11/09/2018
.
Pena kami tak tajam di atas kertas, suara kami pun tak terlalu lantang untuk berorasi di atas mimbar-mimbar.
Sebagian saudara kami nyinyir, "Kami mahasiswa apa?" tak pernah ikut aksi, apalagi turun ke jalan-jalan, sekolah hanya andalkan otot dan tampang, otak tak diasah untuk berkembang, berpikir bebas, tak kritis, di saat sebagian yang lain orasi, tuntut perubahan sistem, perbaikan situasi negara, anteng-anteng saja.
Kami sadar kami mahasiswa kedinasan. Akan tetapi kawan, ketahuilah, kita satu hati, ingin adanya perbaikan, namun cara kita berbeda.
Di saat sebagian berdemonstrasi, tanpa sepengetahuan kalian, kami berusaha meperbaiki nasib Negara ini mulai dari diri kami sendiri, gerakan kami mungkin kurang lantang, kurang garing, tak kan pernah jadi trending topik sehingga membuat pemimpin Negeri ini putar otak.
Tapi kawan, kami memulainya dari sini, dari masjid kami, Darul Ma'arif. Ikhitar kami, gerakan shalat wajib berjamaah 5 Waktu. Kami yakin, jika masjid-masjid ramai, saat itulah proses perbaikan tengah berjalan.
Post by Lalu Ridho Arindi