STAI Al-Azhar Purwakarta

STAI Al-Azhar Purwakarta Terwujudnya sekolah tinggi agama islam purwakarta sebagai pusat kajian pendidikan agama islam

Suatu hari, dua org sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah.Penjualnya ternyata melayani dengan ...
02/12/2015

Suatu hari, dua org sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah.
Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut.
Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu.
Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu.
Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei....kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”
Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”
“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.
“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.”
Sahabat.......,
tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi.
Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.
Coba renungkan....
Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu?
Jaga suasana hati.
Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak!
Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.
“Pemenang kehidupan” adalah
-Orang yang tetap sejuk di tempat yang panas,
-yang tetap manis di tempat yang sangat pahit,
-yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar,
-yang tetap tenang di tengah badai yang paling hebat....
-yang selalu bersyukur atas nikmat-Nya
Met malam, met beristirahat ya Sobat..!!

"Mother, how are you today"Sebuah cerpen, Terjemahan Peter F. Gontha.JANJIAN MAKAN MALAM DENGAN SEORANG WANITA.Sesudah m...
22/08/2015

"Mother, how are you today"
Sebuah cerpen,
Terjemahan Peter F. Gontha.
JANJIAN MAKAN MALAM DENGAN SEORANG WANITA.
Sesudah menikah 21 tahun, istri saya meminta saya agar mengundang seorang wanita lain untuk makan malam dan nonton sebuah film.
Dia katakan: 'Saya cinta kamu, tapi saya tau bahwa perempuan yang satu ini juga sangat mencintaimu dan sangat ingin meluangkan waktu denganmu'.
Ternyata perempuan yang dimaksud istri saya itu adalah ibu saya yang sudah menjanda selama 22 tahun.
Namun, krn kesibukan saya dan harus meluangkan waktu untuk ke3 anak saya, hanya memungkinkan bagi saya untuk bertemu dengan ibunda sekali sekali. Mungkin sekali sebulan saja.
Malam itu saya menelpon beliau untuk mengajaknya makan berdua dan nonton film berdua.
Ia bertanya: "Ada apa Nak, keluargamu baik2, kamu sakit?
Ibu saya adalah tipe wanita yang selalu curiga kalau ada telepon masuk malam hari, dan adanya undangan yang tiba2, dan bahwa itu adalah pertanda tidak baik atau berita duka.
Saya jawab: "Oh bukan. Saya pikir, akan menyenangkan bila dapat menghabiskan waktu bersama Ibu. Hanya kita berdua.
Sejenak ia berpikir, kemudian mengatakan: "Sangat menyenangkan dan saya s**a pergi bersamamu".
Hari Jumat itu sep**ang kerja, dalam perjalanan menjemputnya, saya merasa agak gugup dan nervous.
Pada waktu saya sampai di rumahnya, saya melihat ia sudah menunggu di depan pintu dan Ibu kelihatan agak nervous mengenai janjian kita.
Ia berdiri di depan pintu, memakai sehelai kain penutup di lehernya. Kelihatannya dia baru p**ang dari salon kecantikan. Rambutnya disisir rapih dan kelihatan sangat cantik. Ia memakai baju yang terakhir dipakainya pada hari ulang tahun perkawinan terakhir yang ia rayakan bersama almarhum ayah saya.
Ia tersenyum, terharu, gembira bagaikan 1000 malaikat menghiasi mukanya.
Sambil masuk ke dalam mobil, ia berkata: "Anakku, aku bercerita pada teman2ku bahwa putra saya akan mengajak saya keluar makan malam dan nonton film berdua. Teman-teman ibu sangat kagum bahwa kamu mengajak saya pergi. Mereka semua menunggu, ingin tau cerita mengenai malam ini".
Kita masuk sebuah restoran yang sederhana, namun sangat cantik dan romantis.
Ibu memegang tangan saya seperti layaknya seorang Ibu Negara.
Sesudah kita duduk, saya membacakan daftar makanan. Setengah jalan saya menoleh kepada ibu saya dimana Ibu sedang menatap saya dengan satu senyuman nostalgia yang terlihat pada bibirnya.
Dia mangatakan: "Waktu kamu masih kecil saya yang bacakan daftar makanan buatmu".
Saya menjawab: " Nah ibu, kalau begitu sudah waktunya
Ibu rileks saja. Sekarang saya yang membalas kebaikan Ibu".
Sambil makan, kami berbincang mengenai segala macam yang indah, tanpa adanya perbedaan pendapat dan hanya kesepakatan. Seru sekali, saling menceritakan mengenai kesibukan kita masing2 dan bagaimana cepat cucu2nya bertambah besar. Kita bicara dan ngobrol sampai lupa bahwa kita masih mempunyai acara untuk pergi nonton.
Sampai di rumah malam itu ia mengatakan: "Saya mau ajak kamu makan lagi.....asal kamu setuju saya yang membayar". Saya pun setuju.
Sampai di rumah istri saya bertanya: "Bagaimana makan malam dan janjiannya dengan Ibumu?
Saya menjawab: "Sangat menyenangkan, lebih dari yang pernah saya pikirkan dan bayangkan".
Beberapa hari kemudian, Ibu saya meninggal karena serangan jantung berat. Begitu cepatnya segala berlalu sampai saya sudah tidak dapat berbuat apa2 lagi baginya.
Beberapa hari kemudian saya menerima surat dalam amplop yang berisi pembayaran restoran yang sama yang saya kunjungi bersama ibu saya untuk makan malam, karena Ibu merencanakan untuk mengundang saya.
Terlampir ada catatan kecil: "Saya membayar bon makanan ini karena saya tidak terlalu yakin saya dapat berada di sana bersama kamu, Nak"
Tapi saya bayar untuk dua orang, buat kamu dan istrimu. Anakku, kau tidak dapat membayangkan bagaimana nilai dan artinya malam tersebut bagi saya. Aku sayang padamu, Anakku.
Pada saat itu aku sadar, arti dan pentingnya kita mengatakan: "Aku sayang padamu - I love you' dan menyiapkan maupun menyisakan waktu.

bukan berapa banyak yang anda miliki tapi berapa sering anda berbagiHARI ini sesosok wanita tua mengetuk pintu kaca toko...
12/08/2015

bukan berapa banyak yang anda miliki tapi berapa sering anda berbagi

HARI ini sesosok wanita tua mengetuk pintu kaca toko. “Bu… Beli kue saya… Belum laku satupun… Kalau saya sudah ada yang laku saya enggak berani ketuk kaca toko ibu…”

Saya persilakan beliau masuk dan duduk. Segelas air dan beberapa butir kurma saya sajikan untuk beliau.
“Ibu bawa kue apa?”
“Gemblong, getuk, bintul, gembleng, Bu.”
Saya tersenyum… “Saya nanti beli kue ibu… Tapi ibu duduk dulu, minum dulu, istirahat dulu, muka ibu sudah pucat.”
Dia mengangguk. “Kepala saya sakit, Bu.. Pusing, tapi harus cari uang. Anak saya sakit, suami saya sakit, di rumah hari ini beras udah gak ada sama sekali. Makanya saya paksain jualan,” katanya sambil memegang keningnya. Air matanya mulai jatuh.
Saya cuma bisa memberinya sehelai tisu…
“Sekarang makan makin susah, Bu…. Kemarin aja beras gak kebeli… Apalagi sekarang… Katanya bensin naik.. Apa-apa serba naik.. Saya udah 3 bulan cuma bisa bikin bubur… Kalau masak nasi gak cukup.
Hari ini jualan gak laku, nawarin orang katanya gak jajan dulu. Apa apa pada mahal katanya uang belanjanya pada enggak cukup…”
“Anak ibu sakit apa?” Saya bertanya.
“Gak tau, Bu… Batuknya berdarah…”
Saya terpana. “Ibu, Ibu harus bawa anak Ibu ke puskesmas. Kan ada BPJS…”
Dia cuma tertunduk. “Saya bawa anak saya pakai apa, Bu? Gendong gak kuat.. .Jalannya jauh… Naik ojek gak punya uang…”
“Ini Ibu kue bikin sendiri?”
“Enggak, Bu… Ini saya ngambil.” jawabnya.
“Terus ibu penghasilannya dari sini aja?”
Dia mengangguk lemah…
“Berapa Ibu dapet setiap hari?”
“Gak pasti, Bu… Ini kue untungnya 100-300 perak, bisa dapet Rp4 ribu -12 ribu paling banyak.”
Kali ini air mata saya yang mulai mengalir. “Ibu p**ang jam berapa jualan?”
“Jam 2.. .Saya gak bisa lama lama, Bu.. Soalnya uangnya buat beli beras… Suami sama anak saya belum makan. Saya gak mau minta-minta, saya gak mau nyusahin orang.”
“Ibu, kue-kue ini tolong ibu bagi-bagi di jalan, ini beli beras buat 1 bulan, ini buat 10x bulak-balik naik ojek bawa anak Ibu berobat, ini buat modal ibu jualan sendiri. Ibu sekarang p**ang saja… Bawa kurma ini buat pengganjal lapar…”
Ibu itu menangis… Dia pindah dari kursi ke lantai, dia bersujud tak sepatah katapun keluar lalu dia kembalikan uang saya. “Kalau ibu mau beli.. Beli lah kue saya. Tapi selebihnya enggak bu… Saya malu….”

Saya pegang erat tangannya… “Ibu… Ini bukan buat ibu… Tapi buat ibu saya… Saya melakukan bakti ini untuk ibu saya, agar dia merasa tidak sia-sia membesarkan dan mendidik saya… Tolong diterima…” Saya bawa keranjang jualannya. Saat itu aku memegang lengannya dan saya menyadari dia demam tinggi. “Ibu p**ang ya…”

Dia cuma bercucuran airmata lalu memeluk saya. “Bu.. Saya gak mau ke sini lagi… Saya malu…. Ibu gak doyan kue jualan saya… Ibu cuma kasihan sama saya… Saya malu…”
Saya cuma bisa tersenyum. “Ibu, saya doyan kue jualan Ibu, tapi saya kenyang… Sementara di luar pasti banyak yang lapar dan belum tentu punya makanan. Sekarang Ibu p**ang yaa…”
Saya bimbing beliau menyeberang jalan, lalu saya naikkan angkot… Beliau terus berurai air mata.

Lalu saya masuk lagi ke toko, membuka buka FB saya dan membaca status orang orang berduit.

The show must go on.
JIKA Bermanfaat untuk silahkan share.
Sumber: ibu Ernydar Irfan

"Nick Vujicic dan Kisah Inpiratifnya" Nick Vujicic dibayar Usd 150.000/2jam. Siapa yg tak kenal motivator sekaligus Insp...
11/08/2015

"Nick Vujicic dan Kisah Inpiratifnya"

Nick Vujicic dibayar Usd 150.000/2jam. Siapa yg tak kenal motivator sekaligus Inspirator kelahiran benua Australia. Pemuda yg usianya belum genap 34 th, tanpa lengan dan kaki ini mengispirasi b*k orang didunia.

Saya kira dia sdh 2 kali datang ke Indonesia. Terakhir diundang oleh sebuah perusahaan asuransi asing di Bali dengan Bayaran sekitar 125.000-150.000usd/2 jam. Jadi hampir 2Milyar...Fantastic!!!

Dlm sebuah Perjalanan ke Jogya dengan sahabat saya, yg kebetulan menyaksikan seminar NICK di bali awal Maret kemarin. Kami berdiskusi. Saya nyeletuk...wah enak benar yah jadi motivator hanya bicara 2 jam bisa dpt 2 milyar...sambil bercanda.
Tapi Teman saya menimpali dgn 1/2 serius. Dan bertanya balik. Apa kamu mau melalui "proses" untuk mencapai 2M selama 33th? masa kecil yg keras, penuh hinaan, dibully, diinjak, diremehkan dan direndahkan. Kamu benar2 mau mendapatkan 2M tanpa tangan dan Kaki...?

Saya diam sebentar, pikiran benar2 di sentil oleh jawaban balik. Ternyata dlm kehidupan sehari2, secara sadar saya pun kerap melakukan hal yg bisa sama. Rumput dihalaman rumah kerap tak sehijau tetangga. Ketika melihat orang sukses kita selalu berkata, betapa enaknya ya hidup mereka sekarang, punya b*k uang berlimpah, asset yg b*k, hidup yg serba kecukupan.

Kita mudah sekali memakai "hukum PEMBANDING" akibatnya bukan rasa bersyukur yg diharap, tapi bisa jadi rasa IRI yg menyelinap di hati. Kerap kita hanya melihat saat orang ada di puncak, tapi tak pernah tau kapan mereka mulai merayap dan merangkak. Orang mudah melihat senyum yg lepas tanpa melihat air mata dan keringat yg diperas. Kita iri melihat keberhasilan orang lain, kita menginginkan, tapi kita tak berani bayar harganya, saya pernah membaca Quote yg bunyinya spt ini,

"Jika Anda hanya INGIN sukses tapi malas dan mudah menyerah.. lebih baik jangan bermimpi! berpikir pun jangan!"

"If you really want to do something, you'll find a way, but if you don't want, you'll find so many excuse.
Success.

08/08/2015
Menarik untuk di baca, semoga memberi manfaatAda seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena...
07/08/2015

Menarik untuk di baca, semoga memberi manfaat

Ada seorang filsuf yang menaiki sebuah perahu kecil ke suatu tempat. Karena merasa bosan dalam perahu, kemudian dia pun berdiskusi dengan pelaut.
Filsuf menanyakan kepada pelaut itu: ” Apakah Anda mengerti filosofi?”
“Tidak mengerti.” Jawab pelaut.
“Wahh, sayang sekali, Anda telah kehilangan setengah dari seluruh kehidupan Anda.
Apakah Anda mengerti matematika?” Filsuf tersebut bertanya lagi.
“Tidak mengerti juga.” Jawab pelaut tersebut.
Filsuf itu, menggelengkan kepalanya seraya berkata:
“Sayang sekali, bahkan Anda tidak mengerti akan matematika.
Berarti Anda telah kehilangan lagi setengah dari kehidupan Anda.”
Tiba-tiba ada ombak besar, membuat perahu tersebut terombang-ambing. Ada beberapa tempat telah kemas**an air,
Perahu tersebut akan tenggelam, filsuf tersebut ketakutan. Seketika, pelaut pun bertanya pada filsuf: ” Tuan, apakah Anda bisa berenang?”
Filsuf dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata: “Saya tidak bisa, cepat tolonglah saya.”
Pelaut menertawakannya dan berkata: “Berenang Anda tidak bisa, apa arti dari kehidupan Anda? Berarti Anda akan kehilangan seluruh kehidupan Anda.”
Semua orang sebenarnya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Bangga atas prestasi itu wajar saja, tetapi jangan sampai membuat diri sendiri menjadi sombong maupun angkuh akan prestasi tersebut. Ingatlah, selalu ada yang lebih pintar dari kita. Dan kita juga masih perlu belajar dari kelebihan orang lain

"Indahnya Mengasihi dan Berbagi Kebahagiaan"Pada suatu hari yang cerah, seorang guru muda berjalan melintasi sebuah desa...
03/08/2015

"Indahnya Mengasihi dan Berbagi Kebahagiaan"

Pada suatu hari yang cerah, seorang guru muda berjalan melintasi sebuah desa. Walaupun usianya baru menginjak dasawarsa ketiga, namun kepandaian dan kebijaksanaannya terkenal di seluruh penjuru negeri.

Tiba-tiba saja, langkahnya dihentikan oleh seorang pemuda yang bertubuh tinggi besar, beraut wajah merah tampak marah dan tidak senang.

"Hei," katanya kasar. "Anda itu tidak berhak mengajari orang lain..!"

Kemudian pemuda ini mulai berteriak menantang dan menghina guru muda ini. "Tahu tidak? Anda ini sama saja bodohnya dengan orang lain. Punya kepandaian sedikit saja, sok tahu! Badan begitu kecil nyalimu cukup besar ya. Ayoo...kalau berani kita berkelahi!"

Dengan wajah tenang, sambil tersenyum sang Guru muda malahan balik bertanya: "Teman. Jika kamu memberi hadiah untuk seseorang, tapi seseorang itu tidak mengambilnya, siapakah pemilik hadiah itu?"

Si pemuda terkejut, karena tiba-tiba diberi pertanyaan yang aneh.
Spontan, ia menjawab lantang, "Pertanyaan bodoh! Tentu saja! Hadiah itu tetap menjadi milikku karena akulah yang memberikan hadiah itu."

Guru muda ini tersenyum, lalu berkata, "Kamu benar. Kamu baru saja memberikan marah dan hinaan kepada saya dan saya tidak menerimanya, apalagi merasa terhina sama sekali tidak.
Maka kemarahan dan hinaan itu pun kembali kepadamu.
Benar kan?

Dan kamu menjadi satu-satunya orang yang tidak bahagia. Bukan saya. Karena sesungguhnya, melampiaskan emosi kemarahan adalah sebuah proses menyakiti diri sendiri. Membangkitkan sel-sel negatif di dalam diri "

Pemuda itu terdiam, mencoba mencerna kata demi kata sang guru. Kepala dan hatinya seperti tersiram air dingin, ketika mendapat sebuah kesadaran baru.

Sang guru muda melanjutkan. "Jika kamu ingin berhenti menyakiti diri sendiri singkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih. Ketika kamu membenci orang lain, dirimu sendiri tidak bahagia bahkan tersakiti secara alami. Tetapi ketika kamu mencintai orang lain, semua orang menjadi bahagia.

HARGA & NILAIChase the vision, not the money; the money will end up following you. –Tony Hsieh, Zappos CEOFilsuf Denmark...
31/07/2015

HARGA & NILAI

Chase the vision, not the money; the money will end up following you. –Tony Hsieh, Zappos CEO
Filsuf Denmark, Soren Kierkegaard menceritakan tentang sekelompok pencuri yang masuk ke sebuah toko perhiasan. Mereka tidak mencuri apapun, tetapi menukar-nukarkan label harga. Esoknya, perhiasan yang sangat mahal dijual dengan harga obral, dan perhiasan murahan dijual dengan harga selangit. Bukankah di zaman ini kita hidup seperti itu juga? Harga sesuatu dikacaukan dengan nilainya.

Orang dihargai tinggi sesuai dengan penampilan mereka, bukan nilai karakternya. Calon bayi yang diduga cacat bisa diaborsi karena harga yang harus dibayar oleh orang tua untuk merawat bayi itu di masa mendatang sangat besar. Tetapi tidak dilihat nilai intrinsik yang tertanam dalam sebuah nyawa ciptaan Tuhan. Orang dianggap terpandang bila bisa masuk daftar 100 orang terkaya, tidak peduli nilai-nilai apa yang ia langgar untuk mendapatkan status itu. Mereka yang naik Porsche dihargai lebih tinggi dan dianggap lebih berbahagia hidupnya dari pada mereka yang naik kendaraan umum, padahal belum tentu demikian.
Jangan bingung antara harga dan nilai.
Harga adalah sederet angka yang ditetapkan oleh masyarakat. Tetapi nilai adalah sesuatu yang ditanamkan dari awalnya, dan yang harus cari dalam hidup kita. Uang, jabatan, kekuasaan memang berharga. Tetapi s**a cita, belas kasihan, kebaikan hati, kejujuran, kesetiaan, karakter yang agung, jauh lebih bernilai. Tidak perlu mengejar label harga Anda, tetapi jadilah seseorang yang bernilai tinggi di hadapan sesama. Nilai lebih penting dari harga.

Seperti bunga keabadian Anaphalis javanica (Javanese Edelweiss), akan tetap berharga walau sudah di bawa turun gunung tapi tidak bernilai apa - apa jika sudah ada di dalam dompet atau vas bunga.

SAAT INI ORANG TAHU HARGA SEMUA HAL, TETAPI TIDAK TAHU NILAI APAPUN JUGA (Oscar Wilde)

Selamat beristirahat

Siapa Pemilik KebahagiaanJika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, ti...
31/07/2015

Siapa Pemilik Kebahagiaan

Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.
Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.
Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.
Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.
Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.
Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.
Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri.. mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal…
“Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.”
“Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada .”
Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.
Yang kita butuhkan adalah Hati yang Bersih dan Ikhlas serta Pikiran yang Jernih, maka kita bisa menciptakan rasa “Bahagia” itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun.”
Kebahagiaan itu milik Orang-orang yang dapat Bersyukur.

Selamat Hari Jumat

30/07/2015

Tidak lagi menjadi tapi MENCIPTAKAN

-sebuah sudut pandang (yang seharusnya tidak) baru-

Kemarin dalam perjalanan, disebuah radio, si penyiar ngebahas tentang 'MPLS' (baca : Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Tapi bukan itu yang akan saya bahas, melainkan kutipan pernyataan dari bapak Menteri kita bahwa "kita sudah harus merubah mindset generasi kita tidak lagi ditanya mau jadi apa nanti? Melainkan mau membuat apa nanti?" -Anies Baswedan- yang dilontarkan oleh si penyiar.

Menarik, pola pikir ini yang sudah lama tertanam dalam banyak generasi, tidak terkecuali saya pada masanya, sehingga pada akhirnya ada kesalahan dalam menentukan tujuan kita bersekolah yang jauh dari sikap kemandirian & kedewasaan. Karena idealnya, kita bersekolah untuk mengenyam pendidikan yang akan mengubah pola pikir pada tatanan yang jauh lebih luas agar bisa menebar manfaat dari ilmu yang sudah kita dapat.

Ketika jenjang pendidikan yang sudah kita tempuh kemudian tidak memberikan output yang baik (dalam hal ini pekerjaan yang sesuai bidang ilmu kita) maka bukan berarti kita harus berhenti, tantanglah diri kita untuk menciptakan sesuatu agar manfaat ilmunya terus mengalir. Ingat! Ilmu itu luas, tidak terbatas pada apa yang sudah kita dapat dari pilihan bidang yang kita ambil. Barangkali itu makna luas dari kalimat "...mau membuat apa nanti".

Dan terutamanya yang paling terpenting JANGAN SEPELEKAN impian kita untuk BERSEKOLAH. Dengan bersekolah kita pasti menjadi pribadi yang lebih 'kaya'. Bayangkan ilmu yang bisa kita wariskan pada anak cucu kita, mencetak generasi terbaik dengan ilmu adalah kekayaan yang sebenarnya. YUK, jangan pernah ragu menyisihkan rezeki kita untuk ILMU. Kejarlah!

Keep Brighting

MENCARI ILMU DAN MENEBAR KEBAIKAN MERUPAKAN SATU KESATUAN(Belajar dan Tumbuh Bersama)James Bender dlm bukunya, "How to T...
29/07/2015

MENCARI ILMU DAN MENEBAR KEBAIKAN MERUPAKAN SATU KESATUAN
(Belajar dan Tumbuh Bersama)

James Bender dlm bukunya, "How to Talk Well" [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita ttg seorang petani yg menanam jagung unggulan & sering kali memenangkan penghargaan setiap tahun berturut2.
Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara & menggali rahasia kesuksesan petani tsb.
Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.
"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.
"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus p**a," jawab petani.
Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dlm kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya utk melakukan hal yg sama.
Dlm Kehidupan, Mereka Yg Ingin Menikmati Kebaikan, Harus Memulai Dg Menabur Kebaikan Pada Orang2 di Sekitarnya. Jika Anda Ingin Bahagia, Anda Harus Menabur Kebahagiaan Utk Orang Lain. Jika Anda Ingin Hidup Dg Kemakmuran, Maka Anda Harus Berusaha Meningkatkan Taraf Hidup Orang2 di Sekitar Anda.
Anda Tidak Akan Mungkin Menjadi Ketua Team Yg Hebat, Jika Anda Tidak Berhasil Mengupgrade Masing2 Anggota Team Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG2 DI SEKITAR ANDA.
Orang Cerdas Sejatinya Adalah Orang Yg Mencerdaskan Orang Lain, Begitu P**a Orang Yg Baik Adalah Orang Yg Mau Membaikkan Orang Lain.
Selamat Pagi Sahabat STAI AL-AZHAR Purwakarta.

Mulailah dengan 1 langkah untuk sebuah investasi ilmu Karena warisan terbaik yang tak pernah habis & akan terus bertamba...
28/07/2015

Mulailah dengan 1 langkah untuk sebuah investasi ilmu
Karena warisan terbaik yang tak pernah habis & akan terus bertambah adalah ilmu

Keep shinning
Make your living better

Address

Jln. KNPI Kel. Ciseureuh Kec. Purwakarta
Purwakarta
41118

Telephone

081912577112

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when STAI Al-Azhar Purwakarta posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to STAI Al-Azhar Purwakarta:

Share