02/06/2026
Ratusan Peserta Ikuti Bedah Buku “14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah” di Ponpes Tunas Ilmu
Purbalingga – Semangat menyiapkan para dai yang mampu berdakwah dengan hikmah menjadi latar belakang terselenggaranya Daurah Spesial Hybrid Bedah Buku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah karya Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A., yang digelar di Pondok Pesantren Tunas Ilmu Purbalingga, Ahad (31/5/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi antara HSI Berbagi dan Pondok Pesantren Tunas Ilmu tersebut diikuti ratusan peserta secara luring maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Koordinator Tim HSI Berbagi, Ustadz Said, menjelaskan bahwa kegiatan ini diinisiasi sebagai bekal bagi para dai HSI Berbagi yang akan bertugas di berbagai daerah, sekaligus untuk para pengurus HSI, santri, dan masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap dunia dakwah.
“Kami ingin memberikan bekal berupa contoh-contoh praktik hikmah dalam berdakwah kepada para dai HSI Berbagi yang akan ditugaskan di berbagai daerah, para pengurus HSI, serta para dai dan calon dai secara umum,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan daurah ini sebenarnya telah direncanakan sejak sekitar dua tahun lalu. Namun karena padatnya agenda penulis buku sekaligus pemateri, Ustadz Abdullah Zaen hafizhahullah, kegiatan tersebut baru dapat terlaksana pada tahun ini.
“Sebenarnya permohonan kepada Ustadz Abdullah Zaen untuk menyampaikan daurah ini sudah sejak sekitar dua tahun yang lalu. Adapun pelaksanaannya menyesuaikan dengan waktu luang beliau,” jelasnya.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pendaftar yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Ustadz Said menyebutkan, hampir 600 peserta mengikuti daurah tersebut secara online. Bahkan peserta terjauh berasal dari Papua dan Malaysia.
“Alhamdulillah, hampir 600 peserta bergabung melalui Zoom. Untuk peserta terjauh ada yang berasal dari Papua dan juga Malaysia,” katanya.
Meski diselenggarakan secara hybrid, koordinasi teknis antara panitia berjalan lancar. Tim Media HSI Berbagi hadir langsung di lokasi sehingga memudahkan komunikasi dan koordinasi dengan tim Pondok Pesantren Tunas Ilmu.
Sementara itu, Ketua Divisi Dakwah dan Sosial Pondok Pesantren Tunas Ilmu, Ustadz Abdul Rahman Alkhairy, M.Pd., menilai bahwa materi yang dibahas dalam buku tersebut sangat relevan dengan kebutuhan dakwah saat ini.
Menurutnya, dakwah pada hakikatnya adalah mengajak manusia kepada kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala. Namun tujuan mulia tersebut bisa tidak tercapai apabila disampaikan dengan cara yang kurang tepat.
“Kalau cara mengajak kepada kebaikan dilakukan dengan tidak baik, dikhawatirkan orang tidak lagi melihat isi dakwahnya, tetapi justru melihat cara penyampaiannya yang kurang hikmah. Akibatnya, mereka bisa menjauh dari dakwah Islam itu sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembahasan tentang hikmah dalam berdakwah sering kali masih bersifat teoritis. Karena itu, buku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah hadir dengan berbagai contoh nyata yang dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Buku ini sangat cocok dipelajari karena tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga menghadirkan contoh-contoh praktis tentang bagaimana menerapkan hikmah dalam berdakwah. Ini merupakan bekal yang sangat dibutuhkan oleh seorang dai,” ujarnya.
Abdul Rahman mengungkapkan bahwa sekitar 100 peserta hadir langsung di Gedung Pondok Pesantren Tunas Ilmu, sementara total peserta yang mengikuti kegiatan, baik daring maupun luring, mencapai ratusan orang.
Antusiasme peserta terlihat saat sesi tanya jawab berlangsung. Banyaknya pertanyaan yang masuk membuat tidak semua pertanyaan dapat dijawab karena keterbatasan waktu.
“Itu menunjukkan antusiasme yang sangat luar biasa. Bahkan setelah acara selesai, beberapa peserta menyampaikan bahwa materi ini sangat mereka butuhkan dan memberikan banyak wawasan baru dalam berdakwah di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dapat memperoleh buku 14 Contoh Praktek Hikmah dalam Berdakwah dengan harga Rp85.000 per eksemplar.
Abdul Rahman menjelaskan bahwa keuntungan dari penjualan buku tersebut dialokasikan untuk mendukung program dakwah dan pendidikan yang dijalankan Pondok Pesantren Tunas Ilmu.
“Keuntungan dari penjualan buku ini masuk ke pesantren dan digunakan untuk mendukung kegiatan dakwah, pendidikan, serta program sosial kemasyarakatan. Insya Allah manfaatnya akan dirasakan oleh para penuntut ilmu, penghafal Al-Qur'an, dan masyarakat secara luas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, HSI Berbagi dan Pondok Pesantren Tunas Ilmu berharap semakin banyak dai dan calon dai yang memahami pentingnya hikmah dalam berdakwah, sehingga pesan Islam dapat tersampaikan dengan baik dan diterima oleh masyarakat.
Kontributor: Septian Dwi Cahyo