04/06/2017
Menggali Sejuta Ilmu di ‘Negeri Piramid’, Bersama Mohammad Izdiyan
-
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar negara Mesir? Cerita Nabi Musa dan Raja Fir’aun? Ataukah, negeri yang elok dengan karya keajaiban dunianya Pyramid dan Sphinx? Pastinya, semua hal yang disebutkan tersebut ada di negara Mesir. Sebuah legenda yang lahir di Mesir membuat negara ini memiliki daya tarik tersendiri dan membuat para warga negara di luar Mesir berbondong-bondong mengunjunginya.
-
Al Azhar merupakan perguruan tinggi islam yang terkenal di seantero dunia. Kampus ini juga seringkali dijuluki sebagai kampus tertua kedua di dunia. Al Azhar adalah salah satu pusat pendidikan sastra Arab dan pengkajian Islam Sunni di dunia, dan memiliki misi yang mulia, di antaranya adalah penyebaran agama dan budaya Islam.
-
Baiklah sahabat. Kali ini, kita akan terbang ke Mesir sejenak dan berbincang dengan salah satu sahabat kita, Mohammad Izdiyan yang telah lebih dahulu merasakan nikmatnya berpetualang mencari ilmu di Mesir. Ingin tahu cerita lengkapnya? Mari simak ulasannya berikut ini.
-
1. Bisa perkenalan diri dulu? Tentang profil diri kamu, asal, kampus serta jurusan yang diambil, dan melalui beasiswa, ataukah biaya sendiri?
Nama saya Muhammad Izdiyan Muttaqin, lahir dan dibesarkan di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, dan saat ini menjalani kuliah di Universitas Al-Azhar, Kairo. Pertama kali saya berangkat ke Kairo dengan biaya dari keluarga, dari Om saya tepatnya yang merupakan dokter spesialis mata dan memiliki Klinik Mata di Kebumen. Kalau ongkos berangkat memang mayoritas mahasiswa Indonesia di Mesir berangkat dengan biaya sendiri, dan insya Allah banyak peluang beasiswa setibanya kita di Mesir, terutama setelah nilai kita memang cukup baik di tahun pertama. Di Mesir saya tinggal di Hay 'asyir, Madinat Nasr, Kairo.
Mayoritas masyarakat Indonesia di Mesir memang tinggal di kawasan Hay 'asyir tersebut. Untuk beasiswa ke Mesir, sampai saat ini ujiannya bisa kita ikuti di kedutaan Mesir di Indonesia. Biasanya, jika lulus ujian beasiswa tersebut, kita akan mendapatkan tiket berangkat dan tiket p**angnya.
Namun, salah satu keluhan mahasiswa yang mendapat beasiswa di Al-Azhar adalah proses keberangkatannya yang bisa dikatakan lebih lama daripada yang berangkat sendiri, namun tentu saja jika kita mendapat beasiswa Al-Azhar, maka ongkos, asrama, dan uang jajan per bulan insya Allah sudah disiapkan oleh pihak Al Azhar sendiri.
Memang ada banyak sekali yang ingin mengikuti ujian beasiswa Al-Azhar ini, namun karena memang kuotanya sangat terbatas, dan saya sempat mengikuti ujian tersebut, dan ternyata belum lolos. Jika kita ingin belajar di Universitas Al-Azhar, seleksinya memang sudah diadakan di Indonesia. Ada 2 macam jenis beasiswa yang disediakan. Yang pertama, beasiswa Al-Azhar, seperti yang akan di bahas nanti. Dan yang kedua, yaitu non beasiswa, di mana ujiannya diadakan di beberapa kampus UIN di Indonesia dan di Department Agama (DEPAG). Bagi yang sudah lolos akan mendapat izin tinggal visa dari kedubes Mesir untuk selanjutnya bisa berangkat ke Mesir menggunakan visa tersebut.
-
2. Apa yang kamu pikirkan tentang Mesir sebelum akhirnya bisa tinggal di sana? Lalu, apa alasan yang memotivasi untuk datang ke Mesir?
Sebelum ke Mesir, saya sudah pernah mendengar berbagai cerita dari ustadz-ustadz saya di Gontor tentang kehidupan di sana. Sebenarnya cerita-cerita yang saya dengar itu kebanyakan negatif, walaupun ada yang positif.
Cerita yang negatif diantaranya seperti cerita bahwa di Mesir tembok-tembok adalah WC. Jadi, semua orang bebas ingin buang air di tembok mana pun yang mereka inginkan. Ustadz saya juga pernah bercerita tentang pengalamannya menonton tari perut (striptis), dan cerita lainnya tentang perkuliahan di Al-Azhar yang banyak menggunakan bahasa Arab slank Mesir, yang biasa disebut ‘amiyah masriyah’, dan kurangnya disiplin ketika kuliah dan ujian. Cerita positif yang pernah saya dengar, misalnya tentang banyaknya ilmu yang bisa diambil di Mesir, serta banyaknya pelajar muslim dari berbagai penjuru dunia yang datang ke negara ini.
Berbagai cerita yang mungkin bisa dikatakan lebih menjurus kepada gosip itu memberikan gambaran yang cukup banyak dalam benak saya. Mungkin, ditambah dengan bacaan novel Ayat-ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih mengenai gambaran tentang Mesir, sedikit banyak bisa saya bayangkan sebagai tempat yang sangat menarik. Layaknya ibukota, tentu saja ramai, sarana transportasi yang baik, bisa mempelajari hal-hal baru, dan perempuan Mesir yang ada di sana banyak yang cantik.
Alasan yang memotivasi saya, mungkin karena ustadz-ustadz saya banyak yang belajar ke Mesir. Di samping itu, kuliah di Al-Azhar Mesirpun gratis, ditambah dengan iming-iming bisa mendapat beasiswa sesampainya di sana, hal itu membuat niat saya semakin kuat untuk berangkat.
-
3. Jenis beasiswa apa yang pernah Izdiyan dapatkan? Apa nama beasiswa tersebut, dan bagaimana cara applynya sesuai dengan pengalamanmu?
Awal berangkat ke Mesir saya menggunakan biaya sendiri. Dan kalau kuliah di Mesir, insya Allah gratis, paling tidak kita hanya perlu untuk membayar administrasi yang jumlahnya tidak terlalu mahal. Alhamdulillah, sejak tahun kedua pengajuan beasiswa saya diterima oleh Bayt Zakat Kuwait. Saya mendapat dana sebesar 480 pon Mesir sebulan, dan bisa mendapat tiket p**ang kalau bisa lulus tepat waktu (4 tahun untuk S1). Cara applynya, yang penting nilai kita masuk kategori Jayyid (baik), kita tinggal meminta surat keterangan nilai dari kampus, lalu mengisi surat keterangan tidak menerima beasiswa dari pihak lain, foto 4x6 sebanyak 3 buah, dan terakhir membuat rekening di Bank Faishal Islami.
-
4. Apa kelebihan dari kampus dan jurusan yang saat ini kamu ambil? Lalu, apa saja 5 jurusan paling favorit di kampusmu ?
Kelebihan dari Universitas Al-Azhar di antaranya yaitu, system pemdidikan yang dimiliknya sudah terbentuk selama lebih dari seribu tahun. Universitas ini memiliki dosen-dosen yang sudah dididik oleh Al-Azhar untuk menjadi para ulama. Sejak kecil, mereka sudah mengkhatamkan baca Alqur'an, menghafalkan bayt-bayt syi'ir ulama dahulu, dan tentu saja sejak menjalani pendidikan S2, mereka sudah digaji cukup besar oleh Al-Azhar untuk bisa fokus dan menguasai bidangnya masing-masing. Al-Azhar terbuka untuk seluruh umat muslim di dunia yang ingin mempelajari Islam yang moderat, asli, dan cinta damai dan jauh dari ekstrimisme dengan biaya pendidikan yang murah meriah. Al-Azhar juga siap memberikan beasiswa bagi pelajar yang lulus seleksi.
Menurut saya, yang merupakan kelebihan Al-Azhar adalah sistem kuliah yang sangat bebas. Tidak ada wajib masuk kuliah, pelajaran seluruhnya bisa kita hafalkan langsung dari diktat kuliah, tugas-tugas hampir tidak ada, yang wajib kita hadiri adalah ujian saja. Selain itu, di sana tidak ada Ospek, dan tidak ada senioritas yang berlebihan seperti di Indonesia. Semua mahasiswa bisa bergaul dengan tenang tanpa ada sekat yang membatasi.
Sistem yang bisa bebas tersebut bisa dimanfaatkan dengan menambah wawasan lain di luar kuliah, seperti menghafal Alquran, beroranganisasi, bekerja, ataupun mempelajari bidang-bidang lain yang belum kita dapatkan di kuliah.
Saya mengambil program studi di jurusan Sejarah, di Fakultas Bahasa Arab Universitas Al-Azhar. Di jurusan ini, saya menemukan pelajaran-pelajaran yang umum dan bukan pelajaran agama, seperti halnya Geografi, Geoekonomi, dan pelajaran sejarah dengan berbagai cabangnya, seperti Sejarah Islam, Sejarah Kuno, Sejarah Eropa, Sejarah Perang Dunia, dan sebagainya. Khusus untuk bidang studi Sejarah Islam, Al-Azhar memang salah satu kiblatnya di dunia Islam, pakar-pakar dan referensi yang dimiliknya begitu melimpah sulit ditandingi oleh kampus manapun di dunia.
Yang jelas, jika kuliah di Al-Azhar, kita harus siap menghafalkan Alquran satu juz setiap tahun (dimulai dari Al-Baqarah), total 4 juz untuk studi S, dan 6 juz untuk studi S2. Beberapa jurusan favorit di Al-Azhar tentu saja jurusan-jurusan agama, diantaranya :
• Fakultas Ushuluddin, di dalamnya ada jurusan: hadits, tafsir, filsafat, da'wah.
• Fakultas Syari'ah islam dan hukun, di dalamnya ada jurusan: Syariah Islam, Syari'ah dan Hukum, Ushul Fiqih.
• Fakultas Bahasa Arab, di dalamnya ada jurusan: Sejarah, Bahasa Arab Umum, dan Peradaban.
• Fakultas Dirasat islamiyah wal 'arobiyah.
• Fakultas Da'wah.
-
5. Bagaimana karakter masyarakat Mesir terhadap mahasiswa asing?
Penduduk Mesir secara umum sudah terbiasa melihat para pelajar asing. Mereka sangat bersahabat dan ramah, karena Mesir memang mayoritas muslim, maka kita memang seperti berada di tengah-tengah keluarga sendiri. Namun, yang menurut saya perlu diperhatikan adalah tingkat kriminalitas yang cukup tinggi di Mesir, pencurian, penjambretan dan pembobolan rumah menjadi berita yang berkali-kali kita dengar dan sering p**a hal-hal tersebut menimpa para pelajar Indonesia.
Orang Mesir juga dermawan terhadap pelajar asing di bulan Ramadhan. Pada bulan puasa, kita bisa makan gratis setiap hari karena banyak sekali makanan-makanan gratis yang biasa disebut “Maidah Rahman” atau ‘hidangan yang maha pengasih’. Sekain itu juga ada pembagian bantuan-bantuan dana untuk para pelajar di masjid-masjid. Biasanya, sekali per dua minggu dan di masjid-masjid tertentu bisa sekali seminggu, walaupun dananya tidak terlalu besar sekitar 10-50 pon, atau sekitar 15-75 ribu.
-
6. Bagaimana keseharian mahasiswa Indonesia di Mesir selain berkuliah?
Selain berkuliah, sebagian pelajar ada yang bekerja paruh waktu, baik itu di restoran-restoran milik orang Indonesia, maupun milik orang Mesir (biasanya pekerjaan-pekerjaan seperti bersih-bersih, atau pun kantoran). Ada yang mengikuti kegiatan tahfidz atau setoran hafalan kepada Syekh, ada p**a yang fokus beroranganisasi mengurus persatuan pelajar (PPMI), maupun persatuan pelajar daerahnya masing-masing. Ada p**a organisasi Senat dari setiap fakultas. Dan jika kamu pernah melihat film KCB, dan si Azam tokoh utamanya kerjaannya bikin tempe, di sini juga ada. Ada juga yang mengisi waktu dengan menerjemah, ada p**a yang membuat website. Rata-rata, kegiatannya bersifat usaha menambah pemasukan, ada p**a yang jarang kuliah dan kegiatannya hanya internetan terus, ataupun menonton film. Kegiatannya para mahasiswanya memang sangat variatif.
-
7. Bagaimana akses trasportasi di Mesir? Dimana saja tempat-tempat menarik yang wajib di kunjungi mahasiswa Indonesia untuk menambah wawasannya?
Sistem transportasi di Mesir menurut saya cukup baik dan maju. Ada taksi yang tidak terlalu mahal, bis besar dengan tarif disamakan 1 egp (Egyptian Pound), ada mobil sedang 2 Egp, ada angkot dengan tarif beragam sesuai jarak 1-3 egp. Ada p**a metro kereta bawah tanah yang tarifnya hanya 1 egp.
Tempat yang menurut saya wajib dikunjungi antara lain :
• Piramid Mesir, salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang tentunya sudah masyhur.
• Benteng Sholahudin dan Masjid Muhammad Ali Pasha, salah satu monumen kuno peninggalan zaman perang salib.
• Luxor, salah satu ibu kota Mesir di zaman Fir'aun, dengan peninggalan purbakala yang melimpah berupa kuil, patung, dan Obelisk.
• Masjid Al-Azhar, dibangun pertama kali tahun 971, salah satu masjid bersejarah yang di Mesir, yang merupakan bangunan awal dari Universitas Al-Azhar.
• Masjid Amr bin Ash, masjid pertama di Afrika dan tertua di Mesir.
• Musium Mesir, berisikan peninggalan-peninggalan Mesir kuno, segala macam perkakas Fir'aun dari muminya, perhiasan, skamul jepit, hingga peti matinya ada semua di sini, sangat menarik.
• Siwa, salah satu kawasan subur di Mesir, memiliki banyak sekali mata air, kamu bahkan bisa berenang gratis di oasenya. Daerah ini juga merupakan penghasil kurma terbesar di Mesir, kamu bisa belanja kurma dengan harga miring dan pilihan rasa yang beragam.
• Bukit Sinai, tempat bertemunya Nabi Musa dengan Allah swt, tempat yang disucikan oleh agama Samawi, biasanya setiap mahasiswa di Mesir pernah mendaki bukit ini.
-
8. Bagaimana kegiatan PPI di Mesir? Apa saja event yang paling sering diadakan, dan di manakah letak sekretariatnya?
PPI di Mesir disebut dengan PPMI, yang merupakan singkatan dari Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia. Kegiatannya sangat variatif, seperti mengadakan seminar-seminar keilmuwan, mengadakan orientasi pelajar untuk anak baru, mengadakan pelatihan kesekretariatan dan kebendaharaan, pagelaran-pagelaran seni dalam rangka peringatan hari-hari besar seperti sumpah pemuda, dan acara solidaritas dengan pelajar-pelajar asing yang lain. Bahkan, PPMI juga mengadakan acara turnamen sepak bola antar daerah dan antar negara Asean. Ada p**a acara Rihlah, atau tur ke tempat-tempat wisata sekaligus berkunjung ke kediaman para ulama di Alexandria dan Luxor. Dan jika kamu mau update, bisa dilihat di facebooknya yaitu: PPMI Mesir full dan PPMI Mesir ii. Event yang paling sering diadakan seingat saya adalah acara pelatihan dan seminar, sekretariatnya di Kairo, di jalan Wahran nomor 8, Rabea Adawea.
-
9. Apa saja syarat untuk masuk menjadi anggota PPI Mesir?
Tidak ada syarat khusus untuk menjadi anggota PPI. Kalau kamu memang pelajar Indonesia di Mesir, kamu bisa bergabung secara otomatis. Mungkin kita perlu lapor pendidikan juga ke konsuler atas pendidikan KBRI Kairo setiap tahunnya untuk mempermudah pendataan.
-
10. Apakah mahasiswa Indonesia yang ada di Mesir bisa mendapatkan pekerjaan paruh waktu di Mesir? jika iya, apa saja jenis pekerjaan tersebut?
Untuk masalah pekerjaan paruh waktu seperti sudah saya sebutkan sebelumnya. Rata-rata pekerjaan paruh waktu yang digeluti mahasiswa cenderung ke UKM yang dibangun dengan modal mahasiswa sendiri. Ada yang membuat warung makan, ada yang membuat krupuk, ada yang membuat tempe, ada yang melayani jasa sablon dan percetakan dengan bekerjasama dengan orang Mesir, ada juga yang bekerja untuk orang Mesir di travel. Karena memang, income terbesar Mesir adalah dari Terusan Suez dan bisnis pariwisata, ada p**a yang membuka travel kecil-kecilan, ada yang berjualan tiket, ada yang membuka toko barang-barang Indonesia, ada p**a yang menggeluti dunia bloging dan mendapat komisi dari Google adsense, dan sebagainya.
Selain itu, ada juga pekerjaan sebagai penerjemah dari Bahasa Arab ke Indonesia. Ini ada 2 jenis, pertama menerjemahkan video dan memberi subtitle bahasa Indonesia, dan yang kedua menerjemahkan buku, di mana pekerjaan ini biasanya datang dari Indonesia dan ada mahasiswa yang menjadi koordinatornya di Mesir.
-
11. Adakah tips-tips yang bisa dibagikan kepada para pejalar di Indonesia yang akan dan ingin melanjutkan kuliahnya di Mesir? Motivasi dan persiapan apa saja yang benar-benar harus dilakukan?
Untuk kamu yang mau ke Mesir, saran saya pelajari secara mendalam kemampuan bahasa Arab. Apabila kamu belum terbiasa, atau belum terbiasa membaca buku berbahasa Arab, mungkin lebih baik kamu kuliah di Indonesia saja, karena di Al-Azhar jika kamu gagal di 3 pelajaran saja, kamu harus mengulang 3 pelajaran tersebut satu tahun penuh! Ini juga berarti akan membuat studi kamu molor dan berlarut-larut.
Yang kedua, mungkin kamu harus memperkuat visi dan tekad untuk bisa menyelesaikan studi S1 selama 4 tahun, atau S2 selama 4 tahun juga. Hal ini karena sistem kuliah yang sangat bebas, seringkali membuat para pelajar lengah. Sebagian mahasiswa ada yang berlama;lama kuliah dari yang sebelumnya 4 tahun menjadi 5,6,7,8 tahun dan seterusnya. Bahkan, sebagian p**ang kembali ke Indonesia setelah bertahun-tahun tanpa ijazah S1. Hal-hal seperti ini bisa dihindari bila kamu mau bekerja keras dan focus untuk belajar.
Nah, demikian tadi sebuah cerita mengesankan dari Izdiyan, mahasiswa Indonesia yang telah berhasil menginjakkan kakinya untuk sebuah mimpi menjalani studinya di negara Mesir. Semoga penjelasan dari Izdiyan di atas dapat bermanfaat buat kamu semuanya.
-
Ingin kuliah di luar negeri seperti Izdiyan? Izdiyan menulis sebuah buku untuk kamu yang ingin kuliah di luar negeri. Bukunya berjudul : Jurus Kuliah di Luar Negeri (JKLN).
Apa itu JKLN?? selengkap nya cek di
http://lapakmahasiswaid.blogspot.co.id/p/jkln.html
Buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri (JKLN) adalah buku yang berisi jurus-jurus pasti kuliah ke luar negeri. Setelah melakukan riset sel...