23/06/2016
Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
PESAN & NASEHAT DI WAKTU LIBURAN
Anak-anakku Santri Pon-Pes Riyadlul Ulum Wadda'wah
Tak terasa waktu begitu cepat belalu, sehingga datang waktu saatnya kita berpisah walau Insya Alloh untuk sementara. Hati dan jiwa tidak kuasa untuk menggoreskan pesan-pesan tanda cinta kami kepada kalian semua…..
Wahai anak-anakku inilah pesan-pesan kami tatkala kalian harus berada NUN JAUH DISANA ;
1. Jadikan Masjid Sebagai Pusat Kegiatan dan Sholat Berjamaah Sebagai Amal Harian
Rasul menyampaikan dalam Haditsnya; jika ada seseorang yang bolak-balik masjid maka berikanlah kesaksian bahwa ia adalah ORANG BERIMAN. Di dalam masjid, kalian akan bertemu dengan orang-orang sholeh yang bisa kalian MINTA NASEHATNYA, dengarkan pengalamannya, dll. Jika kalian sesekali diminta menjadi IMAM, lihatlah kemampuan diri kalian. Jika kalian BISA maka lakukanlah dengan penuh TAWADHU (rendah hati) bahwa ilmu kalian belum seberapa. Jika kalian merasa BELUM BISA, jadikanlah itu sebagai MOTIVASI untuk terus memperbaiki kemampuan kalian terkait dengan BACAAN AL-QUR’AN. Jangan lupa, rutinkan Sholat Berjamaah di awal waktu di Masjid!
2. Jangan Jadikan Liburan Sebagai Masa Balas Dendam
Kalian dididik di pesantren untuk memanfaat waktu semaksimal mungkin. Hanya sedikit waktu yang tidak produktif, selebihnya kalian isi dengan hal-hal yang positif; ibadah sholat berjamaah, sholat sunnah, qiyamullail, puasa sunnah, tilawah Al-Qur’an, menuntut ilmu, saling bershodaqoh sesama teman, dan berbagai bentuk kebaikan yang kalian lakukan. Jangan kemudian di rumah, kalian berhenti m elakukan itu semua. Sehingga banyak waktu terbuang sia-sia. Gunakan setiap kesempatan untuk berdakwah; mengajak keluarga, tetangga, bahkan teman-teman untuk melakukan berbagai kebaikan.
Jangan menjadi santri yang seolah balas dendam. Ketika di pesantren hanya sebagian kecil waktunya untuk tidur, ternyata ketika di rumah hampir sepanjang hari tertidur di depan televisi. Tidak sedikit dari para orang tua yang menyampaikan kepada para Ustadz, bahwa anaknya banyak tidur selama liburan. Sebalinya jadikan masa liburan ini sebagai masa kalian menunjukkan BIRRUL WALIDAIN, tunjukkan kasih sayang kalian kepada ABI dan UMI di rumah atas jasa dan jerih payah mereka memberikan kesempatan kalian menimba ilmu di condong.
3. Arrohatu fi tabadulil a’mal (Istirahat bukan berarti berhenti dari satu pekerjaan, tetapi berganti dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain)
Demikian ungkapan yang masyhur di kalangan para mujahid, termasuk mujahid penuntut ilmu. Dia cukup merasakan sudah beristirahat ketika berganti dari satu aktivitas ke aktivitas yang lain. Dan istirahat dengan berhenti dari aktivitas berarti membuang waktu sia-sia percuma dan itu merupakan satu bentuk TABZIR yang disukai Syaithon. Masa muda adalah masa puncak dari perjalanan manusia.
Carilah kegiatan yang bervariasi, niscaya di dalamnya ada kebahagian yang dapat merefresh diri kita dari kepenatan dan kejenuhan. Semakin banyak aktivitas harian yang dapat dilakukan akan membuat wawasan kita luas, jiwa kita lapang, relasi kita banyak yang pada akhirnya akan sangat bermanfaat dalam pengembangan diri ke depan.
4. Ujian Sebenarnya Ketika Kalian Berada Di rumah
Pesantren adalah tempat kalian dididik dan dibimbing. Banyak bentuk pendidikan di dalamnya berbentuk tarbiyah ‘amaliyah (pendidikan dengan pembiasaan) atau yang disebut dengan learning by doing. Pesantren tempat belajar, adapun ketika kalian kembali ke rumah, itulah sebenarnya saat kalian diuji. Apakah proses pembiasaan yang dilakukan di pesantren berhasil atau tidak. Ketika ada perubahan ke arah yang lebih baik antara sebelum dan sesudah masuk ke pesantren, berarti kalian LULUS UJIAN, jika tidak berarti tidak lulus.
Itulah sesungguhnya buah dari ILMU YANG BERMANFAAT, yaitu; ilmu yang mendorong kita untuk melakukan amal sholeh, jika tidak maka ilmu itu tidak ada nilainya.
5. Sayangi yang Lebih Muda dan Hormati yang Lebih Tua
Tirulah ilmu padi, makin berisi makin runduk. Ilmu yang kalian miliki tidak boleh berbuah kesombongan dan merasa lebih dari yang lain. Tetaplah menghormati mereka yang lebih dewasa, hormatilah guru-guru kalian ketika kalian menimba ilmu dari mereka di TK atau SD. Jangan pernah menyebut MANTAN GURU, karena ilmu yang mereka ajarkan tetap kalian butuhkan sepanjang hidup.
Bagi kalian yang memiliki adik-adik di rumah, tunjukkan kasih sayang kalian selama liburan. Biasanya mereka yang jarang bertemu, kasih sayangnya lebih dari yang biasa bertemu setiap hari.
6. Jangan Merasa Gengsi
Pesantren mendidik kalian untuk hidup MANDIRI dan TIDAK TERLALU BERGANTUNG kepada yang lain. Walaupun di antara kalian ada yang dibantu oleh para khodimah di rumahnya, tetapi hendaklah kalian sebisa mungkin bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Rapikanlah tempat tidur selepas bangun tidur! Bereskan perlengkapan setelah kalian butuhkan! Tidak membuat kalian hina, ketika kalian mencuci piring, menyapu lantai, membersihkan kamar mandi, dan lain sebagainya. Orang Besar adalah orang yang terbiasa melakukan dari HAL-HAL YANG KECIL.
7. Berpakaianlah yang sesuai dengan situasi dan kondisi
Sebelum orang lain mengetahui lebih jauh tentang kalian, biasanya mereka menilai dari sesuatu yang terlihat kasat mata yaitu; pakaian yang kalian pakai. Berpakaianlah yang sesuai dengan momennya. Cukup penting untuk menjaga KESAN PERTAMA yakni; dari pakaian kalian. Upayakan orang lain mengenali kalian dari penampilan bukan dari pengakuan-pengakuan.
8. Bagi Para Mujahid; Waktu Sehari Semalam 24 jam TIDAK CUKUP
Jangan sia-siakan waktu. Waktu yang sudah lewat walaupun baru SEDETIK YANG LALU ia tidak akan pernah kembali hingga Hari Akhir. Waktu lebih mahal dari emas; kalau emas bisa dibeli sementara waktu tidak bisa dibeli dengan HARGA SETINGGI APAPUN. Hargai dan hargai waktu yang kalian miliki. ORANG SUKSES adalah orang yang mampu menghargai waktunya dengan baik. Manfaatkan masa remaja dan masa muda kalian sebelum datang masa tua yang akan penuh dengan penyesalan! Tugas kalian kelak lebih banyak dari waktu yang kalian mmiliki. Karena itu manfaat waktu yang hanya 24 jam sehari-semalam dengan sebaik mungkin.
9. Isi Agenda Harian dan Lakukan banyak Amal Sholeh
Ada 1001 macam AMAL SHOLEH yang bisa kalian lakukan setiap hari. Silaturrahim akan memmpercepat tumbuhnya KEDEWASAAN. Infaq dan Shodaqoh akan melatih diri untuk bisa BERBAGI dan MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN kepada orang lain. Meminta Nasehat kepada Ustadz, Tokoh Masyarakat dan Orangtua akan membuat langkah-langkah kalian ke depan menjadi lebih terarah dan jelas. Jangan lupa mintalah doa dari orang-orang sholeh yang kalian temui. Sungguh doa yang diijabah akan membentangkan JALAN KESUKSESAN kalia
Demikian pesan-pesan yang Ustadz sampaikan, semoga hari-hari libur ini kalian bisa manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Doa kami menyertai kalian; agar kelak kalian menjadi GENERASI YANG JAUH LEBIH BAIK DARI KAMI.
Wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.