17 shafar 1440 HBerkata Ibnu Malik رحمه الله :[ Fi'il Amr dan fi'il madhi keduan...
26/10/2018

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan keenam, 17 shafar 1440 H

Berkata Ibnu Malik رحمه الله :

[ Fi'il Amr dan fi'il madhi keduanya mabni,
dan para ulama nahwu menghukumi mu'rab fi'il mudhari' apabila kosong dari nun taukid dan nun inaast seperti : yaru'na man futin.

Semua huruf berhak mabni, dan asal di dalam mabni adalah sukun,

Diantara yang mabni ada yang mabni diatas fathah, mabni diatas kasrah, mabni diatas dhammah, seperti Aina, amsi, haitsu, dan mabni diatas sukun seperti seperti lam ]

Penjelasan :

Dari bait 19- 22 kita bisa mengambil beberapa faidah :

1. Fi'il Amr dan madhi keduanya mabni, dan ini pendapat yang shahih, berbeda dengan penduduk Kufah yang mengatakan bahwa fi'il Amr mu'rab,

Perlu diketahui bersama bahwa kebanyakan pendapat penulis رحمه الله di dalam kitab alfiyah ini mengikuti pendapatnya penduduk Basrah, walaupun ada beberapa permasalahan yang beliau menyelisihi pendapat penduduk Basrah.

2. Para ulama nahwu menghukumi mu'rab fi'il mudhari' dengan syarat :

~~~ harus kosong dari nun taukid dan nun inaats
~~~harus secara langsung,

A. Contoh yang kosong dari nun taukid dan nun inaats : يضربُ ( mu'rab )

B. Contoh yang bersambung dengan nun taukid : تضربنّ ( mabni diatas fathah )

C. Contoh yang bersambung dengan nun inaats : يرعن ( mabni diatas sukun )

D. Contoh yang bersambung dengan nun taukid TIDAK LANGSUNG : تضربانّ ( mu'rab )

Ada perantara antara fi'il mudhari' dengan nun taukid yaitu ALIF ITSNAIN ( ألف اثنين ).

3. Makna يرعن من فتن adalah para perempuan menakjubkan bagi siapa saja yang terfitnah kepada mereka.

4. Semua huruf dihukumi mabni di karenakan tidak masuknya amil-amil padanya, hal ini berbeda dengan i'rab yang sangat dipengaruhi oleh amil-amil.

5. Asal di dalam mabni adalah sukun dengan alasan ada kesamaan diantara keduanya dari sisi :

~~~ mabni : tetap diatas satu keadaan
~~~ demikian juga sukun : tetap dengan satu keadaan karena sukun artinya YANG DIAM lawanya harakat yang artinya BERGERAK,

Adapun Ibnu Aqil di dalam kitab syarah ibnu Aqil dan juga al-ahdal dalam kitab kawakibur- duriyyah keduanya رحمهما الله mengatakan bahwa : asal mabni adalah sukun karena sukun lebih ringan daripada harakat.

6.mabni ada 4 macam :

A. Mabni diatas fathah seperti : أينٙ ( dimana )
B. Mabni diatas kasrah seperti : أمسِ ( kemarin )
C. Mabni diatas dhammah seperti : حيثُ ( ketika )
D. Mabni diatas sukun seperti : كمْ ( berapa )

Semoga bermanfaat

Silahkan yang ingin bertanya memberikan kritik dan saran di komentar

بسم الله الرحمن الرحيمPertemuan kelima, 26 Muharram 1440 HBerkata Ibnu Malik رحمه الله :[ Diantara isim ada yang mu'rab,...
06/10/2018

بسم الله الرحمن الرحيم

Pertemuan kelima, 26 Muharram 1440 H

Berkata Ibnu Malik رحمه الله :

[ Diantara isim ada yang mu'rab, dan ada juga yang mabni karena ada kemiripan/keserupaan serta mendekati dengan huruf,

Seperti kemiripan wadh'i ( peletakan ) pada contoh dua isimnya kata " ji'tanaa ", dan kemiripan maknawi ( semakna ) pada contoh " mataa " dan " hunaa ",

Dan kemiripan niyabah ( pengganti ) dari fi'il tanpa pengaruh ( isim fi'il ) dan kemiripan iftiqaar ( kebutuhan ) yang diharuskan ( maksudnya isim mausuul harus membutuhkan shilah )

Adapun mu'rabnya isim-isim, adalah yang selamat dari kemiripan dengan huruf seperti contoh " ardhin " dan " sumaa " ]

Penjelasan :

Dari bait 15 -18 kita bisa memahami uraian penulis :

1. Isim terbagi menjadi dua : mu'rab dan mabni

2.Isim Mu'rab adalah : isim yang selamat dari kemiripan dengan huruf,
Isim Mabni adalah : isim yang menyerupai huruf

3. Kemiripan isim Mabni dengan huruf terbagi menjadi empat :

A. Kemiripan wadh'i (peletakan) yaitu isim yang terdiri dari 1 huruf atau 2 huruf :

Seperti : جئتنا

Perhatikan isim dhamir ta' ( ت ) ini 1 huruf mirip dengan ب dan ل huruf jar, mirip juga dengan و dan ف huruf athaf,

Perhatikan isim dhamir naa ( نا ) ini 2 huruf mirip dengan huruf قد dan بل,

B. Kemiripan makna ( semakna ) yaitu isim yang mengandung makna dari makna-makna huruf,

Seperti : متى تقوم ؟

Perhatikan isim mataa ini mirip dengan Hamzah istifham ( أ )

C. Kemiripan niyabah (pengganti) dari fi'il tanpa pengaruh dengan amil,

Seperti isim fi'il : هيهات dan صه

D. Kemiripan iftiqaar (kebutuhan),

Seperti isim mausuul yang membutuhkan shilah

4. Contoh isim mu'rab : ardhin ( أرض ) dan sumaa ( سما )

Ini isyarat dari penulis bahwa isim mu'rab terbagi dua :

A. Ada yang di i'rab dengan dhahir ( nampak ) seperti ardhin ( أرض )

B. Ada yang di i'rab dengan muqaddarah ( tidak nampak ) seperti sumaa ( سما )

5. Ibnu Aqil رحمه الله dalam syarah alfiyah menyebutkan faidah bahwa kata sumaa ( سما ) bisa dibaca dengan 6 lughah, (Syarah Ibnu Aqil : 30)

Al usmuniy رحمه الله menyebutkan bisa dibaca dengan 10 lughah ( Syarah Al usmuniy :23 )

Ibnu Hisyam رحمه الله menyebutkan bisa dibaca dengan 18 lughah ( audhahul masaalik : halaman 35 jilid 1 )

Semoga bermanfaat

Silahkan yang ingin bertanya, memberikan kritik dan saran di komentar,

Alhamdulillah bisa aktif lagi setelah sepekan mati lampu dan hilang signal akibat gempa dahsyat di kota Palu dan Donggala Sulawesi Tengah.

الله المستعان

Address

LORONG 3
Pasangkayu
91571

Telephone

+6282290420668

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kelas Alfiyah Ibnu Malik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share