28/11/2016
DETIK-DETIK WAFATNYA
RASULULLAH YANG
MEMBUAT UMAT MUSLIM
MENITIKKAN AIR MATA
Mari kita simak sebuah
kisah yang sangat mengharukan... dan
mungkin akan membuat
kita menitikkan air mata....
Tiba-tiba dari luar pintu
terdengar seorang yang
berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya
masuk?" tanyanya. Tapi
Fatimah tidak
mengizinkannya masuk,
"Maafkanlah, ayahku
sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali
menemani ayahnya yang
ternyata sudah membuka
mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu
wahai anakku?" "Tak
tahulah ayahku, orang
sepertinya baru sekali ini
aku melihatnya," tutur
Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap
puterinya itu dengan
pandangan yang
menggetarkan. Seolah-olah
bagian demi bagian wajah
anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah,
dialah yang
menghapuskan
kenikmatan sementara,
dialah yang memisahkan
pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata
Rasulullah, Fatimah pun
menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut
datang menghampiri, tapi
Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut
sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril
yang sebelumnya sudah
bersiap di atas langit dunia
menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia
ini. "Jibril, jelaskan apa
hakku nanti di hadapan
Allah?" Tanya Rasululllah
dengan suara yang amat
lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para
malaikat telah menanti
ruhmu. Semua syurga
terbuka lebar menanti
kedatanganmu," kata Jibril.
Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah
lega, matanya masih penuh
kecemasan.
"Engkau tidak senang
mendengar khabar ini?"
Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku
bagaimana nasib umatku
kelak?" "Jangan khawatir,
wahai Rasul Allah, aku
pernah mendengar Allah
berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi
siapa saja, kecuali umat
Muhammad telah berada di
dalamnya," kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat,
saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
Rasulullah ditarik. Nampak
seluruh tubuh Rasulullah
bersimbah peluh, urat-urat
lehernya menegang. "Jibril,
betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah
mengaduh. Fatimah
terpejam, Ali yang di
sampingnya menunduk
semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
"Jijikkah kau melihatku,
hingga kau palingkan
wajahmu Jibril?" Tanya
Rasulullah pada Malaikat
pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup,
melihat kekasih Allah
direnggut ajal," kata Jibril.
Sebentar kemudian
terdengar Rasulullah
mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan
lagi.
"Ya Allah, dahsyat nian
maut ini, timpakan saja
semua siksa maut ini
kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah
mulai dingin, kaki dan
dadanya sudah tidak
bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan
hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa
maa malakat aimanukum --
peliharalah shalat dan
peliharalah orang-orang lemah di antaramu."Diluar pintu tangis mulai
terdengar bersahutan,
sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan
tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir
Rasulullah yang mulai
kebiruan. "Ummatii,
ummatii, ummatiii?" -
"Umatku, umatku, umatku"
Dan, berakhirlah hidup
manusia mulia yang
memberi sinaran itu. Kini,
mampukah kita mencintai
sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa
baarik alaaa Rosuulillah wa
salim 'alaihi
subhanallaaaah. ... Betapa cintanya Rasulullah kepada
kita.
Lalu pengorbanan apa
yang bisa kita berikan
pada beliau?????
Mari kita perbanyak membaca shalawat kepada
beliau. Allahumma Shalli
'Alaa Muhammad Wabarik
'Alaa Muhammad.