03/09/2026
ISI Surakarta Jalankan Program PISN 2026: Batik Kayu Dorong Diversifikasi Produk Mebel dan Pemberdayaan Istri Pengrajin di Desa Serenan Klaten
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan kembali menyelenggarakan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) tahun anggaran 2026. Program ini diarahkan untuk mendorong penerapan, hilirisasi, dan pemanfaatan hasil riset serta inovasi seni agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan potensi budaya, peningkatan keterampilan, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.
Salah satu program PISN tahun 2026 dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Kriya, Institut Seni Indonesia Surakarta, melalui kegiatan bertajuk “Batik Kayu sebagai Diversifikasi Produk Mebel melalui Pemanfaatan Limbah Kayu dan Pemberdayaan Keterampilan Membatik Istri Pengrajin Mebel Desa Serenan Klaten.”
Program ini diketuai oleh Dr. Rahayu Adi Prabowo, M.Sn., dengan anggota tim Sutriyanto, S.Sn., M.A., dan Chici Yuliana Nadi, S.Pd., M.Pd. Ketiganya merupakan dosen Program Studi Kriya ISI Surakarta yang memiliki kompetensi dalam bidang seni kriya, desain produk, pengolahan material, serta pendidikan dan pemberdayaan Masyarakat.
Mitra dalam program ini adalah Sunarto, pemilik Kayonan Total Desain, salah satu pelaku usaha yang bergerak dalam bidang produksi dan pengembangan mebel di Desa Serenan, Kabupaten Klaten. Desa Serenan dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki aktivitas produksi mebel dan keterampilan pertukangan kayu yang berkembang secara turun-temurun. Kegiatan produksi mebel tersebut memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat. Namun, proses produksinya juga menghasilkan limbah berupa potongan-potongan kayu dengan ukuran dan bentuk yang beragam. Selama ini, sebagian besar limbah kayu tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya digunakan sebagai kayu bakar atau dibiarkan menumpuk di sekitar tempat produksi.