IMC Tasikmalaya - Indonesia

IMC Tasikmalaya - Indonesia Ikatan Alumni IMC Tasikmalaya semua angkatan

Sejarah SUPM Negeri Tegal, Sekolah Perikanan Pertama di Indonesia dan Asia TenggaraBijak Cendekia SukarnoKamis, 17 Maret...
19/08/2022

Sejarah SUPM Negeri Tegal, Sekolah Perikanan Pertama di Indonesia dan Asia Tenggara

Bijak Cendekia Sukarno

Kamis, 17 Maret 2022 | 18:34 WIB

PANTURA TALK- SUPMN Tegal merupakan Sekolah Perikanan pertama di Indonesia dan yang pertama di Asia Tenggara.
Pada zaman penjajahan Belanda, Sekolah Kejuruan Perikanan belum ada. Rintisan dimulai pada jaman penjajahan Jepang, berupa latihan-latihan pemuda, latihan pemuda pertanian, latihan pemuda perikanan yang disebut juga “gyomin-dozo”; dilaksanakan di Tegal, Rembang, dan Batang.
Pelatihan ini mengutamakan pemuda-pemuda yang bermukim di daerah pantai di seluruh pulau Jawa.

Masa pelatihan tiga bulan dengan materi latihan meliputi dasar-dasar pelayaran dan perikanan.
Mereka yang telah selesai mengikuti latihan dikembalikan ke daerahnya masing-masing untuk dapat bekerja di sektor perikanan.
Tahun 1950, Kementerian Kemakmuran Pusat Jawatan Perikanan mendirikan Sekolah Djawatan Perikanan yang kemudian diubah menjadi Sekolah Perikanan Laut (SPL).

Secara kelembagaan, Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) di Tegal berdiri tanggal 2 Desember 1962 dengan materi masih perikanan umum dan belum ada penjurusan.

Tahun 1965-1966 mulai diarahkan untuk penjurusan, namun masih sangat umum, materi: perikanan umum, keahlian penangkapan dan motorisasi kapal penangkap ikan.
Tahun 1970 sudah ada penjurusan, SUPM memiliki 2 program keahlian yaitu deck (nautika/penangkapan ikan) dan mesin (mesin perikanan).

Periode 1975-1978, seiring dengan keberadaan Marine Fisheries Training Project (kegiatan bantuan UNDP-FAO di SUPM Tegal) Direktorat Jenderal Perikanan bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut membekali lulusan SUPM dengan sertifikat Kepelautan perikanan.
Sertifikat Mualim Perikanan Laut (MPL) II bagi lulusan SUPM Jurusan Deck (sekarang Nautika Perikanan Laut). Sertifikat Ahli Mesin Kapal Perikanan Laut (AMKPL) II bagi lulusan SUPM Jurusan Mesin (sekarang Teknika Perikanan Laut).
1985-1986 SUPM Memiliki program keahlian baru yaitu pengolahan hasil perikanan, disusul satu tahun kemudian (1987) program keahlian budidaya perikanan.

Tahun 1985 – 1990, dalam rangka mencapai swasembada pangan, pada periode tersebut para lulusan SUPM Tegal direkrut untuk mengisi kebutuhan Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL) di Indonesia.
Tahun 1991–1995, ketika industri penangkapan ikan tuna segar berkembang di Indonesia.
Pada periode itu, para lulusan direkrut untuk mengisi kebutuhan tenaga Perwira Deck maupun Perwira Mesin pada kapal long line yang beroperasi di Samudera Hindia maupun di perairan ZEE.

Tahun 1996-2000, Lulusannya mengisi kebutuhan tenaga ABK kapal samudera perikanan luar negeri.
Tahun 2000-2002, lulusan SUPM Tegal terbaik direkrut oleh Departemen Kelautan dan Perikanan (sekarang KKP) untuk ditempatkan sebagai tenaga teknis perikanan di satuan kerja departemen.
Pada tahun 2002-2010 sampai sekarang, titik tolak penyelenggaraan pendidikan mulai terfokus pada swakarya wirausaha, pembelajaran teaching-farctory, responsible fisheries, kelestarian lingkungan, amdal, standar keselamatan kerja dan standar kesehatan produk hasil tangkap, budidaya dan pengolahan hasil perikanan.***

24/07/2022

اِنّا لِلّهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَجِعُوْنَ
Innalillahi Wainnailaihi Rojiuun.

Telah berpulang ke Rakhmatullah, karena sakit.

Nama : Ade Wahyuni
Alumni IMC Angkatan 1992
Pada hari : Sabtu, 23Juli 2022

Semoga almarhumah husnul khotimah.

Telah meninggal dunia dosen/direktur IMC Tasikmalaya Bpk.Eddy Hernadi, S.H., S.Pd.K.Hari ini Selasa 31.03.2020.Kami sege...
31/03/2020

Telah meninggal dunia dosen/direktur IMC Tasikmalaya Bpk.Eddy Hernadi, S.H., S.Pd.K.
Hari ini Selasa 31.03.2020.
Kami segenap alumni IMC Tasikmalaya turut berduka cita.

Tentang Nakhoda yang Ditangkap di China, Kemlu Diminta Serius Bantu WNI Bermasalah di LN “Saya enggak tau nasib suami sa...
04/03/2020

Tentang Nakhoda yang Ditangkap di China, Kemlu Diminta Serius Bantu WNI Bermasalah di LN

“Saya enggak tau nasib suami saya sekarang bagaimana di penjara China. Apakah dia (kasusnya) sudah disidangkan atau belum. Jika sudah, apa putusannya. Jika belum, sudah sejauh mana prosesnya? Saya dan keluarga butuh informasi yang akurat mengenai kondisi dan kasus suami saya,” ujar YY saat bercerita di kantor PPI, Rabu (04/03/2020).

Kutipan Email istri nakhoda tanggal 12 Februari 2018:

Kepada Yth

Bpk. Ir. H Joko Widodo Presiden RI

Bpk Kapolda Jateng

Bpk. MH. Ainun Najib (Cak Nun)

Bpk. Andri Sanusi Ketua PPI

Ibu Menlu RI Retno Marsudi

Bpk Duta Besar RI untuk RRC

Kementerian Perhubungan RI

Depnaker

Perwakilan ILO di Jakarta

ITF [email protected]

cek lengkap di

, PPI News – ADVOKASI KASUS ===> Kementerian Luar Negeri diminta memberikan informasi kejelasan mengenai proses pemberian bantuan hukum terhadap Nakhoda asal Indonesia TR (inisial) yang telah ditangkap di China pada Februari 2018 silam, mengingat hingga detik ini pihak keluarga nakhoda belum men...

Kisah Fazham Fadlil, berlayar dari New York ke Indonesia sendirian.by Fadila AdelinFazham Fadlil memutuskan untuk pulang...
26/01/2017

Kisah Fazham Fadlil, berlayar dari New York ke Indonesia sendirian.

by Fadila Adelin

Fazham Fadlil memutuskan untuk pulang kampung ke Indonesia dengan mengarungi lautan menggunakan kapalnya.

Brilio.net - Kecintaan terhadap bahari memang sudah ada di dalam jiwa Fazham Fadlil (65) sejak kecil. Pria yang selama 20 tahun hidup di Amerika Serikat tersebut memutuskan untuk pulang kampung ke Indonesia dengan mengarungi lautan menggunakan kapalnya. Lalu bagaimana ceritanya?

Fazham Fadlil atau yang akrab disapa dengan Sam, lahir di kepulauan Buluh, Riau. Sejak kecil dia memang sudah familiar dengan kehidupan laut. Ketika beranjak dewasa dia pun bekerja pada sebuah perusahaan raksasa kapal pesiar bergengsi milik Holland America Cruise. Pekerjaannya membawa pada sebuah perjalanan panjang pada banyak negeri orang. Sampai akhirnya bersandar di pelabuhan Kota New York, Amerika Serikat masa tahun 1970an.

"Sejak saat itu saya menetap di Brooklyn, salah satu kawasan di New York," ujar Sam kepada brilio.net, beberapa waktu lalu.

Di sana dia bekerja banting tulang dari pencuci piring kotor restoran, penjaja makanan di atas kereta hingga pengantar makanan siap saji. Malamnya dia manfaatkan untuk membaca buku di perpustakaan kota dan kursus seni. Hingga pada akhirnya dia mendapat pekerjaan tetap di sebuah studio seni grafis sebagai seorang kaligrafer.

Seperti yang telah diceritakannya dalam buku Mengejar Pelangi di Balik Gelombang, saat itu penghasilan Sam sudah cukup banyak, naluri berlayarnya pun muncul lagi. Dia berhasil membeli sebuah kapal layar di daerah Maryland, tepatnya di teluk Cheseapeake. Kapal tersebut dia beri nama Stray yang artinya bintang jalanan. Keinginan untuk pulang ke Indonesia dengan kapal tersebut pun kian hari kian menggebu.

Pada akhirnya ketika Desember 1992, setelah persiapan panjang dia memulai pelayarannya dari New York ke Indonesia. Hari pertama dan beberapa hari setelahnya, Sam lalui ditemani cuaca dan gelombang yang tidak menentu, hingga sampai ke malam ketujuhnya dilaut. Sam merasa gelombang kencang tak lagi dapat membuat dirinya bertahan.

"Akhirnya waktu itu saya memilih kembali ke New York karena takut tidak kuat bertahan," ujarnya lagi

Enam bulan kemudian dia mencobanya lagi, kali ini dengan persiapan yang lebih matang. Dalam pelayarannya dia harus melewati Samudera Atlantik, Laut Karibia, Terusan Panama, kemudian harus menyeberangi lautan luas di seluruh dunia yaitu Samudera Pasifik. Lantas setelah keluar dari Samudera Pasifik, Sam harus melewati Selat Tores sebelum memasuki laut Arafuru.

Hari pertama adalah penyesuaian dengan gelombang ombak. Sam pun melakukan kegiatan rutinnya Saat berlayar dan membuat jadwal sendiri yang akan dilaksanakannya. Rintangan pertama, Gulf Stream dan Sam harus melewatinya dalam rute perjalanannya dari New York ke Panama. Setelahnya Sam harus berlayar melewati Segitiga Bermuda yang terkenal dengan legenda mistisnya. Di perairan ini dia harus berjibaku dengan badai dan peralatan navigasi mengalami kerusakan.

Baginya kerusakan biasa terjadi sebab jarang sekali pelaut yang menempuh perjalanan jauh akan baik-baik saja, pasti akan nada hambatannya. Halangan tak berhenti di sini saja, GPS kapalnya pun mengalami kerusakan. Untungnya Sam cepat mengambil langkah untuk mengatatasinya, Sam memanfaatkan matahari, bulan dan bintang untuk menentukan lokasi.

"Tiap hari bacaan saya hanyalah buku-buku doa dan merapal ayat-ayat alquran," kenangnya

Keadaan menjadi bertambah buruk saat mesin yang dipakainya juga ngadat seperti GPSnya. Sam pun terapung-apung di tengah lautan. Sambil menunggu angin yang bisa membawanya berlayar kembali, dia banyak menghabiskan waktunya untuk membaca.

Angin pun lalu berhembus tanpa terduga, saatnya Sam melanjutkan pelayarannya menuju Panama melalui Mona Passage. Sesampainya di Panama, perahu layarnya diperbaiki. Mesin perahunya harus dibongkar total dan beberapa onderdilnya harus diganti. Apesnya lagi, ongkos perjalanan yang dia miliki semakin menepis. Namun lagi-lagi, dewi fortuna berpihak kepada Sam, dengan bantuan teman-teman yang dia temui selama perjalanan ini, biaya pun akhirnya dapat terkumpul. Samudera Pasifik yang maha luas pun sudah siap dilayarinya kemudian.

Dari Panama, Sam berlayar ke selatan dan terus bergerak menuju kawasan perairan Indonesia melalui selat Torres dan singgah selama tiga hari di Papua Nugini. Walaupun banyak menguras tenaga, pelayaran melalui Selat Torres berlangsung lancar dan Sam pun akhirnya sampai ke laut Arafuru, Indonesia. Dari sana pulau Bali akan menjadi tempat berlabuhnya sementara dan pelabuhan Tanjung Priok menjadi tempat berlabuhnya yang terakhir.

"Sampai di Bali saya tidak punya uang rupiah sepeser pun, hanya tinggal uang USD 5 saja. Begitu mendarat yang saya lakukan pertama adalah menelepon ibu," katanya lagi.

Pelayaran Sam tersebut menghabiskan waktu selama lima bulan dengan jarak tempuh mencapai 15.000 mil. Hebat!

Ribuan Pelaut Gelar Aksi Damai di Istana Merdeka Tuntut Ratifikasi MLC 2006Seputar TKI - Posted By: Syafii | 27 Apr 2016...
27/04/2016

Ribuan Pelaut Gelar Aksi Damai di Istana Merdeka Tuntut Ratifikasi MLC 2006

Seputar TKI - Posted By: Syafii | 27 Apr 2016 02:49 WIB |3160

Ribuan Pelaut di Monas dan Istana Merdeka - Photo : FB-GPIKA-PicsArt/Syafii

Nasional - LiputanBMI - Sekitar 1000 Pelaut Indonesia yang tergabung dalam sebuah wadahPergerakan Pelaut Indonesia (PPI), melakukan aksi unjuk rasa secara damai di depan Istana Merdeka, Jakarta pada hari ini Rabu (27/4), untuk menuntut Pemerintah segera meratifikasiMaritime Labour Convention (MLC) 2006.

Aksi tersebut digelar mulai dari Tugu Monas menuju Istana Merdeka pada pukul 10.30 WIB.

"Massa sekitar 1000 Pelaut. Mereka dari berbagai daerah, titik kumpul di Jakarta Utara dari jam tujuh pagi," ujar Andri Sanusi, Wakil Ketua PPI kepada LiputanBMI via Messenger Facebook.

Ribuan massa tersebut diketahui merupakan gabungan dari Forum Komunikasi Maritim Indonesia (FORKAMI),Indonesian Lady Seafarers (ILS), dan Kesatuan Pelaut Indonesia Tanjung Priokserta Pelaut perorangan yang menyatakan peduli terhadap nasib dan kesejahteraan para pelaut. Baca: Tuntut MLC 2006, Pelaut Indonesia Akan Gelar Aksi Damai Didepan Istana Merdeka

Massa membawa aneka spanduk yang merupakan aspirasi mereka kepada pemerintah. Setelah menggelar orasi, perwakilan dari mereka berhasil diterima dan masuk oleh pihak Istana untuk menyampaikan tuntutannya. (Ib***)

Tuntut MLC 2006, Pelaut Indonesia Akan Gelar Aksi Damai Didepan Istana MerdekaSeputar TKI - Posted By: Syafii | 24 Apr 2...
27/04/2016

Tuntut MLC 2006, Pelaut Indonesia Akan Gelar Aksi Damai Didepan Istana Merdeka

Seputar TKI - Posted By: Syafii | 24 Apr 2016 02:29 WIB |7448

Massa yang tergabaung dalam Pergerakan Pelaut Indonesia - Photo : FB-PicsArt/Forkami

Nasional - LiputanBMI - Masa yang tergabung dari kalangan Pekerja Laut atauPelaut yang menamakan dirinya Pergerakan Pelaut Indonesia sudah membuat/menetapkan kesepakatannya untuk menggelar unjuk rasa dengan tema "Aksi Damai Pelaut" dalam rangka menuntut hak-haknya sebagai pekerja terhadap pemerintah yang disepakati akan digelar pada tanggal 27 April 2016 di Istana Merdeka, Jakarta.

Adapun tuntutan mereka adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari undangan yang disebar melalui akun media sosialfacebook pada, Jum'at (22/4).

1. Menuntut pemerintah segera meratifikasiMaritime Labour Convention (MLC) 2006serta standarisasi upah minimum pelaut dalam negeri,

2. Bubarkan dan pulihkan kepengurusan Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI)sesuai visi dan misinya, serta segera diselenggarakan kongres luar biasa (KLB) KPI,

3. Tertibkan regulasi, sertifikasi, dan birokrasi bagi pelaut di lembaga-lembaga Diklat seluruh Indonesia,

4. Stop diskriminasi pelaut wanita di Indonesia, dan

5. Berikan perlindungan bagi pelaut terhadap oknum aparat yang menindas, memeras pelaut di laut, dan tindak tegas.

Untuk diketahui, dalam aksi tersebut akan diketuai oleh James Talakua dan wakilnya Andri Sanusi. Massa akan dikumpulkan di Taman Segi Empat, Kebon Bawang, Tanjung Priok pada pukul 07:00 WIB.

Selain itu, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan ketertiban, setiap pelaut yang akan ikut dalam aksi tersebut diwajibkan untuk membawa print outsertifikat kepelautannya yang bisa diakses secaraonline di website Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. (Ib***)

kembang peteKreasi Inspirati10 Hal Penting Terkait Penemuan TelegraphSamuel F.B. Morse adalah penemu telegraf. Ia mengir...
18/08/2015

kembang pete
Kreasi Inspirati

10 Hal Penting Terkait Penemuan Telegraph

Samuel F.B. Morse adalah penemu telegraf. Ia mengirim pesan pertama melalui alat temuannya itu pada Mei 1844. Manfaat penemuan ini dan demonstrasinya segera meluas, dan banyak kepentingan komersial berkontribusi terhadap pembangunan dan penyebaran jaringan telegraf yang cepat di seluruh Amerika Serikat. Inilah 10 fakta seputar penemuan telegraf.
1. Charles Thomas Jackson adalah seorang penemu yang mengatakan kepada Samuel Finley Breese Morse pada tahun 1832 bahwa impuls listrik dapat dibawa di sepanjang kawat panjang. Informasi inilah yang menginspirasi Morse, seorang profesor seni di Universitas Kota New York, untuk membuat sketsa desain telegraf pertamanya.
2. Sketsa Morse menunjukkan tiga bagian utama telegraf: pengirim; penerima untuk merekam sinyal listrik; dan kode untuk menerjemahkan sinyal ke dalam huruf dan angka agar pesan bisa dimengerti. Morse percaya bahwa informasi dapat dikirim melalui cara ini dalam jarak apapun.
3. Seorang mekanik bernama Alfred Vail membantu Morse mengembangkan gagasannya. Mereka membentuk kemitraan pada tahun 1837, merancang sistem dari titik dan garis yang kemudian menjadi kode Morse, mengajukan hak paten, dan mencoba mencari pendanaan untuk penemuan mereka.
4. Pada tahun 1843, Morse akhirnya memperoleh dana 30.000 dolar dari Kongres AS untuk membangun saluran telegraf pertama, yang menghubungkan Washington, D.C. dengan Baltimore, Maryland. Ini menjadi jalur telegraf komersial pertama di Amerika Serikat dan dunia.
5. Morse mengirimkan pesan pertama kalinya dari telegraf pada 24 Mei 1844. Pesan itu berbunyi, “What hath God wrought!” Kata-kata itu adalah bagian dari Buku Bilangan Alkitab, yang dipilih oleh Annie Ellsworth, putri seorang teman.
6. Morse beralih ke seorang pria bernama Amos Kendall untuk menangani urusan bisnis yang terkait dengan penemuannya. Kendall adalah seorang pengacara Kentucky yang pernah menjabat sebagai auditor Departemen Keuangan AS, serta Postmaster General.
7. Kode telegraf yang dibuat oleh Morse dikenal sebagai Kode Morse Amerika. Karena kode itu mengandung beberapa inkonsistensi, versi lain dikembangkan di Eropa, yang kemudian dikenal sebagai Kode Morse Kontinental. Kode ini diadopsi oleh sebagian besar dunia dan menjadi standar untuk komunikasi telegraf internasional.
8. Perusahaan kereta api memasang jaringan telegraf sebagai cara berkomunikasi dengan kereta mereka. Informasi tentang lokasi dan penundaan kereta api dapat dikirim dengan cepat. Hasilnya, kota-kota di daerah terpencil sekarang bisa berkomunikasi lebih cepat dengan seluruh bagian negara melalui telegraf.
9. Kecepatan pengiriman informasi lewat telegraf melalui jarak yang jauh menyebabkan peristiwa yang didasarkan pada komunikasi bisa berlangsung lebih cepat. Beberapa contohnya adalah perdagangan pasar saham dan perkembangan medan perang militer.
10. Meskipun telegraf awalnya digunakan untuk mengirimkan pesan dari orang ke orang, alat ini segera digunakan untuk mengumpulkan dan mendistribusikan berita. Asosiasi pers telegrafis pertama didirikan pada tahun 1848.

Address

Tasikmalaya

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when IMC Tasikmalaya - Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share