29/07/2019
Kita Menjalani Taqdir Kita...
By: El Wahyudi Panggabean
Sesungguhnya, hidup ini, merupakan tempat belajar menakjubkan banyak hal dari masalah yang kita hadapi.
Tuhan tidak memberi kita masalah, jika masalah itu tidak untuk membaikkan bagi kita.
Orang kuat adalah orang yang sering terluka. Ada banyak persoalan yang masuk dalam lingkup kekuasaan Allah. Jangan masuki itu.
Maut, jodoh, rezeki dan pertemuan merupakan hak proregatif Tuhan. Jangan campuri itu.
Jangan larut dalam kesedihan. Kesedihan, kebencian, penzholiman, penghujatan, ketakutan, iri, dengki dan segala hal-hal yang negatif, hanya akan menguras energi.
Tuhan meminta kita, berhasil. Tuhan menginingkan kita suskes. Tuhan menginginkan kita bahagia. Berusahalah. Bekerja keraslah!
Kita hanya menjalani taqdir kita. KIta tidak bisa mengubahnya. Kita hanya mampu memilih jalan menuju ketetapan Tuhan.
Jangan takut miskin. Jangan takut tidak populer. Jangan takut tidak dapat rezeki. Semua sudah diatur dan dikendalikan oleh Tuhan.
Tuhan meminta kita berusaha dan berdoa. Keberhasilan dan kesuskesan itu urusan Allah.
Semua takdir mulai dari diciptakannya pena sebagai mahluk perdana sampai ke akhir zaman telah ditulis. Yang menulis itu pena.
Pena adalah mahluk pertama diciptakan Tuhan. Sebuah bukti Pena sebagai kekuatan yang Agung. Allah juga bersumpah: Demi Pena!
Nun- Walqolamu wama Yasturunn...Demi Pena! Dan, tentang apa yang mereka goreskan...(QS: Al-Qalam:1)
Maka, mari kita berjuang mendakwah kan kebenaran.
"Siapa yang mengangkat pena untuk menulis, berarti dia melakukan perjuangan," kata Voltaire, Sastarawan Perancis.
(Poto: Majalah Berita FBI edisi Agustus 2019)