28/05/2014
DIES NATALIS KE 7 AKBID HARAPAN MULYA PONOROGO
REFLEKSI DIES NATALIS KE 7
AKBID HARAPAN MULYA PONOROGO
OLEH: HARIYANTO, M.Pd*
Dies Natalis atau hari ulang tahun lahirnya sebuah lembaga atau institusi pendidikan tinggi selalu diperingati dengan berbagai ragam jenis peringatan, ada yang dari sisi aspek akademik misalnya dengan mengadakan seminar, sarasehan, lomba karya ilmiah, dll. ada juga yang menekankan pada aspek non akademik seperti jalan santai dan berbagai lomba yang diikuti oleh tri civitas akademika. Apapun itu bentuknya, dies natalis merupakan perhelatan besar tahunan bagi kampus yang mencerminkan eksistensinya di tengah persaingan antar perguruan tinggi dewasa ini. Dies natalis terkait dengan nilai historitas sebuah kampus. Tidak hanya sebagai ajang refleksi bagi warga kampus tetapi juga menjadi sarana ekspresi diri kepada masyarakat luas akan prestasi yang telah diraih dan sumbangsihnya terhadap masyarakat, bangsa dan Negara.
Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo sebagai perguruan tinggi kesehatan yang merayakan dies natalis ke 7 pada tanggal 26 September 2012, hendaknya juga bisa menjadikan momentum dies natalis ini menjadi sarana berpijak agar bisa lebih mantap berdiri dan berlari mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Dengan peringatan ini maka seluruh civitas akademika, jajaran struktural maupun fungsional Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo bisa melihat kembali catatan perjalanan yang telah dilakukan dan menjadikan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pada masa depan dengan program-program kerja yang unggul tanpa meninggalkan ‘ruh’ Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Berbagai acara perlombaan mahasiswa, ajang pencarian bakat dan kreativitas mahasiswa, dengan menekankan pada aspek moralitas yang dilakukan pada moment dies natalis ke 7 ini akan bisa menjadi angin segar bagi tumbuh dan berkembangnya Unit Kegiatan Mahasiswa di Akbid Harapan Mulya Ponorogo, seperti terbentuknya Unit/sanggar tari Harapan Mulya, Unit keagamaan, seni, terbitnya buletin kampus dan bidang lainnya. Pada akhirnya penempaan kompetensi mahasiswa tidak hanya sekedar pada bidang hard skill saja tetapi perlu diimbangi dengan soft skill juga.
Pada umur ke tujuh, sudah selayaknya Akbid Harapan Mulya sudah bisa berlari lebih kencang, mendaki lebih kuat lagi untuk menancapkan panji-panji Akbid Harapan Mulya lebih tinggi lagi. Ibarat manusia, maka sudah saatnya punya adik lagi, karena sang kakak akan bisa membantu untuk ikut mengasuh adiknya. Dalam konteks program studi, maka sudah saatnya Prodi D3 Kebidanan memiliki satu Program studi lagi, dan Akademi Kebidanan berubah status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan. Harapan ini bukanlah harapan kosong dan akan bisa tercapai apabila penyelenggara pendidikan / Yayasan Briliant Buana Husada dapat lebih bersinergi dengan pelaksana di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo, dan seluruh komponen tri civitas akademika menjaga kebersamaan, merasa memiliki dan bertanggung jawab akan keberlangsungan Akademi.