03/07/2026
Delegasi Indonesia, Dosen SAA UIN Suska Riau Ikuti Program Kepemimpinan Pemuda Asia Tenggara di Thailand
Dosen Program Studi (Prodi) Studi Agama-Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Suheri, S.Ag., M.A., berpartisipasi sebagai salah satu perwakilan Indonesia dalam program regional Dialogue in Action: Strengthening Youth Leadership for Climate Action in Southeast Asia yang diselenggarakan di Bangkok dan Ayutthaya, Thailand, pada 9–15 Juni 2026. Program ini diinisiasi oleh KAICIID (King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue) bekerja sama dengan IBHAP Foundation dan The Caravanserai Collective, yang mempertemukan berbagai kalangan mulai dari pemimpin muda, akademisi, praktisi, hingga pegiat masyarakat sipil dari seluruh Asia Tenggara.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendalami kapasitas kepemimpinan pemuda dalam merespons tantangan perubahan iklim melalui pendekatan dialog lintas agama, lintas budaya, serta metode storytelling. Selama satu pekan, Suheri mengikuti rangkaian sesi pembelajaran, refleksi, diskusi kelompok, dan simulasi yang berfokus pada isu lingkungan, pembangunan perdamaian, serta penguatan ketahanan komunitas. Selain itu, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan untuk berdialog langsung dengan komunitas lokal dan pemimpin agama di Thailand guna mempelajari praktik-praktik perlindungan lingkungan di tingkat akar rumput.
Dalam forum tersebut, Suheri turut membagikan pengalaman penelitian dan pendampingan yang ia lakukan bersama penganut Agama Leluhur di Indonesia. Ia menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat adat akibat penyusutan kawasan hutan adat yang selama ini berfungsi sebagai ruang hidup, sumber pengetahuan, sekaligus pilar identitas budaya. Menurut Suheri, kerusakan lingkungan tidak sekadar berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan nilai spiritual, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat.
Terkait pengalamannya, Suheri menyampaikan kesan mendalam atas interaksi yang terjalin antarpeserta. “Salah satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah kesempatan untuk belajar dari pengalaman peserta dari berbagai negara di Asia Tenggara. Meskipun berasal dari konteks yang berbeda, kami menghadapi tantangan yang serupa dalam membangun kolaborasi, memperkuat komunitas, dan merespons krisis iklim. Program ini mengingatkan bahwa aksi iklim yang bermakna tidak hanya membutuhkan kebijakan dan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk membangun kepercayaan, mendengarkan pengalaman orang lain, dan bekerja bersama melampaui perbedaan,” ungkap Suheri.
Partisipasi dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya internasionalisasi Prodi Studi Agama-Agama UIN Sultan Syarif Kasim Riau melalui pelibatan aktif dosen dalam forum akademik dan pengembangan kapasitas di tingkat regional. Kehadiran dosen SAA dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kajian agama memiliki relevansi nyata dalam menjawab isu-isu kontemporer, termasuk perubahan iklim, keberlanjutan lingkungan, perlindungan masyarakat adat, dan penguatan kohesi sosial. Keikutsertaan ini diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi internasional Prodi SAA serta membuka peluang pengembangan riset, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan isu agama, lingkungan, dan keberlanjutan di tingkat lokal maupun regional.
https://www.uin-suska.ac.id/blog/2026/07/02/delegasi-indonesia-dosen-saa-uin-suska-riau-ikuti-program-kepemimpinan-pemuda-asia-tenggara-di-thailand/
Menuju World Class University