HMJ SEP Faperika UR

HMJ SEP Faperika UR http://hmj-sep.blogspot.com terdiri dari kepengurusan inti yaitu Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Umum, Bendahara Umum.

kemudian terdiri Pengurus Biasa yaitu koordinator dan anggota masing-masing devisi. serta dibina oleh dewan penasehat kepengurusan yang dipilih oleh Kepengurusan inti itu sendiri.

Selamat dan sukses untuk perayaan Hari Ulang Tahun Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan yang ke 34. Sabtu, 29 Maret 2014. SE...
07/04/2014

Selamat dan sukses untuk perayaan Hari Ulang Tahun Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan yang ke 34. Sabtu, 29 Maret 2014. SEP IKAN BERDASI.

04/04/2014

Mari kita sukseskan Musyawarah Mahasiswa Universitas Riau yang pada periode ini dilaksanakan di Aula Rektorat Lantai 4 Universitas Riau, 4-5 April 2014. Maju terus untuk kelembagaan se lingkungan Universitas Riau.

Hidup SEP!
Ikan berdasi!

23/03/2014

mari kita sukseskan acara HUT SEP yang akan dilaksanakan pada tanggal 29-30 Maret 2014 di Hotel Trans Panam, Pekanbaru.

17/12/2013

untuk seluruh mahasiswa sep
ayo ramaikan stand HMJ SEP dalam rangka FAPERIKA EXPO 2013
semoga stand kita menjadi stand terbaik

03/12/2013

Tolak UKT Universitas Riau yang memberatkan mahasiswa!

23/10/2012

Hadirilah DISKUSI PANEL yang akan diselenggarakan hari rabu (24 Oktober 2012) pukul 5 sore di P6. Diharapkan kehadiran kawan-kawan seluruh mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan.

materi diskusi : Bedah Video Soe Hok Gie dan kerusuhan Trisakti.

12/10/2012

Mari kita ramaikan acara Makema (Malam Kebersamaan) nanti sore pukul 16.00 WIB di sekre HMJ SEP kita.

salam pengurus.

11/10/2012

Tetap semangat buat pengurus HMJ yang baru. Mari kita realisasikan program kerja nya dengan baik.

30/03/2012

Mari sama sama kita dukung HMJ kita. Kritik dan saran mohon agar disampaikan demi kemajuan SEP bersama.

14/03/2012

TANOTO EDUCATION GRANT

Tanoto Foundation mengundang komunitas/ institusi pendidikan di Indonesia untuk ikut partisipasi dalam kompetisi penulisan proposal pendidikan dengan hadiah total Rp. 150.000.000 yang akan diberikan pada 3 (tiga) pemenang.

Tujuan Tanoto Foundation menyelenggarakan Tanoto Education Grant adalah untuk :

Mendukung kegiatan perluasan pendampingan dan peningkatan kualitas guru oleh komunitas/ organisasi pendidikan;
Mendukung pendokumentasian maupun penelitian terkait upaya-upaya peningkatan kualitas pendidikan; dan
Menyebarluaskan praktik/ dokumentasi/ hasil penelitian pendidikan tersebut di atas kepada komunitas pendidikan yang lebih luas.

Dalam upaya untuk mengimplementasikan tujuan dari pemberian Tanoto Education Grant tersebut, maka Tanoto Foundation telah menentukan tiga tema yang berkaitan dengan tujuan diatas.
Kompetisi Proposal Pendidikan Tanoto Foundation (Tanoto Education Grant Rp 150 Juta)
Tema yang diajukan sebagai bahan penyusunan proposal adalah :
1. Pengembangan praktik atau konsep belajar inovatif/ kreatif/ kritis, yang berupaya untuk :

menjawab permasalahan masyarakat dan kebudayaan, dan
meningkatkan relevansi pendidikan dan perannya dalam menjawab permasalahan masyarakat dan kebudayaan.

2. Perluasan pelatihan guru, yang berupaya untuk menyebarluaskan praktik pendidikan inovatif/ kreatif/ kritis seperti yang dimaksud sebelumnya.
3. Kebijakan pendidikan, yaitu pelaksanaan kajian/ penelitian/ pengumpulan data yang dapat mendukung terjadinya praktik pendidikan inovatif/ kreatif/ kritis dan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran guru terhadap kebijakan pendidikan.

Agar proposal dapat diterima oleh Panitia Seleksi Tanoto Education Grant, maka peserta harus mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan panitia dan berlaku wajib.

I. PERSYARATAN UMUM :

Peserta yang dapat mengikuti Tanoto Education Grant adalah komunitas atau institusi pendidikan di Indonesia bukan perorangan atau individu.
Komunitas atau Institusi Pendidikan yang mengikuti Tanoto Education Grant harus sudah berkiprah dalam dunia pendidikan minimum selama 2 (dua) tahun.
Peserta dapat mengajukan lebih dari satu proposal untuk setiap tema.
Proposal yang mengajukan kegiatan di daerah rural akan diutamakan.

II. PERSYARATAN TEKNIS :

Proposal tidak lebih dari 10 halaman (tidak termasuk lampiran).
Menggunakan kertas ukuran A4 dengan batas 1cm pada semua sisinya.
Menggunakan format microsoft word dengan jarak satu setengah alinea.
Menggunakan tipe huruf ’Times New Roman’ dan ukuran huruf 12.

Proposal terbagi dalam dua bagian :
Bagian 1 : Proposal Kegiatan, dimana nama komunitas/ organisasi tidak boleh tercantumkan, dan terdiri dari informasi berikut ini :

Penjabaran latar belakang permasalahan masyarakat dan kebudayaan di Indonesia yang ingin ditanggapi oleh proposal;
Usulan program kegiatan pendidikan dilengkapi dengan argumentasi mengapa usulan tersebut dapat menjawab permasalahan masyarakat dan kebudayaan yang ingin ditanggapi;
Rencana kerja program selama 6 (enam) bulan beserta target pencapaian pada pertengahan dan akhir program;
Maksimum pembiayaan yang dapat didanai oleh Tanoto Foundation adalah sebesar 75% dari total dana program yang dibutuhkan atau maksimum sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah). Proposal harus menjelaskan bagaimana cara perolehan kelebihan dana sebesar 25% atau kekurangan dana diluar dana dari Tanoto Foundation;

Bagian 2 : Kredibilitas komunitas/ organisasi, yang terdiri dari informasi berikut ini:

Lampiran nama dan latar belakang pendidikan anggota komunitas/ organisasi dan pengalaman komunitas/ organisasi pendidikan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan serupa seperti yang diajukan selama minimum 2 (dua) tahun; dan
Lampiran surat rekomendasi dari yayasan yang pernah memberikan hibah/ pendampingan atau surat keterangan dari komunitas yang pernah didampingi.

Proses seleksi proposal akan dilakukan dalam 2 (dua) tahap :

Proses seleksi atas kredibilitas komunitas/organisasi
Proses seleksi kegiatan pendidikan yang diajukan oleh peserta, dan proses ini akan dilakukan secara anonim (blind review) oleh Tim Juri.

Tim Juri yang akan menyeleksi proposal adalah :

Prof. Anita Lie, Ed.D., Pemerhati Pendidikan sekaligus Guru Besar di Bidang Pendidikan FKIP dan Program Paskasarjana Unika Widya Mandala, Surabaya
Bambang Indriyanto, Pemerhati Pendidikan, Sekretaris Direktur Jenderal Kemendikbud
E BaskoroPoedjinoegroho SJ, Pemerhati Pendidikan, Kolese Kanisius
Suryopratomo, Pemerhati Pendidikan, News Director Metro TV
Dewi Susanti, Direktur Program, Tanoto Foundation

Hadiah :
3 (tiga) pemenang akan mendapatkan dana maksimal masing-masing senilai Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah)

Jadwal Seleksi dan Implementasi Proposal :

Proposal diterima oleh panitia seleksi paling lambat 20 Desember (cap pos)
Seleksi Proposal : 21 Desember 2011 – 13 Januari 2012
Pengumuman Pemenang : 25 Januari 2012
Batas Akhir Tahap Awal Pelaksanaan Kegiatan : 25 Februari 2012
Laporan Tahap Pertengahan kegiatan : 25 Mei 2012
Laporan dan Presentasi Tahap Akhir Kegiatan : 25 Agustus 2012

Pengiriman melalui pos dengan alamat :

Panitia Seleksi Tanoto Education Grant
Tanoto Foundation
Jl. MH Thamrin no 31 – 32
Jakarta 10230

Pengiriman melalui email dengan alamat : [email protected]
Dengan subyek : Tanoto Education Grant 2011

01/03/2012

Mahasiswa adalah pemuda yang mempunyai peran besar dalam menentukan arah perbaikan bangsa ini. Sebagai manusia yang lebih tercerahkan (enlightenment people) dibandingkan kelompok masyarakat lainnya, mahasiswa seharusnya mempunyai kepekaan dan kepedulian terhadap kondisi di sekelilingnya. Kepekaan dan kepedulian terhadap kondisi sekelilingnya ini harus berdasarkan suatu pemahaman atau pengetahuan yang nantinya dapat mendasari mahasiswa dalam bergerak. Mahasiswa sebagai elemen masyarakat yang mempunyai kekuatan untuk memperbaiki dan memperbarui kondisi masyarakat, bangsa, dan negara, haruslah mempunyai kapasitas diatas rata-rata mayoritas masyarakat kita. Mahasiswa harus mempunyai pemahaman keilmuaan yang holistik, artinya berpengatahuan luas. Namun tidak cukup sebatas berpengetahuan luas saja, melainkan harus mempunyai kemampuan (skill), visi, karakter, jauh lebih maju dibandingkan kebanyakan masyarakat pada saat ini. Karena itu, mahasiswa harus sadar akan tanggung jawab dan konsekuensi moralnya ini, sehingga kaum intelektual ini harus berlomba-lomba untuk berprestasi: mempunyai pencapaian diatas rata-rata kebanyakan manusia dengan kelebihan masing-masing. Tumbuhnya semangat maju dan berprestasi, berdasarkan fakta dan banyak pengalaman, bermula dari organisasi mahasiswa. Organisasi mahasiswa menjadi bagian vital dalam dunia akademik kampus yang membantu perguruan tinggi mencetak intelektual muda unggul.

Mengapa Mahasiswa?
"Pemuda dalam hal ini mahasiswa adalah sosok yang paling dinamis dan tidak dapat dipisahkan dari perjuangan bangsa. Pemuda selalu hadir untuk memberikan sumbangan yang bermakna bagi bangsa Indonesia. Ia selalu tampil untuk menyuarakan dan memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan menentang segala bentuk ketidakadilan pada zamannya”[2]. Petikan kalimat ini adalah bisa dikatakan sebagai dasar mahasiswa untuk menyadari betul bahwa, secara historis, mahasiswa selalu mempunyai peran besar dalam penentuan sekaligus perbaikan arah bangsa ini. Sadarlah mahasiswa! bahwa mahasiswa adalah garda depan perubahan bangsa menuju masa depan lebih baik.

Motivasi Berprestasi
Motivasi berprestasi adalah suatu keinginan untuk berhasil, berusaha keras dan mengungguli orang lain berdasarkan suatu standar mutu tertentu. Selain itu, motivasi berprestasi merupakan suatu dorongan atau keinginan dalam diri untuk mencapai kesuksesan yang setinggi mungkin sehingga tercapai kecakapan pribadi yang tinggi[3].

Semakin baik persepsi seseorang terhadap apa yang sedang ia kerjakan, maka kemungkinan akan semakin baik hasil pekerjaan yang ia lakukan. Belajar atau melakukan sesuatu yang didasarkan pada keterpaksaan akan mempengaruhi psikis seseorang sehingga hasil yang dicapai tidak maksimal karena adanya perasaan ketergantungan dan ketidaknyamanan. Dorongan untuk beprestasi harus ditumbuhkan baik dari dalam diri maupun dari luar. Dorongan dari dalam diri antara lain adalah berupa kesadaran untuk meraih hasil yang tinggi. Dorongan dari luar misalnya antara lain adalah kondisi suasana kampus, peran senior, dan organisasi mahasiswa, serta dosen. Kesadaran dari dalam diri (faktor internal) merupakan faktor yang menentukan seseorang dalam mencapai sesuatu. Faktor ekternal juga mempengaruhi seseorang dalam mencapai sesuatu tapi hanya mempengaruhi bukan menentukan. Motivasi berprestasi sangat tergantung oleh usaha dan upaya seseorang itu sendiri.

Pentingnya Motivasi Beprestasi
Motivasi berprestasi merupakan faktor primer seseorang agar berhasil mencapai sesuatu. Hal ini didasarkan atas kesadaran pribadi yang akan menggerakan seseorang untuk melakukan tindakan. Mahasiswa dapat meraih prestasi tinggi jika ia mempunyai kesadaran tinggi yang dapat mendorong dirinya sendiri untuk meraih apa yang ia telah rencanakan. Kesadaran mencapai sesuatu dapat dicapai jika mahasiswa mampu memahami makna atau esensi keberadaannya di kampus dan kehidupan ini. Persepsi ini dapat dicapai mahasiswa dengan menyerap dan mengolah informasi dari lingkungannya (baca: kampus). Persepsi positif terhadap kampus dapat menumbuhkan semangat berkontribusi dan berprestasi. Mahasiswa yang mempunyai persepsi positif terhadap kampusnya mempunyai motivasi berprestasi dan berkontribusi yang jauh lebih besar. Persepsi positif terhadap almamater ditumbuhkan dengan penanaman nilai-nilai kebanggan dan kecintaan terhadap almamater sejak dini kepada mahasiswa, sehingga motivasi beprestasi dan berkontribusi kepada almamater akan terus tumbuh di hati, pikiran, dan tindakan mahasiswa. Motivasi beprestasi sekaligus berkontribusi mahasiswa kepada kampusnya mempunyai hubungan atau korelasi dengan persepsi positif mahasiswa terhadap almamaternya. Apapun kondisi dan realita kampus yang sesungguhnya serta apapun perkataan orang lain, penumbuhan kebanggaan dan kecintaan terhadap alamamater harus diarahkan kepada penumbuhan persepsi positif kepada setiap mahasiswa didalamnya. Motivasi berprestasi dan persepsi positif mahasiswa akan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar dan kontribusi membangun almamaternya. Apalabila mahasiswa mempunyai persepsi positif terhadap apapun yang ada dikampusnya, maka ia akan cenderung untuk berpikir, merasakan, menyerap, dan berperilaku positif dalam rangka membangun kejayaan almamater atau kampusnya.

Terbentuknya Motivasi Berprestasi
Penumbuhan semangat berprestasi sekaligus berkontribusi untuk kebanggaan dan kejayaan almamater bermula dari adanya persepsi positif dari setiap mahasiswa terhadap apapun yang berhubungan dengan almamaternya (fasilitas, lingkungan, senior, aktifitas akademik, dll). Persepsi positif dibentuk dari informasi (dosen, senior, pegawai, teman) dan lingkungan (kegiatan belajar mengajar, praktikum, organisasi mahasiswa, dll) yang mendukung penumbuhan persepsi positif tersebut. Informasi dan lingkungan yang ada di kampus, agar mendukung terbentuknya perpsepti positif, harus dikondisikan sedemikian rupa agar ber-iklim atau ber-atmosfer positif (juga). Hal ini dapat dikondisikan oleh para senior dan pengurus organisasi yang ada di kampus melalui berbagai aktivitas kegiatan yang mereka lakukan, terutama pada setiap acara dengan fungsi kaderisasi.

Persepsi positif tersebut misalnya meliputi ilmu dan wawasan apa yang akan didapat dari almamaternya, bagaimana prospek setelah lulus, keahlian dan ketrampilan apa yang bisa didapatkan. Dan hal positif lainnya yang dapat diperoleh setelah mahasiswa masuk dalam lingkungan kampus. Persepsi positif terhadap almamater sangat penting dalam menentukan seorang mahasiswa ingin berprestasi dan juga berkontribusi untuk almamaternya. Budaya dan amosfer ini lah yang dapat ditumbuhkan oleh organisasi mahasiswa kepada mahasiswanya agar persepsi positif dan kebanggaran almamater tumbuh dan bersemi dalam diri setiap mahasiswa, sehingga membantu mahasiswa untuk beprestasi sekaligus berkontribusi kepada almamater dan bangsa.

Kekuatan atau kompetensi dari suatu organisasi akan lebih ditentukan oleh intangible asset berupa sumber daya manusia yang berkemampuan serta organisasi pembelajar untuk dapat bersaing pada masa yang akan datang.

Apa yang Mempengaruhi Mahasiswa Berprestasi?
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan mahasiswa untuk mencapai prestasi yang optimal, yaitu inteligensi, kepribadian, lingkungan kampus, dan lingkungan rumah. Salah satu faktor yang turut mempengaruhi keberhasilan mahasiswa dalam mencapai prestasi optimal yaitu self-regulation (SR). Usaha individu untuk mencapai tujuan belajar dengan mengaktifkan dan mempertahankan pikiran, emosi dan perilaku disebut self-regulated learning (SRL). SRL bukan merupakan kemampuan mental (inteligensi) atau keterampilan akademik seperti kecakapan membaca, tetapi suatu proses pengarahan diri yang melibatkan transformasi dari kemampuan mental menuju keterampilan akademik individu[4].

Seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa mahasiswa dapat berprestasi atau kah tidak akan ditentukan oleh faktor internal dan eksternal, faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Sedangkan faktor eksternal adalah yang berasal dari luar dirinya. Faktor internal, menurut banyak ahli merupakan penentu dari kesuksesan seorang mahasiswa mencapai prestasi optimal. Sedangkan faktor eksternal mempengaruhi pencapaian mahasiswa, namun hanya sebatas mempengaruhi tidak menentukan. Faktor internal yang dimaksud adalah contohnya motivasi, semangat, dorongan dari dalam diri untuk berprestasi. Kesadaran untuk berprestasi diatas rata-rata yang nantinya akan memunculkan motivasi, semangat, dan dorongan didalam dirinya. Motivasi tersebut hanya akan mencapai sasaran jika mahasiswa menemukan cara bagaimana mencapai targetnya. Oleh karena itu, pemahaman tentang bagaimana mencapai target atau prestasi yang diinginkan harus dipunyai setiap mahasiswa. Pemahaman tentang diri sendiri, pemahaman tentang manajemen diri, manajemen waktu, dan penentuan prioritas dan juga life mapping sangat perlu dikuasai oleh setiap mahasiswa agar mereka tahu cara dan jalan mencapai prestasi yang mereka inginkan. Seperti juga yang telah dijelaskan pada paragraph sebelumnya, bahwa kemampuan dalam mengatur dirinya (self-regulated), terutama bagi mahasiswa yang dianggap telah mandiri dan dewasa, merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung pencapaian target prestasi mereka.

Selain faktor internal, faktor eskternal berpengaruh terhadap motivasi mahasiswa untuk berprestasi, diantaranya adalah lingkungan, baik lingkungan kampus, lingkungan pergaulan, maupun keluarga. Lingkungan kampus, berupa amosfer akademik yang tinggi, iklim belajar dan beprestasi yang tinggi, yang dibangun oleh setiap elemen yang ada di kampus akan sangat menentukan seberapa besarkah motivasi beprestasi pada setiap individu mahasiswanya. Jika amosfer, iklim, dan budaya prestatif telah ada di lingkungan kampus, setiap mahasiswa yang baru masuk kedalam kampus tersebut, sudah dapat dipastikan mereka akan langsung termotivasi untuk juga berprestasi seperti mahasiswa kebanyakan dikampus tersebut. Pergaulan atau pertemanan juga sangat mempengaruhi seseorang dalam bertingakah laku, berpikir, dan berucap. Banyak orang mengatakan “jika kamu ingin menjadi dokter maka bergaulan dengan dokter, jika kamu ingin menjadi guru bergaullah dengan guru, dan jika kamu ingin menjadi orang sukses maka bergaullah dengan orang-orang sukses”. Dengan siapa kita bergaul, dengan siapa kita berteman, pasti akan mempengaruhi pola pikir dan tindak tanduk kita. Jika mahasiswa dapat berteman dengan mahasiswa lain yang mempunyai berorientasi prestasim, dapat dipastikan bahwa mahasiswa tersebut akan ikut terpengaruh, minimal ingin beprestasi seperti teman-temannya atau bahkan melebihi teman-temannya itu. Mahasiswa tersebut akan termotivasi melihat teman-temannya yang lain. Cara pandang, sikap, dan karakter prestatif dalam diri mahasiswa pun akan terbangun karena lingkungan pertemanan atau pergaulannya mendukung hal tersebut tercapai.

Prestasi Berawal dari Organisasi
Lingkungan pergaulan yang berorientasi prestasi tersebut, berdasarkan banyak pengalaman, lahir dari dunia organisasi mahasiswa. Mereka yang beprestasilah yang kebanyakan lahir dari rahim organisasi mahasiswa, apapun organisasinya. Berorganisasi artinya selain dapat menumbuhkan kemampuan soft-skill dan life-skill, tapi juga mengundang kesempatan untuk berpretasi. Fakta membutkitkan, mahasiswa yang banyak mendapatkan prestasi, seperti lomba karya tulis, penelitian, business plan, debat, prestasi dibidang kesenian dan budaya, olahraga, dan bahkan terpilih menjadi delegasi di acara internasional adalah mereka yang aktif di organisasi mahasiswa. Bahkan ajang pemilihan mahasiswa beprestasi yang setiap tahunnya diadakan adalah salah satunya ditentukan oleh keaktifannya di organisasi. Organisasi mahasiswa dapat menjadi sarana yang sangat efektif dalam membantu seorang mahasiswa menemukan kesadaran kemudian dorongan dan motivasi untuk berprestasi karena ia berada pada lingkungan pergaulan yang mendukung seorang mahasiswa mencapai prestasinya. Apapun bidang dan jenis prestasinya.

Mahasiswa yang aktif di organisasi mahasiswa umumnya akan lebih cepat mehami dirinya sendiri, menemukan jati diri dan prinsip hidupnya, sehingga mereka dapat mengatur diri dan waktu dengan baik untuk mencapai target-target mereka. Fakta telah membuktikan hal tersebut. Berorganisasi cenderung akan melahirkan pemahaman diri, jati diri, prinsip hidup, karakter, kepercayaan diri dan skill. Ada potongan kalimat dari seorang aktivis mahasiswa yang mengatakan bahwa: “Berorganisasi memunculkan teman. Berteman melahirkan pergaulan. Pergaulan membawa pada dinamika. Dan dinamika membawa kepada kematangan hidup sebagai seorang pembelajar”[5].

Maka, motivasi berprestasi lahir dari keaktifan kita berorganisasi. Berorganisasi membuka peluang untuk beprestasi.

Organisasi mahasiswa berperan besar dalam membangun budaya dan amosfer prestatif didalam kampus melalui kebijakan dan program kerja yang dilakukannya. Kebijakana dan program kerja yang dibuat oleh organisasi mahasiswa seyogyanya semuanya berorientasi prestatif. Selain itu, organisasi mahasiswa mempunyai peran dalam proses pendidikan dan kaderisasi mahasiswa, sehingga secara langsung sebenarnya organisasi mahasiswa mempunyai tanggung jawab dalam mendidik mahasiswa yang ada dikampusnya. Organisasi harus menjadi wadah pembelajaran sekaligus wada pendidikan, atau knowledge resource bagi setiap mahasiswa yang ada didalam organisasi tersebut maupun kepada mahasiswa lain secara luas. Organisasi maasiswa harus mengajarkan berbagai skill kepada mahasiswanya berdasarkan peran dan fungsi organisasi tersebut. Ada empat sendi pengembangan skill dan knowledge mahasiswa yaitu melalui organisasi mahasiswa, yaitu 1) akademik oleh HMJ (himpunan mahasiswa jurusan), 2) sosial politik oleh BEM dan SENAT/DPM, 3) minat bakat oleh UKM (unit kegiatan mahasiswa), dan 4) keagamaan/spiritual oleh lembaga mahasiswa berbasis agama. Keempat sendi aktivitas mahasiswa tersebut harus berjalan secara sinergis dan terintegrasi dalam satu kesatuan yang harmonis sehingga pengembangan softskill mahasiswa di perguruan tinggi dapat dicapai dengan sempurna atau COMPLETE.

Organisasi mahasiswa harus menjadi penanam nilai/value positif kepada mahasiswa melalui kegiatan dan aktifitas yang dilakukan. Organisasi mahasiswa adalah wadah yang sangat tepat untuk mendidik mahasiswa menjadi mahasiswa ideal yang sesungguhnya, dan sebagai tempat yang tepat untuk belajar tentang kehidupan dan memaknainya. Seperti yang sudah dijelaskan dimuka, organisasi mahasiswa harus bisa berperan dalam menumbuhkan persepsi positif mahasiswa kepada institusinya agar dorongan untuk berprestasi dan berkontribusi kepada almamater dan bangsa dapat tumbuh subur dikalangan mahasiswa. Organisasi mahaisiswa adalah bagian penting dalam menumbuhkan dan melestarikan budaya dan amosfer prestatif di kampus.

Mulailah dari Dalam Diri Sendiri
Mulailah menumbuhkan semangat bepretasi dari dalam diri. Karena semangat kuat untuk menggapai prestasi bermula dari dalam diri sendiri, dan itulah yang akan menentukan apakah kita akan mempunyai prestasi atau tidak. Diri sendirilah juga yang akan menggerakan kita menjadi mahasiswa yang biasa saja, seperti kebanyakan kita, ataukah akan melejit diatas rata-rata kita, menjadi mahasiswa yang punya prestasi. Prioritaskan memperbaiki diri sebelum memperbaiki sistem. Perbaikan diri adalah modal untuk memperbaiki sistem. Sistem yang baik dibuat dan dijalankan oleh individu yang baik. Semuanya berawal dari pembinaan diri. Perbaikan diri[6].

Kapasitas berbanding lurus dengan kontribusi. Ibarat sebuah gelas, semakin besar ukuran gelas akan semakin besar jumlah air yang bisa ia tampung dan berikan. Semakin besar dan banyak ilmu seseorang, semakin besar kontribusi dan kemanfaatannya bagi sesama.

Teruslah belajar dan berkontribusi untuk kejayaan almamater dan bangsa.

HIDUP MAHASISWA!!!

Address

Sekretariat HMJ SEP Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas
Pekanbaru

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HMJ SEP Faperika UR posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to HMJ SEP Faperika UR:

Share