29/07/2016
[IKATAN MAHASISWA KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SELURUH INDONESIA]
"Salam Imakipsi; Menilik Peralihan Prof. Anies Baswedan dan Prof. Muhadjir Effendy di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia”
Hari Rabu, 27 Juli 2016 menjadi hari yang menggemparkan jagad pendidikan tanah air. Pasalnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Anies Baswedan dibebastugaskan dari status menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia digantikan oleh Prof. Muhadjir Effendy. Beliau merupakan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020 (Bidang Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan) dan mantan Rektor di Universitas Muhammadiyah Malang.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah penyebab Anies Baswedan dibebas tugaskan oleh Presiden Jokowi selaku menteri. Padahal, beliau telah melakukan beragam tindakan menanggulangi permasalahan pendidikan di Indonesia. Sayang, ketika semua program yang telah beliau canangkan belum sepenuhnya berjalan, beliau sudah dibebastugaskan dari tanggung jawab menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Sejauh ini, beliau telah melakukan berbagai penetapan peraturan yang memberikan dampak positif, seperti pelarangan penyelenggaraan Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah oleh siswa yang belum lama ini ditetapkan.
Pada UUD 1945 amandemen ke 4 pasal 31 ayat 4 disebutkan bahwa alokasi anggaran pendidikan dari APBN dan APBD minimal 20 persen. Kebijakan tersebut telah diberlakukan, namun perubahan paradigma sampai dengan kasus-kasus yang ada di sektor pendidikan masih seringkali terjadi. Bahkan di Hari Pendidikan Nasional tahun 2016 lalu terdapat beberapa kejadian yang cukup miris mengenai siswa hingga ke pendidik, baik di kelompok pendidikan formal maupun informal sekalipun.
Di tahun 2015 lalu, prediksi pencopotan Anies dari Menteri pun pernah diutarakan oleh Direktur Eksekutif Puspol, Ubedilah Badrun. Menurut beliau, salah satu kementerian yang belum memenuhi kebutuhan rakyat ialah Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah yang dipimpin Anies Baswedan. Sebab, kebijakan Anies telah membuat orangtua dan peserta didik kebingungan.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
"Kebijakan pendidikan aneh. Kurikulum (2013) baru berlaku langsung dibatalkan. Belum ada suatu kebijakan sistemik dalam rezim pemerintahan baru. Dalam merancang kebijakan presiden kan merujuk Nawa Cita dan konsep Trisakti", komentar Ubedilah di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2015). (Sumber: http://pekanews.com/…/01/ini-menteri-kabinet-kerja-yang-ha…/)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Anies Baswedan membangkang perintah Presiden Jokowi agar tidak meninggalkan Jakarta dari tanggal 25 Juli hingga 29 Juli 2016. Perintah ini ditujukan untuk para menteri. Alasan normatifnya, dalam kurun waktu sepekan itu, Presiden Jokowi mengagendakan Sidang Paripurna Kabinet yang wajib dihadiri semua menteri. Anies justru terlihat 'keluyuran' di Sulawesi Selatan. Pagi hingga siang Anies Baswedan hadir dalam kegiatan pembukaan jumpa, bhakti, dan gembira (Jumbara) Nasional VIII Palang Merah Remaja (PMR) di Bukit Perkemahan Balocci Tonasa I, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Selasa (26/7/2016). (Sumber: http://www.merdeka.com/…/beraninya-mendikbud-anies-membangk…)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Apakah peristiwa-peristiwa diatas yang menjadi alasan Jokowi mencopot Anies Baswedan sebagai Mendikbud? Jika alasan itu dibenarkan maka sangat tidak seimbang dengan sisi lain yang pernah Anies lakukan semasa menjabat sebagai Mendikbud.
Anies diketahui memprakarsai Indonesia Mengajar untuk dapat membuat gerakan sosial yang bersifat masif di berbagai pelosok Indonesia. Bukan hanya itu saja, alokasi dari anggaran pendidikan terus bertambah yang pada tahun ini alokasi anggaran sudah mencapai Rp 407 Triliun. Adapun terobosan lainnya yang juga telah dilakukan oleh Anies antara lain adalah membaca buku 15 menit pertama untuk para pelajar, masuk kantor pukul tujuh pagi, pelatihan guru dan kepala sekolah, mengalokasikan kartu Indonesia Pintar --yang merupakan program unggulan Jokowi-JK-- walaupun belum merata di Indonesia, membuat hasil UN tidak menjadi nilai mutlak kelulusan siswa, anjuran terhadap orang tua untuk mengantarkan anak-anak mereka di hari pertama sekolah, dan lain-lain. Belakangan, Anies juga turut berupaya untuk dapat menghapus kekerasan dan pemberian tugas MOS yang ia anggap tidak mendidik. Namun, kebijakan yang sudah dilakukan oleh Anies tersebut belum cukup bagi Presiden Joko Widodo untuk wujud dari Nawa Cita yang ingin dicapainya. Hal ini berarti upaya yang sudah dilakukan oleh Anies Baswedan sudah baik namun belum cukup maksimal. Akibatnya, Anies dicopot dari kabinet kerja lantaran dianggap tidak melakukan gebrakan yang cepat selama menjabat sebagai Mendikbud.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
"Pak Anies juga bekerja dengan baik, tapi tentunya ada ekspektasi yang diinginkan Presiden dan Wapres ke depan ini yang mungkin berbeda", ungkap Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (27/7). (Sumber: http://www.merdeka.com/…/ini-alasan-presiden-jokowi-copot-m…)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Apakah jawaban itu juga yang menjadi alasan Jokowi menggunakan hak preogatifnya untuk tetap mengganti pimpinan di Kemendikbud?
Pendidikan di Indonesia membutuhkan orang yang dapat membuat terobosan yang jelas serta memiliki dampak langsung untuk perubahan paradigma pendidikan. Salah satu contoh yang nyata adalah pungutan di sekolah yang masih seringkali terjadi. Mulai dari pungutan beli buku, seragam, kaos kaki sampai dengan sumbangan pendidikan dengan sangat mudah kita jumpai di sekolah. Padahal di berbagai regulasi yang ada seperti pada PP 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan lalu dalam tata kelola guru berbagai macam upaya peningkatan kualitas guru tak banyak mendorong perbaikan dari kualitas guru.
Adapun hal yang paling mendapat perhatian dari masyarakat yaitu dihentikannya implementasi Kurikulum 2013. Masyarakat mempertanyakan soal pergantian kurikulum yang akan berujung pada tambahan pengeluaran sementara untuk para guru, perubahan kurikulum tersebut akan menjadi pekerjaan tersendiri. Ditambah dengan berdasarkan hasil UKG, hanya ada 40 persen peserta saja yang lulus di atas angka rata-rata dan untuk nilai baik hanya terdapat 25 persen, sedangkan untuk sisanya sangat memprihatinkan. Hasil terobosan untuk dapat meningkatkan kualitas guru di dalam proses pembelajaran juga tidak begitu terlihat. Kekerasan yang terjadi di sekolah malah menjadi masalah yang mencuat ke publik.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
"Jadi saya akan mencoba untuk tidak menjadi orang yang membikin baru sama sekali. Saya yakin siapa pun yang pernah menjabat di sini baik Pak Anies atau siapa pun pasti sudah membuat sesuatu yang sangat baik untuk ukuran waktu itu. Dan memang harus ada kesinambungan. Hanya mungkin ada intonasi atau stressing. Istilahnya mobil ada bannya kempes, ya, bannya aja yang dikerasin enggak usah turunkan mesin. Misalnya spionnya koclak, ya, spionnya aja diganti enggak usah ganti mobil baru kan," urai Muhadjir, guru besar Sosiologi Universitas Negeri Malang ini.
(Sumber: https://news.detik.com/…/cerita-prof-muhadjir-saat-diberita…)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Di waktu yang lain Anies Baswedan melakukan perpisahan kepada mantan bawahannya di Kemendikbud.
"Menteri boleh datang dan pergi tapi pendidikan harus jalan terus", pesan Anies Baswedan kepada para PNS di Kemendikbud.
(Sumber:https://news.detik.com/…/perjalanan-anies-baswedan-dari-tim…)
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Memang, sesuatu telah dimulai oleh Anies Baswedan melalui terobosan, peraturan, dan kebijakan yang sudah ia lakukan untuk Pendidikan Indonesia, walaupun masih dipandang belum memenuhi target yang semestinya tercapai pada waktu sekarang. Dalam hal ini menjadi pekerjaan yang harus dilanjutkan dan diperbaiki dari segala sisi yang belum mencapai target oleh Mendikbud baru Muhadjir Effendy. Hal itu pun sangat patut diberi apresiasi untuk Guru kita Prof. Anies Baswedan. Selanjutnya, semoga Prof. Muhadjir Effendy dapat memberikan perubahan yang lebih baik di dunia Pendidikan Indonesia ke depan.
"Pendidikan yang baik dapat mengubah semua orang dan Guru yang baik dapat mengubah segalanya." (IMAKIPSI).
"Terimakasih kepada Prof. Anies Baswedan atas Dedikasi dan Karyanya untuk Pendidikan Indonesia"
"Selamat kepada Prof. Muhadjir Effendy semoga dapat membawa dampak yang lebih baik untuk Pendidikan Indonesia"
Hidup Pendidikan
Salam Advokasi Pendidikan
Ttd.Ketua Umum IMAKIPSI