13/11/2014
Dialah Habib Hasan bin Soleh Al-
Bahr Al-Jufri, seorang ulama
besar dan wali yang termasyhur di
Hadramaut.
Beliau lahir di Khali Rasyid,
Hadramaut pada 1191 H/1771 M.
Sejak berusia dua tahun ia telah
yatim, ditinggal ayahandanya,
Saleh bin Bahr Al-Jufri. Ia
kemudian diasuh oleh ibu dan
kakeknya, Sayid Idrus bin
Abubakar Al-Jufri di Dzi Ishbah.
Sejak kecil, ia tinggal di lingkungan
yang mencintai ilmu pengetahuan
agama dengan semangat
beribadah yang kuat. Mula-mula
belajar membaca Al-Quran kepada
Syekh Abdurrahman Ba Suud,
kemudian belajar menghafal kitab
suci itu di bawah bimbingan Syekh
Abdullah bin Saad.
Setelah itu ia berguru ke sejumlah
ulama, seperti Habib Umar bin Zein
bin Smith, Habib Umar bin Ahmad
bin Hasan Al-Hadad, Habib Alwi bin
Saggaf bin Muhammad bin Umar
Assegaf. Belakangan, ia juga
belajar kepada Habib Umar bin
Saggaf bin Muhammad bin Umar
Assegaf di Seiwun. Di sana p**a
akhirnya ia mendapatkan jodoh.
Mereka menjadi wali-wali besar
karena kasih sayang mereka
kepada umat islam.
bahwa suatu waktu di negeri
hadralmaut sedang di landa wabah
suatu aliran-aliran menyimpang,
dan aliran-aliran menyimpang ini
melakukan perlawanan sudah dalam
taraf kekerasan fisik terhadap
ahlussunnaj waljamaah ,sehingga
terjadi beberapa konflik -konflik
yang agak berat antara
ahlussunnah waljamaah dengan
aliran ini.
Sehingga para ulama pun berusaha
memperbaiki keadaan dengan
dakwah mereka, sebagaimana para
aulia di balik layar dengan keramat
mereka ingin membenahi keadaan
umat. Lalu berkumpullah para aulia
berkumpul untuk membahas
keadaan di hadralmaut yang
semakin keruh.
ketika para aulia sedang
berkumpul,tiba-tiba hadir di
tengah-tengah mereka Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam.
Ketika Rasulullah saw hadir,
mereka menyampaikan tentang
keadaan yang semakin keruh di
hadralmaut yang di sebabkan oleh
aliran menyimpang yang mewabah
di negeri ini.
Baiklah , hingga akhirnya
Rasulullah saw berkata : Apa yang
kalian inginkan?
Hukuman apa yang kalian inginkan
agar Allah turunkan kepada
mereka ini (yaitu orang- orang
dari aliran menyimpang tersebut)?
Sudah di tawarkan oleh Rasulullah
shalallahu alaihi wasallam.
Saat itu mungkin mereka
semuanya sudah melihat keadaan
semakin keruh dan banyak
diantara mereka mengharapkan
orang-orang yang menyimpang ini
di binasakan oleh Allah
subhanallahu wata`ala tuntas dan
selesai.
Tiba-tiba dari kejauhan datang
berlari seseorang yaitu al habib
Hasan bin sholeh al bahr
Ia menjerit dan memanggil : Ya
Rasulullah............
menoleh Rasulullah saw kepadanya
di hadapan para aulia
Engkau mengatakan : Hukuman
Apa yang kalian inginkan agar
Allah menimpakan kepada orang-
orang aliran sesat yang sudah
mewabah di negeri hadralmaut
Ya Rasulullah : Yang kami harapkan
untuk mereka yaitu orang-orang
aliran sesat ini adalah kasih
sayangmu, rahmatan Ya Rasulullah
nabi saw mendengar begitu
langsung adem,
Na`am , ya Hasan mereka pantas
untuk mendapatkan rahmaty,
kasih sayangku
Subhanallah .Ini pelajaran penting
buat kite
kalau orang kita di zaman
sekarang beda sedikit aliran
ngafirin, apa hak kita ngafirin
orang.kayak kunci surga miliknya.
Kita jadi ketularan dengan orang-
orang model begitu sekarang.
Orang-orang model begitu s**a
mengkafirkan gara-gara kita
sering melakukan ziarah kubur.
Dan kita pun jadi ketularan
ngafirin orang-orang yang
beraliran sesat, enggak beda kita
ma dia.
Enggak tau darimana nih
datangnya, virus apa yang
merusak kita udah die rusak kite
,kite juga jadi rusak gara-gara nih
virus.
Kite diajarakan oleh guru-guru
kita mau alirannya kayak apapun
selama ia bersaksi Tiada Tuhan
selain Allah dan Muhammad saw
utusan Allah , dia adalah saudara
kita bukan orang lain yang perlu di
bimbing, itulah cara pandang kita
terhadap mereka.
Wallahu`alam