06/03/2017
Adalah Jean-Pierre Sauvage, Sir Fraser Stoddart, dan Bernard Feringa yang berperan dalam pembuatan mesin mesin terkecil di dunia, mesin yang ribuan kali lebih tipis dari rambut manusia. Atas inovasi tersebut, ketiganya mendapatkan nobel di bidang Kimia pada tahun 2016.
Mesin tersebut menjadi nyata melalui tahapan penelitian yang rumit, yang memakan waktu setidaknya 30 tahun. Penelitian ini dimulai pada tahun 1983 oleh Sauvage dengan membuat dua cincin molekuler yang dapat dimanipulasi dengan mudah. Ia memodifikasi cincin itu sedemikian rupa sehingga bisa mengelilingi satu sama lain.
Kemudian, tahun 1991, Stoddart menciptakan roda molekuler. Roda itu bisa berputar dengan poros tertentu, didayai oleh tumbukan molekul di sekitarnya. Bagusnya lagi, roda itu bisa menyimpan informasi.
Feringa kemudian berhasil membuat motor molekuler pada tahun 1999. Inovasinya menyempurnakan usaha dua ilmuwan sebelumnya, mewujudkan mesin molekuler.
Dari inovasi itu, bisa tercipta semacam mobil nano yang bisa bergerak di lintasan mikroskopik membawa muatan tertentu. Feringa mengungkapkan, mesin terkecil di dunia ini membuka banyak kemungkinan dalam aplikasinya. Inovasi ini harus dipastikan dapat dimanfaatkan dengan baik yang bertujuan untuk kemanusiaan.