22/02/2018
Kawan-kawan yang baik, menjelang akhir bulan Februari ini, PKKH akan kembali menyelenggarakan Forum Umar Kayam. Pada edisi perdananya, Forum Umar Kayam akan mengangkat tema seputar budaya populer dan aktivisme. Kami menantikan Anda untuk hadir dan berdiskusi bersama Rudolf Dethu (jurnalis, manajer band, dan aktivis) dengan dimoderatori oleh Irfan R. Darajat (alumni program pascasarjana Kajian Budaya dan Media, pegiat LARAS-Studies of Music in Society dan personil band Jalan Pulang) pada hari Selasa, 27 Februari 2018 Pkl. 14.30 di Ruang Bonang PKKH.
**Pengantar singkat**
(untuk versi lengkap dapat diakses di www.pkkh.ugm.ac.id)
Belakangan, kata aktivisme menjadi terminologi yang sering diperbincangan di berbagai kalangan dan media. Aktivisme, bukan istilah baru sebetulnya. Sebelum media digital berkembang pesat, infiltrasi budaya populer dalam aktivisme juga memiliki peranan besar dalam mendulang simpati massa. Lagu Give Peace a Chance yang dinyanyikan Lennon menjadi penanda ikon budaya populer terlibat dalam aksi massa yang menolak perang Vietnam. Ada p**a lagu We Shall Overcome yang terkenal sebagai ‘lagu protes’ dimanfaatkan dalam gerakan hak asasi manusia—kemudian menjadi judul gerakan itu sendiri yang digawangi oleh para musisi dan pegiat budaya.
Sudah empat tahun, warga lokal, anak muda, seniman menolak dengan tegas reklamasi Teluk Benoa. Berdasarkan analisis mereka, reklamasi tidak akan berdampak baik bagi lapangan pekerjaan dan justru merusak ekosistem semata demi ekspansi bisnis para pengembang. Perjalanan ForBali kini viral dengan jejaring massa baik online dan offline yang semakin meluas. ForBali ini mengelaborasi peran media digital dan budaya populer dalam aktivismenya. Nyatanya banyak anak muda yang semula enggan bergabung dalam gerakan, kemudian menganggap aktivitas ini sebagai seuatu yang keren dan menjadi militan.
PKKH mengundang Rudolf Dethu (penulis, manajer band dan aktivis yang terlibat dalam ForBali) sebagai pembicara. Forum Umar Kayam kali ini akan berkutat dengan pertanyaan seputar; Bagaimana strategi dan model gerakan yang dilakukan oleh Dethu sejauh ini? Bagaiman perkawinan antara media digital dan budaya populer mendorong efektivitas dalam aktivisme? Seberapa luas solidaritas bisa dimaknai, sementara representasi media digital telah semakin dominan? Menarik relasinya dengan aktivisme di tempat lain seperti Kendeng atau Kulon Progo, sampai di mana fungsi budaya populer? Apakah ia mampu membesarkan isu dan mendorong jejaring antar gerakan?
**tentang Forum Umar Kayam PKKH UGM**
Forum Umar Kayam adalah program diskusi yang diselenggarakan oleh PKKH UGM, yang mencoba membawa semangat dan modus operandi dari almarhum Umar Kayam. Pada masanya, alm.Umar Kayam mampu merangkul tiga elemen utama (akademisi, seniman, dan jurnalis) dalam memperbincangkan aneka persoalan, secara santai namun serius. Forum diskusi ini adalah upaya untuk menjadikan PKKH UGM sebagai tempat yang cair, tempat bertemunya orang-orang dengan beraneka latar belakang membicarakan hal-hal berkenaan dengan kebudayaan dan praktiknya terkini.