HmI Fisipol UGM

HmI Fisipol UGM Organisasi mahasiswa islam pertama dan tertua di Indonesia, didirkan oleh Lafran Pane pada tahun 1947 di jogjakarta dan tersebar di seluruh Indonesia

[INFOGRAFIS TOKOH]Ibnu Khaldun dikenal sebagai ilmuan yang memperlakukan sejarah sebagai ilmu serta memberikan alasan-al...
16/03/2019

[INFOGRAFIS TOKOH]

Ibnu Khaldun dikenal sebagai ilmuan yang memperlakukan sejarah sebagai ilmu serta memberikan alasan-alasan untuk mendukung fakta-fakta yang terjadi. Ibnu Khaldun juga dikenal sebagai ulama segala ilmu (sejarah, sosiologi, politik, ekonomi, hukum, dan agama). Untuk itu, simak penjelasan dalam infografis yang telah kami rangkum berikut!

[INFOGRAFIS TOKOH]Nurcholish Madjid adalah tokoh pembaruan pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia. Nurcholish Madjid, ...
16/03/2019

[INFOGRAFIS TOKOH]

Nurcholish Madjid adalah tokoh pembaruan pemikiran dan gerakan Islam di Indonesia. Nurcholish Madjid, atau lebih dikenal dengan nama Cak Nur adalah tokoh yang memiliki kemampuan menyerap gagasan-gagasan besar. Untuk itu, simak penjelasan dalam infografis yang telah kami rangkum berikut!

[TULISAN KADER]Oleh: Sri Harjanto Adi Pamungkas (Mahasiswa Manajemen Kebijakan Publik FISIPOL UGM 2016)Big Data kemudian...
24/04/2018

[TULISAN KADER]

Oleh: Sri Harjanto Adi Pamungkas (Mahasiswa Manajemen Kebijakan Publik FISIPOL UGM 2016)

Big Data kemudian mulai dilirik sebagai salah satu solusi peningkatan produktivitas dunia pertanian. Negara – negara maju memang telah mulai menggunakan teknologi semacam Artificial Intelligence maupun Big data dalam dunia pertanian. Namun, pengembangan teknologi Big Data bagi dunia pertanian di negara berkembang masih dalam tahap awal. Korporasi besar macam microsoft saat ini memang telah mulai mengembangkan penerapan teknologi Big Data bagi sektor pertanian di negara berkembang. Di indonesia sendiri telah mulai muncul perusahaan berbasis Big Data yang menggarap sektor pertanian. Misalnya CI – Agriculture dan Dattabot.

Simak lebih lanjut:

Big Data dan Pertanian Kita by hmikomsatfisipolugm | Apr 13, 2018 | Aktivitas | 0 comments Oleh: Sri Harjanto Adi Pamungkas (Mahasiswa Manajemen Kebijakan Publik FISIPOL UGM 2016) Dunia pertanian di seluruh dunia sedang menghadapi tantangan besar. Jumlah penduduk dunia saat ini lebih dari 7 milia....

[TULISAN KADER]Islamisasi SekolahOleh: Arif BudiSekolah sebagai “wadahnya” anak muda menjadi sasaran gerakan radikal. Te...
15/04/2018

[TULISAN KADER]

Islamisasi Sekolah

Oleh: Arif Budi

Sekolah sebagai “wadahnya” anak muda menjadi sasaran gerakan radikal. Terutama sekolah negeri yang tidak berafiliasi dengan aliran atau kepercayaan tertentu. Sekolah Negeri kerapkali dicap sebagai sekolah “sekuler” karena memang sekolah tipikal ini diperuntukkan untuk publik .Artinya, siapapun dan dengan latar belakang apapun dapat tertampung di sekolah negeri. Sifat sekolah yang publik dan terbuka inilah yang menyebabkan mudahnya berbagai paham masuk tanpa seleksi yang cukup ketat. Rohis atau Rohaniawan Islam adalah gerbang utama bagi penyebaran paham ini.

Simak selengkapnya melalui tautan berikut:

Islamisasi Sekolah : Geliat Terkini Gerakan Intoleransi dan Radikalisme dalam Ranah Sekolah by hmikomsatfisipolugm | Apr 14, 2018 | Aktivitas | 0 comments Oleh : Arif Budi Darmawan (Mahasiswa Sosiologi FISIPOL UGM 2015) Radikalisme merupakan tema yang menarik untuk diperbincangkan[1], mengapa? Sebab...

[TULISAN KADER]Oleh: Averio (Hubungan Internasional - 2015)Gusdur menarik kesimpulan penting bahwa semua upaya “pribumis...
03/04/2018

[TULISAN KADER]

Oleh: Averio (Hubungan Internasional - 2015)

Gusdur menarik kesimpulan penting bahwa semua upaya “pribumisasi agama” pertama-tama harus dimulai dari menghargai semua kebudayaan yang menjadi tujuan dakwah keagamaan kita. Adalah hal yang mustahil untuk mencerabut agama dari akar-akar kebudayaan, karena agama adalah juga hasil dari kebudayaan manusia itu sendiri. Tidak ada agama yang benar-benar “murni” sebagai seperangkat sistem nilai dan aturan yang turun begitu saja dari langit. Islam dalam hal ini, sangat membutuhkan budaya sebagai instrumen dakwah

Simak lebih lanjut melalui tautan berikut:

Abdurrahman Wahid: Tentang Dialektika Abadi Antara Agama dan Kebudayaan by hmikomsatfisipolugm | Apr 3, 2018 | Aktivitas, Tulisan Kader | 0 comments Sumber: http://www.beritamoneter.com/sinta-nuriyah-ganti-nisan-makam-gus-dur/ Oleh: Averio (Hubungan Internasional 2015) Saya selama ini mengenal sosok...

[TULISAN KADER]Mimpi Itu Bernama Sosialisme*Oleh : Muhammad Adrian G (Mahasiswa Hubungan Internasional 2015)"Maka proyek...
21/03/2018

[TULISAN KADER]

Mimpi Itu Bernama Sosialisme*

Oleh : Muhammad Adrian G (Mahasiswa Hubungan Internasional 2015)
"Maka proyek politik Islam Progresif sendiri bergantung pada mekanisme yang diajukan untuk mengangkat derajat kesejahteraan umat sebagai ganti kapitalisme. Ini membawa kita ke poin sebelumnya, yaitu soal substansi program ekonomi dan politik Islam Progresif. Lagi-lagi timbul pertanyaan soal peran negara, remeh temeh ekopol manajerial yang masih harus dijawab barisan Islam Progresif. Tanpa alternatif yang riil, Islam lagi-lagi terkungkung pada khitah perlawanan yang menyiratkan reaksi daripada aksi. Melampaui kapitalisme butuh rencana matang yang berdasar fakta."

Simak lebih lanjut : http://hmifisipolugm.or.id/mimpi-itu-bernama-sosialisme/

*Tulisan telah dimuat di lamaan Islambergerak.com pada 15 Maret 2018

Mimpi Itu Bernama Sosialisme by hmikomsatfisipolugm | Mar 21, 2018 | Tulisan Kader | 0 comments Sumber :Sumber: https://www.dawn.com/news/1195863 Oleh : Muhammad Adrian G (Mahasiswa Hubungan Internarnasional 2015) Dosen saya, seorang guru besar ilmu politik ternama yang malang melintang di kancah....

[TULISAN KADER}Oleh :Tauchid Komara YudaAsosiasi peneliti di Institute for Democracy and Welfarerism (IDW), alumnus FISI...
09/03/2018

[TULISAN KADER}

Oleh :Tauchid Komara Yuda

Asosiasi peneliti di Institute for Democracy and Welfarerism (IDW), alumnus FISIPOL UGM.

Saya tidak sepakat dengan pendapat yang memandang cadar sebagai sesuatu yang vis a vis dengan identitas kebangsaan. Pasalnya proses pembangunan identitas negara-bangsa di Indonesia sesungguhnya masih berlangsung dinamis. Mengingat preferensi nilai-nilai yang esksis sedari awal sudah sangatlah kompleks. Ditambah lagi semakin mencairnya interaksi global yang membuat ikhwal pembangunan negara-bangsa di Indonesia niscaya tidak akan pernah selesai. Terlebih soal ekspresi keyakinan spiritual yang sepenuhnya dijamin dalam konstitusi. Termasuk cadar yang diyakini sebagian umat Muslim di Indonesia sebagai bagian dari ekspresi ke-Islaman. Sepanjang ekspresi keyakinan tersebut tidak merugikan individu lain dan masih dalam koridor prinsip kebangsaan, mengapa harus dipermasalahkan?

Tulisan ini dimuat pada koran Republika 9 Maret 2018

Sesat Pikir Aturan Larangan Bercadar by hmikomsatfisipolugm | Mar 9, 2018 | Aktivitas | 0 comments Oleh :Tauchid Komara Yuda Asosiasi peneliti di Institute for Democracy and Welfarerism (IDW), alumnus FISIPOL UGM. Pada Senin (5/3/2018) kemarin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga (S**a), Y...

[SELASA SASTRA]Oleh : Azinudin Ikram Hakim (Sosiologi 2015)"Setiap lelaki sama saja! Kaum lelaki hanya kagum memandang s...
06/03/2018

[SELASA SASTRA]

Oleh : Azinudin Ikram Hakim (Sosiologi 2015)

"Setiap lelaki sama saja! Kaum lelaki hanya kagum memandang sepasang mata saya, namun tak ada yang memiliki niatan untuk benar-benar mencintai saya!” teriak Adeline lagi. Tampaknya ia memang sedang benar-benar bersedih. Bahkan angsa-angsa di danau itu seketika menjauh mendengar teriakan Adeline, pergi terbirit-birit menjauh."

Simak cerita selengkapnya melalui lamaan berikut

Sepasang Mata Paling Indah di Bumi by hmikomsatfisipolugm | Mar 6, 2018 | Tulisan Kader | 0 comments /1/ Prolog Saya yakin suatu saat kamu akan melihat sepasang mata paling indah di bumi, jika pada suatu kali Tuhan mengharuskan dirimu untuk bertemu dengan wanita itu; wanita pemilik sepasang mata pal...

“ISLAM PROGRESIF DAN DUNIA KEMAHASISWAAN KITA”Latihan Kader I HMI memiliki tujuan memberikan ideologisasi organisasi dan...
01/02/2018

“ISLAM PROGRESIF DAN DUNIA KEMAHASISWAAN KITA”

Latihan Kader I HMI memiliki tujuan memberikan ideologisasi organisasi dan pembentukan pola pikir serta perilaku kader. Pada setiap Latihan Kader I, HMI Komisariat FISIPOL UGM berusaha manghadirkan wacana pemikiran yang kritis sekaligus pembacaan terhadap problem sosial kontemporer melalui materi temanya.

Kali ini Latihan Kader I HMI Komisariat FISIPOL UGM mengusung tema “Islam Progresif & Dunia Kemahasiswaan Kita”. Tema ini diarahkan untuk menjelaskan pertama, bagaimana gerakan mahasiswa Islam hari ini perlu berusaha menghadirkan pembaruan pemikiran. Kedua, bagaimana Islam Progresif sebagai wacana pembaruan pemikiran Islam mampu dihadirkan di tengah dunia kemahasiswaan dan membedah persoalan-persoalan yang dihadapinya. Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengantar dan memberi gambaran awal mengenai materi yang akan disampaikan tersebut. Harapannya ide yang digagas dalam perkaderan HMI Komisariat FISIPOL UGM dapat mengisi ruang publik dan bergulir untuk didiskusikan bersama.

Tema yang diusung berangkat dari salah satu masalah gerakan mahasiswa Islam hari ini yaitu berhenti melahirkan ide-ide pembaruan pemikiran Islam. Masalah ini juga berlaku pada HMI. Generasi HMI zaman ini sudah semestinya mulai melampaui topik pemikiran yang dilahirkan oleh nama-nama besar yang selalu diulang dalam setiap diskusinya. Kader-kader HMI perlu memikirkan apakah diskursus keislaman HMI hanya berhenti pada konsep seperti “keislaman, kemodernan dan keindonesiaan” saja? Atau sebenarnya kondisi hari ini memerlukan gagasan yang melampaui itu? Kritik sesekali perlu diajukan, jangan-jangan bahasan pemikiran HMI sebenarnya adalah bahasan yang elitis, yang kehilangan relevansinya pada kondisi-kondisi di mana masyarakat berhadapan langsung dengan problem kehidupan. Kader HMI semestinya perlu berefleksi dan membangun komitmen untuk melampaui pemikiran-pemikiran tadi dengan pembaruan yang mampu melahirkan keberpihakan pada persoalan riil masyarakat.

Pada tiga tahun kepengurusan terakhir, HMI Komisariat FISIPOL UGM berusaha mewacanakan pemikiran “Islam Progresif” dalam diskusi, tulisan dan sikap organisasinya. Usaha tersebut tidak lain dilakukan sebagai ikhtiar menjaga nafas intelektual dan melibatkan diri dalam diskursus pembaruan pemikiran Islam. Lantas pertanyaan selanjutnya adalah mengapa pembaruan pemikiran Islam perlu dilakukan? Mengapa kita perlu terlibat? Dan mengapa pemikiran “Islam Progresif” relevan? Satu persatu pertanyaan tadi akan dijawab singkat dalam pengantar ini.

Menjawab pertanyaan pertama, sebagai umat Islam kita tentu meyakini bahwa Islam diturunkan ke muka bumi sebagai solusi bagi permasalahan umat manusia. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa permasalahan di muka bumi setiap zaman selalu berubah. Maka dari itu kita membutuhkan perangkat pemikiran agar nilai-nilai universal Islam mampu dioperasionalkan untuk menjawab berbagai persoalan zaman.

Selain itu, alasan yang lebih sederhana tetapi mendasar, sebenarnya usaha memikirkan agar Islam tetap kontekstual adalah bagian dari tugas kita untuk belajar (tholabul 'ilmi). Bagaimana kita mampu menggunakan akal dan ilmu yang kita miliki untuk membaca dan menganalisa (iqra’) berbagai fenomena serta persoalan hidup yang terhampar di muka bumi (kalamullah). Dan kemudian mengupayakan penyelesaian, perbaikan ataupun perubahan (amal).

Islam Progresif

Islam Progresif menjadi relevan untuk diwacanakan di tengah krisis pemikiran Islam hari ini, termasuk yang dialami gerakan mahasiswa. Liberalisme, Moderatisme dan Fundamentalisme yang memengaruhi wacana pemikiran Islam di Indonesia dianggap tidak memadai dalam memecahkan krisis sosial, ekonomi dan politik hari ini, bahkan ketiga pemikiran tadi bagian dari krisis itu sendiri . Muhammad Al Fayyadl mengistilahkan Islam Progresif sebagai negasi atas liberalisme Islam dan mencoba mendefinisikannya sebagai Islam berorientasi pembebasan yang sumbernya digali dari persilangan antara ajaran Islam, kearifan lokal, dan kritik sosial . Islam Progresif muncul sebagai bentuk ungkapan ketidakpuasan terhadap gerakan Islam Liberal yang lebih menekankan pada kitik-kritik internal terhadap pandangan dan perilaku umat Islam yang tidak atau kurang sesuai dengan nilai-nilai humanis. Sementara itu, kiritik terhadap modernitas, kolonialisme dan imprialisme justru tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari gerakan Islam Liberal.

Gagasan-gagasan teologi pembebasan seperti Hassan Hanafi, Asghar Ali Engineer, Ziaul Haque, dan tokoh-tokoh lainnya menjadi salah satu tumpuan Islam Progresif. Kesadaran teologis dalam Islam yang menekankan pentingnya manusia dalam perjuangannya untuk merenungkan bagaimana proses-proses sejarah yang berlangsung membentuk kompleksitas relasi-relasi sosial yang membangun kondisi bagi kehidupannya, maupun membatasi dalam realitas eksploitatif. Kesadaran ini memberi tekanan akan pentingnya memperjuangkan keadilan sosial menjadi proyek pembebasan kaum Mustadh’afin dan mempersatukan semua elemen masyarakat untuk melawan penindasan.
Islam progresif juga lahir sebagai jawaban atas krisis keberislaman hari ini, di mana agama direduksi sebatas pada ritual yang sifatnya mental-individual. Menurut Al-Fayyadl keberislaman kita selama ini adalah keberislaman yang borjuistik. Yang melanggengkan egoisme dan hasrat pribadi, menipiskan solidaritas, memupuk kebanggaan atas kemewahan materiil di atas ketimpangan sosial. Untuk melawan itu dibutuhkan gagasan keberislaman yang progresif. Praktek keberislaman yang tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Allah semata, tetapi juga memberi kepedulian pada hubungan manusia dengan manusia beserta alam.

Tantangan Dunia Kemahasiswaan Kita

Selain absen dalam diskursus pemikiran, gerakan mahasiswa pasca reformasi, bisa dibilang–tanpa bermaksud merendahkan- hanya menghasilkan tidak lebih dari konflik-konflik akibat gesekan kepentingan, utamanya terkait dengan eksistensi kader-kader dari gerakan-gerakan tersebut dalam kontestasi memperebutkan jabatan-jabatan di organisasi intra kampus. Seolah-olah kedudukan lebih penting dari kebermanfaatan dan eksistensi lebih penting dari kontribusi. Orientasi gerakan mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang semestinya mampu menghasilkan sumbangan pemikiran bagi persoalan masyarakat, bergeser menjadi kelompok-kelompok yang oportunis. Selain pergeseran orientasi tersebut, dunia kemahasiswaan juga dijerat oleh problem lain yaitu liberalisasi dan komersialisasi pendidikan yang juga turut memengaruhi bagaimana orientasi mahasiswa hari ini terbentuk.

Maka untuk menyambung pembahasan sebelumnya, salah satu tantangan gerakan mahasiswa hari ini adalah menghadirkan gagasan yang mampu mempertegas posisi dan perannya bagi gerakan mahasiswa itu sendiri dan juga bagi masyarakat. Pada titik ini HMI Komisariat FISIPOL UGM menganggap gagasan Islam Progresif relevan dihadirkan untuk melihat bagaimana salah satu arus pembaruan pemikiran Islam ini mampu membedah persoalan yang dihadapi oleh dunia kemahasiswaan. Semoga upaya menghadirkan wacana pemikiran ini menjadi proses pembentukan pola pikir kader-kader baru HMI Komisariat FISIPOL UGM yang lebih kritis dan mampu menyikapi persoalan di sekitarnya. Lebih dalam lagi proses tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar menunaikan tugas manusia sepanjang hayatnya di dunia yang oleh Nurcholish Madjid disimpulkan sehingga tampak sederhana: beriman, berilmu, dan beramal.

Yogyakarta, 10 Januari 2018

Steering Committee
Latihan Kader I (Basic Training)
HMI Komisariat FISIPOL UGM
Cabang Bulaksumur Sleman

Referensi

Al-Fayyadl, Muhammad. 2016. “Mengapa Islam Progresif” dalam http://islambergerak.com/2016/07/mengapa-islam-progresif/ (diakses pada 8 Januari 2018)

Engineer, Asghar Ali. 2009. “Islam dan Teologi Pembebasan”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Murtadho, Roy. 2017. “Meninjau Mustadhafin dan Ploretariat dalam Perbincangan Islam Hari Ini” dalam https://indoprogress.com/2017/03/meninjau-mustadhafin-dan-proletariat-dalam-perbincangan-islam-hari-ini/ (diakses pada 8 Januari 2018)

Pribadi, Airlangga. 2011.“Mendaras Islam Progresif Melampaui Islam Liberal” dalam https://indoprogress.com/2011/05/mendaras-islam-progresif-melampaui-islam-liberal/ (diakses pada 8 Januari 2018)

Safi, Omid. “What is Progressive Islam” dalam The International Institute for the Study of Islam in
the Modern World (ISIM) News Letter, No. 13, Desember 2003:1

http://hmifisipolugm.or.id/islam-progresif-dan-dunia-kemahasiswaan-kita-2/

“ISLAM PROGRESIF DAN DUNIA KEMAHASISWAAN KITA” by hmikomsatfisipolugm | Feb 1, 2018 | Tulisan Kader | 0 comments Latihan Kader I HMI memiliki tujuan memberikan ideologisasi organisasi dan pembentukan pola pikir serta perilaku kader. Pada setiap Latihan Kader I, HMI Komisariat FISIPOL UGM beru....

[SELASA SASTRA]Kopi RenjanaOleh: Azinudin Ikram H (Sosiologi 2015)"Kopi yang tak ditimpali tersinggung dengan tak ditang...
30/01/2018

[SELASA SASTRA]

Kopi Renjana

Oleh: Azinudin Ikram H (Sosiologi 2015)

"Kopi yang tak ditimpali tersinggung dengan tak ditanggapi percakapannya, sayangnya ia tak bisa berbuat banyak untuk marah atau hanya sekedar protes. Ia memilih menolehkan wajah ke arah langit dengan titik air yang membuncah perlahan. Kini, ia lebih memilih merenungi nasibnya, merenungi kehidupannya yang singkat. Barangkali dalam perenungannya ia mencapai titik-titik pertanyaan mengenai siapa penciptanya, siapa wanita bernama Adeline, serta siapa sosok kopi pendiam di sebelahnya. Ia bersedih sebab dirundungi hening, gerimis tak merubah banyak keheningan yang ia rasakan." Mari menyeduh kopi renjana, klik tautan berikut.

Kopi Renjana by hmikomsatfisipolugm | Jan 30, 2018 | Selasa Sastra | 0 comments Oleh: Azinudin Ikram Hakim (Departemen SOsiologi – 2015) Secangkir kopi panas selalu punya cara tersendiri untuk menjadi dingin. Dan itulah yang terjadi pada sepasang cangkir kopi panas di teras rumah Adeline. Sepasang...

[TULISAN KADER] Politik LGBT dalam Wacana KebangsaanOleh : Tauchid Komara YudhoPembicaraan LGBT kembali menyeruak kembal...
29/01/2018

[TULISAN KADER]

Politik LGBT dalam Wacana Kebangsaan

Oleh : Tauchid Komara Yudho

Pembicaraan LGBT kembali menyeruak kembali dalam wacana politik tanah air. Terutama terkait dengan adanya indikasi lima fraksi yang menyetujui UU LGBT (Aminuddin dalam Republika, 23/01). Hemat saya, sikap terhadap LGBT harus dimulai dengan kontemplasi serius untuk membongkar paham demokrasi. Selama ini, demokrasi diklaim sebagai paham alternatif yang paling ‘bebas nilai’, sehingga dapat menjamin hak maupun kebebasan individu, termasuk kaum LGBT. Parameter demokratisnya suatu negara pun akan selalu memperhitungkan hal ini. Lantas benarkah harus selalu begitu?

Simak melalui tautan berikut :

Politik LGBT dalam Wacana Kebangsaan by hmikomsatfisipolugm | Jan 29, 2018 | Tulisan Kader | 0 comments Sumber : www,ham.go.id Oleh : Tauchid Komara Yuda Pembicaraan LGBT kembali menyeruak kembali dalam wacana politik tanah air. Terutama terkait dengan adanya indikasi lima fraksi yang menyetujui ....

[TULISAN KADER]Oleh : Rosemeini HeraningtyasGagasan Green Party di Indonesia memang patut dipertimbangkan. Mengingat dar...
26/01/2018

[TULISAN KADER]

Oleh : Rosemeini Heraningtyas

Gagasan Green Party di Indonesia memang patut dipertimbangkan. Mengingat darurat isu lingkungan telah terjadi dalam beberapa dekade ini bukan hanya menjadi tugas rumah pemerintah tetapi seluruh elemen masyarat sebagai makhluk hidup. Seperti yang disebutkan di atas, kebakaran hutan yang terus meningkat, penyempitan luas hutan, pengelolaan sampah yang masih minim, dan meningkatnya pencemaran. Di Indonesia sendiri telah berdiri Sarekat Hijau Indonesia yang didirikan pada tahun 2012 yang tergabung dalam Greens Global dan Asia Pasifik Greens Jaringan (APGN). Namun, Sarekat Hijau Indonesia belum masuk ke dalam sistem partai politik di Indonesia. Simak selengkapnya melalui tautan berikut.

MIH : Menggagas Indonesia Hijau melalui Kursi Politik by hmikomsatfisipolugm | Jan 26, 2018 | Tulisan Kader | 0 comments Sumber : www.lagaligopos.com Ditulis oleh : Rosemeini Heraningtyas Pada beberapa tahun terakhir gangguan lingkungan semakin meningkat, seperti kebakaran hutan, peningkatan polusi,...

Address

Jalan Tampar No. 127 RT 6 RW 1 Caturtunggal 8 Karanggayam Depok
Sleman

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when HmI Fisipol UGM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The University

Send a message to HmI Fisipol UGM:

Share