02/09/2026
THP FACT 📢
Tahukah kamu bahwa… daun Mekai (Pycnarrhena tumefacta Miers), yang secara tradisional digunakan masyarakat Dayak sebagai penyedap rasa alami, dapat dipertahankan warna hijau dan kandungan klorofilnya melalui teknologi ohmic blanching? 🌿⚡
Penelitian oleh Amaliah et al. (2026) mengkaji pengaruh ohmic blanching pada suhu 80, 85, dan 90 °C selama 5–15 menit terhadap kandungan klorofil, karakteristik warna, dan aktivitas enzim polyphenol oxidase (PPO) daun Mekai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada suhu 85 °C selama 10 menit menghasilkan retensi warna hijau dan kandungan klorofil terbaik, sekaligus menurunkan aktivitas PPO secara substansial. Kondisi ini juga memiliki nilai Specific Performance Coefficient yang relatif tinggi, yaitu 0,893, yang menunjukkan penggunaan energi secara efisien.
Enzim PPO merupakan salah satu penyebab utama terjadinya pencokelatan pada bahan pangan. Melalui pemanasan yang cepat dan merata, teknologi ohmic blanching dapat membantu menginaktivasi enzim tersebut serta mengurangi kerusakan pigmen sebelum daun Mekai dikeringkan.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa tanaman lokal Kalimantan dan teknologi pengolahan modern dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bahan pangan alami dengan warna, mutu fungsional, dan efisiensi proses yang lebih baik.
📚 Penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Discover Food terindeks Scopus Q2 pada tahun 2026.
Penasaran bagaimana teknologi ohmic blanching dapat mempertahankan warna dan kandungan klorofil daun Mekai? 👉 https://doi.org/10.1007/s44187-026-00831-1