15/12/2017
JAKPUS [Wajah Kampus]
____________________
Wanita : Pelita Nyata Dunia
Kampus PENS - Hembus angin sore itu membawa sejuk ke seluruh penjuru sudut kampus PENS. Tak terkecuali ke gedung Pascasarjana yang begitu gagahnya berdiri. Di lantai 4, sapuan angin terlihat melambai tenang dari balik kaca besar salah satu pojok ruangan yang kami tempati. Di sore hari yang indah itu, redaksi Teropong PENS berkesempatan langsung mewawancarai salah satu mahasiswi PENS yang sempat disorot beberapa media di Indonesia karena usaha dan ketekunannya di bidang ilmu yang belum banyak wanita menggelutinya.
Wanita berkerudung teduh itu bernama Hasna Khairunnisa. Perempuan yang terdaftar sebagai mahasiswa aktif PENS di jurusan Teknik Informatika ini, namanya sempat melejit karena kegigihannya dalam berkontribusi dibidang programming hingga menembus beberapa event tingkat mancanegara. Tapi dibalik itu semua, ada proses dan motivasi kuat yang menjadi bekal Hasna dalam mengawalinya.
“Awalnya saya termotivasi mendalami bidang ini karena banyak teman perempuan SMK saya yang terlalu sering menggantungkan diri pada teman yang laki-laki. Hampir semua pekerjaan dan project didominasi oleh mereka (laki-laki, Red)”. Sembari merapikan kerudungnya, Hasna mengatakan jika menurutnya kebiasaan tersebut tidak lah baik. Dia juga menambahkan jika dampaknya tidak hanya saat sekolah atau kuliah saja, tapi juga kehidupan sehari-hari cewek di masa mendatang. “Dari sana saya ingin menggerakkan dan meyakinkan teman-teman (cewek) saya bahwa mereka bisa, dan cara yang paling mudah yaitu dimulai dari saya sendiri”.
Dara yang hari ini genap berulang tahun ke-22 itu, tahu persis bahwa ilmu yang didapat tidak lah cukup diperoleh dari bangku resmi perkuliahan saja. Oleh karenanya dia juga mengikuti berbagai forum diskusi, dan aktif berpartisipasi dalam beberapa kegiatan nasional hingga internasional. Beberapa catatan prestasi yang sempat ditorehkannya yaitu Finalis Gemastik tahun 2015, dan finalis Hackathon BYOC Coding Competition di batam tahun 2017. Saat ini, Hasna juga menjadi satu dari dua delegasi Indonesia ke konferensi Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) kawasan Asia Pasifik 2017 ke-44, di Taichung Taiwan.
Tak ingin setengah hati dalam menyalurkan bakat, di kampusnya sendiri, Hasna juga berhasil lolos seleksi sebagai perwakilan Student Exchange ke Jepang yang akan berangkat pada bulan Oktober mendatang. Tidak berhenti sampai situ, perempuan yang hobi memasak itu juga ingin mendirikan komunitas di kampus PENS. “Saya kira, inti dari sebuah ilmu itu adalah menyalurkan, oleh karenya, saat ini saya ingin membangun sebuah komunitas yang lebih besar dan berkonsen pada pemberdayaan mahasiswi yang ada di kampus (PENS)”. Keinginan membuat komunitas itu berangkat dari pengalaman suksesnya ketika menginisiasi Women Techmakers, yaitu beberapa kelas khusus perempuan yang berfokus untuk mendalami android di kampus PENS.
Peserta yang lulus Indonesia Android Kejar (IAK) level intermediate tahun 2016 itu juga mengatakan bahwa wanita adalah salah satu entitas yang sama berharganya dengan laki-laki. Sayangnya, hanya sedikit yang mengetahui karena kecenderungan perilaku mereka yang banyak menggantungkan permasalahannya pada kaum laki-laki. Dia juga mencontohkan tidak sedikit tokoh wanita yang mendunia karena mau berusaha dan bekerja keras.
Sebagai penutup wawancara kami, perempuan yang lahir di Jakarta selatan itu berpesan, “Berdirilah dengan usaha dan kakimu sendiri. Perempuan bisa setara asal jangan menyerah buat mencoba. Teruslah berusaha karena masa depan dibangun dari sukses tidaknya masa lalu kita. Pokoknya, terus mencoba dan pantang menyerah” tegasnya sembari tersenyum.
Tulisan Oleh
Redaksi Teropong PENS
Nara sumber
Hasna Khairunnisa
Foto courtesy
Redaksi Teropong PENS
Hasna Khairunnisa
___________________
Find US!
Facebook : LPM Teropong PENS
LINE :