Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya. Jurusan/ Program Studi : Teknik Elektro, Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, dan Teknik Pertambangan

CONFUSED TO CHOOSE A MAJOR? Check This Out First! UMTAS Electrical Engineering = High Salary + Wide Career Opportunities...
02/08/2025

CONFUSED TO CHOOSE A MAJOR? Check This Out First! UMTAS Electrical Engineering = High Salary + Wide Career Opportunities 🤩💡

Why should you choose UMTAS ELECTRICAL TECHNICIAN?
✅ Career as Robotic Engineer, Software Engineer, Technopreneur
✅ Highest salary compared to other majors (data: Bankrate)
✅ Driveway lots of options!

PMDK (report only, no test)

Scholarship

Tes Mandiri

KIP line

The Instrumental Path

📩 Register & complete info of the study program you can check here:
(google drive link)

🆘 Need help?
Contact us: 0821-1655-4100 / 0811-248-4300
pmd.umtas.ac.id

https://www.instagram.com/p/DMzQLu6xrWg/?igsh=MWc2aml0eGY1MnF4

08/03/2025

🌙 *RAMADHAN SPESIAL DI UMTAS – TEMUKAN JURUSAN TERBAIK UNTUKMU!* 🎓

*Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh🙏*
*Hallo Bapak/Ibu*, Sehat selalu dan senantiasa diberikan kemudahan yaa .Aamiin 🤲

*Kami Informasikan Keistimewaan Bulan Maret Ini:*
Apresiasi pendaftaran bulan *Maret*!!🎗️
*Benefit Apresiasi* :
- Potongan Biaya Awal Masuk sebesar *RP.350.000*
- Potongan *10%* Biaya Pengembangan Universitas

Bilamana butuh *material/informasi PMB UMTAS* silahkan di klik aja link : bit.ly/MaterialPMBUMTAS

Jangan sampai melewatkan benefit ini karena kamu akan mendapatkan potongan biaya masuk dari *~2.100.000~* Menjadi *1.750.000* sajaaa 💸🤩
Yuk Segera Daftar & Registrasi sekarang juga, Sebelum kembali ke biaya normal yaa!!!📲 🙌

📍Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web pmb.umtas.ac.id atau bisa follow IG
--------------------------------------------------------------------------------------
IG :
Tiktok/Twiter : umtasik
Youtube/Fb : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

08/02/2025
06/02/2025

Remember the Kodak company? In 1997, Kodak had about 160,000 employees.
And about 85% of the world's photography was done with Kodak cameras. With the rise of mobile cameras over the past few years, Kodak Camera Company is out of the market. Even Kodak went completely bankrupt and all his employees were fired.

At the same time many more famous companies had to stop themselves. Like

HMT (clock)
BAJAJ (स्कूटर)
DYANORA (TV)
MURPHY (RADIO)
NOKIA (Mobile)
RAJDOOT (Bike)
Ambassador (car)

None of the above companies had bad quality. Why are these companies out yet? Because they could not change themselves over time.

Standing in the present moment you probably don't think how much the world could change in the next 10 years! And today's 70%-90% jobs will be completely over in the next 10 years. We are slowly entering the era of "Fourth Industrial Revolution".

Check out today's famous companies-

UBER is just a software name. No, they have no cars of their own. Yet today the world's largest taxi-fair company is UBER.

Airbnb is the largest hotel company in the world today. But funny thing is they don't own a single hotel in the world.

Similarly, examples of countless companies like Paytm, Ola Cab, Oyo rooms etc can be given.

There is no work for new lawyers in America today, because a legal software called IBM Watson can advocate much better than any new lawyer. Thus, almost 90% of Americans will not have any jobs in the next 10 years. The remaining 10% will be saved. These will be 10% experts.

The new doctor is also sitting down to work. Watson software can detect cancer and other diseases 4 times more accurately than humans. Computer intelligence will surpass human intelligence by 2030.

90% of today's cars will not be seen on the roads in the next 20 years. Leftover cars will either run by electricity or hybrid cars. The roads will slowly become empty. Gasoline consumption will decrease and oil producing Arab countries will slowly become bankrupt.

If you want a car you have to ask for a car from a software like Uber. And as soon as you ask for a car, a completely driverless car will come and park in front of your door. If you travel with several people in the same car, the rent of a car per person will be less than a bike.

Driving without driver will reduce the number of accidents by 99%. And this is why car insurance will stop and car insurance companies will be out.

Things like driving on earth will no longer survive. Traffic police and parking staff won't be required when 90% of vehicles disappear from the road.

Just think, there used to be STD booths in the streets even 10 years ago. All these STD booths were forced to close after the mobile revolution came in the country. Those who survived have become mobile recharge shops. Again online revolution in mobile recharge. People started recharging their mobile online sitting at home. Had to replace these recharge shops again. Now these are just mobile phones to buy and sell and repair shops. But this will also change very soon. Mobile phone sales are increasing directly from Amazon, Flipkart.

The definition of money is also changing. There used to be cash but in today's age it has become "plastic money". Credit card and debit card round was a few days ago. Now that too is changing and the era of mobile wallet is coming. Growing market of Paytm, one click of mobile money.

Via Ray Ray

26/01/2025

THE LEGEND ( ATJEH )

Dia masih menjadi mahasiswa IPB saat menghilang lima belas tahun silam di Pulau Seram, Maluku, Dia kembali ke kota hanya dengan sandal jepit dan baju lusuh. Tapi, dia disambut bak seorang pahlawan yang baru saja kembali dari medan laga. Dia dielu- elukan segenap penjuru.

Kisahnya menitikkan haru. Dia diabadikan dalam puisi. Dia seperti sungai yang tak henti mengalirkan inspirasi.

Hari itu, 22 September 1979 di Hotel Salak, Bogor. Lelaki berkulit legam itu dikelilingi teman-temannya. Dia hanya mengenakan sandal jepit. Temannya membawakan sepatu dan jas untuknya. Dia menolak memakainya. Namun, temannya bersikeras. Lelaki itu, Muhammad Kasim Arifin, serupa anak yang hilang. Dia yang lahir di Langsa. Aceh, 18 April 1938 itu adalah mahasiswa yang kembali setelah 15 tahun silam.

Teman- temannya sudah lama sarjana dan banyak yang sudah menjadi pejabat. Kasim hanya seorang petani yang bersahaja. Tapi dia justru jauh menjulang namanya dibandingkan semua orang.

Tahun 1964, dia hanya seorang mahasiswa biasa yang mengikuti Program Pengerahan Mahasiswa, yang sekarang bernama Kuliah Kerja Nyata.

Di masa itu, mahasiswa harus siap ditempatkan di pelosok negeri. Kasim mendapat lokasi di Waimital, Pulau Seram, Maluku.

Dia pun mendatangi daerah terpencil itu sebab didorong hasrat untuk membumikan semua pengetahuannya. Di Waimital, dia bertemu keluarga petani miskin yang datang melalui program transmigrasi.

Nuraninya terketuk. Dia ingin berbuat sesuatu. Dia menanggalkan semua identitas kota pada dirinya. Dia memakai sandal jepit dan baju lusuh. Dia ikut menemani petani yang berjalan kaki 20 kilometer menuju sawah. Dia melakukannya setiap hari dan bolak-balik. Dia membantu petani untuk mengolah tanah. Diajarkannya pengetahuan yang didapatnya di kampus IPB.

Dia membantu masyarakat untuk membuka jalan desa, membangun sawah baru, membuat irigasi. Dia tidak menunggu bantuan dari pemerintah. Dia membangkitkan semangat masyarakat untuk bergotong-royong.

Kasim peduli pada petani lebih dari dirinya sendiri. Dia pun mendapat kasih sayang dari semua orang.

Dia disapa Antua, sebutan bagi orang yang dihormati di Waimital. Kasim begitu larut untuk membantu masyarakat, sampai-sampai dia lupa pulang. Seharusnya dia di Waimital hanya tiga bulan. Tapi dia merasa tugasnya belum selesai. Bahkan saat semua teman-temannya pulang, dia tetap menjadi petani. Bahkan semua temannya telah diwisuda, dia masih setia di kampung itu. Hingga semua temannya lulus dan menjadi pejabat, dia tetap memilih di kampung itu hingga 15 tahun.

Di Aceh, orang tuanya memanggil. Dia tak bergeming. Bahkan Rektor IPB, Profesor Andi Hakim Nasution, memanggilnya kembali, dia masih juga tak bergeming. Tak kurang akal, Rektor IPB lalu mengutus Saleh Widodo, seorang teman kuliah Ķasim, untuk menjemputnya di sana. Dengan berat hati, Kasim bersedia ke Jakarta, lalu Bogor, hanya dengan sandal jepit dan baju lusuh.

Kampus memanggilnya untuk menyelesaikan studi. Kasim sejatinya tak butuh gelar akademik, tapi dia tak kuasa menolak permintaan teman-temannya. Dia mengaku tidak sanggup membuat skripsi.

Teman-temannya berinisiatif untuk merekam kisahnya di Waimital untuk diajukan sebagai skripsi. Dia bercerita selama 28 jam. Temannya mencatat cerita itu dengan mata basah. Semua terharu. Kasim adalah potret manusia yang melampaui dirinya. Dia bukan seperti kebanyakan orang yang hanya berpikir untuk kuliah lalu bekerja, mengumpul harta, kemudian hidup bahagia.

Dia menemukan bahagianya dengan cara lain. Saat dia melihat petani tersenyum, hatinya mekar. Selagi senyum itu belum hadir, dia akan menganggap tugasnya jauh dari kata selesai. Dia lebur bersama masyarakat. Mulanya dia datang sebagai Kasim, mahasiswa IPB yang penuh pengetahuan. Setelah 15 tahun, dia menjadi bagian dari masyarakat.

Dia tak lagi ingin sesegera mungkin lulus, kemudian menyandang toga dan bekerja di instansi pemerintahan. Dia ingin membantu semua petani untuk sejahtera melalui tindakan memuliakan bumi, menghargai lumpur, lalu mengolah tanah-tanah pertanian. Dia mencintai tunas yang tumbuh lalu mekar jadi tanaman.

Hari itu, Kasim memasuki gedung IPB untuk wisuda. Mulanya dia ragu-ragu dan takut melihat banyak orang berdatangan, Semalaman dia tak bisa tidur di Hotel Salak karena pendingin udara dan suara bising di jalanan.

Di acara wisuda, dia ingin duduk di kursi belakang. Namun begitu dia datang, semua orang berdiri dan bertepuk tangan. Dedikasinya membuat banyak orang merinding. Dia adalah insinyur pertanian paling istimewa, paling menyentuh hati, dan paling menjulang dibandingkan yang lain.

Lelaki muda itu tetap Kasim yang bersahaja. Bahkan setelah wisuda pun, dia kembali ke Waimital demi meneruskan kerja-kerjanya. Setelah beberapa waktu, barulah dia menerima pinangan Universitas Syiah Kuala, Aceh, untuk menjádi dosen di sana hingga pensiun pada tahun 1994. Di Waimital, namanya selalu harum, bahkan diabadikan menjadi nama jalan.

Di tahun 1982, Kasim mendapatkan penghargaan Kalpataru dari pemerintah untuk jasa-jasanya membangun masyarakat desa déngan wawasan lingkungan hidup. Kasim yang tidak gila pada penghargaan, "membuang" kalpataru itu di bawah kursi dan meninggalkannya begitu saja, hingga akhirnya seseorang mengantarkan kalpataru itu ke rumahnya. Bahkan penghargaan pun bukan menjadí tujuannya.

Ketika mendapat tawaran untuk study banding ke Amerika serikat, dia menolak. "Untuk apa saya harus ke Amerika yang punya tradisi pertanian berbeda dengan disini?" Katanya.

Dia selalu menjadi Kasim yang menginspirasi. Kisah hidupnya ditulis ke dalam buku berjudul Seorang Lelaki Dari Waimital yang ditulis Hanna Rambe di tahun 1983, dan diterbitkan Sinar Harapan.

Seusai pensiun, dia tetap di Aceh dan menjadi aktivis lingkungan. Di masa kini, betapa sulitnya menemukan anak muda yang masih idealis seperti dirinya. Anak muda hari ini berlomba-lomba untuk masuk dunia bisnis, mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, lalu masuk ke lingkaran istana, entah sebagai staf milenial atau sebagai staf menteri. Bahkan para akademisi muda bermimpi jadi dirjen, staf khusus menteri, atau jadi pejabat di BUMN.

Kasim adalah oase yang serupa mata air selalu menjadi telaga inspirasi yang tak mengering.

Saat dia diwisuda di tahun 1979, salah seorang rekannya penyair Taufiq Ismail, menulis puisi yang mengharukan tentang Kasim.

Salah satu baitnya berbunyi:

Dari pulau itu, dia telah pulang
Dia yang dikabarkan hilang
Lima belas tahun lamanya
Di Waimital, Kasim mencetak harapan
Di kota kita mencetak keluhan
(Aku iadi ingat masa kita diplonco dua puluh tahun lalu)
Dan kemarin, di tepi kali Ciliwung aku berkaca
Kulihat mukaku yang keruh dan leherku yang berdasi
Kuludahi bayanganku di air itu karena rasa maluku
Ketika aku mengingatmu, Sim
Di Waimital engkau mencetak harapan
Di kota, kami...
Padahal awan yang tergantung di atas Waimital, adalah
Awan yang tergantung di atas kota juga
Kau kini telah pulang
Kami memelukmu.

Via : FB Lukman Nurhakim

22/01/2025

JANUARI HEPPY
*Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh🙏*
*Hallo Bapak/Ibu*, Sehat selalu dan senantiasa diberikan kemudahan yaa .Aamiin 🤲

*Kami Informasikan Keistimewaan Bulan Januari Ini:*
Apresiasi pendaftaran bulan *Desember Ceria*!!🎗️
*Benefit Apresiasi* :
- Potongan Pendaftaran sebesar *RP.50.000*
- Potongan Biaya Awal Masuk sebesar *RP.400.000*
- Potongan *12%* Biaya Pengembangan Universitas

Bilamana butuh *material/informasi PMB UMTAS* silahkan di klik aja link :
https://bit.ly/MaterialPMBUMTAS
Jangan sampai melewatkan benefit ini karena kamu akan mendapatkan potongan biaya masuk dari *~2.100.000~* Menjadi *1.700.000* sajaaa 💸🤩
Yuk Segera Daftar & Registrasi sekarang juga, Sebelum kembali ke biaya normal yaa!!!📲 🙌

📍Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web pmb.umtas.ac.id atau bisa follow IG
--------------------------------------------------------------------------------------
IG :
Tiktok/Twiter : umtasik
Youtube/Fb : Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

19/01/2025
04/08/2023

Yuk kuliah di UMTAS aja

Insinyur Teknik, pergi tugas ke SurabayaSinggah Bojonegoro, membeli lemari jatiUMTAS di Tasik, ada juga loh TekniknyaKul...
30/07/2023

Insinyur Teknik, pergi tugas ke Surabaya
Singgah Bojonegoro, membeli lemari jati
UMTAS di Tasik, ada juga loh Tekniknya
Kuliah di Elektro, bekerjanya terbuka pasti
Check in dulu https://pmb.umtas.ac.id/
WA +62 811-2484-300

Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya Sistem Informasi Akademik solusi terbaik Universitas. Langsung Bisa Digunakan, Tidak Ribet dan Pelaporan Beres.

Address

Jalan Tamansari, Gobras
Tasikmalaya
46149

Opening Hours

Monday 08:00 - 04:00
Tuesday 08:00 - 04:00
Wednesday 08:00 - 04:00
Thursday 08:00 - 04:00
Friday 08:00 - 04:00
Saturday 08:00 - 18:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share