26/03/2016
PAK NARTO: “NEVER SAY GOODBYE”
(Masuk 1973, Sejak 1974 di Moestopo Pak Narto Selalu Jadi Pejabat)
Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. Dr. H. Sunarto, M.Si., pada waktu terbitnya Majalah Moestopo bulan Maret 2016 ini telah berakhir memangku jabatan dua periode sebagai Rektor. Jabatan ini dipangkunya dari tahun 2008-2012 dan 2012-20I6. Dalam pertemuannya dengan Majalah Moestopo di kediamannya, ditanya bagaimana Pak Narto setelah tidak jadi Rektor lagi, jawabannya: untuk Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), “Never Say Good Bye”. Apalagi melupakan, karena apapun juga Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sebagian dari perjuangan dibidang pendidikan, dan khususnya almarhum Mayor Jenderal Prof. Dr. Moestopo adalah panutannya, dan masuk tahun 1973, sejak 1974 sampai 2016 menjadi pejabat terus.
Permulaan Tugas di Moestopo
Tahun 1973 setiap pagi Drs. Sunarto berangkat kerja sebagai PNS Kementerian Kehakiman dengan bus jemputan kantor. Bus jemputan dalam rutenya selalu melewati depan kampus Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), di pintu gerbang kampus ada tulisan Fakultas Ilmu Publisistik. Dengan adanya Fakultas Ilmu Publisistik itu Drs. Sunarto sangat tertarik, karena dirinya adalah lulusan FISIP Gajah Mada Jurusan Ilmu Publisistik. Sampai di kantor lewat telpon kantor menghubungi Universitas Prof. Dr. Moestopo, telpon diterima oleh mbak Harti (maksudnya Bu Harti sekarang Wadek II FIKOM UPDM(B)) sebagai Sekretaris pak Moes. Isinya menyampaikan pesan untuk disampaikan Prof. Dr. Moestopo, sebagai sarjana Publisistik Gajah Mada ingin menyumbangkan tenaganya di Fakultas Ilmu Publisistik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Pesan ini disampaikan mbak Harti kepada pak Moes (Prof. Moestopo). Besuk harinya, Drs. Sunarto dipanggil pak Moestopo ke kampus. Itulah langkah pertama memasuki kampus Moestopo. Mayor Jenderal Prof. Dr. Moestopo, seperti biasa sebagai seorang militer Pak Moestopo yang teliti, tegas, menyelidik dan dengan suara yang berat, keras dan humor menanyakan segala sesuatu, baik ilmu maupun pribadinya. Kata Prof. Moestopo “kamu dari Gajah Mada, kalau begitu kamu saya angkat jadi Sekretaris Fakultas Ilmu Publisistik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) tugasmu kuliah harus jalan”. Besuk paginya dari telpon Bagian Humas Kementerian Kehakiman ditelpon para mahasiswa sorenya kuliah, dosennya belum lengkap. Mahasiswa antara lain Bu Susilo pemilik Yayasan Sinar Kasih, Gunawan, Gultom, wartawan Kartini, Gantiowati, Ka Humas DNKS, jumlahnya ada sekitar 5 orang, langsung hari itu mengajar di Fakultas Ilmu Publisistik Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Tahun 1974-1981 diangkat sebagai Wakil Dekan II, 1982-1989 dipilih sebagai Dekan FIKOM UPDM(B), 1989-2001 sebagai Kepala Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Tahun 2000-2004/2004-2008 terpilih jadi Dekan FIKOM UPDM(B) lagi, 2008-2012/2012-2016 mendapat jabatan Rektor UPDM (B). Dengan demikian jabatan Struktural di dalam UPDM (B) tidak pernah putus. Sehingga oleh Yayasan UPDM bersama Brigjen Pol. (Purn) Dr. Prayitno, S.H. dianugerahi kehormatan dengan penamaan gedung sebagai kampus 3 UPDM (B) di Jalan Swadarma dengan nama Gedung Dr. Prayitno, S.H. dan Prof. Dr. Sunarto, M.Si.
MENGANGKAT DERAJAT UPDM (B)
Semasa menjabat Rektor UPDM (B), Prof. Dr. Sunarto telah membawa peringkat akreditasi B untuk Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Di samping itu, UPDM (B) telah dinilai Kopertis III sebagai Perguruan Tinggi Swasta ‘Unggulan’ dan Perguruan Tinggi Swasta yang ‘SEHAT’ serta telah membuat Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sebagai realisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Di samping itu juga, agar UPDM (B) tidak menjadi Institut dan tetap menjadi Universitas pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Sunarto telah diprogramkan berdirinya Fakultas Teknik dengan Prodi: Pertambangan, Industri, Kelautan, Sistim Informatika, dan Teknik Informasi.
Dr. Triyuni Soemartono, dosen baru di Pascasarjana UPDM (B) diangkat sebagai Sekretaris Forum Profesor dan Doktor agar lebih dikenal masyarakat Moestopo yang tugas awal, adalah menyusun Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk diterima di Dikti.
Kepada Rektor yang baru Prof. Sunarto mengharapkan dapat meningkatkan lagi peringkat UPDM (B) dari B ke A. juga peringkat PTS Unggulan bagi UPDM (B). Akses untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat perlu ditingkatkan lagi supaya dapat mencapai hasil yang optimal. Demikian p**a hubungan dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri ditingkatkan lagi untuk memudahkan pemuatan jurnal luar negeri bagi para dosen UPDM (B). Dan yang sangat diharapkan adalah kesejahteraan karyawan dan dosen dapat ditingkatkan, seperti kebutuhan perumahan.
MENGATASI SEGALA UJIAN
Drs. Sunarto kelahiran Kerten (daerah Klaten) 10 Desember I947 setelah lulus FISIP jurusan Ilmu Publisistik Universitas Gajah Mada I973 diterima bekerja di Kementerian Kehakiman pada bagian Humas. Di samping sibuk di bagian Humas Kementerian Kehakiman, dimana tenaga profesionalnya masih jarang, juga oleh Pak Moestopo diangkat menjadi Sekretaris Fakultas Ilmu Publisistik. Pada waktu itu belum ada Wakil Dekan apalagi mahasiswanya masih 5 orang. Pak Moes sebagai pejoang dan mempunyai kebesaran hati dan senang kalau melihat anak itu mau maju, maka pembantu-pembantunya juga disuruh kuliah tanpa bayar seperti Sukardi, Suto Pangarso, Budi Santoso, sehingga kesibukannya bertambah. Melihat kekosongan Dosen, Drs. Sunarto menarik teman-teman seangkatan di Gajah Mada yang ada di Jakarta, seperti Drs. Hormat Meliala, Drs. Sofyan, Drs. Supomo, ditambahkan lagi Drs. Giman Sahudi, Drs. Simaremare, untuk mengajar. Mereka semua adalah “pejoang” dengan karyawannya mbak Tin, Maria Meliala, Anjas Asmara (“sampaikan terima kasih saya untuk mereka”). Kuliahnya dari mulai pukul 17.00 sampai Pukul 21.00. Bersama rekan-rekan lain pada waktu itu tetap mempertahankan kelangsungan, keberadaan, dan kemajuan yang telah dicapainya, sehingga mengungguli Universitas Ilmu Komunikasi Swasta lain di Indonesia. Selain FIKOM UNPAD, FIKOM UPDM (B) pernah menjadi tujuan utama pendidikan Ilmu Komunikasi calon mahasiswa. Tahun I985 sewaktu terjadi kekosongan jabatan Dekan FIKOM UPDM (B), Drs. Sunarto sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Publisistik UPDM (B) diangkat Prof. Dr. Moestopo sebagai Dekan Fakultas Ilmu Publsistik. Ujian pertama mengubah Fakultas Ilmu Publisistik menjadi Fakultas Ilmu Komunikasi sesuai Keputusan Prof. Dr. Moestopo dan dalam bidang keilmuan berusaha menyejajarkan dengan FIKOM UNPAD, sebagai penjuru Ilmu Komunikasi. Karena Prof. Moestopo selain pendiri Fakultas Ilmu Publisistik UNPAD juga Guru Besar dan Dewan Pembina UNPAD.
Ujian kedua adalah pada waktu ada Keputusan Rapat Rektor Negeri se Indonesia 1985 yang mengambil keputusan mengusulkan kepada Menteri P dan K, Fakultas Ilmu Komunikasi supaya dilebur ke FISIP. Dengan adanya usulan itu, Prof. Moestopo bersama FIKOM UNPAD membuat makalah yang dibawa Prof. Moestopo dengan didampingi oleh Prof. Santoso menghadap Presiden Suharto untuk mendapat dukungan supaya Fakultas Ilmu Komunikasi tidak dihapus. Presiden Suharto setuju dan memberikan perintah kepada Menteri P dan K Syarif Tayeb untuk tetap adanya Fakultas Ilmu komunikasi.
PRIBADI YANG SABAR DAN RAMAH
Setelah mantap dalam pekerjaan dan jabatan, Drs. Sunarto melamar gadis pilihannya Sri Sugiartini, yang menjadi pendamping setianya sampai sekarang dengan 3 anak. semuanya sudah bekerja dan lulus S-2. Prof. Sunarto orangnya sabar, tidak pernah marah dan tidak bisa marah. Tidak membedakan setiap orang, kalau pagi pukul 06.30 sudah datang ke kantor. Semua orang di kampus yang ditemui seperti Satpam, Mahasiswa, Karyawan, Dosen, Cleaning Service, Tukang Parkir disapa dan diajak bersalaman, seperti sikap pak Moestopo. Cara inilah yang membuatnya jaringan pergaulan, jaringan kerja luas, apalagi dalam jabatannya sebagai Kepala Biro Dokumentasi dan Penerangan BP-7 Pusat, dan juga Manggala BP-7 Pusat pergaulannya sangat luas semua telah menjadi pejabat, tokoh, karena pada waktu itu harus mengikuti Penataran Pancasila di BP-7. Semuanya, yang tentunya juga diperlukan dalam tugasnya sebagai Rektor UPDM (B). Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) termasuk 10 Perguruan Tinggi Swasta yang maju di Indonesia. Dalam usianya yang tertua diantara Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia, memang tekadnya adalah mempertahankan kemajuan pendidikan dan mutu hasil pendidikan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Tak lupa untuk disampaikan terima kasih kepada Raden Ayu Moestopo Pendiri Ys UPDM, Ketua dan Anggota Pembina, para Pengurus Yayasan UPDM, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, dan Wakil Rektor III, para Dekan dan Direktur Program Pascasarjana, para Dosen, para karyawan dan semuanya yang telah banyak membantu kelancaran tugas sampai akhir jabatan dengan baik. Dan mohon dimaafkan apabila ada kesalahan.
(Panggih Sundoro)