04/04/2023
*Libatkan Allah dalam Setiap Urusan* 🤲
Bismillah,
Telah sampai kepada kami sebuah cerita yang sangat inspiratif.
Mungkin Anda juga pernah mendengarnya.
Yaitu cerita tentang seorang tokoh bernama *Ir. Sholah Athiyah.*
Dulunya beliau adalah seorang pemuda miskin dari Tafahna, salah satu kota di Mesir.
Bahkan saking miskinnya, Sholah Athiyah hanya punya satu celana panjang untuk kuliah.
Kebayang miskinnya seperti apa?
Setelah lulus dan jadi Insinyur (Sarjana Teknik kalau di zaman sekarang), Sholah mengajak 8 orang temannya yang juga miskin dari kota Thafana untuk bekerja sama.
Mereka ber 9 sepakat membuat pertanian Unggas sambil mencari mitra ke 10.
Mulailah mereka mengumpulkan modal seadanya.
Ada yang jual tanah,
Ada yang jual perhiasan istri,
Bahkan sampai ada yang meminjam.
Meskipun jumlahnya tidak banyak, namun akhirnya cukup untuk modal usaha.
Setelah modalnya terkumpul, mereka mulai bertanya, _"Jadi siapa mitra kesepuluh kita?"_
Saat itulah Ir. Sholah berkata, _“Aku sudah menemukannya,”_
Teman-temannya pun penasaran, _”Siapa??”_
_"Allah,”_, jawab Sholah singkat.
_“Allah akan menjadi mitra usaha kita yang ke-10. Allah akan mendapatkan 10% dari keuntungan kita, dengan perjanjian bahwa Allah yang akan memberikan perlindungan dan pemeliharaan dan juga memberikan keamanan dari segala wabah penyakit”_
Mendengar itu, teman-temannya pun sepakat.
Mereka sadar kalau dalam hal apapun mereka butuh Allah dan hanya Allah yang bisa memberikan perlindungan.
Saking seriusnya dengan kesepakatan tersebut, mereka sampai pergi ke notaris.
Menulis kontrak kerja yang rinci, lengkap dengan peran-peran dari Sang Mitra ke-10.
Ya, mereka melibatkan Allah dalam urusannya. ✍️
Terus apa yang terjadi??
Singkat cerita waktu pun berlalu.
Setelah satu musim, bisnis mereka langsung meroket jauh dari yang dibayangkan. 🚀
Begitu bisnis berkembang pesat, akhirnya mereka sepakat menambah jatah keuntungan mitra ke-10 jadi 20%. 📈
Setiap untung, tambah terus.
Sampai akhirnya mitra ke-10 dapat jatah keuntungan 50%.
MasyaAllah.
Keuntungan mitra ke-10 ini dialokasikan untuk wakaf.
Awalnya bangun SD Islam untuk Putra.
Kemudian lanjut SD Islam untuk Putri.
Kemudian lanjut bangun SMP, terus lanjut sampai bangun SMA.
Tapi karena keuntungannya terus bertambah, akhirnya dibangunlah Baitul Mal (Tempat khusus untuk menyimpan harta).
Dan karena fokus wakaf, terbesitlah sebuah ide untuk membangun Universitas ditempat mereka. 👍
Sayangnya, Thafana saat itu adalah kota yang kecil, sunyi, dan akses kemanapun terbilang sulit.
Sehingga Pemerintah harus menolak membangun Universitas disana.
Tak habis akal, mereka mengusulkan pembangunan Universitas lengkap dengan jalur kereta api, kereta apinya dan stasiun dengan biaya sendiri. Wow.
Usul inipun akhirnya disetujui. 👌
Akhirnya pertama kali dalam sejarah Mesir, berdiri sebuah Universitas di perkampungan kecil.
Luar biasa.
Nah demi membangun Universitas yang mudah diakses, mereka bahkan :
✅ Mengratiskan tiket kereta untuk mahasiswa.
✅ Membangun Asrama putri berkapasitas 600 orang
✅ Membangun Asrama putra berkapasitas 1.000 orang, dan
✅ Membangun rumah sakit didekat kampus
Tak hanya untuk pendidikan, Baitul Mal mereka juga membantu orang-orang sekitar hingga akhirnya kemiskinan hilang dari daerah tersebut.
Program ini kemudian diduplikasi ke kampung-kampung lain, hingga bisa dikatakan tidak ada kampung yang disinggahi Ir. Sholah kecuali dibangun Baitul Mal untuk warganya.
Dari Baitul Mal tersebut, lahirlah banyak kebaikan.
Seperti :
👉 Bantuan untuk fakir miskin dan janda.
👉 Pemuda pengangguran dilatih untuk mengelola perkebunan hingga mandiri, bahkan sampai bisa mengekspor sampai ke Negara tetangga.
👉 Pada saat panen, penduduk dapat kiriman sayur.
👉 Dibulan Ramadhan, ada buka puasa untuk seluruh penduduk desa.
👉 Anak-anak gadis yatim yang mau menikah juga turut dibantu.
Dan masih banyak lainnya.
Semua ini terus berjalan, hingga ujungnya, disepakati kalau keuntungan bisnis 100% untuk Allah.
Ya, Ir. Sholah dan teman-teman yang merupakan pencetus ide, berubah jadi full Karyawan Allah. Mereka cukup dengan gaji saja.
MasyaAllah.
Sekarang Ir. Sholah sudah tiada.
Beliau wafat di Tahun 2016, dan konon katanya ada 500.000 orang yang mengantar beliau ke pemakaman.
Ir. Sholah dicintai banyak orang, sampai-sampai setengah juta orang lebih berduka atas kepergiannya.
Jadi begitulah ceritanya.
*Pemuda miskin dari kampung kecil yang hanya punya satu celana panjang, berubah jadi sosok yang manfaatnya dirasakan banyak orang karena melibatkan Allah dalam urusannya.*
Kisah barusan mengajari kita satu konsep penting.
Namanya adalah *"Tawakal"*
Alias bergantung sepenuhnya kepada Allah.
Siapapun yang ingin berhasil, yakinlah bahwa keberhasilan itu hanya datang dari Allah.
Karena itu, bergantunglah ke Allah.
Siapapun yang ingin lepas dari kesusahan, yakinlah bahwa solusinya hanya datang dari Allah.
Karena itu, bergantunglah ke Allah.
Dan siapapun yang ingin bahagia, yakinlah bahwa kebahagiaan itu hanya datang dari Allah.
Karena itu, bergantunglah ke Allah.
Banyak orang berusaha siang malam mengandalkan pikiran dan ototnya.
Tapi mereka lupa mengajak hatinya untuk dzikir, mengingat Allah.
Karena itu, sering-seringlah ucapkan :
_*"Hasbunallah wani'mal wakiil"*_
Cukuplah Allah bagiku dan Allah sebaik-baik tempat bersandar dalam segala urusan.
Sekali lagi, libatkan Allah dalam setiap urusan.
Berniat yang baik, berdoa yang baik, lakukan hal yang baik.
Libatkan Allah dalam setiap urusan.
Karena setiap urusan kita tidak ada yang luput dari Allah. 📌
_*Persembahan Tim EntrepreneurID*