29/03/2017
BELAJAR ARTI HIDUP DARI ALM. BOB SADINO
(Ketika seorang Bob Sadino disangka tukang sampah)
Ini merupakan kisah nyata yang dialami Alm. Bob Sadino yang dikira tukang sampah oleh seorang wanita yang sedang duduk-duduk di taman pribadi yang terletak di gedung perkantoran miliknya.
Kita tau, Bob Sadino adalah orang yang berpenampilan sangat sederhana dan terkenal dengan ciri khasnya yang selalu mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek, bahkan ketika bertemu dengan presiden maupun pejabat negara sekalipun.
Berikut ini kisah nyata Bob Sadino yang sangat menginspirasi.
Kisahnya, suatu pagi, terlihat seorang wanita berpenampilan menarik berusia 40an membawa anaknya memasuki area perkantoran sebuah perusahaan terkenal.
Karena masih sepi, mereka pun duduk di taman samping gedung untuk sarapan sambil menikmati hamparan hijau nan asri.
Selesai makan, si wanita membuang sembarangan tisu bekas pakai.
Tidak jauh dari situ, ada seorang kakek tua berpakaian sederhana memegang gunting untuk memotong ranting. Si kakek itu menghampiri dan memungut sampah tisu itu, membuangnya ke tempat sampah.
Beberapa waktu kemudian, kembali wanita itu membuang lagi tanpa rasa sungkan, kakek itu pun dengan sabar memungut dan membuangnya ke tempat sampah.
Sambil menunjuk ke arah sang kakek, si wanita itu lantang berkata ke anaknya,βNak, kamu lihat kan, jika tidak sekolah dengan benar, nanti masa depan kamu cuma seperti kakek itu, kerjanya mungutin dan buang sampah! Kotor, kasar, dan rendah seperti dia, Jelas, ya?β
Si kakek meletakkan gunting dan menyapa ke wanita itu, βPermisi, ini taman pribadi, bagaimana Anda bisa masuk kesini ?β Wanita itu dengan sombong menjawab, βAku adalah calon manager yang dipanggil oleh perusahaan ini.β
Gedung kantoran mewah di Jakarta
Di waktu yang bersamaan, seorang pria dengan sangat sopan dan hormat menghampiri sambil berkata, βPak Presdir, hanya mau mengingatkan saja, rapat sebentar lagi akan segera dimulai.β
Sang kakek mengangguk, lalu sambil mengarahkan matanya ke wanita itu, dia berkata tegas, βManager, tolong untuk wanita ini, saya usulkan tidak cocok untuk mengisi posisi apa pun di perusahaan ini.β
Sambil melirik ke arah si wanita, si manager menjawab cepat, βBaik Pak Presdir, kami segera atur sesuai perintah Bapak.β
Setelah itu, sambil berjongkok, sang kakek mengulurkan tangan membelai kepala si anak, βNak, di dunia ini, yang penting adalah belajar untuk menghormati orang lain, siapa pun dia, entah direktur atau tukang sampah".
Si Wanita tertunduk malu, tanpa berani memandang si kakek. Kakek itu adalah Bob Sadino, yang kedudukannya adalah Presiden Direktur di perusahaan tersebut.
Pelajaran penting dari cerita ini
Hargailah setiap orang yang anda temui, walaupun penampilan mereka biasa-biasa saja. Penampilan seseorang belum tentu (bahkan seringkali) menggambarkan kedudukan sosialnya.
Jangan pernah menghina orang yang kondisi keuangannya di bawah anda, karena suatu saat orang tersebut bisa saja berada di atas anda. Setiap orang layak untuk dihargai, terlepas dari kedudukan, suku, agama dan kondisi keuangannya.
(Copas dari seorang kawan WA)
Positive thinking yuk!
Revolusi Mental