Speculum Scientiae

Speculum Scientiae Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Speculum Scientiae, College & University, Jln. Veteran No. 50, Purukcahu.

20/03/2026
23/02/2026
Raja Ampat Bukan "Tanah Kosong"Papua "Surga Tersembunyi" di ufuk timur. Ia menyimpan segala harta kekayaan yang tak tern...
05/06/2025

Raja Ampat Bukan "Tanah Kosong"

Papua "Surga Tersembunyi" di ufuk timur. Ia menyimpan segala harta kekayaan yang tak ternilai harganya. Di tanah ini, kita menemukan lumbung emas "Freeport" yang konon katanya sudah 51% milik Indonesia dan 49% milik Amerika Serikat. Tapi Balhil berceloteh "50%". Jokowi setahun yang lalu berjanji katanya mau menguasai 61%. Namun angka ini tinggal angka.

Setelah Freeport, 3 juta hektare hutan Papua dibuka dengan dalil "Swasembada pangan: sawah dan tebu". Para investor berduyun-duyun ke Nusa Cendrawasih untuk melirik kekayaan yang tertimbun tanah. Setelah polemik pembukaan hutan, Papua kembali "berduka" hutan dan keindahan Raja Ampat digerogoti dengan aktivitas tambang nikel.

Tagar "Raja Ampat bukan tanah kosong" mulai berseliweran di media sosial mendukung para aktivis lingkungan hidup untuk menyelamatkan alam dan seluruh keanekaragaman hayati. Keindahan Raja Ampat mulai "keriput" para investor telah menguasai "Surga Kecil" Papua Barat Daya demi "rupiah"

Sampai di sini saya paham mengapa orang Papua yang bergerilya di hutan berjuang mati-matian untuk merdeka. Pertama bukan karena mereka tidak makan tetapi harga diri mereka di tanah kelahirannya diinjak-injak dengan berbagai aksi penambangan tetapi hasilnya nol untuk mereka. Korupsi dari pusat hingga daerah padahal diberi status "Otonomi khusus". Ke mana harta kekayaan alam Papua?

Hari-hari ini, Raja Ampat disoroti Karena isi perutnya dikuras demi kekayaan segelintir orang. Jika negara ini mau jujur, Papua pasti makmur dan saya yakin para gerilyawan berhenti membuat kerusuhan di pedalaman Papua. Mereka mungkin merasa asing di tanahnya sendiri. Bahkan posisi strategis diisi oleh orang non Papua. Miris! Mari kembalikan keindahan Raja Ampat. Stop menguras "isi perut" Tanah Papua.

Palangka Raya, 5 Juni 2025✍️

Momen HUT Kalimantan Tengah ke 68
23/05/2025

Momen HUT Kalimantan Tengah ke 68

✝️Ibu Tilde Bere: Dari  Biologi Ke Teologi🌹Ibu, perjumpaan pertama kita terjadi saat SMP Negeri Napan mulai dibuka meski...
20/05/2025

✝️Ibu Tilde Bere: Dari Biologi Ke Teologi🌹

Ibu, perjumpaan pertama kita terjadi saat SMP Negeri Napan mulai dibuka meskipun masih menggunakan gedung SDK Yap Yes bulan Juli 2007. Saat itu beberapa guru angkatan pertama yang saya ingat adalah Ibu sendiri bersama suami Pak Densi. Ibu mengajar Mata pelajaran Biologi dan Pak Demsi guru Olahraga. Dari ibulah saya mulai mengenal dan mencintai pelajaran Biologi yang tidak pernah ada di bangku SD.

Bulan September 2008, gedung SMP Negeri Napan sudah bisa digunakan dan semua pindah ke sekolah baru. Saat itu saya sudah SMP kelas VIII dan ibu tetap menjadi pengasuh mata pelajaran Biologi. Selain ibu mengajar bagus, ibu adalah guru tercantik di sekolah pada zaman itu apalagi saat itu masih muda dan baru mempunyai anak pertama (Erlan). Saya sangat senang jika ibu dari Nunpene datang jika si kecil ikut karena nanti kami akan bermain bersama saat jam istirahat.

Setelah saya lulus SMP bulan Mei 2010 (15 tahun lalu), saya tidak pernah berjumpa lagi dengan ibu sampai hari ini saya melihat kabar di Facebook bahwa ibu telah tiada. Meskipun hanya bersama 3 tahun di SMP namun kenangan yang tercipta di sekolah mengkristal selama bertahun-tahun. Saya sangat bersedih karena tidak sempat bertemu ibu untuk bercerita tentang s**a duka panggilan hidup yang saya jalani hari ini. Saya tidak sempat mau bercerita bangga bahwa saya alumni SMP NEGERI Napan angkatan pertama yang memutuskan untuk mengikuti panggilan Tuhan. Teman-teman angkatan memilih panggilan biologis dan saya menekuni panggilan teologis.

Hari ini ketika saya tahu bahwa ibu telah tiada pun saya baru tahu kalau ibu juga punya media sosial (Facebook). Terima kasih ibu telah mengajarkan satu nilai dari biologi dan dari biologi saya melanjutkan nya ke jenjang teologi. Karena tanpa biologi tidak mungkin saya mengerti teologi sebab manusia adalah harus bermula dari biologi baru menuju teologi dan pada akhirnya bermuara di eskatologi yakni hidup akhirat. Saya percaya bahwa Ibu akan berada di dunia eskatologi bersama para Kudus. Terima kasih banyak meskipun tidak pernah berjumpa lagi selama 15 tahun terakhir.
Ibu doakan saya supaya bisa menjadi pelayan Tuhan yang rendah hati.🙏😭

Palangka Raya, 20 Mei 2025✍️

18/05/2025

Inaugurasi Paus Leo XIV: Penyerahan Palium & Cincin sebagai simbol gembala Gereja

17/05/2025

Pernikahan Adat Dayak Maanyan Eko & Tita🌹

Acara Adat Dayak Maanyan Pernikahan Eko & Tita🌹
17/05/2025

Acara Adat Dayak Maanyan Pernikahan Eko & Tita🌹

Minggu Panggilan
11/05/2025

Minggu Panggilan

Habemus PapamKardinal Robert Franscis Prevost, OSA terpilih menjadi Paus ke 267 dengan nama Paus Leo XIV
08/05/2025

Habemus Papam

Kardinal Robert Franscis Prevost, OSA terpilih menjadi Paus ke 267 dengan nama Paus Leo XIV

Address

Jln. Veteran No. 50
Purukcahu
73911

Telephone

+6282144497311

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Speculum Scientiae posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share