01/07/2016
[Polemik Bidikmisi Unmul]
Salam Eksperia !
Pengumuman Beasiswa Bidikmisi telah dilaksanakan di kampus Mulawarman pada tanggal 30 juni 2016. Hasilnya adalah 258 yang telah lolos dari kuota Unmul sebesar 480 Mahasiswa saja.
Miris melihat kuota yang di terima kampus terbesar di tanah borneo dan mempunyai kuantitas Mahasiswa yang tak sedikit.
Berbanding terbalik dengan realita di lapangan. Bagaimana tidak dari pendaftar sekitar 500an Mahasiswa yang mendaftar Beasiswa bidikmisi hanya setengahnya saja yang mendapatkan biaya hidup per semester tersebut.
Dari 258 yang diterima menjadi penerima Beasiswa bidikmisi tersebut, keseluruhannya adalah yang mengikuti ujian kategori saintek.
Karena dalam pedoman Beasiswa bidikmisi Bab 3 tentang persyaratan dan kuota poin B kuota Mahasiswa baru ayat 6 mengatakan Kuota Bidikmisi yang diterima oleh Perguruan Tinggi diprioritaskan untuk Program Studi dalam rumpun ilmu terapan (Pertanian, Teknik, Arsitektur, Kehutanan dan
lingkungan, Kesehatan, dan Kelautan), rumpun ilmu alam (Ilmu Kebumian, Biologi,
Fisika, dan Kimia), dan rumpun ilmu formal (Matematika, Komputer, dan Statistika).
Dan Unmul mempunyai 9 Fakultas yang mempunyai ilmu terapan bidang saintek dan 5 Fakultas di bidang soshum. Unmul tahun ini cukup miris, kuota dari tahun 2015 sebanyak 900 Mahasiswa tahun ini dipotong hampir 50% menjadi 480 Mahasiswa. Dengan dasar diatas dan kuota tak memadai untuk menerima semuanya, Unmul mengikuti aturan di pedoman untuk meloloskan Mahasiswa dari jalur saintek.
Maka, BEM KM Unmul mengambil langkah cepat bertemu untuk berkoordinasi dengan Wakil Rektor Bidang Mahasiswa & Alumni, Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumni dan disusul oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, SDM & Umum.
Dengan menghasilkan poin-poin yang didapat hasil koordinasi singkat :
1. Universitas Mulawarman mengikuti pedoman Beasiswa Bidikmisi dari pusat untuk menerima mahasiswa yang menjadi penerima Beasiswa Bidikmisi.
2. Pihak Unmul sudah menghubungi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota untuk bekerja sama agar Mahasiswa daerah mendapatkan bantuan Beasiswa yang di subsidi dari asal daerah masing-masing.
3. Sampai saat ini baru Kabupaten Berau yang siap untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal daerahnya dan pasca lebaran pihak Unmul akan menandatangani MOU antara pihak Universitas Mulawarman dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota agar ada pemberian beasiswa terhadap Mahasiswa asal Daerah masing-masing.
4. Unmul sudah mengirimkan surat permohonan tambahan kuota Bidikmisi kepada Kemenristekdikti sejak bulan Mei 2016, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan dari pihak terkait.
5. Tersisa 224 Kuota Beasiswa Bidikmisi jalur SBMPTN dan hanya dari jalur ujian Saintek.
Dari 5 point di atas BEM KM Unmul merumuskan bahwa prioritas terpenting saat ini yang harus diperjuangkan adalah Mahasiswa Universitas Mulawarman dapat kuliah tanpa terbebani oleh permasalahan biaya kuliah yang cukup mahal.
BEM KM Unmul menawarkan 3 solusi terkait permasalahan ini :
1. Bekerja sama dengan pihak Alumni Unmul untuk dapat membantu pendanaan (beasiswa) bagi Mahasiswa tak mampu yang tidak lulus menjadi penerima Beasiswa Bidikmisi.
2. Melakukan segera rapat koordinasi dengan Dekan Fakultas yang tidak mendapat kuota Bidikmisi (Soshum) serta pihak Rektorat Universitas Mulawarman agar dapat menempatkan Mahasiswa yang tak mampu berada di golongan UKT 1 dan maksimal golongan 2.
3. Meningkatkan kerja sama/MOU kepada pihak swasta agar mendapatkan bantuan Beasiswa bagi Mahasiswa Unmul.
Itulah poin-poin penting didalam koordinasi siang tadi.
"Jangan sampai Mahasiswa tidak kuliah gara-gara finansial"
-Rektor Universitas Mulawarman-
Masalah ini terjadi disebabkan dipangkasnya anggaran pendidikan pusat, Beasiswa PPA tak kunjung mendapatkan kepastian dan besaran BOPTN Unmul rendah.
Mari bergerak !
Jangan sampai kita terlena dengan liburan kita tapi kita lupa adik-adik kita membutuhkan bantuan untuk melanjutkan perjuangan di bangku kuliah.
Pendidikan harga mati !
Sampaikan pesan-pesan perjuangan ini kepada seluruh Mahasiswa Indonesia.
"Bergerak atau tergantikan !"
Saatnya kita menjadi eksekutor bukan lagi menjadi komentator yang hanya memberikan spekulasi dari emosi hati.
Panjang umur perjuangan !
Hidup Mahasiswa !
Hidup rakyat Indonesia !!
Salam,
BEM KM Unmul 2016
"Mengukir solusi Indonesia"