Lembaga Pendidikan dan Pelatihan - LPP Balai Insan Cendekia

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan - LPP Balai Insan Cendekia Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Terpercaya di Indonesia.

04/09/2018
LPP Balai Insan Cendekia memberi Kesempatan kepada seluruh Warga Negara Republik Indonesia untuk menjadi Instruktur Pela...
10/08/2018

LPP Balai Insan Cendekia memberi Kesempatan kepada seluruh Warga Negara Republik Indonesia untuk menjadi Instruktur Pelatihan Jarak Jauh dilingkungan LPP Balai Insan Cendekia.

Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Balai Insan Cendekia (LPP-BIC) memberikan kesempatan bagi Warga Negara Indonesia untuk menjadi Instruk...

SISTEM PENDIDIKAN HAPALAN YANG MEMATIKAN LOGIKAAyah Bunda yang dimuliakan Tuhan, Suatu hari saya pernah diminta menjadi ...
08/08/2018

SISTEM PENDIDIKAN HAPALAN YANG MEMATIKAN LOGIKA

Ayah Bunda yang dimuliakan Tuhan,

Suatu hari saya pernah diminta menjadi pembicara oleh salah satu pengelola TK yang ingin menyelenggarakan program Parenting kepada para orang tua muridnya.

Tema yang di ambilnya waktu itu adalah CALISTUNG kependekan dari Baca Tulis dan Hitung. Saya bertanya pada penyelenggara, apa yang diharapkan dari saya melalui tema ini..?.

Begini Ayah Edy kami ingin memberikan pemahaman pada para orang tua bahwa di sekolah kami belum mengajarkan anak Baca Tulis Hitung diusia yang sangat dini; tapi masalahnya para orang tua anak ini tetap saja ngotot dan terus meminta anaknya agar di ajari Baca Tulis Hitung.

Kemudian saya bertanya lagi; “Apa alasan para orang tua meminta anaknya diajari Baca Tulis Hitung..?

Karena hampir semua Sekolah Dasar mewajibkan anak kelas 1 yang baru mendaftar harus sudah bisa Baca Tulis dan Hitung.

Ayah Bunda....
Saya tidak pernah lupa kejadian ini. Saya juga heran darimana asal-usulnya, mengapa setiap Sekolah Dasar mewajibkan siswa baru kelas satunya untuk bisa CALISTUNG.

Padahal jika kita bandingkan dengan pendidikan-pendidikan anak usia dini yang ada di negara-negara maju; sama sekali tidak ada kewajiban semacam ini.

Program untuk anak usia dini mayoritas adalah bermain; karena bermain bagi anak-anak sama dengan Belajar. Mereka baru diperkenalkan Baca Tulis Hitung pada kelas 3 Sekolah Dasar (Elementary).

Bahkan secara ilmiah, baru-baru ini saya membaca bahwa anak usia dini baru bisa menfokuskan organ visualnya pada objek-objek tiga dimensi; oleh karenanya alat-alat pembelajaran anak usia dini yang baik adalah berbentuk 3 dimensi.

Apa bila anak usia dini dipaksa untuk belajar Calistung yang pada umumnya menggunakan objek 2 dimensi atau tulisan di papan tulis, maka si anak akan mengalami gangguan organ visual pada usia yang lebih muda.

Ayah Bunda....
Tahukah kita...mengapa sekolah-sekolah yang ada dinegara maju tidak menekankan pada aspek Baca Tulis Hitung; melainkan lebih menekankan pada aspek pengembangan kreatifitas dan kemampuan berpikir/nalar anak?

Menurut penelitian ilmiah, secara global kemampuan otak manusia yang berkaitan dengan pembelajaran terbagi menjadi 3 hal besar yang pertama adalah Kemampuan Kreatif, kedua adalah Kemampuan Berpikir/nalar dan ketiga adalah Kemampuan Mengingat.

Dari ketiga kemapuan ini, kemampuan mengingat adalah merupakan kemampuan alami yang bersifat pelengkap sementara kemampuan Kreatif dan Berpikir adalah merupakan kemampuan utama dan vital yang akan membantu anak untuk mencapai sukses dikehidupannya kelak.

Keberhasilan hidup seseorang lebih banyak ditentukan oleh kemampuan kreatif dan berpikirnya ketimbang kemampuan mengingatnya, atau dengan kata lain kemampuan mengingat (short term memory) hanya sebagai pelengkap saja.

Namun sayangnya yang terjadi pada sistem pendidikan kita malah sebaliknya; sejak usia dini anak-anak sudah dipaksa untuk bisa CALISTUNG; yang sesungguhnya hanyalah sebuah proses untuk mengembangkan kemampuan mengingat jangka pendek anak (Short Term Memory Learning).

Ternyata, Proses ini tidak hanya berhenti di usia dini saja, namun hingga dewasa mereka terus diajar dan diuji berdasarkan kemampuan mengingatnya dan bukan kemampuan kreatif atau nalarnya.

Ayah Bunda......ini adalah salah satu contoh pertanyaan yang dulu pernah diujikan pada saat kita masih bersekolah;

Apa yang terjadi antara 1825 s/d 1830.... masih ingat pelajaran sejarah..?. Ya... pasti jawabannya.......... tepat sekali Perang Diponegoro.

Ayah Bunda....Sementara saya pernah tanyakan pertanyaan yang sama pada seorang anak TK; Nak siapa yang tahu... apa yang terjadi antara 18.25 s/d 18.30; tiba-tiba seorang anak teriak...saya tahu...saya tahu.... itu waktunya azan magrib......

Bagaimana menurut anda....salahkah jawaban anak ini...?

Ya tentu saja jika anak ini menjawab untuk soal ujian nasional pasti akan disalahkan.

Ayah Bunda....

Sejak Kecil...kita tidak pernah dinilai berdasarkan nalar kita dalam menjawab soal-soal.... dan sejak kecil kita juga tidak pernah diberi pertanyaan yang menggunakan nalar/berpikir seperti;

Apa yang terjadi jika Minyak Bumi Indonesia habis...?

Apa akibatnya....Ya....saat hal itu terjadi ?
Tentu saja maka masyarakat kita menjadi panik....karena sejak dulu tidak pernah dipertanyakan....apa lagi sempat dipikirkan.....

Begitulah..., anak-anak kita telah dibesarkan dengan sistem pendidikan yang tidak melatih mereka untuk berpikir kreatif, jadi wajar saja jika saat ini jumlah pengangguran baru dari Lulusan Akademi dan Universitas terus membengkak.

Sementara para pelajar lulusan SMA dan sederajad terus berebut menyerbu peruruan tinggi yang pada akhirnya juga akan menjadikan mereka hanya sebagai calon-calon pengangguran baru.

Sayangnya ternyata mereka juga tidak menyadarinya. karena memang mereka tidak pernah dilatih untuk memikirkannya?

Ayah Bunda....

Mari, mari bersama-sama kita ciptakan sistem pembelajaran yang mengasah kemampuan Kreatif dan Berpikir anak! dan bukan sekedar hafalan.

Agar kelak mereka bisa melihat dan menciptakan peluang-peluang baru bukannya melihat dan menciptakan masalah baru bagi bangsa ini!

Ingat Pasar Bebas Tenaga Kerja sudah terjadi di depan mata kita;

Zaman itu persaingan kualitas manusia akan semakin ketat !

Pertanyaan besarnya adalah, apakah kelak anak-anak kita akan menjadi budak atau tuan di negerinya sendiri;

Kitalah yang paling bertanggung jawab.

Ayah Edy
guru parenting Indonesia

Syarat Dan Cara Pendaftaran Lomba ShelterSyarat bagi kreator yang ingin mengikuti lomba perlu mengetahui beberapa persya...
02/08/2018

Syarat Dan Cara Pendaftaran Lomba Shelter
Syarat bagi kreator yang ingin mengikuti lomba perlu mengetahui beberapa persyaratan sederhana yang ditetapkan penyelenggara.

Pendaftaran dan penyerahan proposal awal dibuka hingga tanggal 20 Agustus pukul 12 malam. Dapat dilakukan dengan mengunduh dokumen pendaftaran melalui www.kemenpar.go.id
Pendaftaran tidak dipungut biaya.
Peserta bisa perorangan atau kelompok.
Satu pendaftar dapat mengikuti lebih dari satu kategori. Satu pendaftar juga dapat mendaftarkan lebih dari satu karya yang berbeda untuk satu kategori yang sama.
Dokumen pendaftaran dan Proposal Lomba Desain dikirim ke email : [email protected] dengan format subyek email;
LDS_(kategori lomba)_(nama peserta sesuai identitas).
Contoh: LDS_pendakiangunung_siscadini
Proposal Lomba Desain disiapkan dengan ketentuan:
Proposal berbentuk 1 (satu) file softcopy berformat pdf high resolution, maksimum 15 halaman A4 (Landscape)
Nama file menggunakan format: LDS_(kategori lomba)_(nama peserta sesuai identitas).
Karya lomba yang diikutsertakan tidak mempunyai masalah hukum dan hak cipta (melampirkan surat Pernyataan)
Seluruh karya para Finalis akan menjadi hak milik Kementerian Pariwisata.

Address

Komplek Batu Batupang Indah No. 53, Sumbar/
Solok
27361

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00
Saturday 09:00 - 17:00

Telephone

081372725118

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lembaga Pendidikan dan Pelatihan - LPP Balai Insan Cendekia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Videos

Share