10/12/2016
DMF MIPA UM 2016 “JUARA”
Seribu Pelajaran dalam Satu Tahun Kepengurusan
DMF MIPA 2016. Awalanya tidak pernah terpikir bahwa organisasi ini akan menjadi rumah tempat saya mendapat ilmu dan pengalaman yang begitu besar selama satu tahun kepengurusan. Jika ditanya apa yang menjadi motivasi saya untuk bergabung, tentu pengalaman, ilmu dan keluarga selalu menjadi jawabannya.
“Siapa yang berbuat banyak maka ia akan mendapat banyak pula”. Kata-kata tersebut sangat dapat dibuktikan di DMF MIPA. Memang banyak orang yang meragukan “apa sih kerjanya DMF? Ngapain sih mereka?” atau sekedar kata-kata “enak ya jadi DMF ga ngapa-ngapain”.
Jika ditanya mengenai respon saya mengenai pendapat diatas, tentu terkadang saya merasa kecewa. Kami memang tidak bekerja se-intens ormawa lain, karna kami memiliki ranah yang berbeda dengan mereka. Tapi sebenarnya perjuangan yang kami rasakan tidak kalah kerasnya seperti mereka, bahkan mungkin terkadang lebih berat.
BURT 2016 hanya ada 16 orang dan itupun awalnya, sebelum satu persatu keluarga kami harus pergi menemukan tempat terbaik bagi mereka, hingga akhirnya kami harus berjuang bersama ber-14. Ranah kami terkadang adalah tingkat fakultas yang jumlahnya sekitar 3000 mahasiwa. Dengan kata lain, kami yang berjumlah 14 orang harus berusaha melayani lebih dari 3000 mahasiswa FMIPA dari berbagai jurusan.
Cibiran maupun pendapat-penddapat orang yang memandang kami sebelah mata selalu kami jadikan semangat agar kami bisa menjadi yang lebih baik. Para senator selalu menjadi panutan bagi saya. Tidak perlu diragukan lagi bahwa para senator sudah menjadi kakak bagi kami, bahkan terkadang mereka menjadi orangtua kami..
Saat kami, para BURT melakukan kesalahan, mereka selalu mengingatkan dam mengarahkan. Sebesar apapun kesalahan yang kami bua, mereka tidak pernah sekalipun memarahi kami. Diajari evaluasi biasanya menjadi momok yang menakutkan di organisasi lain, tidak demikian di DMF. Evaluasi selalu kami manfaatkan sebagai pembelajaran untuk proker selanjutnya, tidak ada saling menyerang maupun menjatuhkan karna tujuan kami adalah beklajar bersama.
Hal yang membuat saya bertahan hingga akhir adalah rasa tanggungjawab dan kenyamanan yang saya dapatkan. Saya percaya bahwa seeberat apapun suatu tugas yang saya terima, asalkan saya merasa nyaman dengan lingkungan saya, maka saya mampu menyelesaikan tugas itu.
Kenyamanan yang saya temukan di DMF MIPA adalah karena para anggota BURT lainnya maupun para senator selalu ramah satu sama lain. jujur saja bahwa saya bukanlah tipikal orang yang bisa memulai percakapan, tapi mereka seakan bisa memahami saya hingga saya sangat nyaman mendapatkan keluarga seperti mereka, dan secret DMF MIPA sekana sudah menjadi rumah saya di kampus.
Banyak hal yang saya dapatkan disini, mulai dari belajar mengenai tanggungjawab, deadline tugas, pengembangan ide, toleransi hingga yang tidak bisa ternilai yaitu kekeluargaan. Bekerja bersama dengan orang yang berasal dari jurusan-jurusan yang berbeda juga berarti harus memahami kultur tiap individu yang bersangkutan. Oleh karena itu, toleransi sangat penting dalam pelaksanaannya.
Tiap organisasi pasti memiliki dinamika masing-masing, sama halnya dengan di DMF MIPA. Akan ada banyak hal yang dirasakan, baik yang membuat kecewa maupun bahagia. Yang perlu diingat bahwa kita semua adalah keluarga. Entah ada intervensi dari pihak manapun, saya selalu berusaha untuk melihat 1000 sisi positif dalam 1 sisi negative. Tidak perlu mebuat 1000 kebaikan orang harus lenyap hanya karena satu kesalahan. Tapi berusaha mengingat 1000 kebaikan dan menutup mata dari kesalahan yang orang lain rasakan. Selalu ingat bahwa salah satu tujuan awal saya untuk mengikuti organisasi adalah mendapat keluarga, bukan musuh.
Seberat apapun menghadapi masalah, kecewa sebesar apapun dan rasa sesakit apapun selalu saya buang jauh, jangan sampai kekeluargaan yang sudah dijahit sehelai demi sehelai, dihancurkan sekejap mata.
Lakukan tugas yang didpat sesuai jargon kita, JUARA “Jujur, Ulet, Adil, Ramah dan Amanah” serta “Organisasi Nomor Satu, Kuliah yang Utama”.
Mungkin satu pesan terakhir yang selalu ingin saya sampaikan adalah “Do what you said you will do”. Selalu ingat bahwa Allah melihat dan mendengar segalanya, sehingga selalu tepati apa yang sudah diucapkan, karna pertanggungjawabanan tidak hanya di dunia namun juga di akhirat
Terimakasih rumah inspirasi ku, terimakasih keluargaku, DMF MIPA UM 2016
Intan Pramesti Ndadari