Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga

Directions

Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga Official Fanpage Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga

16/09/2026

[TARSALIA]

Skoliosis adalah kelainan tiga dimensi pada tulang belakang yang ditandai dengan kelengkungan ke samping (membentuk huruf "S" atau "C"), rotasi vertebra pada sumbu aksial, dan perubahan k***a normal (profil sagital).

PENYEBAB & FAKTOR RESIKO
1. Neuromuskular: Gangguan sistem saraf/otot (misal: cerebral palsy, distrofi otot, spina bifida).
2. Kongenital: Gangguan pembentukan tulang belakang sejak dalam kandungan.
3. Degeneratif (Usia): Proses penuaan, keausan sendi, penipisan bantalan tulang, osteoporosis, atau osteoartritis.
4. Postur Tubuh: Kebiasaan postur tubuh yang salah dalam aktivitas harian.

GEJALA KLINIS
1. Visual: Bahu, pinggul, dan punggung tampak tidak simetris/rata, serta postur tubuh yang condong.
2. Fisik/Sensori: Nyeri punggung, kekakuan tulang belakang, dan kelelahan otot.
3. Komplikasi Parah: Gangguan fungsi jantung, pernapasan, dan pencernaan akibat rongga tubuh yang tertekan.

PENANGANAN & MANAJEMEN
Fokus utama penanganan adalah mengontrol kelengkungan agar tidak memburuk, meredakan nyeri, dan memperbaiki postur tubuh (bukan meluruskan secara total). Intervensi Klinis: Fisioterapi khusus (Metode Schroth dan SEAS), terapi manual, latihan stabilisasi core, peregangan, serta penggunaan brace ortopedi pada masa pertumbuhan.
Perawatan Mandiri: Menjaga postur ergonomis harian saat duduk/berdiri, serta rutin berolahraga (berenang, jogging, bulu tangkis, atau workout) untuk melatih otot penyangga dan kapasitas paru-paru.




31/07/2026

TARSALIA

Plantar fasciitis adalah peradangan pada plantar fascia, yaitu pita jaringan tebal
(ligamen) yang membentang di sepanjang telapak kaki, menghubungkan tulang tumit
(calcaneus) dengan jari-jari kaki. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama nyeri
tumit.

Penyebab & Faktor Risiko
Kondisi ini dipicu oleh regangan atau tekanan berlebih berulang (micro-tearing) pada pita
jaringan:
● Aktivitas Berlebih: Berlari, melompat, atau berdiri di permukaan keras dalam waktu
lama.
● Bentuk Anatomi Kaki: Telapak kaki datar (flat feet) atau terlalu melengkung (high
arch).
● Berat Badan Berlebih: Menambah tekanan mekanis pada area tumit.
● Alas Kaki Kurang Tepat: Sepatu tipis tanpa penopang lengkungan (arch support)
atau bantalan yang memadai.
● Usia: Paling sering dialami rentang usia 40–70 tahun.

Tanda & Gejala
Nyeri Menusuk di Tumit: Terasa di area bawah/dalam tumit.
1. Sakit di Langkah Pertama Pagi Hari: Terasa sangat tajam saat baru bangun tidur
atau berdiri setelah duduk lama.
2. Nyeri Mereda Saat Bergerak: Rasa sakit biasanya berkurang setelah beberapa saat
berjalan, namun bisa timbul kembali setelah aktivitas berat.
3. Kaku: Area telapak kaki terasa kaku saat ditarik ke arah atas.

Penanganan (Mandiri & Fisioterapi)
● Istirahat & Modifikasi Aktivitas: Kurangi aktivitas fisik yang memberi benturan
langsung pada tumit.
● Kompres Es: Tempelkan es yang dilapisi kain selama 10–15 menit di area tumit 2–3
kali sehari.
● Latihan Peregangan (Stretching):
1. Calf stretch: Meregangkan otot betis menggunakan bantuan dinding atau
handuk.
2. Plantar fascia roll: Menggulung telapak kaki di atas botol air dingin atau bolatenis.




07/06/2026

[Studi Banding Fisioterapi UNAIR X UMS]

Not just exchanging programs,
but exchanging perspectives. ✨

One meeting.
Many lessons.
Countless memories.

UMS Γ— UNAIR πŸ’™πŸ’›

26/05/2026

[Recap Fipod X Gazkar 2026]




15/05/2026

[TARSALIA]

Frozen Shoulder (Adhesive Capsulitis) merupakan gangguan patologis pada sendi bahu yang ditandai dengan peradangan dan penebalan kapsul sendi glenohumeral, sehingga menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan rentang gerak baik secara aktif maupun pasif. Secara klinis, gejala yang muncul berupa nyeri bahu yang bersifat progresif, terutama saat digerakkan dan sering memburuk pada malam hari, disertai keterbatasan aktivitas fungsional seperti menyisir rambut, mengenakan pakaian, atau meraih benda. Pola keterbatasan gerak khas (capsular pattern) ditandai dengan external rotasi paling terbatas, diikuti abduksi, kemudian internal rotasi (ER > ABD > IR). Kondisi ini umumnya disebabkan oleh proses inflamasi yang menyebabkan penebalan dan kekakuan kapsul sendi, dengan faktor risiko seperti imobilisasi dalam waktu lama, trauma pada bahu, serta penyakit sistemik seperti diabetes mellitus dan gangguan tiroid, meskipun dapat juga terjadi secara idiopatik. Frozen Shoulder paling sering terjadi pada usia 40–60 tahun dan lebih banyak dialami oleh wanita dibandingkan pria. Frozen Shoulder terdiri dari 3 fase. Fase pertama (freezing phase) berlangsung sekitar 2–9 bulan, ditandai dengan nyeri yang bersifat progresif dan mulai terjadi keterbatasan gerak. Fase kedua (frozen phase) berlangsung sekitar 4–12 bulan, dimana nyeri mulai berkurang namun kekakuan menjadi dominan sehingga lingkup gerak sendi sangat terbatas. Fase ketiga (thawing phase) berlangsung sekitar 6–24 bulan, ditandai dengan penurunan nyeri dan perbaikan mobilitas sendi bahu secara bertahap hingga mendekati normal. Latihan peregangan pada Frozen Shoulder bertujuan untuk meningkatkan rentang gerak dan mengurangi kekakuan pada sendi bahu. Adapun latihan diantarannya pendulum stretch, towel stretch, finger walk, cross-body stretch, dan armpit stretch. Sebelum melakukan latihan, disarankan menggunakan kompres hangat untuk membantu merilekskan otot. Peregangan dilakukan secara perlahan hingga batas toleransi nyeri & dilakukan secara rutin untuk membantu pemulihan gerak bahu.

25/04/2026

[ TARSALIA ]

Flat Foot: Penyebab, Tanda Gejala, dan Penanganannya

Flat foot adalah kondisi ketika kaki tidak memiliki atau hanya memiliki sedikit
lengkungan, sehingga telapak kaki hampir menempel penuh ke tanah. Hal ini dapat
memengaruhi keselarasan tubuh dan menyebabkan overpronation (kaki cenderung masuk ke
dalam saat berjalan), bahkan kadang kaki tampak mengarah ke luar.
Kondisi ini normal pada anak-anak dan biasanya membaik seiring pertumbuhan,
namun pada sebagian orang bisa menetap hingga dewasa. Flat foot dapat dipengaruhi oleh
faktor genetik, cedera, penyakit tertentu, obesitas, atau aktivitas berlebih seperti pada atlet.
Gejala yang sering muncul adalah nyeri pada kaki dan area lain seperti pergelangan,
betis, lutut, hingga punggung bawah, serta kelelahan, kram, dan pembengkakan. Jika tidak
menimbulkan keluhan, kondisi ini umumnya tidak memerlukan penanganan. Namun, jika
menimbulkan nyeri, dapat ditangani dengan obat antiinflamasi, latihan, serta penggunaan
sepatu atau orthotic khusus untuk mengurangi tekanan pada kaki.
Jika kondisi ini tidak menimbulkan keluhan, biasanya tidak memerlukan penanganan
medis. Namun, jika menyebabkan nyeri atau gangguan, penanganan medis dapat membantu,
seperti obat antiinflamasi (NSAIDs) untuk mengurangi pembengkakan, Latihan fisik untuk
meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas, Penopang kaki untuk mengurangi tekanan, dan alat
bantu seperti brace kaki, sepatu khusus, dan orthotic (alas kaki khusus)





12/03/2026
28/01/2026

[VIDIO PROFIL PRODI D4 FISIOTERAPI UNIVERSITAS AIRLANGGA]

Program Studi D-IV Fisioterapi mempelajari ilmu yang berhubungan dengan fungsi gerak mulai dari menjaga fungsinya agar tetap baik hingga pemulihan fungsi gerak. Nah selama di prodi fisioterapi ini, rekan-rekan bakalan akrab dengan anatomi, fisiologi, kinesiologi, sistem saraf, dan lain-lain yang berhubungan dengan fungsi tubuh manusia. Selain pembelajaran dilakukan di ruang kelas, prodi fisioterapi juga bekerjasama dengan beberapa rumah sakit dan lembaga kesehatan agar mahasiswa dapat belajar dan berkomunikasi langsung dengan pasien / klien.




15/01/2026

[VIDIO PROFIL PRODI D4 FISIOTERAPI UNIVERSITAS AIRLANGGA]

Program Studi D-IV Fisioterapi mempelajari ilmu yang berhubungan dengan fungsi gerak mulai dari menjaga
fungsinya agar tetap baik hingga pemulihan fungsi gerak. Nah selama di prodi fisioterapi ini, rekan-rekan bakalan
akrab dengan anatomi, fisiologi, kinesiologi, sistem saraf, dan lain-lain yang berhubungan dengan fungsi tubuh
manusia. Selain pembelajaran dilakukan di ruang kelas, prodi fisioterapi juga bekerjasama dengan beberapa
rumah sakit dan lembaga kesehatan agar mahasiswa dapat belajar dan berkomunikasi langsung dengan pasien /
klien.




15/01/2026

[VIDIO PROFIL PRODI D4 FISIOTERAPI UNIVERSITAS AIRLANGGA]

Program Studi D-IV Fisioterapi mempelajari ilmu yang berhubungan dengan fungsi gerak mulai dari menjaga
fungsinya agar tetap baik hingga pemulihan fungsi gerak. Nah selama di prodi fisioterapi ini, rekan-rekan bakalan
akrab dengan anatomi, fisiologi, kinesiologi, sistem saraf, dan lain-lain yang berhubungan dengan fungsi tubuh
manusia. Selain pembelajaran dilakukan di ruang kelas, prodi fisioterapi juga bekerjasama dengan beberapa
rumah sakit dan lembaga kesehatan agar mahasiswa dapat belajar dan berkomunikasi langsung dengan pasien /
klien.




Address

Surabaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Himpunan Mahasiswa Fisioterapi Universitas Airlangga posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share