17/07/2026
📢 PERNYATAAN SIKAP BEM UNIVERSITAS ISLAM RIAU
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Riau (BEM UIR) secara resmi menyampaikan pernyataan sikap menyangkut insiden kekerasan fisik yang belum lama ini terjadi di area Gedung DPRD Provinsi Riau.
Mahasiswa, sebagai agen perubahan dan intelektual muda, menjunjung tinggi nilai-nilai dialogis, musyawarah, dan penyelesaian masalah tanpa kekerasan. Segala bentuk tindakan adu fisik, di mana pun dan oleh siapa pun, khususnya dalam konteks perwujudan aspirasi rakyat, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan patut disesali.
BEM UIR menganggap bahwa ruang publik dan lingkungan lembaga perwakilan rakyat seharusnya menjadi panggung pemikiran dan ide, bukan kancah kekerasan. Kami berdiri teguh pada prinsip bahwa kekerasan tidak akan pernah menjadi solusi yang tuntas, melainkan hanya akan melahirkan benih konflik baru yang menghambat proses demokrasi yang sehat.
Oleh karena itu, BEM UIR secara tegas:
Mengecam keras segala bentuk tindakan kekerasan fisik yang telah terjadi di lingkungan DPRD Provinsi.
Mendorong pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan segala perselisihan dengan cara-cara yang beradab, dialogis, dan konstitusional.
Mengajak seluruh mahasiswa dan elemen masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, kondusivitas, dan kedewasaan dalam berpendapat maupun dalam proses pengambilan keputusan di ruang publik.
Meminta agar aparat berwenang mengusut tuntas peristiwa tersebut dan memastikan penegakan hukum berjalan seadil-adilnya.
Mari kita wujudkan budaya demokrasi yang damai, bermartabat, dan bebas dari kekerasan demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.