14/10/2026
Kebun Kampus Berbuah Manis, UNIMUS Gelar Petik Melon Bersama Kepala LLDIKTI VI, Ketua PWM Jateng, dan Ketua Pengadilan Negeri Semarang
SEMARANG — Dari greenhouse kampus, peluang pengembangan pertanian perkotaan dan kerja sama budidaya melon semakin terbuka. Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melalui Program Studi Agribisnis Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBi) menggelar panen petik melon kedua, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini mendapat apresiasi atas penerapan ilmu agribisnis yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif dan dibagikan kepada masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd.; Rektor UNIMUS, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., beserta para wakil rektor; Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Dr. Salman Alfarasi, S.H., M.H.; serta Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag. Turut mendampingi Dekan FEHBi UNIMUS, Dr. Andwiani Sinarasri, S.E., M.Si., bersama para dosen Program Studi Agribisnis.
Tiga varietas melon, yakni Lavender, The Blues, dan Sweet Net, menjadi daya tarik dalam panen kali ini. Perbedaan rasa dan tekstur, mulai dari renyah hingga lembut, memberikan pengalaman tersendiri bagi para tamu yang mencicipi hasil budidaya tersebut. Di balik cita rasanya, budidaya melon ini membawa pesan tentang pentingnya menghubungkan pengetahuan di perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kepala LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Aisyah Endah Palupi, menilai kegiatan tersebut memperlihatkan penerapan keilmuan agribisnis secara nyata.
“Ini merupakan suatu budidaya atau suatu implementasi dari keilmuan agribisnis yang memang memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat di sekitarnya,” ujarnya. Menurut Aisyah, pengetahuan dan pengalaman budidaya yang dikembangkan UNIMUS memiliki potensi untuk dibagikan kepada masyarakat. Peran dosen dalam mendampingi proses budidaya menjadi penting agar kegiatan tersebut dapat menjadi ruang belajar sekaligus membuka wawasan mengenai peluang usaha pertanian. Ketertarikan itu juga disertai rencana untuk memanfaatkan lahan di lingkungan LLDIKTI Wilayah VI sebagai lokasi budidaya melon dengan bimbingan dosen Program Studi Agribisnis UNIMUS. “Insyaallah, LLDIKTI ada hamparan lahan yang nantinya juga akan mengikuti jejak dari UNIMUS membudidayakan melon atas bimbingan dari bapak-bapak ibu dosen di Prodi Agribisnis,” tuturnya.
Aisyah berharap praktik tersebut dapat menginspirasi perguruan tinggi swasta lainnya di Jawa Tengah untuk mengembangkan lahan yang belum dimanfaatkan secara produktif. Ia juga menekankan agar pengetahuan budidaya dengan media tanpa tanah dapat menjangkau masyarakat dan diterapkan sesuai kondisi lahan masing-masing. “Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti di kampus,” ungkapnya.
Apresiasi senada disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Semarang, Dr. Salman Alfarasi, S.H., M.H. Menurutnya, budidaya melon UNIMUS membuka pandangan bahwa pertanian juga dapat dikembangkan di wilayah perkotaan melalui pemanfaatan lahan terbatas. Salman menilai masyarakat perkotaan memiliki kesempatan untuk mengelola lahan yang tersedia menjadi kegiatan produktif, termasuk usaha budidaya melon. Setelah mencicipi hasil panen, ia turut memuji rasa melon yang dinikmatinya. “Ini jenis kuning ini, warna kuning ini sangat manis,” ujarnya. Ia juga mengusulkan pengembangan penelitian dan pemuliaan tanaman untuk menghasilkan bibit unggul khas UNIMUS. Harapannya, inovasi tersebut dapat terus berkembang dan memberi kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan.
Rektor UNIMUS, Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu dalam panen melon kedua tersebut. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, ia mengajak seluruh tamu menikmati melon hasil budidaya Program Studi Agribisnis UNIMUS bersama-sama. Ajakan tersebut menambah suasana kebersamaan sekaligus mempererat silaturahmi di antara para tamu.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag. Ia menilai UNIMUS mampu menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, budidaya melon hidroponik tersebut merupakan salah satu wujud kampus berdampak melalui inovasi pertanian. “Kampus berdampak adalah kampus yang mampu menghasilkan produk-produk pertanian berkualitas,” ungkapnya. Tafsir turut menyoroti rendahnya minat generasi muda untuk menjadi petani, sementara pertanian memiliki peran mendasar dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Melalui inovasi budidaya melon, ia berharap UNIMUS dapat memperkenalkan wajah pertanian yang modern dan menarik bagi anak muda, termasuk generasi Z.
Panen kedua ini menjadi momentum untuk memperluas manfaat pembelajaran agribisnis di UNIMUS. Dari greenhouse kampus, pengetahuan budidaya diharapkan terus berkembang menjadi keterampilan, peluang usaha, dan kerja sama yang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar yang ingin merasakan pengalaman petik melon setelah mengetahui kegiatan panen pertama. Kehadiran warga menambah kehangatan suasana sekaligus menjadikan greenhouse UNIMUS sebagai ruang untuk mengenal budidaya melon lebih dekat.