18/09/2026
Halo Sobat Kanal,
Bagaimana cara membangun budaya hidup aktif dan sehat di lingkungan pesantren guna mencegah risiko penyakit kronis sejak usia dini?
Video pembelajaran kali ini membahas secara komprehensif mengenai pentingnya aktivitas fisik bagi anak dan remaja di pesantren. Dipaparkan oleh Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes., AIFM., AIFO-K dari Departemen Fisiologi FK-KMK UGM, materi ini mengupas dampak buruk kurangnya pergerakan akibat gawai serta strategi menciptakan lingkungan pesantren yang aktif, sehat, dan produktif.
Poin Pembahasan Utama:
* Dampak Kurang Bergerak: Risiko munculnya penyakit degeneratif di usia muda seperti hipertensi, diabetes melitus, obesitas, dan sindroma metabolik akibat terlalu banyak duduk dan penggunaan gawai berlebihan.
* Manfaat Aktivitas Fisik: Peningkatan kebugaran, penguatan tulang dan otot, peningkatan konsentrasi belajar, serta perbaikan suasana hati dan kualitas tidur.
* Rekomendasi WHO: Kebutuhan aktivitas fisik minimal 60 menit setiap hari yang didominasi aerobik intensitas sedang hingga berat serta latihan penguatan otot dan tulang.
* Potensi & Program di Pesantren: Pemanfaatan aktivitas harian santri, senam pagi, peregangan di sela belajar, kerja bakti, permainan tradisional, hingga peran penting pengasuh dan guru sebagai role model.
Saksikan video selengkapnya untuk memperkaya wawasan, menjadi referensi bagi tenaga kesehatan, pendidik, pengelola pesantren, maupun masyarakat dalam memahami dan mendorong aktivitas fisik yang sesuai bagi anak dan remaja.
Aktivitas Fisik Remaja di Pesantren | Kelas Kanal
https://youtu.be/wfg2tK9dVzI